KOMUNITAS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62b42e0455b603101754eb49/salon-kecantikan

Salon Kecantikan

Salon Kecantikan

Sebenarnya hubungan Toni dan Larisa baik-baik saja. Namun, banyak orang yang selalu berbicara buruk di belakang mereka, bahwa wajah Larisa terlalu jelek untuk Toni yang memiliki ketampanan bak model.

“Handsome and the beast”

“Putri buruk rupa.”

“Pasti Toni dipelet.”

“Toni mata duitan. Larisa kan kaya raya. Pewaris tunggal perusahaan roti terkenal.”

Begitulah teman-teman Toni bergosip di kantin kantor siang itu. Telinga Toni langsung memerah saat tak sengaja mendengarnya. Sesungguhnya dia sangat mencintai Larisa karena kepribadian gadis itu. Larisa sangat lembut, santun, humoris, menyenangkan, dan menghormatinya meski Toni hanya pegawai biasa.

Sore itu mereka berkencan di taman kota selepas jam kerja Toni. Larisa membawa sekotak roti dengan berbagai rasa untuk Toni dari tokonya. Mereka duduk di bangku taman, di bawah naungan pohon tabebuya yang sedang berbunga.

“Makanlah,” kata Larisa seraya menyodorkan kotak roti.

“Mau tapi disuapin.”

“Ih, manja!”

Mereka tertawa. Lepas. Kebahagiaan mereka nyaris sempurna seandainya saja tidak ada yang mengolok-olok Larisa dibelakang mereka.

Seorang lelaki tua dengan caping berjalan ke arah mereka dan menawari koran.

“Maaf, Pak,” tolak Toni.

“Belilah, Tuan, saya belum makan hari ini.”

“Sudahlah, Sayang, kita beli saja, kasihan Bapak ini,” kata Larisa kepada Toni.

“Berapa harganya, Pak?”

“Lima ribu, Non.”

Larisa membuka dompetnya dan menarik selembar uang lima puluh ribuan kemudian mengulurkannya kepada penjual koran.

“Nggak ada kembaliannya, Non.”

“Ambil saja kembaliannya buat Bapak.”

Sang penjual koran membungkuk-bungkuk mengucapkan terima kasih. Larisa tersenyum dan Toni tersenyum melihat Larisa, melihat kecantikan hatinya.

Toni membuka koran, sedangkan Larisa menyuapinya roti.

“Sayang, lihat ini!” seru Toni menunjukkan sebuah iklan salon kecantikan.

Larisa membaca iklan itu. Salon kecantikan yang aneh. Mereka melayani operasi plastik dan menjamin uang kembali bahkan dilipatgandakan jika hasil operasi plastiknya mengecewakan.

“Tak inginkah kau mencobanya, Sayang?” tanya Toni.

“Apakah wajahku ini terlalu jelek?”

“Bukan begitu. Aku tidak pernah menganggap begitu.” Toni merasa tak enak karena sudah membuat Larisa tersinggung.

“Aku tahu, pasti kau tak tahan dengan bisiki-bisik mereka. Baiklah, aku mau operasi plastik, demi kamu.” Larisa tersenyum. Toni memeluknya dengan erat.

Keesokan harinya mereka pergi ke salon dan membuat janji dengan dokter kecantikan di sana. Larisa pun memilih foto wajah yang diinginkan. Dokter memintanya untuk kembali seminggu lagi.

Pada hari yang ditentukan, Larisa masuk ruang operasi, Toni menunggunya dengan setia di ruang tunggu. Setelah 24 jam berlalu, dokter memperbolehkan Larisa pulang.

“Ayo, Sayang.”

Toni terpana memandang wajah kekasihnya. “Kau benar-benar cantik.”

“Keberatankah kau mengantarku pulang sekarang?”

“Tentu saja tidak. Kau harus banyak beristirahat dulu.”

Toni segera mengantar Larisa pulang. Gadis itu melambaikan tangan ketika motor Toni menjauh. Lelaki penjual koran melintas dan berhenti di depan sang gadis.

“Maaf, saya tak ingin koran.”

“Apakah karena Anda sekarang jadi pewaris pabrik roti dan mempunyai pacar yang tampan?”

“Tentu saja!”

Mereka tertawa.

Gadis itu masuk rumah. Rumah yang kini dan selamanya akan menjadi miliknya. Sementara di ruang bawah tanah salon, Larisa yang asli sedang merayap di lantai, bersimbah darah. Matanya telah dicongkel. Kini dia sedang mencoba menghindari lelaki di depannya yang akan mengakhiri hidupnya.

Tamat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kubelti3 dan 4 lainnya memberi reputasi
keren sekaligus ngeri juga sih ini.
profile-picture
cattleyaonly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Bingung terus yang diantar pulang siapa bun?
profile-picture
cattleyaonly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Keren. Endingnya bikin terjungkal
profile-picture
cattleyaonly memberi reputasi
Kerreenn, coba ceritanya lebih panjang..endingnya bener2 TOPP emoticon-Blue Guy Peace
profile-picture
cattleyaonly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
parah bgt si toni emoticon-Frown
larissa mikirin perasaan toni yang takutnya malu bawa dia kemana", malah toni kasih kesempatan yg kyk gtu ke larissa, yaa pasti di terima la emoticon-Frown
profile-picture
cattleyaonly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pernah ngenterin istri ke salon di ruang tunggu ada cewek cuantik senyumnya muanis, terus kaki ane disamperin ane gr gak lama kemudian kaki ane diraba sama kakinya yg diterusin sampe dedek, wah bisa ni cewek lumayan ada mainan baru, pas udah mau minta wa istri tiba2 nyamperin udah selesai reflek ane bediri kaget nutupin adek pake tas selempang

Malemnya ane gak bisa tidur, pengen cepet2 ke salon

Besoknya istri bilang gila ya pa yg punya salon cantik banget padahal cowok! Yg kemarin duduk di depanmu,Kepala ane rasanya mau meledak karena emosi dan adik ane serasa taruma karena terkecoh, dan ane merasa di lecehkan hahahhahaha
profile-picture
cattleyaonly memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di