KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / ... / Film Indonesia /
Pengabdi Setan 2 - Communion Review: Pengalaman Horor Lokal yang Kelewatan Exhausting
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62e75f1e9b25797b2f516d52/pengabdi-setan-2---communion-review-pengalaman-horor-lokal-yang-kelewatan-exhausting

Pengabdi Setan 2 - Communion Review: Pengalaman Horor Lokal yang Kelewatan Exhausting

Pengabdi Setan 2 - Communion Review: Pengalaman Horor Lokal yang Kelewatan Exhausting

Bagi penikmat film Indonesia, Joko Anwar merupakan sosok sineas yang dielu-elukan dengan sederet karyanya, termasuk ‘Pengabdi Setan’ sebagai film terlaris sepanjang kariernya. Karena popularitas dari film tersebut, hadir sekuelnya yang berjudul ‘Pengabdi Setan 2: Communion’ yang tayang reguler mulai 4 Agustus 2022 ini.

‘Pengabdi Setan 2: Communion’ merupakan film terbaru produksi Rapi Films yang disutradarai oleh Joko Anwar. Dibintangi oleh ensemble cast seperti Tara Basro, Endy Arfian, Nasar Anuz, dan Bront Palarae, film horor ini melanjutkan kisah dari Rini dan keluarganya yang pindah di rumah susun daerah Utara. Akan tetapi, Rini dan adik-adiknya harus berhadapan kembali dengan teror mengerikan seiring dengan meninggalnya para penghuni di rusun tersebut.

Pengabdi Setan 2 - Communion Review: Pengalaman Horor Lokal yang Kelewatan Exhausting

Secara narasi, ‘Pengabdi Setan 2: Communion’ hadir dengan scope yang jauh lebih luas dibanding prekuelnya. Dalam film ini, penonton diperlihatkan cerita dari berbagai sisi, tak hanya dari keluarga Rini. Pada bagian awal, film bermain-main dengan pembangunan berbagai karakter yang menjadi central di dalamnya. Seiring berjalan, film berusaha untuk menguraikan berbagai hal yang masih ditinggalkan pada film pertamanya lima tahun lalu.

Meski begitu, berbagai hal yang telah dibangun sedemikian rupa seakan buyar kala film sudah memasuki pertengahan durasinya. ‘Pengabdi Setan 2: Communion’ tampil menghujani penonton dengan teror yang tampak sangat generic dan terasa mengulang formula menebar ketakutan yang diberikan pada film pertamanya. Berbeda dengan prekuel, banyak sekali elemen horor yang terasa misfired dan justru berakhir mengundang tawa karena terlihat sangat predictable serta kelewat absurd.

Elemen horor dalam sekuel ‘Pengabdi Setan’ ini juga ditingkatkan dengan hadirnya elemen sadis yang kadarnya lebih banyak. Akan tetapi, sadistic nature tersebut tampak masih terasa tanggung, salah satunya bisa jadi karena film ini ditujukan untuk penonton remaja fase awal yang membuatnya cenderung lebih ringan. Bisa dibilang, kesadisan ini menjadikan film kesekian arahan Joko Anwar tersebut tampak terlalu menjunjung style tanpa substance berarti. 

Baca Juga: Pengabdi Setan - Dulu vs Sekarang

‘Pengabdi Setan 2: Communion’ sendiri hadir dengan segi teknis yang digadang-gadang memberikan whole cinematic experience kala dinikmati di bioskop dengan teknologi IMAX. Akan tetapi, hal tersebut justru memberikan bumerang sepanjang durasinya. Camera work tampak sangat shaky, terutama pada momen-momen menegangkan yang memberikan efek memusingkan.

Scoring yang terlalu nge-bass terasa misplaced, membuat adegannya terasa mengganggu pengalaman sinematik. Selain itu, dua aspek tersebut dihadirkan lebih banyak pada momen-momen klimaks dan ditambah dengan flashing lights yang berpotensi mengundang seizure.

Di balik kacaunya teknis dalam sekuel ‘Pengabdi Setan’ tersebut, masih ada hal yang patut diapresiasi di film ini. Salah satunya yang paling menarik adalah bagaimana transisinya ditampilkan dengan sangat halus, sesekali mampu membangun kemistisan dari adegan terkait. Selain itu, recreation dari Jakarta tahun 80an juga tampak faithful dengan vibe ala beberapa film Joko Anwar beberapa tahun lalu.

Review Terbaru: The Gray Man - Visual Laga yang Megah, Namun Format Cerita Sudah Biasa

Selain itu, hadirnya ‘Rahasia Dendam’ dan ‘Kelam Malam’ yang diisi oleh The Spouse sebagai soundtrack juga cukup mampu memberikan nuansa kelam dari film ini.

Pada akhirnya, ‘Pengabdi Setan 2: Communion’ adalah film horor lokal yang kelewat exhausting dan over-the-top, terutama bila dinikmati pada bioskop berlabel IMAX. Secara substance, film arahan Joko Anwar ini menempati peringkat pertama dari bawah, menggusur ‘Gundala’ yang tayang 2019 lalu.

Film ini hanya akan cocok ditonton apabila ingin mencari jawaban dari cliffhanger pada prekuelnya, meski hal tersebut hanya akan dijawab sepenuhnya pada sekuel yang entah kapan hadirnya.

Apa sudah ada yang nonton "Pengabdi Setan 2" di IMAX? Bagaimana pendapat kalian? 

Untuk ulasan film-film terbaru, bisa kunjungi Cultura.id
profile-picture
g4zza memberi reputasi
jd males ntn kalo udh bawa2 gejala seizure di mata ssmpai jd vertigo
Somehow, gue setuju sih ama TS. Dateng ke bioskop dengan ekspekstasi super tinggi krn suka ama prequelnya dan baca review lebay di cwider land, pas nonton kok kek "yah gini doang?". Typical film yg cuma asik buat seru²an nobar sama temen genk biar bisa teriak² bareng, tapi nguap dari sisi "gizi".
Hmmm layak tonton ga

good

gak nyesel nonton film ini..... 4.5/5


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di