Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo

Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo
Salah satu ciri otoritarianisme adalah kekuasaan anti terhadap kritik.
31 Desember 2025 | 14.45 WIB


Poster Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di kawasan sekolah Dasar Negeri 3 Tripe Jaya yang rusak dan tertimbun material lumpur pasca bencana di Desa Uye Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, Aceh, 20 Desember 2025. Data pos Komando tanggap darurat bencana Aceh menerangkan sebanyak 6 unit fasilitas pendidikan di kabupaten Gayo Lues mengalami kerusakan akibat dampak bencana hidrometeorologi akhir November lalu. Antara/Syifa Yulinnas
DOSEN hukum tata negara dari Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai banyaknya teror yang menimpa aktivis dan sejumlah pemengaruh menunjukkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki karakter otoritarianisme. Salah satu ciri otoritarianisme adalah kekuasaan anti terhadap kritik.

"Dia akan berusaha membungkam kritik dengan alat kekuasaan," kata Herdiansyah saat dihubungi pada Rabu, 31 Desember 2025.


Herdiansyah mengatakan bentuk otoritarianisme juga dapat dilihat ketika aparat menangkap sejumlah demonstran pada demonstrasi Agustus 2025 lalu. Kala itu, masyarakat memprotes kenaikan gaji anggota DPR dan situasi ekonomi. Namun, aparat menanggapi demontrasi itu dengan menabrak seorang ojek online dan menangkap sejumlah demonstran.

"Bahkan tragedi Agustus 2025 lalu, aparat menangkapi kawan-kawan berbeda pendapat sebagai tahanan politik. Itu menandakan rezim anti kritik," kata dia.

Herdiansyah mengatakan konstitusi memberi mandat negara menjamin kebebasan berpendapat dan mengkritik kekuasaan. Namun, kritik itu saat ini justru dibungkam menggunakan ancaman hingga kekerasan.


"Negara menjamin kebebasan berpendapat atau kebebasan mengkritik kekuasaan. Tapi terjadi sebaliknya, penguasa menggunakan alat-alat pemaksaan atau institusi koersif," kata dia.

Dia berkata rezim otoritarianisme menganggap kritik berbahaya. Rezim ini tidak peduli dengan kritik dan masukan warga. Herdiansyah mengibaratkan rezim otoritarianisme seperti kacamata kuda.

"Tidak melihat kanan dan kiri. Artinya mereka tidak peduli dengan kritik warga dan masukan warga negara. Bahkan otoritarianisme menghalalkan pembungkaman terhadap kritik kepada warga negaranya," ujar dia.

Dia meminta pemerintah seharusnya memiliki pemahaman mengenai hak kebebasan warga negara. Pemerintah yang memiliki pemahaman itu akan langsung mencari dalang teror tersebut.

Namun, Herdiansyah menilai negara saat ini melakukan pembiaran adanya teror kepada warga negara. Menurut Herdiansyah, pembiaran itu membuktikan negara permisif terhadap pembungkaman berpendapat. Negara juga gagal menjamin mandat konstitusi yang memberikan jaminan kebebasan berpendapat kepada warga.

"Ini adalah pembungkaman kritik dan pembungkaman kebebasan berpendapat yang diperlihatkan negara. Dikonfirmasi dengan diamnya negara terhadap jaminan kebebasan berpendapat. Artinya, negara gagal menjamin mandat konstitusi negara gagal memberikan jaminan kebebesan berpendapat," kata dia.

Tempo meminta konfirmasi mengenai masalah ini kepada Menteri HAM Natalius Pigai. Namun, Natalius mengaku belum tahu ada teror terhadap warga. "Saya sendiri belum tahu. Jadi bagaimana saya percaya mereka diteror? oleh siapa? Karena apa?" kata dia dalam pesan singkat, Rabu, 31 Desember 2025.

Sebelumnya, aktivis dan sejumlah pemengaruh mendapatkan teror. Pemusik asal Aceh, DJ Donny, misalnya, mengaku mendapat kiriman bangkai ayam dan surat ancaman. Selain Donny, pemengaruh asal Aceh bernama Sherly Annavita mengaku dikirimi sekantung telur busuk dan mendapat tindakan vandalisme di mobilnya.

Tidak hanya itu, rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam beserta pesan bernada ancaman. Teror terhadap Iqbal diduga berkaitan kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengkampanye Greenpeace, terutama soal kritik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani bencana Sumatera.

https://www.tempo.co/politik/banyak-...rabowo-2103468

Kontras: Membungkam Kritik dengan Teror Masif di Era Prabowo
Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo
Kontras menduga negara melakukan pembiaran sehingga teror terhadap berulang.
31 Desember 2025 | 17.44 WIB



Bagikan

Kepala Divisi Hukum Kontras Andrie Yunus, Andrie Yunus saat konferensi pers terkait perkembangan kasus Afif Maulana di Kantor KontraS, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2024. Dalam konferensi pers tersebut, Koalisi Advokat Anti Penyiksaan menyampaikan kejanggalan yakni jumlah korban tindakan penyiksaan tidak hanya dialami alm. Afif Maulana melainkan terdapat 18 lainnya yang menjadi korban dan 11 orang di antaranya merupakan anak-anak serta meminta pihak kepolisian melakukan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah Afif yang melibatkan tim dokter forensik independen agar prosesnya berjalan secara objektif dan transparan. TEMPO/ILHAM BALINDRA
WAKIL Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus melihat pola pembungkaman kritik berupa teror semakin masif di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Teror dilakukan terhadap jurnalis, aktivis, hingga pemengaruh dengan ancaman verbal hingga mengirimkan bangkai hewan.

"Pada tahun ini saja, bukan hanya pemengaruh, tapi mulai dari jurnalis Tempo yang dikirimi kepala babi sampai dengan bangkai tikus tanpa kepala," kata dia saat dihubungi, Rabu, 31 Desember 2025.


Andrie menduga negara melakukan pembiaran sehingga teror terhadap berulang. Negara juga tidak mampu melindungi warga negara, menangkap, dan mengadili pelaku teror.

"Teror rerus meningkat tapi negara gagal memberikan perlindungan dan kepastian hingga keadilan untuk mengungkapkan fakta-fakta teror terhadap para korban," kata dia.

Andrie menduga negara membiarkan adanya teror terhadap warga. Negara seharusnya bisa mencegah teror dengan alat, sumber daya, dan anggaran yang ada.

Namun, dalam konteks teror saat ini, Andrie melihat negara justru membiarkan dan tidak serius menangani teror. Bagi Andrie, pembiaran itu sebagai bentuk pelanggaran HAM.

"Negara melakukan pelanggaran HAM karena dia diam. Karena dia tidak melakukan pengungkapan secara serius, karena dia gagal menyeret pelaku teror ke pengadilan gitu ya. Sehingga akhirnya terjadilah impunitas terhadap pelaku teror," kata dia.

Andrie pun menuntut negara melakukan pengungkapan secara serius. Negara harus membongkar dalang-dalang dibalik aksi teror. Keseriusan itu pula sebagai upaya menjaga iklim demokrasi.

"Aksi-aksi teror ini kan upaya untuk meredam suara kritik publik yang sudah menjadi tanggung jawabnya untuk melakukan kontrol publik terhadap kekuasaan," ujar dia.

Tempo meminta konfirmasi mengenai ini kepada Menteri HAM Natalius Pigai. Namun, Natalius mengaku belum tahu ada teror terhadap warga. "Saya sendiri belum tahu. Jadi bagaimana saya percaya mereka diteror? oleh siapa? Karena apa?" kata dia dalam pesan singkat, Rabu, 31 Desember 2025.

Sebelumnya, aktivis dan sejumlah pemengaruh mendapatkan teror. Pemusik asal Aceh DJ Donny misalnya mengaku mendapat kiriman bangkai ayam dan surat ancaman. Selain Donny, pemengaruh asal Aceh bernama Shery Annavita mengaku dikirimi sekantung telur busuk dan mendapat tindakan vandalisme di mobilnya.

Tidak hanya itu, rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam beserta pesan bernada ancaman. Teror terhadap Iqbal diduga berkaitan kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengkampanye Greenpeace, terutama soal kritik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani bencana Sumatera.

https://www.tempo.co/politik/kontras...rabowo-2103523








Tim Inafis Olah TKP Rumah DJ Donny Usai Teror Bangkai Ayam
Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo
Rumah DJ Donny mendapat kiriman paket bangkai ayam dan bom molotov setelah ia kerap mengkritik penanganan bencana Sumatera.
31 Desember 2025 | 16.19 WIB


Tim INAFIS Polda Metro Jaya melakukan olah TKP di rumah Ramond Dony Adam alias DJ Donny di Jakarta Timur, 31 Desember 2025. Tempo/Ade Ridwan Yandwiputra
TIM Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Metro Jaya turun ke lokasi rumah pemengaruh Ramond Dony Adam alias DJ Donny. Rumah tersebut sebelumnya menjadi sasaran teror bangkai ayam dan bom molotov oleh orang tak dikenal.

Pantauan Tempo di lokasi pada Rabu, 31 Desember 2025, sebanyak lima orang anggota Tim INAFIS dengan menggunakan dua buah mobil tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIB. Langsung melakukan olah TKP dengan melakukan foto-foto serta mengambil barang bukti.

"Nanti biar pihak Polda yang menyampaikan, tidak ada wawancara," kata salah satu anggota Tim INAFIS ditemui Tempo.


Setelah melakukan olah TKP. Tim terlihat sedikit berbincang dengan DJ Donny. Sekitar satu jam tim melakukan olah TKP, sekitar pukul 15.50 WIB tim membubarkan diri, terlihat tim membawa satu kantong dari rumah Donny.

Sebelumnya, rumah Dj Donny dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025. “Semalam sekitar jam 3.00 WIB subuh, di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya,” ujar Dony saat ditemui di Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu.


Berdasarkan rekaman CCTV rumahnya, bom molotov itu dilempar oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan masker. Saat kejadian, bom molotov itu mengenai kap mobilnya. “Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan (sebelum meledak),” kata DJ Donny.

Dony memutuskan untuk melaporkan peristiwa teror itu ke Polda Metro Jaya. Musababnya, pelemparan bom molotov itu tak hanya membahayakan keselamatannya dan keluarga saja, tetapi juga warga sekitar.

Sebelum teror bom molotov, Dony mengaku juga menerima teror lain berupa paket berisi bangkai ayam dengan kepala yang terpotong serta pesan bernada ancaman.

Selain berisi surat kaleng serta bangkai ayam, lanjut Dony, paket itu juga berisi foto Donny yang digambar seolah-olah lehernya tergorok.

“Paket itu berisi bangkai ayam yang dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman. Isinya ‘Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih, masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini’,” kata dia.

Teror-teror itu diterima Dony setelah dia melontarkan sejumlah kritik kepada pemerintah tentang penanganan bencana di Sumatera. Di media sosialnya, Dony kerap membagikan kritiknya atas lambannya penanganan bencana serta pengusutan penyebab bencana Sumatera.

Usai teror bangkai ayam tersebut, Donny, menunjukkan sikap tegas. Meski rumah pribadinya kini tampak tertutup rapat, Donny menyatakan tidak merasa takut dan justru meningkatkan sistem pengawasan di area huniannya.

Donny menambah jumlah CCTV di rumahnya pasca-aksi teror tersebut. Tujuannya untuk mengantisipasi teror berulang.

"Saya akan tetap tinggal di sini, tidak takut," kata Donny ditemui di kediamannya.

https://www.tempo.co/hukum/tim-inafi...i-ayam-2103500


Aktivis Greenpeace Diteror, Rumah Dikirimi Bangkai Ayam
Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo

31 Des 2025, 14:54 WIB
Santi Dewi
Jakarta, IDN Times - Rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi, Iqbal Damanik mendapat teror berupa kiriman bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025) pagi. Bangkai itu ditemukan di teras rumah tanpa pembungkus apapun. Di kaki ayam itu terikat plastik berisi kertas yang bertuliskan pesan 'jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu, mulutmu harimaumu.'

Iqbal mengaku memang sempat mendengar suara seperti benda jatuh di teras rumahnya. Namun, bangkai ayam itu ditemukan oleh anggota keluarga Iqbal pukul 05.30 WIB.

Temuan bangkai ayam dan pesan teror itu dibenarkan oleh Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak. Ia menduga teror yang dialamatkan kepada Iqbal terkait kerja-kerjanya sebagai salah satu pengkampanye Greenpeace Indonesia. Salah satu isu yang lantang disuarakan Iqbal mengenai buruknya penanganan banjir di Sumatra.

"Apalagi ada pola teror serupa yang diterima oleh masyarakat sipil, jurnalis dan pegiat media sosial dalam beberapa waktu belakangan. Teror bangkai ayam juga diterima oleh disjoki asal Aceh, DJ Donny," ujar Leonard di dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (31/12/2025).

Selain DJ Donny dan Iqbal, ada pula pemengaruh dan konten kreator asal Aceh Sherly Annavita yang diteror lewat aksi vandalisme ke mobilnya. Sherly juga mendapat kiriman satu kantong telur busuk ke rumahnya. DJ Donny dan Sherly turut mendapat surat bernada ancaman.

1. Greenpeace Indonesia duga Iqbal dan dua publik figur dapat teror karena mengkritik pemerintah
Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo
Leonard Simanjuntak
Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak. (ANTARA FOTO/Dewanto Samodro)
Lebih lanjut, Leonard mengatakan sulit tak mengaitkan kiriman bangkai ayam dan pesan teror itu dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang selama ini gencar menyampaikan kritik terkait situasi di Tanah Air. Bahkan, terdapat kemiripan pola dalam mengirimkan teror kepada korbannya.

"Sehingga kami menilai ini teror yang terjadi sistematis terhadap orang-orang yang belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatra," ujar Leonard.

Iqbal Damanik, kata Leonard, kerap menayangkan di akun media sosialnya mengenai banjir di Sumatra dan respons pemerintah dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor. Sejumlah juru kampanye Greenpeace juga banyak bersuara lewat wawancara media maupun media sosial. Berbagai pernyataan tersebut berangkat dari temuan tim yang pergi ke lapangan pascabencana, serta temuan dan analisis Greenpeace.

"Namun dalam beberapa hari terakhir, Iqbal banyak menerima serangan di kolom komentar unggahan media sosialnya, juga pesan bernada ancaman lewat direct message Instagram," katanya.

Ia mengatakan kritik yang disampaikan oleh Greenpeace Indonesia dalam menangani banjir Sumatra lahir dari keprihatinan dan solidaritas terhadap para korban. Apalagi di balik banjir Sumatera ini ada persoalan perusakan lingkungan, yakni deforestasi dan alih fungsi lahan yang terjadi menahun.

"Itu semua bisa terjadi atas andil pemerintah juga," imbuhnya.

Dampak krisis iklim diperkirakan akan semakin memburuk karena Presiden Prabowo Subianto justru mendorong penanaman sawit di Papua untuk mengurangi kebutuhan impor BBM.

2. Greenpeace Indonesia kecam maraknya aksi teror ke masyarakat sipil
Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo
Greenpeace Indonesia
Jembatan yang dibentangkan oleh Greenpeace Indonesia di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur. (Dokumentasi Greenpeace Indonesia)
Atas maraknya aksi teror yang diterima oleh masyarakat sipil Greenpeace Indonesia mengecam hal tersebut. Teror itu, kata Leonard, diterima oleh jurnalis, aktivis hingga pegiat media sosial.

Kritik publik, kata Leonard, seharusnya tak diperlakukan sebagai ancaman, melainkan ekspresi demokrasi dan pengingat bagi kekuasaan untuk tetap akuntabel. Kebebasan berbicara merupakan hak yang dijamin dalam konstitusi.

"Upaya teror tak akan membuat kami gentar. Greenpeace akan terus bersuara untuk keadilan iklim, HAM, dan demokrasi," kata Leonard.

3. DJ Donny kritik pemerintah agar kinerja lebih baik
Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo
DJ Donny, teror
Isi pesan teror yang diterima oleh DJ Donny. (www.instagram.com/@dj_donny)
Sementara, DJ Donny mengaku heran mengapa ia menjadi sasaran teror. Ia juga mendapat kiriman bangkai ayam dan pesan tertulis berisi ancaman.

"Kau akan jadi seperti ayam ini jika mulutmu dan medsosmu kelakuannya seperti binatang," demikian yang tertulis di pesan dan ditujukan kepada Donny.

Bangkai ayam itu, kata Donny, dibungkus ke dalam kotak makan plastik. Dari potongan rekaman CCTV yang ia tunjukkan di akun media sosialnya, pelaku terdiri dari dua orang dan dilemparkan di depan rumahnya.

Ia menggaris bawahi kritik yang disampaikannya ke pemerintahan Prabowo lantaran ingin agar kinerja pemerintah membaik. Bahkan, ia tak segan untuk memuji pemerintah bila kinerjanya positif.

"Jadi, saya obyektif mengkritisinya. Yang baik saya katakan baik, buruk dikatakan buruk. Dan saya tidak pernah mengeksploitasi bencana alam. Bantuan yang saya kirim ke Aceh dengan dana pribadi tidak saya eksploitasi padahal kondisi Aceh begitu parah," katanya di akun media sosialnya.

"Tapi, saya bingung juga kenapa saya diteror? Karena saya menyampaikan kritik secara positif. Kritik yang saya sampaikan itu menjadi keresahan banyak orang," imbuhnya.

https://www.idntimes.com/news/indone...0-bbwlv-10w9dx

masalah teror


tf96065053Avatar border
ojol.jayaAvatar border
MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress dan 3 lainnya memberi reputasi
4
492
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan