Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

qoni77Avatar border
TS
qoni77
Terpenjara Cinta Pertama [COC] SFTH Cinta Lama Bersemi Kembali 2022
Terpenjara Cinta Pertama [COC] SFTH Cinta Lama Bersemi Kembali 2022source


Mata Feli terbelalak, ketika tubuh rampingnya baru saja menabrak seorang laki-laki di depannya. 


Laki-laki itu mengumpat. "Apa kamu tidak punya mata? Kamu buta?" Kaisar sedang fokus mengambil angle foto, untuk hobinya.



Feli menatap tak percaya pada sosok lelaki yang kini berdiri, dengan wajah angkuh di depannya. Feli tahu kalau dirinya salah. Namun, dia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Jantungnya berbunyi terlalu riang, menyanyi penuh gembira, karena di depannya adalah sosok first love-nya.


Quote:


Karena bagi Feli, Kaisar adalah seorang laki-laki dengan mata yang selalu terlihat ramah. Feli lalu senyum malu-malu dan berangsur pergi dari situ.


Di sana Nurul sudah menunggu, duduk di taman Seruni. "Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Nurul yang melihat Feli mendekat padanya. 


"Hmmm, biar aku tebak, kamu sedang mendapatkan jackpotatau mendapatkan tiket gratis nonton konser?" tanya Nurul mengacungkan jari telunjuk pada Feli.


Feli menggeleng. "Bukan ... bukan seperti itu, Nurul. Aku baru saja bertemu dengannya!"


"Bertemu dengannya? Siapa yang kamu maksud, Feli?" tanya Nurul penasaran.


"My first. Yuhuu my love-first love!" teriak Feli tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.


"Seorang lelaki yang pernah membantumu mencari kalung liontin itu, 'kan? Bukankah itu sudah sangat lama, Feli?" tanya Nurul.


Feli mendesah. "Iya sih, tapi karena kebaikannya itu, aku langsung jatuh cinta kepadanya, pada pandangan pertama."


Nurul tertawa. "Aku rasa kamu ini adalah seorang anak berumur empat belas tahun yang sedang dilanda cinta monyet. Hai, kamu sudah tidak muda lagi, Feli! Maka please jangan berfikir kalau kamu itu akan bisa mendapatkan cinta dari first love-mu itu. Lagi pula, aku yakin kalau first love-mu itu pun sudah memiliki pasangan."



"Maybe," kata Feli lemah, "hmmm, tapi aku tidak peduli soal itu. Kamu tahu, bahwa aku selalu setia dengan first love-ku. Aku tidak pernah berpacaran selama ini adalah buktinya."


"Kamu memang tidak pacaran, tapi kamu memanfaatkan lelaki dengan sebutan BFF, best friend forever!" balas Nurul sengit.


Feli mengedikkan bahu, lalu dia berjalan mendahului Nurul. Ayo, segera kita antre membeli seblak Mak Romlah, Kalau tidak mau kehabisan!"


Seminggu setelahnya. Feli diberikan sebuah foto oleh sang Bunda.


"Apa ini Bunda? Jangan katakan kalau Bunda ingin bermain-main dengan Feli, dengan memberikan foto lagi? Feli tidak berminat, Bunda. Feli cukup bahagia dengan Feli yang sekarang ini, menjadi jomblo yang bermartabat." 



Ibu Rusnita mengangguk paham. "Tapi, ayolah Feli, kamu sudah lulus kuliah sekarang. Selama ini kamu juga asyik-asyik menjadi penyiar radio saja, 'kan? Lalu kapan Bunda akan menimang cucu?"



"Ya Allah, Bunda! Bunda tidak perlu memikirkan hal itu, kalau tiba masanya, jodoh Feli datang, ya datang."  Feli terkekeh.


"Coba lihat dulu! Kalau kamu berkata tidak, maka Bunda tidak akan memaksamu?" tawar ibu Rusnita.


"Hmmm, ini adalah calon suami yang telah dipilihkan oleh ayahmu. Dia anak teman ayahmu!" jelas Ibu Rusnita menyodorkan gambar foto seorang lelaki.


Sejurus kemudian,  mata Feli berbinar akibat melihat foto itu. Mulutnya membuka lebar, kemudian dia pingsan di bahu ibunya. Memang Feli terlihat sangat drama dalam hal ini. 


Sang Ibu hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk pipi Feli. "Astaga, Feli kamu pingsan? Kamu mau tidak menikah dengan lelaki ini? Kalau tidak, ya biar Bunda katakan pada Ayah, bahwa kamu menolak. Kami tidak akan memaksamu. Feli ini kan anak satu-satunya Ayah dan Bunda. Permata hati kami, jadi kebahagiaan Feli adalah segalanya bagi Ayah dan Bunda."



Feli langsung duduk dengan posisi tegak. Matanya yang bulat itu terbuka sepenuhnya. Lalu dengan otomatis, dia mengangguk.


"Aku mau, Bunda. Aku mau menikah dengan calon suami pilihan Ayah dan Bunda." Feli menggoyangkan badannya ke kiri dan ke kanan, sambil tersenyum lebar. Dia memeluk tubuhnya sendiri.


"Oke, kalau itu maumu."


💙Beberapa hari kemudian.💙


"Bunda apa calon suami Feli mau untuk fitting baju pengantin bersamaku?" tanya Feli khawatir.


"Kita tunggu saja. Kalau ibunya Kaisar sudah dalam perjalanan," jelas bu Rusnita mengusap tangan anak gadisnya, berusaha menenangkan.


"Kaisar tidak datang, Bunda?" tanya Feli khawatir. Mereka berdua sedang menunggu di butik langganan ibu Rusnita.


Lima menit kemudian, Ibu Riris datang dengan senyum merekahnya. "Alhamdulillah, Ibu Lilis akhirnya Anda datang juga!" seru bu Rusnita.


"Maaf ya membuat kalian menunggu. Lama, ya?" tanya bu Riris canggung.


"Ah tidak, Bu. Kami baru sepuluh menit di sini," jelas bu Rusnita.


"Ya Allah, beruntungnya anakku. Inikah yang namanya Feli? Cantik sekali!" komentar ibu Riris.


"Apa Kaisar tidak datang?" tanya ibu Rusnita penasaran. Lalu bu Lilis mengatakan, kalau sang anak sedang dalam perjalanan ke butik.


"Tadi dia ada meeting dengan klien. Jadi mungkin akan terlambat datang. Namun, Kaisar berpesan. Dia akan menyetujui apapun pilihan dari Feli?"


Feli mengangguk. "Baiklah kalau begitu Feli mau masuk untuk pilih baju dan mengukur badan."


"Ya Allah beruntungnya anakku akan menjadi bakal suami gadis cantik sepertimu, Feli!" kata bu Riris lagi. Dia tak menyangka, kalau Feli benar-benar cantik dan sangat sopan, tahu caranya bersikap pada orang yang lebih tua.


Feli menunduk malu dengan wajahnya yang memerah. Dia lalu pamit masuk ke dalam butik.


❤Sebulan kemudian, pesta pernikahan digelar. Di situ Kaisar memasang wajah yang dingin. Feli bisa menangkap aura tidak suka, yang dipancarkan oleh sosok suaminya.


Feli lalu mengirim pesan pendek kepada Kaisar.


[Hari ini adalah hari bahagia kita, Mas. Maka tolong tersenyumlah, setidaknya hal itu untuk memberi penghormatan kepada para tamu dan para juru foto. ~istrimu Feli Anggraeni~]


Kaisar tersenyum. "Cerewet juga istriku. Maka biar aku lihat, siapa kamu sebenarnya. Kenapa Ibu dan Ayah memaksaku untuk menikahimu dan aku bahkan harus patuh, agar bisa mendapatkan warisan mereka dan tetap memimpin perusahaan Company Group."


Malam Pertama. Malam ini seharusnya menjadi malam terindah bagi Feli dan Kaisar.


Feli tersenyum bahagia. Dia telah menyiapkan secangkir kopi latte di atas nakas samping tempat tidur pengantin, yang dilengkapi dengan kelopak mawar, sprei dan bantal putih. Di sana juga ada kain putih yang digulung menyerupai angsa, yang sedang berpagut mesra.


Feli berdebar membayangkan. Apakah ini akan menjadi malam terindahnya? Apakah sang kumbang akan menyesap kuncupnya hingga mekar?


Kaisar mengetuk pintu. Dia bersikap dingin kepada Feli. Di sana Feli masih memakai gaun pengantin putih rancangan dari butik.


Feli tersenyum dan berkata, "Mas ini kopi khusus untukmu. Spesial sebagai sajian pertama untuk  suamiku."


Kaisar melebarkan matanya dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. 


'Kenapa dia tidak mengucapkan terima kasih padaku?' kata Feli dalam hati. 'Apa aku tidak cukup cantik, sehingga juga tidak cukup menarik di matanya? Ya, Tuhan bagaimana ini? Kita sudah menjadi suami istri. Namun, terasa sangat asing. Aku hanya berdoa padaMu Tuhan. Aku berharap suamiku dan aku bisa berumah tangga dengan taat di jalan-Mu. Aamiin.'


"Kenapa kamu masih memakai baju pengantin? Apa kamu ingin aku membuka resleting di punggungmu itu, seperti cerita-cerita dalam novel?" kata Kaisar dengan nadanya yang angkuh.


Mulut Feli terbuka. Dia tidak percaya dengan pandangannya. Apakah ini benar-benar Kaisar? Sosok lelaki yang pernah membantunya mencari liontin saat SMA?


Lelaki dengan kebaikan hati yang paling purna bagi Feli? Setidaknya itulah jejak kebaikan, yang cukup disimpan lama oleh Feli, bahkan Feli menutup hatinya untuk lelaki lain, hanya gara-gara satu kebaikan Kaisar. Bukankah itu lucu?


"By the way, kenapa kamu mau menikah denganku?" tanya Kaisar dengan nada angkuhnya.


"Karena kamu adalah first love-ku. Apalagi?" kata Feli tersenyum ramah. Dia bahkan menggerak-gerakkan kedua alisnya.


'Aneh sekali perempuan ini. Dia ini benar-benar lugu atau dia memang agak gesrek?' batin Kaisar.


"Zaman modern seperti ini, kamu masih percaya first love? Bahkan kita tidak pernah saling mengenal!" bantah Kaisar sambil membasahi bibirnya. 


Hal itu terlihat sangat seksi di mata Feli, hingga jantungnya pun berdebar kembali. 'Ya Tuhan, bagaimana rasanya jika bibir itu menyentuh salah satu kulitku?' batin Feli sambil tersenyum.


"Hekhemmm, kalau cinta tidak semenarik itu bagimu, Kaisar. Lalu kenapa kamu mau menikah dengan ku? Ayo, jawab!" tantang Feli yang masih duduk di atas kasur, dengan kedua tangan yang menyangga tubuh seksinya.


"Oke I don't believe about love. But, aku lelaki. Jadi, aku hanya menggunakan logika untuk menjalani hidup ini. Karena orang tuaku mengancam tidak akan memberikan warisannya, jika aku tidak menikah dengan pilihan mereka. Ya-ya, tapi sepertinya tidak terlalu buruk lah!" komentar Kaisar dengan tersenyum miring.


"Itu artinya?" balas Feli menelan ludahnya karena gugup.


"Mari kita melakukannya!" seru Kaisar lalu bergerak mendekati Feli.





Ngawi, 26 Juni 2022
Diubah oleh qoni77 27-06-2022 17:40
bukhorigan
bukhorigan memberi reputasi
20
1.3K
50
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan