amekachi
TS
amekachi
Kisah Hijrah Divisi Siliwangi: Pengorbanan Penderitaan Airmata namun Saeutik Ge Mahi!

Kisah Hijrah Divisi Siliwangi: Pengorbanan, Penderitaan dan Airmata namun Saeutik Ge Mahi!



















Oh, beginilah nasibnya soldadu
diosol-osol dan diadu-adu
tapi biar tidak apa
asal untuk negeri kita
naik dan turun gunung
hijrah pun tak bingung
paduli teuing aing keur ngabagong
nu narenjokeun montong rea omong
kieu soteh miceun tineung
ka leuweung ge kuring ludeung

Pasukan SILIWANGI, saeutik ge mahiemoticon-army

Kang Dadi Tea




Cerita tentang kegagahan para ksatria sunda di era kemerdekaan yang kisahnya sedikit terlupakan juga menutup stereotip sesat kalau orang sunda itu pengecut lagi pemalas, semuanya adalah pembelokan sejarah yang tak bisa dipertanggungjawabkeun!

Perdebatan panjang tentang apa yang harus dilakukan ketika rakyat meninggalkan Bandung dalam "Bandung Lautan Api" bisa dikatakan adalah bentuk rasa marah karena seperti dikhianati oleh republik dalam perjanjian Renville, beberapa banyak masyarakat umum waktu itu berpikiran.

"Orang sinting mana yang dengan sukarela membakar rumah dan tempat usahanya hijrah ke antah berantah?".

Mereka orang sunda menjawab dengan tegas, ....

"Aing mah republikan sejati. Kajeun imah jeung toko aing rata jeung taneuh tibatan dipake ku anjing-anjing Belanda!".





















Keputusan yang sulit dipahami tapi nyata karena 100 ribu warga Bandung memiliki ide yang sama seperti itu dan Divisi Siliwangi adalah pasukan bersenjata lengkap dan rapi yang hijrah ke Jawa Tengah, sangat mencolok perbedaannya dengan divisi lain disana, pun dengan kecakapan bahasanya karena hampir semua perwira Siliwangi pandai berbahasa Belanda kala itu.

Mereka disindir sebagai Stoot Leger Wilhelmina tentara penyerang Wilhelmina, Ratu Belanda tapi tetap ditahan amarah demi profesionalisme dan setelah mendukung mengamankan ibukota Jogjakarta bersama pasukan indonesia lainnya termasuk memberantas pemberontakan PKI di Madiun mereka dikejutkan serangan mematikan Korps Speciale Troppen KST dalam Agresi Militer Belanda Kedua Operatie Kraai yang artinya sama saja merusak perjanjian Renville yang dibuat oleh Belanda sendiri.

Maka Jenderal Besar Soedirman pun memerintahkan jalan pulang kembali dari hijrah pasukan Siliwangi untuk membangun kembali perlawanan bersenjata di Jawa Barat, sebuah long march panjang 600 km para maung yang penuh pengorbanan, penderitaan dan air mata dari penyakit, kelaparan, serangan Belanda sampai gangguan dari pasukan teror DII/TII.





















Yang digambarkan oleh letnan dua JC Princen serdadu Belanda yang membelot ke Siliwangi sebagai suatu perjalanan panjang yang sangat menyiksa nuraninya sebagai manusia ketika dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri anak anak dan wanita tewas terkena bombardir dari pesawat pesawat Belanda "ratusan Maltatuli takkan dapat menggambarkan penderitaan ribuan Saija dan Adinda dalam perjalanan ini" ungkapnya!

Salah satunya menyebrangi sungai Serayu yang deras, banyak anak anak dan wanita hanyut terseret oleh arus dan masih ingat pula kenangan cerita zaman dulu ketika baca buku (mungkin ini fiksi) yaitu ketika para ibu kala itu menyebrang sungai dalam kegelapan diatas mereka terdapat jembatan dan pos penjagaan Belanda, karena tak ingin ketahuan maka para ibu itu begitu melihat anak bayinya akan menangis langsung mereka tenggelamkan agar tidak membuat kegaduhan yang bikin Belanda curigaemoticon-Frown

Posisi yang sangat rentan sekali, dibawah banyak tentara Siliwangi menyebrang sungai, sedangkan diatasnya ada pos Belanda, ketahuan ya jadi santapan empukemoticon-Takut























Beruntung banyak penduduk lokal yang membantu mengurus anak bayi mereka agar tak menjadi beban dalam perjalanan seperti yang diungkapkan oleh Kapten Hoesinsjah Komandan Siliwangi dari Batalyon ke 29.

Juga berbagai pengalaman misterius bantuan warga sekitar seperti dialami Asikin Rahmat yang kebingungan kala melewati Kali Putih, Banyumas karena ada ratusan buaya disana tiba tiba dia didatangi seorang kakek tua yang membantu dengan mengambil 2 buah kelapa yang masih muda dan berwarna hijau dari pohon, menyiramkan air kelapa tersebut ke Kali Putih hingga para buaya tersebut pun seolah diam dan tertidur sehingga Asikin dan para prajurit lain pun mudah menyebrangi sungai tersebut, keajaiban dalam perang tuturnya!

Begitulah kisah mereka para pahlawan bangsa hijrah dan kembali kekampung halaman sambil menyanyikan lagu gubahan dari Lily Marlene,


"Oh beginilah nasib soldadu,diosol osol dan diadu adu...

Tapi tidak apa apa, asal untuk negeri kita naik dan turun gunung, hijrah pun tak bingung"emoticon-Kaskus Radio


"narasi dan opini sendiri"



Tulisan Sendiri:

@amekachi

Sumber Tulisan:

1

2

Sumber Gambar:

Penelusuran Gambar Google

Pasukan khas elite khusus pada zamannyaemoticon-Cool



muhamad.hanif.2indrag057vectorium
vectorium dan 20 lainnya memberi reputasi
19
3.3K
29
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan