Kaskus

Entertainment

berasa.itbAvatar border
TS
berasa.itb
Bandung Dilanda Banjir, Bagaimana Langkah Pencegahan dan Penanggulangannya
Musim hujan telah tiba di Bandung Raya. Dilansir dari laman weatherspark.com, prediksi musim hujan di Kota Bandung dan sekitarnya rata-rata terjadi pada bulan Oktober hingga Mei. Perkiraan puncak dari musim hujan ini, yaitu bulan Januari. Musim hujan memiliki sisi positif dan negatif. Hadirnya musim hujan memang membuat suasana lebih sejuk karena hujan banyak menyuplai air dan mampu mengatasi kekeringan. Namun, di sisi lain, seringkali pada musim hujan terjadi berbagai bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut dapat menimbulkan berbagai kendala dan kerusakan sehingga membuat para warga khawatir.
Bandung Dilanda Banjir, Bagaimana Langkah Pencegahan dan Penanggulangannya
Salah satu bencana yang sering terjadi ketika musim hujan di Bandung Raya adalah Banjir. Pada hari Jumat, 7 Oktober 2022, hujan deras mengguyur Kota Bandung dan sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah titik. Kejadian ini cukup membuat para warga resah karena mengingat banjir tahun 2018 tepatnya di kawasan Cicaheum, Kota Bandung yang mengakibatkan lalu lintas lumpuh total, ribuan rumah terendam, dan banyak kendaraan rusak akibat lumpur.

Banjir yang terjadi di Bandung Raya timbul karena penyebab yang cukup beragam. Mulai dari kiriman air dari sungai citarum, saluran drainase yang tersumbat oleh sampah, tanggul yang jebol di daerah panyileukan, dan ambruknya ekologi Cekungan Bandung akibat pembangunan yang membabi buta hingga menyebabkan turunnya topografi tanah karena pendirian bangunan dan kegiatan ekonomi dengan penggunaan air yang tak terkontrol hingga daya serap tanah terhadap air sangatlah berkurang.

Dilansir dari laman resmi KOMPAS.com, Pada hari Jum’at, 7 Oktober 2022, sejak pukul 14.00, hujan telah mengguyur wilayah Bandung Raya. Adanya hujan ini mengakibatkan banjir di berbagai daerah, misalnya saja di Kabupaten Bandung tepatnya terjadi di Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, dan Kecamatan Bojongsoang. Daerah-daerah tersebut terendam banjir dengan ketinggian sekitar 60 cm hingga 100 cm. Bahkan, di Kecamatan Dayeuhkolot terdapat sekitar 1000 rumah warga yang terdampak banjir.

Kejadian tersebut mengakibatkan para warga harus rela menerobos banjir dengan berjalan kaki hingga menggunakan perahu untuk dapat beraktivitas. Bukan hanya itu, karena rumah-rumah mereka terkena banjir, mengharuskan mereka untuk mengamankan berbagai barang berharga, seperti kendaraan, elektronik, hingga surat berharga agar tak terendam dan terhanyut oleh banjir. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu warga Kecamatan Dayeuhkolot, banjir yang terjadi di daerah tersebut merupakan “banjir kiriman” dari Kota Bandung yang bersumber dari luapan sungai citarum.

Selain terjadi di Kabupaten Bandung, hujan deras yang menimbulkan banjir juga terjadi di daerah Soekarno Hatta dan Gedebage, Kota Bandung. Dilansir dari TRIBUNJABAR.ID, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, di depan Pasar Induk Gedebage, kembali banjir setelah Bandung diguyur hujan deras, Jumat (7/10/2022). Banjir tersebut mengakibatkan kemacetan lalu lintas hingga belasan kilometer di daerah Gedebage. Selain itu, air banjir juga masuk ke dalam Pasar Induk Gedebage dengan ketinggian sekitar panjang paha orang dewasa. Bahkan, pada tanggal 3 Oktober 2022 juga terjadi banjir di lokasi yang sama dan mengakibatkan banyaknya motor yang mogok di jalanan.

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya untuk meminimalisir banjir di Kawasan Gedebage. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali sungai Cisaranten Lama. Pemkot Bandung juga menyediakan beberapa pompa untuk mencegah banjir di daerah Perumahan Bumi Adipura dan Rancabolang. Bukan hanya itu, Pemkot juga memperbaiki saluran drainase disertai pemeliharaan yang intens, pengerukan sampah di gorong-gorong, hingga penambalan jalan.

Pemerintah Kota Bandung sebenarnya telah membangun kolam retensi di daerah Gedebage tetapi debit air yang terlalu tinggi membuat air tak dapat tertampung lagi. Pada tahun 2023, dinas berencana membuat kolam retensi di area Mercury di Metro agar dapat menampung banjir pesantren sehingga airnya tidak meluap. Pada tahun yang sama, Kota Bandung ditugaskan membuat crossing di Cipamulihan ke Cipamokolan.

Penanganan dan antisipasi yang dilakukan tidak sampai disitu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah membuat sumur resapan dengan nama Hansip Cai yang mampu menahan dan menyimpan cadangan air. Selain itu, Kepala DPKP Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pemangkasan pohon di kawasan yang dinilai rawan untuk menangani kejadian pohon tumbang.⁣

Adapun hal-hal mendasar yang harus kita lakukan sebagai warga untuk menanggulangi, mencegah, dan mengantisipasi terjadinya berbagai bencana ketika musim hujan, terutama banjir, yaitu sebagai berikut:

Jaga Kebersihan Lingkungan
Bandung Dilanda Banjir, Bagaimana Langkah Pencegahan dan Penanggulangannya
Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Kita juga harus terus saling mengingatkan sesama untuk menjaga lingkungan. Selain itu, kita juga dapat melakukan kerja bakti secara rutin meskipun hanya sekadar membersihkan saluran air.

Manfaatkan Air Dengan Bijak
Bandung Dilanda Banjir, Bagaimana Langkah Pencegahan dan Penanggulangannya
Pada dasarnya saat musim hujan, air yang turun ke bumi sangat melimpah. Namun, kita harus bijak dalam menggunakan air bersih karena seiring berjalannya waktu kuantitas air bersih semakin menipis.

Amankan Barang-Barang Berharga
Bandung Dilanda Banjir, Bagaimana Langkah Pencegahan dan Penanggulangannya
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir, ada baiknya kita menyimpan barang-barang berharga di tempat yang aman dan tidak terjangkau air

Hindari Keluar Rumah
Bandung Dilanda Banjir, Bagaimana Langkah Pencegahan dan Penanggulangannya
Ketika hujan deras, apabila tidak darurat sebisa mungkin menghindari keluar rumah dengan kendaraan pribadi terutama motor.

Budaya Menanam Tumbuhan
Bandung Dilanda Banjir, Bagaimana Langkah Pencegahan dan Penanggulangannya
Tumbuhan menjadi salah satu solusi untuk mencegah dan menanggulangi bencana, terutama saat musim hujan. Tumbuhan mampu menyerap air dengan cepat. Untuk itu, perlu diadakannya budaya menanam tumbuhan ataupun reboisasi tanaman.

Penulis : Febby Prasticia Arisca (Teknik Industri ITB, 2021)
Pencipta Kajian : Yoel Enrico Meiliano (Teknik Pangan ITB, 2020)
Penanggung Jawab : Yoel Enrico Meiliano (Teknik Pangan ITB, 2020)

Referensi :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181108174250-20-345060/banjir-kepung-12-daerah-di-kabupaten-bandung

https://bandung.kompas.com/read/2022/10/07/204437478/kabupaten-bandung-direndam-banjir-warga-duga-kiriman-air-dari-bandung?page=all

https://jabar.tribunnews.com/2022/10/07/gedebage-kota-bandung-banjir-lagi-genangi-jalan-kanan-dan-kiri-macet-sampai-panoramic


0
1.4K
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan