- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Bobby Singgung Premanisme 'Loreng Oranye', Ketua PP Sumut: Singgung yg lain


TS
republik.fakter
Bobby Singgung Premanisme 'Loreng Oranye', Ketua PP Sumut: Singgung yg lain
Bobby Nasution Singgung Aksi Premanisme 'Loreng Oranye', Ketua PP Sumut: Mungkin Singgung Yang Lain




Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan dalam beberapa kesempatan menyinggung organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) di Medan yang justru dinilai meresahkan masyarakat.
Meski tidak secara langsung menyebut organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang dimaksud, menurut menantu Presiden RI Jokowi itu, aktivitas OKP seperti preman karena pedagang sering diintimidasi yang berakhir dengan pemalakan.
Menurut Bobby Nasution, aktivitas organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) di Medan semakin berkembang.
Tudingan Bobby Nasution itu ditanggapi Kodrat Shah selaku Ketua Pemuda Pancasila (PP) Sumut dengan mengatakan ormas yang dimaksud Bobby Nasution bukan Pemuda Pancasila. Ia menyebut PP adalah ormas, bukan OKP.
"OKP disinggung saya enggak peduli. Kita ormas. Mungkin yang dimaksud di luar PP. Karena PP ini bukan OKP. Kita ormas, mungkin pak wali menyinggung yang lain. Bukan PP," ujar Kodrat Shah, pada Senin 23 Januari 2023.
Tak hanya itu, Kodrat Shah mengingatkan Bobby Nasution untuk bekerja sesuai dengan rencana dan visi misi yang telah direncanakan.
Ia menjelaskan PP juga siap untuk memberikan bantuan kepada Bobby Nasution jika diminta.
“Kerja aja sesuai program kerja wali kota, visi misi jalankan. Kalau perlu dibantu kita bantu." ujarnya.
Dulu, Bobby Nasution menyinggung ormas berseragam loreng di Pos Blok yang menyamar sebagai preman dan meneriaki warga.
Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan pun meminta Kapolrestabes Medan dan Dandim 0201/Kota Medan memberantas premasnisme tersebut.
Menantu Presiden Joko Widodo itu mengaku masih mendengar OKP loreng oranye meminta uang kepada pelaku UMKM saat Blok Pos dibuka.
“Saat PT Pos membuka gerai UMKM ya, masih dimintain sama loreng loreng pak. Tapi bukan loreng warna hijau. Pak Dandim bukan loreng hijau. Memang lorengnya sama pak dengan kantor pos. Warnanya oranye," ujar Bobby Nasution menjelaskan aksi premanisme.
https://www.indomostviral.com/news/a...gung-yang-lain
Iya tuh loreng oranye tukang falak, ormas mana sih tuh yang seragam loreng oranyeh ?
ada yang tahu ? misterius kali lah tuh ormas
Jelas2 PP seragamnya loreng kuning, pasti ormas lain tuh yang malak jizyah selama puluhan tahun
Jangan2 selama tujuh turunan, semua warga medan/sumut pada buta warna semua akibat kurang gizi stunting
Cubak liat gambar di atas, itu loreng kuning kan ? yang ga setuju itu warna kuning,cubak angkat tangan (nanya sambil pegang farang)
Kalau ga percaya tanya ke ulamak2 bantaran kali dan bantaran rel kereta api, tanya itu warna apa diatas, pasti mereka semua jawab warna kuning
tolong dikeluarkan dulu patwa kalau warna diatas adalah warna kuning
Ormas pimpinan tokoh ulamak sumut, itu loreng kuning yah, entah ormas mana tuh yang pakai seragam loreng oranye, pasti ormas kumisnis, tafir,atheist, aseng asing asong

di medan maimun saja, santri falaktullahi anak buah ulamak nabi fuckistan al badur al aur kali deli menggila, makin banyak yang malak jizyaah farkir dan bongkar muat SPSI (bacanya "es-pesih" lidah arab kali deli)
gadak yang namanya pemberantasan preman di medan, yang ada futu2 ceriak di media massa medan doank
ingat saudara saudari
rahasia sukses setiap preman besar adalah bukan dukungan aparat tapi dukungan ulama ormas/ormas ulama, ini yang pertama kali dulu, baru berikutnya dukungan aparat ikut mengalir
kalau sebuah daerah intoleran maupun banyak teroris/preman agamis, maka di daerah tsb pasti paling banyak yayasan amal, yayasan anak yatim, yayasan ini itu, karena semuanya digunakan untuk kemewahan kaum ulamak dan biaya terorisme+intoleransi+radikalisme,BIG MONEY, VERY VERY BIG MONEY INVOLVED, HIDING IN PLAIN SIGHT
dulu waktu gw sentil pusat perusahaan boeing yang mempekerjakan kadrun teroris antek ACT yang membiayai kerusuhan di India di forum luar, PR perusahaan tsb kalang kabut
memulai tahun 2023 dengan di palakin, di rampokin, di toakin, di begalin, di hanniayah, di bunnuhiyah oleh ketua ormas preman bersamak ulamak tepi kali dan tepi rel kereta api seperti biyasah
sampai sekarang juga jamaah al badur al aur lingkungan IV bantaran kali deli masih berjihad menegakkan fatwa falak jizzyaa SPSI parkir bongkar muat, renovasi,keamanan di seluruh kecamatan medan maimun depan komuk patroli wereng dan aparat pemkot
warung2 toaktullahi alias mosque2 tepi kali deli kenyang klimaks, sajadah,sembako,dll dari duit falak yg diberikan haji ranting wal fantadliyah ormas okp preman al pakistan, dan disubsidi lagi oleh uang pajak kitak2
wereng toatullah dengan wereng coklat, sama autisnya dalam masalah premanisme, karena sama2 SUMBER KEPENG buat mereka
PEMILU 2024 PARA PENJUAL AYAT AKAN BERJIHAD DENGAN TOAK MEREKA, SUPAYA KEPALA ORMAS OKP PREMAN JADI KEPALA DAERAH, SUPAYA SELURUH PUNGLI JIZYAH PARKIR,JIZYAH BONGKAR MUAT, JIZYAH RENOVASI, JIZYAA KEAMANAN, DLL BERLANGSUNG ABADI HINGGA AKHIR ZAMAN




Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan dalam beberapa kesempatan menyinggung organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) di Medan yang justru dinilai meresahkan masyarakat.
Meski tidak secara langsung menyebut organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang dimaksud, menurut menantu Presiden RI Jokowi itu, aktivitas OKP seperti preman karena pedagang sering diintimidasi yang berakhir dengan pemalakan.
Menurut Bobby Nasution, aktivitas organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) di Medan semakin berkembang.
Tudingan Bobby Nasution itu ditanggapi Kodrat Shah selaku Ketua Pemuda Pancasila (PP) Sumut dengan mengatakan ormas yang dimaksud Bobby Nasution bukan Pemuda Pancasila. Ia menyebut PP adalah ormas, bukan OKP.
"OKP disinggung saya enggak peduli. Kita ormas. Mungkin yang dimaksud di luar PP. Karena PP ini bukan OKP. Kita ormas, mungkin pak wali menyinggung yang lain. Bukan PP," ujar Kodrat Shah, pada Senin 23 Januari 2023.
Tak hanya itu, Kodrat Shah mengingatkan Bobby Nasution untuk bekerja sesuai dengan rencana dan visi misi yang telah direncanakan.
Ia menjelaskan PP juga siap untuk memberikan bantuan kepada Bobby Nasution jika diminta.
“Kerja aja sesuai program kerja wali kota, visi misi jalankan. Kalau perlu dibantu kita bantu." ujarnya.
Dulu, Bobby Nasution menyinggung ormas berseragam loreng di Pos Blok yang menyamar sebagai preman dan meneriaki warga.
Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan pun meminta Kapolrestabes Medan dan Dandim 0201/Kota Medan memberantas premasnisme tersebut.
Menantu Presiden Joko Widodo itu mengaku masih mendengar OKP loreng oranye meminta uang kepada pelaku UMKM saat Blok Pos dibuka.
“Saat PT Pos membuka gerai UMKM ya, masih dimintain sama loreng loreng pak. Tapi bukan loreng warna hijau. Pak Dandim bukan loreng hijau. Memang lorengnya sama pak dengan kantor pos. Warnanya oranye," ujar Bobby Nasution menjelaskan aksi premanisme.
https://www.indomostviral.com/news/a...gung-yang-lain
Iya tuh loreng oranye tukang falak, ormas mana sih tuh yang seragam loreng oranyeh ?

ada yang tahu ? misterius kali lah tuh ormas

Jelas2 PP seragamnya loreng kuning, pasti ormas lain tuh yang malak jizyah selama puluhan tahun
Jangan2 selama tujuh turunan, semua warga medan/sumut pada buta warna semua akibat kurang gizi stunting

Cubak liat gambar di atas, itu loreng kuning kan ? yang ga setuju itu warna kuning,cubak angkat tangan (nanya sambil pegang farang)
Kalau ga percaya tanya ke ulamak2 bantaran kali dan bantaran rel kereta api, tanya itu warna apa diatas, pasti mereka semua jawab warna kuning

tolong dikeluarkan dulu patwa kalau warna diatas adalah warna kuning

Ormas pimpinan tokoh ulamak sumut, itu loreng kuning yah, entah ormas mana tuh yang pakai seragam loreng oranye, pasti ormas kumisnis, tafir,atheist, aseng asing asong


di medan maimun saja, santri falaktullahi anak buah ulamak nabi fuckistan al badur al aur kali deli menggila, makin banyak yang malak jizyaah farkir dan bongkar muat SPSI (bacanya "es-pesih" lidah arab kali deli)

gadak yang namanya pemberantasan preman di medan, yang ada futu2 ceriak di media massa medan doank

ingat saudara saudari

rahasia sukses setiap preman besar adalah bukan dukungan aparat tapi dukungan ulama ormas/ormas ulama, ini yang pertama kali dulu, baru berikutnya dukungan aparat ikut mengalir
kalau sebuah daerah intoleran maupun banyak teroris/preman agamis, maka di daerah tsb pasti paling banyak yayasan amal, yayasan anak yatim, yayasan ini itu, karena semuanya digunakan untuk kemewahan kaum ulamak dan biaya terorisme+intoleransi+radikalisme,BIG MONEY, VERY VERY BIG MONEY INVOLVED, HIDING IN PLAIN SIGHT

dulu waktu gw sentil pusat perusahaan boeing yang mempekerjakan kadrun teroris antek ACT yang membiayai kerusuhan di India di forum luar, PR perusahaan tsb kalang kabut

memulai tahun 2023 dengan di palakin, di rampokin, di toakin, di begalin, di hanniayah, di bunnuhiyah oleh ketua ormas preman bersamak ulamak tepi kali dan tepi rel kereta api seperti biyasah

sampai sekarang juga jamaah al badur al aur lingkungan IV bantaran kali deli masih berjihad menegakkan fatwa falak jizzyaa SPSI parkir bongkar muat, renovasi,keamanan di seluruh kecamatan medan maimun depan komuk patroli wereng dan aparat pemkot

warung2 toaktullahi alias mosque2 tepi kali deli kenyang klimaks, sajadah,sembako,dll dari duit falak yg diberikan haji ranting wal fantadliyah ormas okp preman al pakistan, dan disubsidi lagi oleh uang pajak kitak2

wereng toatullah dengan wereng coklat, sama autisnya dalam masalah premanisme, karena sama2 SUMBER KEPENG buat mereka

PEMILU 2024 PARA PENJUAL AYAT AKAN BERJIHAD DENGAN TOAK MEREKA, SUPAYA KEPALA ORMAS OKP PREMAN JADI KEPALA DAERAH, SUPAYA SELURUH PUNGLI JIZYAH PARKIR,JIZYAH BONGKAR MUAT, JIZYAH RENOVASI, JIZYAA KEAMANAN, DLL BERLANGSUNG ABADI HINGGA AKHIR ZAMAN







nowbitool dan 7 lainnya memberi reputasi
6
2.1K
34


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan