- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Bolehkah Berlama-lama di Lajur Kanan Jalan Tol meski Sudah Sesuai Batas Kecepatan?


TS
billyns
Bolehkah Berlama-lama di Lajur Kanan Jalan Tol meski Sudah Sesuai Batas Kecepatan?
https://otomotif.kompas.com/read/202...h-sesuai-batas
Bolehkah Berlama-lama di Lajur Kanan Jalan Tol meski Sudah Sesuai Batas Kecepatan?
Ketika berkendara di jalan tol ada aturan yang harus ditaati, mulai dari menggunakan jalur yang tepat hingga batas kecepatan kendaraan. Salah satunya, seperti lajur paling kanan yang digunakan hanya untuk mendahului. Namun, masih ada pengemudi yang terlalu lama di lajur kanan dengan alasan sudah sesuai batas kecepatan berkendara di jalan tol. Padahal kebiasaan ini dapat menghambat arus lalu lintas di jalan tol, bahkan parahnya bisa menyebabkan kecelakaan beruntun.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, memang ada dua aturan yang harus dipahami oleh pengemudi saat berkendara. Pertama, aturan batas kecepatan minimum dan maksimum, dan kedua, fungsi lajur.
Aturan batas kecepatan minimum dan maximum yang diperbolehkan sesuai lajurnya umumnya di batas kecepatan 60 - 80 kmj atau 60 - 100 kmj. “Angka ini mengacu kepada banyaknya lajur, klasifikasi jalan serta kondisi lingkungan,” ucap Sony kepada Kompas.com, Sabtu (8/2/2025). Sementara, aturan fungsi lajur digunakan sesuai kecepatan kendaraan di jalan tol yang berbeda tiap lajurnya.
“Lajur jalan tol digunakan sesuai kecepatan atau arah perjalanan. Lajur kiri untuk kecepatan 80 kmj, dan lajur tengah untuk kecepatan 80 kmj. Serta, lajur paling kanan hanya digunakan ketika hendak mendahului,” ucap Sony. Maka dari itu, meski sudah berkendara sesuai dengan batas kecepatan di jalan tol, berada terlalu lama di lajur paling kanan tetap tidak boleh dilakukan karena akan menyebabkan lane hogger.
Selain itu, berdasarkan unggahan akun Instagram @tmcpoldametro, lajur kanan hanya untuk mendahului. “Meski sudah di batas kecepatan, tetap nggak boleh diam di kanan terus! Segera pindah ke lajur kiri biar lalu lintas lancar,” tulis akun tersebut.
---
ini yang jadi narasumber logikanya bengkok. jalan itu dibangun nggak ada hanya untuk mendahului, semua lajur bisa dipakai untuk dilalui kendaraan secara normal.
yang tepat itu: mendahului harus dari sebelah kanan, karena kita nyetir di sebelah kiri. di seluruh jalan di kita sesuai aturan ada batas kecepatan & kalau sudah kecepatan maksimal, maka semua yang lebih dari itu pelanggar hukum. otomatis juga, yang sudah berkendara di kecepatan maksimal, itu bukan 'lane hogger'.
Bolehkah Berlama-lama di Lajur Kanan Jalan Tol meski Sudah Sesuai Batas Kecepatan?
Ketika berkendara di jalan tol ada aturan yang harus ditaati, mulai dari menggunakan jalur yang tepat hingga batas kecepatan kendaraan. Salah satunya, seperti lajur paling kanan yang digunakan hanya untuk mendahului. Namun, masih ada pengemudi yang terlalu lama di lajur kanan dengan alasan sudah sesuai batas kecepatan berkendara di jalan tol. Padahal kebiasaan ini dapat menghambat arus lalu lintas di jalan tol, bahkan parahnya bisa menyebabkan kecelakaan beruntun.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, memang ada dua aturan yang harus dipahami oleh pengemudi saat berkendara. Pertama, aturan batas kecepatan minimum dan maksimum, dan kedua, fungsi lajur.
Aturan batas kecepatan minimum dan maximum yang diperbolehkan sesuai lajurnya umumnya di batas kecepatan 60 - 80 kmj atau 60 - 100 kmj. “Angka ini mengacu kepada banyaknya lajur, klasifikasi jalan serta kondisi lingkungan,” ucap Sony kepada Kompas.com, Sabtu (8/2/2025). Sementara, aturan fungsi lajur digunakan sesuai kecepatan kendaraan di jalan tol yang berbeda tiap lajurnya.
“Lajur jalan tol digunakan sesuai kecepatan atau arah perjalanan. Lajur kiri untuk kecepatan 80 kmj, dan lajur tengah untuk kecepatan 80 kmj. Serta, lajur paling kanan hanya digunakan ketika hendak mendahului,” ucap Sony. Maka dari itu, meski sudah berkendara sesuai dengan batas kecepatan di jalan tol, berada terlalu lama di lajur paling kanan tetap tidak boleh dilakukan karena akan menyebabkan lane hogger.
Selain itu, berdasarkan unggahan akun Instagram @tmcpoldametro, lajur kanan hanya untuk mendahului. “Meski sudah di batas kecepatan, tetap nggak boleh diam di kanan terus! Segera pindah ke lajur kiri biar lalu lintas lancar,” tulis akun tersebut.
---
ini yang jadi narasumber logikanya bengkok. jalan itu dibangun nggak ada hanya untuk mendahului, semua lajur bisa dipakai untuk dilalui kendaraan secara normal.
yang tepat itu: mendahului harus dari sebelah kanan, karena kita nyetir di sebelah kiri. di seluruh jalan di kita sesuai aturan ada batas kecepatan & kalau sudah kecepatan maksimal, maka semua yang lebih dari itu pelanggar hukum. otomatis juga, yang sudah berkendara di kecepatan maksimal, itu bukan 'lane hogger'.






agusn6778 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
520
39


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan