.nona.
TS
.nona.
Investasi LG Di Indonesia, Untuk Baterai Listrik Menjadi Keuntungan Masa Depan!




Hi sobat kaskus,

Nama brand LG di Indonesia cukup terkenal sebagai brand dengan produk-produk elektronik yang dikeluarkannya, tentu saja brand ini bersaing dengan nama besar lainnya yang juga sudah lebih dulu bermain di bidang elektronik seperti Sony, Sharp, Panasonic dari negara Jepang bahkan ada juga nama besar Samsung dan Daewoo berasal dari negara yang sama.

Bahkan mereka juga harus bersaing dengan Philips dari Belanda dan Osram dari Jerman, bahkan produk Amerika juga menjadi batu sandungan seperti Dell, HP, dan Apple.

Belum lagi perusahaan China yang kerap mengakuisisi perusahaan eropa seperti yang dilakukan oleh TCL pada 2004 terhadap perusahaan asal Prancis, Thomson.



Lalu juga ada Haier yang ikut-ikutan membeli saham rival bisnisnya dari Jepang, Sanyo, dilanjutkan dengan mengendalikan sepenuhnya perusahaan perangkat elektronik asal Selandia Baru, Fisher & Paykel.

Dan juga tak ketinggalan Hisense mengakuisisi lebih dari separuh saham perusahaan asal Slovenia, Gorenje. Jadi dapat dipastikan bagaimana perusahaan China saat ini lebih ditakuti dibandingkan dari perusahaan asia lainnya.

Di Indonesia sendiri LG harus juga bersaing dengan kompetitor lokal seperti Polytron, Cosmos, Advan, Maspion, Axioo, Miyako, dan juga Sanken.



Terlihat peta kekuatan perusahaan elektronik global memang tidak main-main. Dan LG menjadi salah satu perusahaan kuat yang bermain di bidang elektronik yang patut diperhitungkan.

Sedikit sejarah tentang berdirinya LG tak lepas dari peran Koo In-Hwoi.

Koo In-Hwoi adalah salah satu pendiri perusahaan LG (Lucky-Goldstar), sebuah perusahaan besar asal Korea Selatan yang bergerak dalam berbagai bidang, termasuk elektronik, kimia, dan telekomunikasi. Koo In-Hwoi, bersama dengan rekan pendirinya, mendirikan perusahaan ini pada tahun 1947. LG telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam industri teknologi dan produk konsumen.



Sejarah berdirinya LG (Lucky-Goldstar) dimulai pada tahun 1947 di Korea Selatan. Perusahaan ini awalnya didirikan dengan nama "Lak-Hui Chemical Industrial Corp." oleh Koo In-Hwoi. Awalnya, perusahaan ini fokus pada bisnis kimia, dan pada tahun 1952, nama perusahaan diubah menjadi "Lucky Chemical" setelah penggabungan dengan Goldstar Co., yang merupakan produsen produk-produk kimia dan plastik.

Selama beberapa dekade berikutnya, LG terus berkembang dan berdiversifikasi ke berbagai sektor bisnis. Pada tahun 1958, perusahaan tersebut mulai memproduksi produk elektronik pertamanya, yaitu radio. Kemudian, LG mulai memproduksi televisi, mesin cuci, dan produk elektronik lainnya.

Pada tahun 1995, perusahaan ini mengadopsi nama "LG" secara resmi, yang merupakan singkatan dari "Lucky-Goldstar." Nama ini mencerminkan perluasan bisnis dan citra yang lebih global.



Seiring berjalannya waktu, LG terus tumbuh dan menjadi salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam berbagai bidang, seperti elektronik konsumen, peralatan rumah tangga, komunikasi seluler, dan banyak lagi.

Meskipun LG Electronics telah menghentikan produksi ponsel pintar pada tahun 2021, perusahaan ini masih aktif di berbagai sektor industri lainnya seperti elektronik, solusi energi, dan teknologi otomotif.





Dan saat ini LG akan berinvestasi di Indonesia dengan membuat baterai untuk kebutuhan dunia otomotif. Mega proyek senilai US$ 9,8 Miliar atau Rp142 triliun ini merupakan proyek kerja sama antara konsorsium LG dan konsorsium BUMN IBC, yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, Huayou, LX International, Posco Future M, Antam dan IBC.

Langkah awal proyek ini dimulai dari pembangunan pabrik sel baterai di Karawang dengan total investasi sebesar US$ 1,1 miliar di mana pabrik tersebut akan memproduksi secara komersial sel baterai sebanyak 10 GWh pada April 2024.



Hal ini diakibatkan pada perlambatan ekonomi di Amerika Serikat, Eropa, dan China, yang merupakan pasar TV utama dari LG, dan di tahun 2022 LG Electronics mencatat kerugian bersih 212,4 miliar won (sekitar Rp 2,5 triliun).

Maka penjualan baterai diharapkan untuk mendapatkan keuntungan besar di masa depan.


referensi : 1, 2, 3, 4, 4
Pic : google





supercar.bukan.bomatprovocator3301
provocator3301 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
661
12
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan