Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Ryaas Rasyid Tak Pernah Percaya Omongan Jokowi: Dia Tidak Sekolah
Ryaas Rasyid Tak Pernah Percaya Omongan Jokowi: Dia Nggak Bisa Berpikir Jernih karena Tidak Sekolah
Ryaas Rasyid Tak Pernah Percaya Omongan Jokowi: Dia Tidak Sekolah
Tayang: Jumat, 8 Agustus 2025 20:11 WIB
Penulis: Rifqah
Editor: Febri Prasetyo
zoom-inlihat fotoRyaas Rasyid Tak Pernah Percaya Omongan Jokowi: Dia Nggak Bisa Berpikir Jernih karena Tidak Sekolah
Kolase Tribunnews.com
KASUS IJAZAH JOKOWI - Kolase foto Ryaas Rasyid dan Joko Widodo (Jokowi). Ryaas Rasyid mengatakan bahwa tidak ada alasan menyebutkan bahwa Jokowi itu mempunyai kemampuan berpikir layaknya seorang intelek.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Ryaas Rasyid, mengakui bahwa dirinya tidak pernah mempercayai omongan Joko Widodo (Jokowi).

Awalnya Ryaas membahas mengenai kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang hingga sekarang tak kunjung rampung, Jokowi sendiri juga tidak mau menunjukkan ijazah aslinya kepada publik dan hanya bersedia menunjukan ijazah aslinya dialampersidangan.

Permasalahan itu justru semakin melebar hingga melibatkan banyak orang, padahal Bareskrim Polri telah menyatakan ijazah Jokowi asli berdasarkan uji forensik, kemudian menyerahkan kasus kepada Polda Metro Jaya dan kini telah naik tahap penyidikan karena ditemukan unsur pidana dalam perkara yang dilaporkan oleh Jokowi itu.

Namun, pihak-pihak yang melaporkan ijazah Jokowi palsu tidak terima dengan proses hukum yang ada dan sampai sekarang masih terus mempermasalahkannya.

Ditambah lagi setelah Jokowi menyatakan ada tokoh besar di kasus ijazah palsu, pihak-pihak pelapor seperti Roy Suryo c.s. tidak terima, kemudian melayangkan somasi kepada Presiden RI ke-7 RI.

Sementara itu, pihak Jokowi diketahui sudah melaporkan 12 orang yang diduga menyebarkan informasi palsu dan mencemarkan nama baiknya melalui media sosial maupun kanal digital lainnya.

Menurut Ryaas, Jokowi lucu karena dia belum membuktikan keaslian ijazahnya, tetapi sudah menuntut orang yang dianggapnya menyebarkan fitnah.

"Jadi sekarang itu agak lucu. Dia belum buktikan keasliannya, dia sudah tuntut orang memfitnah dia, dilaporkan ke polisi, itu tidak bisa," katanya, dikutip dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Jumat (8/8/2025).

Menurut Ryaas, Jokowi harus menunjukan ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya terlebih dahulu agar bisa dipercaya publik bahwa itu benar-benar asli, baru bisa melaporkan sejumlah orang yang dianggapnya salah.

"Buktikan dulu bahwa ini (ijazah) asli dan itu semua teruji oleh UGM dan oleh polisi, baru dia mengatakan, 'Saya difitnah oleh si bajingan ini, saya difitnah oleh ini, saya tuntut mereka'. Sekarang dia tidak tunjukkan, tapi dia menuduh orang memfitnah. Bagaimana dong?" ucap Ryaas.

Oleh sebab itu, Ryaas yang juga dikenal sebagai pengamat politik ini menganggap Jokowi memang tidak bisa berpikir jernih karena memang aslinya tidak sekolah sarjana atau S-1.

"Tapi ya bagaimana ya? Saya tuh susah kalau mikir soal Jokowi karena bolak-balik kesimpulan saya, memang dia tidak punya kapasitas untuk berpikir jernih, karena ndak sekolah," ujarnya.

Alasan Ryaas mengatakan demikian karena dia mengaku sudah mengikuti perkembangan Jokowi selama 10 tahun kepemimpinannya sebagai Presiden RI.

Dari situ, Ryaas mengamati bahwa Jokowi tidak pernah berbicara secara sistematis.

"Saya mengikuti dia 10 tahun kan, mengikuti perkembangan dia 10 tahun itu, dia tidak pernah bicara sistematis, kalimat-kalimatnya itu putus. Coba periksa semua, jadi dia tuh ditanya, lain pertanyaan, lain jawaban," katanya.

Menurut Ryaas, hal semacam itu bisa mempermalukan Indonesia karena bangsa ini ternyata pernah ditipu habis-habisan oleh seseorang yang sebenarnya tidak pintar.

"Ini celakanya kalau diyakini, itu akan mempermalukan seluruh bangsa Indonesia bahwa mereka pernah ditipu habis-habisan oleh seseorang yang sebenarnya tidak pintar. Mestinya yang bisa menipu Anda kan orang pintar, logikanya kan yang menipu itu orang pintar, yang tertipu itu orang bodoh gitu," ujarnya.

"Nah, ini Anda ditipu oleh orang bodoh, jadi Anda itu lebih bodoh lagi. Ini yang saya malu. Bagaimana mempertanggungjawabkan ini?" sambung Ryaas.

Maka dari itu, Ryaas mengatakan bahwa tidak ada alasan menyebutkan bahwa Jokowi itu mempunyai kemampuan berpikir layaknya seorang intelek.

Karena hal tersebutlah, Ryaas menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mempercayai omongan Jokowi.

"Jadi kalau menurut saya sama sekali tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Jokowi itu punya semacam frame berpikir yang intelek. Sehingga karena itu saya tidak pernah percaya omongannya," tuturnya.

Ryaas Rasyid Yakin Ijazah Jokowi Palsu dan Tak Pantas Sarjana
Selain itu, Ryaas juga meyakini bahwa ijazah Jokowi palsu dan mengatakan Jokowi tidak pantas menjadi seorang sarjana karena kapasitasnya tidak mumpuni.

"Saya kira ada masalah karena menurut saya kalau mengikuti perkembangan ini secara teliti, saya punya kesimpulan sederhana, dia (Jokowi) itu nggak punya ijazah," ungkapnya.

"Indikasinya banyak, tapi yang paling nampak adalah memang dia tidak punya kapasitas sebagai seorang sarjana, sarjana apapun. Sebab seorang sarjana itu punya struktur berpikir yang clear, berbicara secara sistematik, ini kalau lulusan sekolah tinggi ya, berpikir sistematis, bertutur kata yang teratur dan fokus. Dia (Jokowi) tidak punya sama sekali kemampuan itu," sambungnya.

Ryaas menilai ijazah Jokowi yang selama ini disembunyikan itu aslinya bermasalah.

Maka dari itu, tidak pernah ditunjukan ke publik karena tidak mau terbongkar.

"Ada apa sesuatu yang asli disembunyikan? Kalau dia mengatakan dia punya ijazah asli, kenapa dia sembunyikan? Jadi kalau menurut saya, yang disembunyikan itu (ijazah) adalah sesuatu yang bermasalah," katanya.

"Secara tidak sadar, dia (Jokowi) mengakui bahwa ijazahnya itu bermasalah, sehingga tidak sembarangan bisa ditunjukan, takut ketahuan," kata Ryaas.

Ryaas pun mengatakan kasus ijazah palsu Jokowi ini sulit dicerna secara logika, tetapi dia tetap berkeyakinan ijazah Jokowi palsu.

"Hebatnya itu, dia (Jokowi) menyebutkan akan menunjukan kepada pengadilan, tapi pengadilan di Solo tidak ada ijazah juga muncul. Dia mengatakan, dia tunjukan kepada polisi. Polisi mengaku cuma terima fotokopi."

"Jadi ini suatu persoalan yang sulit sekali dicerna secara logika, tapi kesimpulan saya dia tidak punya ijazah. Kalau ada ijazah yang dia pegang atau tidak tunjukan, pasti palsu, itu pasti palsu," tegasnya.

Ryaas pun menganggap Jokowi hanya beralasan saja tidak mau menunjukan ijazah aslinya.

Padahal, menurutnya ijazah itu merupakan sesuatu yang sah dan diakui, bukan aib atau sesuatu yang buruk.

Dengan ini, Ryaas mengklaim Jokowi sengaja membuat kasus ini berlarut-larut dan menggantung.

"Itu cuma alasan, argumen yang tidak punya dasar logika. Bagaimana sesuatu yang sah tidak mau ditunjukan? Yang tidak mau ditunjukan itu sesuatu yang aib, sesuatu yang buruk. Masa orang menyembunyikan kebaikan, kebenaran, ada apa?"

"Jadi menurut saya, justru dia itu tidak mau ini terbongkar, mungkin maksudnya biarlah ini (kasus ijazah palsu) menggantung terus, panjang-panjang umur saja," ujar Ryaas.

Sementara itu, menurut Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menunjukan ijazah kliennya itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Yakup mengatakan hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) yang telah diumumkan sebelumnya sudah cukup menjadi bukti keaslian ijazah Jokowi sehingga seharusnya tidak perlu dipersoalkan lagi.

12 Orang Dilaporkan
Dua belas orang yang dilaporkan Jokowi karena diduga menyebarkan informasi palsu dan mencemarkan nama baiknya itu, terdiri atas berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga mantan ketua KPK.

Pelaporan tersebut juga disertai dengan barang bukti berupa ijazah asli, lembar pengesahan skripsi, serta flashdisk berisi 24 video yang diunduh dari berbagai platform media sosial dan YouTube, yang berisikan tuduhan bahwa ijazah milik Jokowi tidak sah atau palsu.

Nama-nama yang dilaporkan Jokowi yakni sebagai berikut:

Roy Suryo (Mantan Menpora dan pakar telematika)
Rismon Sianipar (Ahli digital forensik)
Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa (Epidemiolog dan aktivis)
Rizal Fadillah (Pemerhati politik)
Eggi Sudjana (Aktivis hukum)
Damai Hari Lubis
Ruslam Effendi
Kurnia Tri Royani
Michael Benyamin Sinaga
Nurdian Noviansyah Susilo
Ali Ridho atau Aldo
Abraham Samad (Mantan Ketua KPK)
Dalam kasus ini, Jokowi pun telah diperiksa oleh Polda Metro Jaya pada Rabu (23/7/2025) lalu di Mapolres Solo, Jawa Tengah.

Dia datang dengan membawa dokumen ijazah asli dari jenjang SD hingga perguruan tinggi sebagai bukti.

Jokowi dicecar 45 pertanyaan oleh penyidik saat pemeriksaan berlangsung.

Selesai pemeriksaan selama 3 jam lamanya, Jokowi mengatakan setidaknya ada dua dokumen berupa ijazah yang disita oleh penyidik untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Dua dokumen tersebut merupakan ijazah asli Jokowi saat lulus dari SMAN 6 Solo dan Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

Adapun kasus ini bermula saat Roy Suryo c.s. dilaporkan sejumlah relawan Jokowi kepada pihak kepolisian setelah ramai tudingan ijazah palsu Jokowi.

Pertama, laporan itu datang dari organisasi masyarakat Pemuda Patriot Nusantara bersama Relawan Jokowi ke Polres Metro Jakarta Pusat pada, Rabu (23/4/2025) siang.

Selain Roy, pihak lain yang dilaporkan yakni ahli digital forensik Rismon Sianipar, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah, dan dokter Tifauzia Tyassuma.

Laporan ini didasarkan pada dugaan pelanggaran Pasal 160 KUHP tentang penghasutan di muka umum.

Lalu, selang beberapa hari, sejumlah orang yang tergabung dalam organisasi Peradi Bersatu mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta pada Kamis (24/4/2025).

Mereka yang membentuk sebuah tim bernama Advocate Public Defender untuk membuat laporan polisi terkait tudingan polemik ijazah Jokowi yang disebut-sebut palsu.

Hingga akhirnya, laporan dari berbagai Polres ini pun ditarik ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Objek perkara pencemaran nama baik juga lebih dulu dilaporkan langsung oleh Jokowi pada 30 April 2025.

https://www.tribunnews.com/nasional/...olah?page=all.
masalah ijazah mantan Presiden Jokowi


deniswiseAvatar border
deniswise memberi reputasi
1
947
42
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan