Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Pakar Peringatkan Pengaburan Merah Putih dalam Pengibaran One Piece
Pakar Untag Surabaya Peringatkan Risiko 'Pengaburan' Merah Putih dalam Pengibaran Bendera One Piece
Pakar Peringatkan 'Pengaburan' Merah Putih dalam Pengibaran One Piece
Tayang: Jumat, 8 Agustus 2025 20:35 WIB
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dwi Prastika
zoom-inlihat fotoPakar Untag Surabaya Peringatkan Risiko 'Pengaburan' Merah Putih dalam Pengibaran Bendera One Piece
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
DOSEN UNTAG SURABAYA - Pakar Sistem dan Teknologi Informasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, menilai fenomena pengibaran bendera One Piece bukan sekadar tren budaya populer, melainkan sinyal pergeseran cara generasi muda memaknai simbol perjuangan bangsa, Jumat (8/8/2025).

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ramai fenomena bendera bajak laut Jolly Roger dari serial anime One Piece berkibar di berbagai ruang publik dan media sosial, jelang HUT RI ke-80.

Pakar Sistem dan Teknologi Informasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, menilai, fenomena ini bukan sekadar tren budaya populer, melainkan sinyal pergeseran cara generasi muda memaknai simbol perjuangan bangsa.


Merah putih bukan simbol yang bisa disandingkan sembarangan. Ia bukan properti visual yang boleh dikerdilkan di tengah euforia digital,” tegas Supangat, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, algoritma media sosial berperan besar dalam memperkuat tren tersebut.

Pakar Peringatkan 'Pengaburan' Merah Putih dalam Pengibaran One Piece
KONTROVERSI BENDERA - Nasib penjual bendera online dan offline kini terlihat kontras. Terlebih tengah ramai soal kontroversi bendera Jolly Roger atau Bendera One Piece. (Wikimedia Commons - tangkapan layar X Anak_Ogi)

Sistem rekomendasi konten yang digunakan platform digital cenderung memprioritaskan materi yang lucu, ringan, dan viral, dibanding konten edukatif atau bermuatan kebangsaan.

“Yang viral bukan yang bernilai, tapi yang memancing emosi dan perhatian. Tanpa literasi digital yang memadai, masyarakat mudah tergiring arus tanpa menyaring makna,” ujarnya.

Supangat menyebut kondisi ini sebagai bentuk nasionalisme digital yang disorientatif, di mana identitas bangsa berisiko kehilangan jangkar akibat dominasi narasi pop culture di ruang virtual.


Ia mengingatkan, tanpa pengawasan algoritmik, platform digital dapat menjadi lahan subur bagi konten yang menjauhkan generasi muda dari akar kebangsaannya.

Untuk mengantisipasi, ia mendorong kolaborasi pemerintah, institusi pendidikan, kreator konten, dan pengembang teknologi dalam menghadirkan kampanye digital kreatif yang menghidupkan simbol-simbol kebangsaan.

“Merah putih harus hidup, tidak hanya di tiang bendera, tapi juga di platform digital. Gunakan augmented reality, filter media sosial, komik daring, game, dan interaksi virtual yang bermakna untuk menyuntikkan semangat nasionalisme,” jelasnya.

Supangat juga mengusulkan adanya dashboard digital nasional untuk memantau dan menganalisis tren konten berbasis kebangsaan.

“Teknologi harus digunakan secara strategis untuk menjaga ideologi, bukan sekadar efisien,” tambahnya.

Ia menegaskan, nasionalisme harus adaptif dan kreatif mengikuti zaman, namun tidak boleh kompromi terhadap esensinya.

“Mengagumi karakter seperti Luffy tidak salah, tapi jangan lupa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan manusia nyata dengan darah dan air mata,” pungkasnya.


https://jatim.tribunnews.com/2025/08...era-one-piece.


Media Asing Soroti Razia Bendera One Piece Jelang HUT Kemerdekaan RI
Pakar Peringatkan 'Pengaburan' Merah Putih dalam Pengibaran One Piece
Oleh
Ikhsan Suryakusumah
Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:33 WIB
Share
Ilustrasi bendera bajak laut One Piece. (Foto: VOI/Amazon)
Ilustrasi bendera bajak laut One Piece. (Foto: VOI/Amazon)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

Ukuran Font
Kecil

Besar
Advertisement
Sejumlah media internasional menyoroti langkah aparat Indonesia merazia bendera bajak laut dari anime One Piece yang belakangan ini dikibarkan sebagai simbol protes menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia.

Sebuah fenomena aneh tapi nyata tengah terjadi di Indonesia menjelang Hari Kemerdekaan. Bendera bergambar tengkorak bertopi jerami, simbol dari anime populer One Piece, kini bertebaran di mana-mana. Awalnya, bendera ini hanya dikibarkan oleh para sopir truk yang memprotes kebijakan pemerintah.

Namun, gelombang perlawanan ini menyebar cepat, dari truk, rumah, hingga media sosial. Tak ayal, bendera ini pun menjadi simbol protes dan kekecewaan, memicu aparat untuk turun tangan melakukan razia.

Fenomena unik ini sontak menarik perhatian sejumlah media internasional. Mereka menyoroti bagaimana bendera bajak laut itu berubah fungsi menjadi alat perlawanan politik yang kuat. AFP, media asal Prancis, menggambarkan razia ini sebagai respons pemerintah terhadap simbol yang dianggap provokatif dan berpotensi memecah belah bangsa.

AFP mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan, yang mengingatkan agar masyarakat tidak mengibarkan simbol 'tidak relevan dengan perjuangan negara' di samping bendera Merah Putih.

Tak hanya itu, AFP juga menyoroti ancaman sanksi hukum, yang bisa mencapai lima tahun penjara atau denda Rp 500 juta, bagi mereka yang dianggap menghina bendera nasional. Sebuah ancaman yang terkesan berlebihan dan represif, mengingat bendera One Piece hanyalah sebuah simbol fiksi.

Sementara itu, BBC mengupas tuntas makna di balik bendera bajak laut ini. Menurut BBC, dalam serial One Piece, bendera ini melambangkan perlawanan terhadap pemerintahan yang otoriter. Di Indonesia, simbol ini kini menjadi media bagi warga untuk menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

BBC juga mencatat adanya perbedaan pandangan di masyarakat: generasi muda melihatnya sebagai ekspresi kreatif, sementara generasi tua menganggapnya sebagai bentuk penghinaan terhadap Merah Putih yang dianggap sakral.

Media Malaysia, Malay Mail, menelusuri akar masalahnya. Mereka menjelaskan bahwa tren ini bermula dari protes sopir truk terhadap kebijakan Zero ODOL (over dimension over load). Alih-alih mencari solusi atas masalah transportasi ini, sejumlah politisi justru sibuk mengkritik penggunaan bendera, menyebutnya sebagai gerakan sistematis yang mengancam persatuan nasional.

Malay Mail pun menyoroti bahwa razia ini didasari oleh UU No. 24/2009 yang melarang bendera lain dikibarkan lebih tinggi dari Merah Putih.

Ketiga media asing ini sepakat bahwa razia ini bukan hanya soal penegakan aturan, melainkan juga soal kebebasan berekspresi.

Amnesty International Indonesia yang dikutip AFP menilai pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk kritik yang dijamin konstitusi. BBC menambahkan, razia ini justru membuktikan bahwa simbol fiksi bisa menjadi alat protes yang efektif. Sementara Malay Mail menyoroti bagaimana isu ini menunjukkan jurang pemisah antara aspirasi publik dan respons pemerintah.


Pada akhirnya, razia bendera One Piece ini adalah cerminan dari ketegangan yang lebih dalam. Antara ekspresi kreatif warga yang mencari saluran untuk menyuarakan kekecewaan, dan sensitivitas pemerintah yang melihat simbol-simbol tersebut sebagai ancaman terhadap stabilitas.

Sebuah drama politik yang ironis, di mana sebuah bendera fiksi kini menjadi lebih berbahaya daripada korupsi atau ketidakadilan.

https://www.inilah.com/media-asing-s...kemerdekaan-ri

masalah Onepiece


0
183
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan