Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Harga Sabun, Bedak juga Tarif Pijat Inflasi Tertinggi Sejak 2020
Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah tingkat inflasi November 2024 yang menjadi level terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir, beberapa komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat dan masuk dalam daftar belanja rutin (groceries shopping list), masih mencatat kenaikan harga.

Beberapa di antaranya bahkan membukukan inflasi tertinggi sejak Pandemi Covid-19 pecah pada tahun 2020 silam.

Badan Pusat Statistik melaporkan, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat inflasi year-on-year sebesar 7,26% pada November 2024.

"[Angka inflasi] Itu menjadi yang tertinggi sejak September 2020 karena pada Agustus 2020 inflasi kelompok ini sempat sebesar 7,47%," kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam taklimat media siang hari ini di kantor BPS, Jakarta.

Lonjakan inflasi kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya terutama karena inflasi subkelompok Perawatan Pribadi yang angkanya mencapai 20,43% yoy. Sementara pada subkelompok Jasa Lainnya terjadi inflasi 1,51%.

Kelompok pengeluaran ini memberi andil sebesar 0,45% pada terjadinya inflasi pada November secara tahunan. Sedangkan komoditas yang dominan menyumbang inflasi adalah emas perhiasan sebesar 0,36%.

Selain emas, bila melihat perincian lebih detil untuk jenis-jenis komoditas yang menyumbang inflasi tinggi di kategori pengeluaran ini, terdapat banyak barang yang banyak dibutuhkan sehari-hari oleh konsumen. Kelompok barang ini biasa juga dikenal sebagai Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang hampir pasti dibeli masyarakat secara rutin.

Di antaranya adalah pasta gigi yang mencatat inflasi sebesar 0,46% pada November, lalu pembalut wanita (0,32%), sabun mandi (0,23%), bedak (0,22%), tissu (0,19%), sabun mandi cair (0,10%), shampo (0,06%), hand body lotion (0,08%), lipstik (0,11%), sikat gigi (0,20%), tissu basah (0,37%), sampai tarif pijat nonmedis (0,76%).

Kelompok pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi yang tertinggi lonjakan inflasinya pada bulan lalu dengan andil sebesar 0,45%, terbesar setelah kelompok pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau yang andilnya 0,48%.

Pada November, terjadi inflasi sebesar 1,55%, menjadi inflasi terendah sejak Agustus 2021 di tengah berbagai indikator pelemahan konsumsi masyarakat yang memperpanjang tren 'makan tabungan'.

Tingkat tabungan masyarakat terus turun diduga karena makin banyak konsumen di Indonesia memakai dana tabungan mereka untuk menutup pengeluaran seiring harga barang sehari-hari mulai beras hingga pasta gigi dan shampoo yang terus meningkat harganya.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...ggi-sejak-2020

TURUNKAN TARIF MASSAGE... emoticon-Mad (S)
mnotorious19150Avatar border
brucebanner23Avatar border
kucinghaohaoAvatar border
kucinghaohao dan 3 lainnya memberi reputasi
4
274
34
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan