Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Ditenggelamkan Rudal Exocet dan C-802, Riwayat KRI Pulau Romang Berakhir di Laut Bali
Quote:


TNI AL kembali menggelar uji coba penembakan rudal anti-kapal, dan yang dijadikan sasaran tembak kali ini adalah KRI Pulau Romang. Mengutip informasi resmi dari TNI AL, Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2024 dilaksanakan di perairan Laut Bali pada 8 sampai 9 Mei 2024. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Tiga rudal ditembakkan oleh tiga kapal perang untuk menenggelamkan KRI Pulau Romang, KRI Halasan-630 dan KRI Kapak-625 yang menembakkan rudal Exocet MM40 Block 3; sementara KRI Yos Sudarso-353 menembakan rudal C-802. Dalam latihan kali ini juga dikakukan penembakan torpedo oleh kapal selam KRI Alugoro-405 yang menembakan torpedo Black Shark dan KRI Sultan Hasanuddin-366 yang menembakkan torpedo A244S.

KRI Pulau Romang dengan nomor lambung 723 merupakan kapal penyapu ranjau buatan Jerman Timur yang dikenal sebagai Condor Class. Nama asli kapal adalah Pritzwalk dengan nomor lambung 325. Kapal dibuat oleh galangan VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada 28 Mei 1971. Setelah reunifikasi kembali Jerman, kapal penyapu ranjau itu tidak lagi digunakan.

Pada periode 1992 - 1993, 9 kapal penyapu ranjau Condor Class dijual ke Indonesia, kapal lain yang juga dijual ke Negara Kepulauan itu termasuk 14 kapal Landing Ship Tank (LST) Frosch Class dan 16 kapal korvet Parchim Class. Nama KRI Pulau Romang sendiri diambil dari nama pulau kecil di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Quote:


Di akhir masa baktinya, KRI Pulau Romang kemudian dikonversi menjadi kapal penelitian dan survei laut atau dikenal juga sebagai hidro-oseanografi. Mengutip informasi dari indomiliter.com, KRI Pulau Romang punya panjang 56,52, draf7,78 dan lebar 2,46 meter serta bobot 479 ton. Kapal ditenagai dua mesin diesel 2 shaft yang menghasilkan tenaga 4.400 bhp. Kcepatan jelajahnya sekitar 18 knots. Untuk senjata ada 2  kanon 2M3 laras ganda kaliber 25 mm dan satu senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.

Exocet sendiri merupakan rudal anti-kapal yang paling banyak populasinya di lingkungan TNI AL. Rudal dapat menyerang target over the horizonpada jarak 180 sampai 200 km. Performa rudal didukung dengan mesin Turbomeca TR-40/263 turbojet buatan NAMMO yang dilengkapi booster roket. Exocet MM40 Block 3 mampu meluncur di level high subsonic sampai kecepatan Mach 0,93 dengan high G manuver tingggi mencapai 10g.

Quote:


Selain Exocet, beberapa kapal cepat rudal TNI AL juga memakai rudal C-802 buatan China, rudal ini juga punya kemampuan menyerang target di balik garis cakrawala (over the horizon). Rudal juga punya kemampuan sea skimmingalias terbang rendah di atas permukaan luat pada ketinggian 20 sampai 30 meter dan turun menjadi 5 - 7 meter saat mendekati target. Untuk jatak tembak maksimal bisa mencapai 120 km, rudal terbang pada koridor kecepatan jelajah subsonic, yakni Mach 0,8 – 0,9. Untuk versi terbaru bisa melesat sampai kecepatan supersonik.

Selain penembakan rudal anti-kapal dan torpedo, dalam latihan kemarin TNI AL juga melibatkan drone selama latihan. Sementara itu, sekitar 2.000 personel ikut ambil bagian dalam latihan 8 - 9 Mei kemarin. Sebagai tambahan informasi, latihan seperti ini dilakukan setiap tahun, sebagai wahana untuk mengukur kemampuan alutsista maupun prajurit TNI AL serta mewujudkan kesiapan dalam mengawal kedaulatan laut Indonesia yang super luas.



-------------------





Referensi Tulisan: TNI AL& indomiliter.com
Sumber Foto: sudah tertera
dodolaje
69banditos
gonugraha76
gonugraha76 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
1.4K
30
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan