Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Rusia Mau Parkir Kapal Selam Nuklir di Kuba, Amerika Siap Memantau
Quote:


Rusia akan mengirim kapal selam nuklir beserta kapal perang permukaan ke Kuba untuk melakukan latihan, menurut laporan CNN, pada Kamis (06/06/2024), Kementerian Pertahanan Kuba mengkonfirmasi jika kapal perang Rusia akan melakukan kunjungan ke wilayahhnya pada tanggal 12 - 17 Juni 2024.

Menurut kementerian tersebut, kapal selam rudal jelajah bertenaga nuklir Kelas Yasen-M bernama Kazan dan tiga kapal angkatan laut Rusia lainnya, termasuk frigat Project 22350 Laksamana Gorshkov, kapal tanker minyak Pashin, dan kapal penyelamat kapal tunda Nikolai Chiker akan berlabuh di ibu kota Kuba pada pertengahan Juni nanti. Kementerian Pertahanan Kuba mengatakan bahwa, kapal perang Rusia yang akan tiba di negaranya tidak membawa persenjataan nuklir.

Sehari sebelumnya (05/06/2024), para pejabat AS mengatakan, mereka memperkirakan kapal perang dan pesawat Rusia akan tiba di Karibia untuk latihan militer yang akan menjadi bagian dari tanggapan Moskow yang lebih luas terhadap dukungan Amerika terhadap Ukraina. Secara khusus, terhadap keputusan Presiden Joe Biden yang mengizinkan Ukraina menggunakan senjata yang disediakan AS untuk menyerang wilayah Rusia telah membuat marah Kremlin.

Pejabat AS mengatakan, mereka tidak menganggap kehadiran armada kapal selam nuklir Rusia di Kuba sebagai ancaman. Namun, mereka akan terus memantau aktivitas militer Rusia di negara tersebut. Armada Rusia yang dikirim kali ini berukuran kecil secara keseluruhan, tetapi juga lebih besar dari pengiriman sebelumnya. Juli 2023 lalu misalnya, Angkatan Laut Rusia mengirim satu kapal kelas pelatihan bernama Perekop ke Kuba untuk kunjungan empat hari.

Quote:


Kazan dan Admiral Gorshkov dilengkapi dengan silo sistem peluncuran vertikal yang dapat menampung rudal jelajah jarak jauh Kalibr untuk serangan anti-kapal dan serangan darat, serta rudal jelajah anti-kapal supersonik Oniks. Selain itu, Laksamana Gorshkov adalah kapal perang Angkatan Laut Rusia pertama yang dikerahkan secara operasional dengan rudal jelajah hipersonik Zirkon.

Kapal selam nuklir Kelas Yasen dan Yasen-M punya karakteristik yang berbeda dengan generasi kapal selam nuklir Rusia sebelumnya, kedua kelas kapal selam tersebut bukan hanya dijadikan platform rudal jelajah, tapi juga mampu beroperasi sebagai kapal pengumpul data intelijen dan berpotensi sebagai platform misi khusus. Pejabat militer AS juga mengakui jika Kelas Yasen dan Yasen-M punya kemampuan operasional senyapyang membuat kapal sulit dideteksi, sebuah kemampuan yang diakui setara dengan kapal selam nuklir AS.

Moskow telah memperingatkan bahwa mereka dapat mengambil langkah asimetris di tempat lain di dunia sebagai tanggapan terhadap dukungan Washington terhadap Ukraina. Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa, Rusia dapat mengirim senjata jarak jauh ke wilayah di seluruh dunia di mana senjata tersebut dapat digunakan untuk menyerang Barat.

Salah satu wilayah tersebut mungkin adalah Kuba, berdasarkan hubungan historis yang erat antara Havana dan Moskow di masa lalu. Bulan lalu, Putin menjamu Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pada parade militer Hari Kemenangan 9 Mei di Lapangan Merah. Hubungan antara Diaz-Canel dan Putin semakin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Quote:


Sebagai tambahan informasi bagi Agan, di masa Soviet, Kuba adalah sekutu penting Moskow dan pengerahan armada Angkatan Laut Rusia serta pesawat patroli maritim jarak jauh adalah hal biasa. Tapi, di masa lalu Moskow pernah meyebar senjata nuklir di Kuba, yang memicu Krisis Rudal Kuba pada tahun 1962 serta membuat Amerika dongkol. Krisis tersebut pada akirnya berhasil diselesaikan dengan damai, di mana Moskow bersedia membawa pulang senjata nuklirnya dari Kuba.

Selain Kuba, Venezuela juga menjalin hubungan dekat dengan Moskow, termasuk di tingkat militer. Awal pekan ini, seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa pengerahan Angkatan Laut Rusia saat ini mungkin juga mencakup kunjungan ke pelabuhan di Venezuela. Pelayaran kapal selam nuklir ini menegaskan jika Moskow masih bisa mengirim senjata ke luar negeri meski masih terlibat perang dengan Ukraina. Masih harus dilihat, apakah Rusia akan secara rutin mengerahkan kapal perangnya (terutama kapal selam nuklir) ke kawasan yang dekat dengan Amerika di masa depan.



--------------




Referensi Tulisan: CNN
Sumber Foto: sudah tertera di atas
jlamp
69banditos
dodolaje
dodolaje dan 13 lainnya memberi reputasi
14
1.3K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan