KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kekurangan di Dalam Negeri, Diaspora Dokter Jantung Malah Ogah Balik ke Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62ede85416b9f51fab5751f4/kekurangan-di-dalam-negeri-diaspora-dokter-jantung-malah-ogah-balik-ke-indonesia

Kekurangan di Dalam Negeri, Diaspora Dokter Jantung Malah Ogah Balik ke Indonesia

Kekurangan di Dalam Negeri, Diaspora Dokter Jantung Malah Ogah Balik ke Indonesia

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:56 WIB

Kekurangan di Dalam Negeri, Diaspora Dokter Jantung Malah Ogah Balik ke IndonesiaIlustrasi dokter dan stetoskop. (Shuttterstock)

Suara.com - Di saat Indonesia kekurangan tenaga kesehatan (nakes), namun tak menampik banyak diaspora dokter spesialis yang tidak kembali ke Indonesia dan berkiprah di Tanah Air.
Hal ini mendapat tanggapan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), yang mengungkap beberapa alasan diaspora, khususnya dokter spesialis jantung yang menempuh pendidikan di luar negeri tapi enggan berkiprah di Indonesia.
Seperti diketahui, jumlah dokter jantung di Indonesia saat ini 1 orang melayani 100 ribu penduduk, padahal idealnya 28 dokter spesialis melayani 100 ribu penduduk.
Ketua Umum PERKI, Dr. Radityo Prakoso, SpJP(K) mengatakan para dokter jantung diaspora yang kembali ke Indonesia, harus berhadapan pad situasi yang tidak sama dengan di luar negeri, dari mulai karakteristik masyarakat hingga jenis penyakit yang merebak.

Kekurangan di Dalam Negeri, Diaspora Dokter Jantung Malah Ogah Balik ke IndonesiaIlustrasi dokter, apakah dokter wajib masuk IDI. (Pixabay/parentingupstream)

"Di negara Nordik (Eropa Utara) sana itu kebanyakan usianya di usia lanjut, usia bawah remaja atau anak anak nggak terlalu banyak, sehingga problem banyakan di penyakit regeneratif dengan segala kompleksitasnya. Kita di sini bahkan dari penyakit yang tidak ketemu di luar, di kita masih ada," ungkap Dr. Radityo dalam acara diskusi Kamis (4/8/2022).
Hal yang sama juga diungkap Sekjen PERKI, dr. Oktavia Lilyasari, SpJP(K), FIHA mengatakan banyak dokter jantung yang sudah terbiasa dengan teknologi yang ada di luar negeri, sehingga sebagian dari mereka khawatir tidak bisa bekerja dengan teknologi Indonesia yang umumnya masih terbatas.
"Ada waktu itu yang bilang sama saya gini 'saya mau balik ke sana dan kemampuan saya seperti ini, saya sudah mengerjakan begitu banyak kecanggihan-kecanggihan teknologi. Saya takut kalau saya balik di sana, nggak ada alatnya dan saya nggak bisa kerja' itu mungkin juga salah satu pikiran mereka," ungkap dr. Oktavia.

Selain itu ada juga fenomena di luar negeri, para dokter mendapatkan hidup dengan fasilitas aman dan nyaman untuk bekerja, ditambah jaminan kesejahteraan apabila terjadi sesuatu kepada mereka.
Salah satunya adanya fasilitas kesehatan yang sama rata untuk semua masyarakat, termasuk dokter sekalipun. Sehingga kesehatan dokter juga ikut terjamin selama bertugas sebagai nakes di luar negeri.

"Nah, kalau saya kerja di sini apakah saya juga akan mendapatkan hal yang sama dan kenyamanan yang sama," tutup dr. Oktavia.

https://www.suara.com/health/2022/08...k-ke-indonesia




Kekurangan di Dalam Negeri, Diaspora Dokter Jantung Malah Ogah Balik ke Indonesia





emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dragonroar
Apa gajinya kurang dimari
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Mau kembali tapi dipersulit oleh organisasi profesi utk praktek buat apa? emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
little_bear7 dan 9 lainnya memberi reputasi
Di berita jelas sih..
Di LN dokter itu dimanjakan dengan teknologi yg canggih.

Pasien gak masalah begitu disuruh diagnosa ct scan, MRI, Echo, test darah yg mahal2.

Di sini kalau kita mau bayar pribadi itu test2 aja bisa jutaan.

Plus di sini orang hobinya ngerokok, makan gak sehat, gak pernah olahraga..

Stress lah dr jantung di sini.

Kalau bagi orang berduit. Dr jantung di indo gak kurang.

Yg kurang bagi pasien umum.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 4 lainnya memberi reputasi
disini kalah sama ponari...ningsih tinampi..samsudin
ke dokter katanya mahal...tp bisa habis ber jut jut ke dukun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
kalau gajinya minta naik ya akibatnya biaya pengobatannya juga akan naik.

banyak orang pintar indonesia pindah ke luar negeri karena di luar gajinya lebih tinggi.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan didududi memberi reputasi
Balik kesini itu mesti sekolah lagi, coba aja ente bayangkan sudah lama belajar, sudah bekerja lama, lalu suruh belajar lg dari nol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lha disini dibayar tarif BPJS
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gigbuupz dan 2 lainnya memberi reputasi
D indo ring jantung harga 15jt.klo malpraktek di sumpah serapah
Di SG ring jantung 200jt dgn telnologi yg paling canggih





Dr bayaran & resiko aja org tolol sudah tau mana yg lebih worth
profile-picture
howard.hamlin memberi reputasi
Balik kesini disuruh jadi dr umum atau jaga ugd emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
gigbuupz dan scorpiolama memberi reputasi
Di sini dokter muda mau spesialis sekalipun kayak kasta rendah gitu di rs negeri, apalagi kalau udah ketemu senior di idi, beh kentara mentalitas penjajahnya atasan sama kacung, makin muda dan ga punya nama lo atau ga punya bekingan, makin dikadalin elonya, kabur lah bray.

Kalau di swasta kayaknya lebih parah karena semuanya tergantung koneksi alias jilat2 sepatu pemilik rs di sana emoticon-Tai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zinski dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hhendryz
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
seperti ronaldo ogah main di klub liga eropa walau sudah tuwir sama dokter juga gak mau lah kerja bareng kayak ronaldo ma seti m ma yang goblok goblok main bolanya
Post ini telah dihapus
Ana pernah denger kes ini dari dokter kenalan Ana, beliau lulusan Jerman, pun "ruwet".

Ndak heran banyak yang bertahan-praktek di luar negri. emoticon-Cool




Lagian disana.. perlengkapan komplit, disediakan. Ga ada kompromi..
Disini..

Yg ada ntar rame omongan ya kalo jago mah jago aja, ga, ga bergantung sama peralatan canggih dll.

Udah gitu, ngomong mau diadain peralatan canggih, harga dimarkup 10x lipat, kualitas turun 10x lipat..

Siapa yg mau balik kenegeri amburadul ini…


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di