Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Indonesia Terima Kapal Perang Bekas dari Korsel, Biaya Perbaikan Rp 569 Miliar
Quote:


Kilas balik pada Oktober 2022, waktu itu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menolak permintaan anggaran untuk pengadaan kapal perang bekas dari Korea Selatan, kapal yang dimaksud adalah kapal jenis korvet yang bernama Pohang Class. Berlanjut pada Februari 2023, Kemenkeu baru menyetujui hibah tersebut. Meski judulnya hibah, tapi Indonesia harus membayar lebih dari Rp 500 miliar untuk biaya perbaikan kapal tersebut.

Laporan pemberian hibah kapal perang ini pun sudah ramai dibahas media nasional, mengutip salah satu informasi media lokal, yakni detikfinance, penerimaan hibah kapal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam rapat kerja, Kamis (06/06/2024). Hibah kapal perang dari pemerintah Korea Selatan kepada TNI AL sesuai surat Menteri Pertahanan Nomor B/2471/M/12/2023 tertanggal 19 Desember 2023 perihal Persetujuan Penerimaan Hibah Alpalhankam dari dan ke luar negeri.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan RI Muhammad Herindra mengatakan bahwa, kapal perang yang akan diterima TNI AL saat ini masih berada di galangan kapal di Korea Selatan. Kapal sedang menjalani perbaikan struktur dan hingga mesin, sebelum dibawa ke Indonesia. Untuk biaya perbaikan kapal menurut Herindra menghabiskam dana sekitar US$35 juta atau setara dengan Rp 569,97 miliar. Sumber pembiayaan perbaikan diambil Indonesia dari anggaran rencana strategis (Renstra) Kementerian Pertahanan tahun 2025-2029.

Herindra menyebut, biaya perbaikan kapal lebih murah dibandingkan jika harus membeli kapal baru. Dia mengatakan jika kapal baru yang punya spesifikasi sama seperti Pohang Class harganya sekitar US$300 juta. Keputusan menerima hibah kapal itu diambil bukan hanya karena nilai ekonomis, melainkan juga karena hubungan baik Indonesia dan Korea Selatan. Sebelum memutuskan menerima hibah kapal, TNI AL telah mengirim tim untuk mengecek kondisi kapal bekas tersebut, menurut mereka kapal masih layak pakai.

Quote:


Sebagai tambahan informasi bagi Agan, Pohang Class sendiri juga dikenal sebagai Patrol Combat Corvette (PCC).Untuk kapal yang akan diterima TNI AL bernama Bucheon dengan nomor lambung 773. Kapal yang akan diterima TNI AL dibuat oleh galangan kapal Hyundai Heavy Industries di Ulsan. Bucheon diluncurkan pada 30 Desember 1988 dan bertugas bersama Angkatan Laut Korea Selatan pada 4 Mei 1989. Bucheon kemudian pensiun pada 25 Maret 2021. Total ada 24 kapal Pohang Class waktu itu yang dibuat, saat ini tersisa 12 unit yang masih bertugas di Korea Selatan.

Pohang Class generasi pertama dilengkapi empat peluncur rudal anti-kapal Harpoon, karena usia kapal yang menua peluncur rudal itu dilepas. Untuk senjata non-rudal, korvet ini punya 2 meriam OTO Melara 76 mn dan 2 meriam Otobreda 40mm L/70 twin naval. Senjata ini masing-masing terpasang di haluan dan buritan kapal. Untuk generasi terbaru Pohang Class telah dilengkapi rudal anti kapal 2 x 2 SSM-700K Haeseong dan rudal pertahanan udara Mistral. Pohang Class punya panjang 88 m, lebaf 10 m dan draft 2.9 m. Bobot kapal saat terisi muatan penuh mencapai 1.220 ton.

Quote:


Sebenarnya Indonesia ditawari 3 kapal perang Pohang Class, tapi sejauh ini baru satu unit yang disetujui. Tidak diketahui apakah dua unit lainnya jadi diterima atau tidak ? Selain Indonesia, Korea Selatan juga telah menghibahkan masing-masing satu unit Pohang Class kepada Filipina, Vietnam, Mesir, Peru dan Kolombia. Indonesia menjadi negara Asean ketiga yang menerima hibah kapal korvet buatan Korea tersebut.


-----------------



Referensi Tulisan: detikfinance
Sumber Foto: sudah tertera
itkgid
bang.toyip
69banditos
69banditos dan 12 lainnya memberi reputasi
11
1.9K
65
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan