KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6251720418cfb60a523347c2/g20-negara-barat-ancam-boikot-ktt-g20-upaya-lobi-indonesia-diragukan-berhasil

G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'

G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil' dan diminta 'tetap netral'.

G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'

Presiden Joko Widodo dan Presiden Vladimir Putin, 18 Mei 2016.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa, di tengah ancaman boikot Amerika Serikat terhadap pertemuan G20 jika Rusia menghadirinya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah mengatakan, kunjungan kerja itu antara lain membahas berbagai isu terkini, mulai upaya peredaan ketegangan Rusia-Ukraina hingga upaya lobi terkait KTT G20.

Namun politikus dan anggota DPR, Effendi Simbolon menganggap langkah itu seharusnya dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo, sehingga dampaknya diharapkan bisa lebih terasa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen mengatakan pihaknya akan memboikot sejumlah pertemuan G20 di Bali jika pejabat Rusia hadir.

Sementara, pengamat hubungan internasional Aleksius Jemadu mengatakan, Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20, tetap harus menggelar acara itu tepat waktu, walaupun nantinya benar-benar diboikot oleh negara-negara Barat.
G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'

Presiden AS Joe Biden dan Menteri Keuangan Janet Yellen.

'Biden meminta Rusia dikeluarkan dari G20'

Ancaman Amerika Serikat untuk memboikot pertemuan G20 di Bali, kembali disuarakan, di tengah sikap Indonesia yang tidak menentang rencana kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan itu.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, Kamis (07/04), mengatakan pihaknya akan memboikot sejumlah pertemuan G20 di Bali jika ada pejabat Rusia yang hadir.

"Presiden Biden menjelaskan, dan saya tentu setuju dengannya, bahwa Rusia tidak bisa menjadi mitra bisnis seperti biasa di lembaga keuangan mana pun," kata Yellen dalam menanggapi sebuah pertanyaan, seperti dikutip kantor berita Reuters.
G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen.

"Dia meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20, dan saya telah menjelaskan kepada rekan-rekan saya di Indonesia bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana," lanjut Yellen.

Menlu Retno akan ke sejumlah negara Eropa

Menanggapi hal itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan negara-negara anggota G-20 dan mengharapkan agar semua menghadiri acara itu.

"Dengan tetap mengharapkan kehadiran seluruh anggota G20 dalam berbagai rangkaian pertemuan," kata Faizasyah dalam jumpa pers, Kamis (07/04) melalui zoom.

G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, baik Presiden, menteri atau pejabat di bawahnya, juga sudah melakukan komunikasi dengan negara anggota G20.

"Untuk mendapatkan pandangan secara komprehensif dan juga digunakan untuk menyampaikan perspektif Indonesia sebagai presidensi G20," jelasnya.

Teuku Faizasyah juga membenarkan, bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa.

Kunjungan ini disebutnya akan membahas pula berbagai isu terkini, termasuk G20 dan upaya meredakan ketegangan Rusia-Ukraina.

"Pastinya Menteri Luar Negeri akan tetap melakukan upaya-upaya untuk mencoba meredakan ketegangan dan mencari solusi damai antara pihak-pihak terkait," papar Faizasyah.

Indonesia tahun ini memimpin G20, dan memilih untuk tidak memihak dalam konflik Ukraina-Rusia, namun tanpa kehadiran pemimpin negara Barat dikhawatirkan pertemuan tersebut dianggap sulit menghasilkan solusi.

'Presiden Joko Widodo seharusnya turun langsung'

Para pengamat meminta agar pemerintah Indonesia melakukan lobi politik khusus untuk meyakinkan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, agar menghadiri pertemuan itu.

Politikus PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon, mengapresiasi rencana kunjungan Menlu Retno ke sejumlah negara Eropa.

G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'
Politikus PDI-P dan anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon.

Tetapi menurutnya Presiden Joko Widodo seharusnya yang turun tangan langsung.

"Inilah waktunya, 'bapak sebagai presidensi G20 dan Presiden Indonesia', dan pemimpin kita Bung Karno pernah [melakukannya], ayo pak [Jokowi) berangkat."

"Itu otomatis dua negara itu akan melakukan gencatan senjata, minimal dua jam, apalagi kita ada kepentingan mensukseskan agenda G20 di Bali.

"Makanya saya bilang ke Ibu Menlu [Retno Marsudi], agar dirinya [selama ke Eropa] membuka jalan agenda menuju ke sana [kehadiran Presiden Jokowi demi upaya perdamaian dan kesuksesan G20]," jelas Effendi.

Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina sudah merupakan 'agenda' antar pemimpin dunia. "Misalnya antara Jokowi dan Joe Biden, misalnya."
G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'

Sebuah kuburan massal ditemukan di situs ini di Bucha - Gereja St. Andrews.

Lagipula, posisi Indonesia sebagai presidensi dan tuan rumah G20, menurutnya, seharusnya membuat Indonesia - setingkat presiden - lebih banyak mengambil peran belakangan ini.

"Kenapa kita berdiam diri? Saya tidak melihat ada peran kita. Dan Ibu Menlu bilang 'saya akan berkunjung ke sana [Eropa]', tapi saya bilang ini bukan level menteri.

"Bahkan level presiden belum tentu berhasil, tapi yang penting ikhtiar kita bisa menengahi konflik di sana," ujar Effendi.

'Kecil kemungkinan upaya lobi akan berhasil'

Sebaliknya, pengamat hubungan internasional yang juga Guru Besar Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Profesor Aleksius Jemadu, meragukan lobi-lobi yang dibangun pemerintah Indonesia, akan membuahkan hasil.

"Kecil sekali kemungkinannya, kalau Putin hadir, dan negara-negara Barat bisa diajak untuk berkompromi [untuk hadir di G20]," kata Aleksius kepada BBC News Indonesia, Kamis (07/04).

Hal itu didasarkan sikap terbaru Amerika Serikat dan sekutunya yang menganggap Rusia melakukan kejahatan perang dalam invasinya ke Ukraina.
G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'

Sejumlah kendaraan lapis baja Rusia yang hancur di Bucha.

"Saya tidak melihat bahwa Barat akan memaafkan itu hanya karena dilobi oleh Indonesia. Kecil sekali kemungkinannya [keberhasilan lobi] itu," tambahnya.

Di sisi lain, menurut Aleksius, Rusia melalui sosok Vladimir Putin dianggapnya tidak akan menyerah begitu saja di hadapan Barat.

Dalam kondisi seperti itu, Indonesia disebutnya menghadapi tantangan diplomatik yang "sangat sulit".

"Sulit menemukan kompromi tanpa memenuhi harapan dari dunia Barat bahwa seseorang [Putin] harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi di Ukraina."

Dihadapkan kenyataan seperti itu, dia mendorong pemerintah Indonesia untuk tetap bersikap netral.

"Indonesia itu harus mempertahankan itu [netralitas], karena kredibitas Indonesia ada di situ," kata Aleksius.

Dia juga meminta pertemuan G20 tidak perlu ditunda, walaupun nantinya diboikot negara-negara Barat.

"Saya berharap Indonesia mempertahankan dignity-nya, dengan sikap netralnya, dengan membawa suara bahwa 'saya bertindak sebagai presiden G20," ujarnya.

G20: Negara Barat ancam boikot KTT G20, upaya lobi Indonesia 'diragukan berhasil'


Saya berharap Indonesia mempertahankan dignity-nya, dengan sikap netralnya, dengan membawa suara bahwa 'saya bertindak sebagai presiden G20," ujar Aleksius Jemadu. (Foto: Presiden Jokowi)

Aleksius mengakui, tanpa dihadiri negara-negara Barat, pertemuan G20 akan menjadi "cacat" dan "tidak sesuai harapan".

Namun demikian, dia menekankan, Indonesia harus tetap menggelar G20 dengan segala kenyataan seperti itu.

"Apa boleh buat, karena Indonesia harus menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, kalau upaya mendekati mereka tidak berhasil, ya, Indonesia harus bergerak dengan negara-negara yang ada."

Sejauh ini Moskow mengisyaratkan Presiden Putin akan hadir di Bali.

Sementara itu, diplomat China dikutip mengatakan, tidak ada kekuatan yang bisa membubarkan G20.

Jika tidak ada jalan tengah, sejumlah pihak mengatakan, KTT G20 besar kemungkinan untuk pertama kalinya tidak menghasilkan deklarasi bersama.
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-61007312

Usaha keras Bu Menlu Retno dan Presiden Jokowi di tengah masa sulit ini
Apalagi kalau barat makin ngotot Rusia harus ditendang dan minta Indonesia mengurungkan undangan Rusia sebagai syarat mereka datang 

profile-picture
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan 5 lainnya memberi reputasi
Jangan mau dikadalin negara BARAT!
profile-picture
profile-picture
pilotwaras108 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Yg penting diundang semua anggota, urusan nanti tdk mau menghadiri itu urusan negara yg bersangkutan, berarti negara itu tdk hormati indonesia sebagai tuan rumah. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
pilotwaras108 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Damai itu Indah emoticon-shakehand


emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
pilotwaras108 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Mang berat, tapi klo Indonesia mengikuti keinginan Barat, negara barat bakal seenaknya dgn Indonesia. Tapi klo gak mengikuti keinginan Barat, dlm waktu dekat bakal ada chaos di seluruh Indonesia. emoticon-Big Grin

Yah, bisa dibilang presiden jokowi sedang di ujung tanduk, tapi bukan krn rakyat, krn tekanan negara lain emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Tendang aja russia ingat prioritas jokowi dalam g20 adalah pemulihan ekonomi.
Iya berat klo russia gak diajak tapi mana bisa pemulihan ekonomi tanpa amrik aussie kanada uni eropa korea selatan dan jepang ?? Mereka negara yang sangat dibutuhkan dalam Proses pemulihan ekonomi punya sumberdaya manusia juga tekonologi mumpuni.
Sementara klo russia ikutan ? Emang bisa ngeharap russia berbuat banyak sementara dia sendiri gak bisa gerak ???
profile-picture
pilotwaras108 memberi reputasi
Diubah oleh namdokmai
Klo gini ya lanjut aja, gitu aja kok repot, ujung2nya juga dateng, klo gak dateng kan juga gak banyak, gitu aja lah ya 🤣
profile-picture
profile-picture
pilotwaras108 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Argentina, Australia, Brazil, Canada, China, France, Germany, India, Indonesia, Italy, Japan, Republic of Korea, Mexico, Russia, Saudi Arabia, South Africa, Turkey, the United Kingdom, the United States, and the European Union.

kalo di boikot AS bisa2 sisa

Argentina, Brazil, China, India, Indonesia, Mexico, Russia, Saudi Arabia, South Africa, Turkey.

beseknya sisa banyak
profile-picture
xneakerz memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Efendi simbolon maneh. Hahaha
Cuekin aja. Biarin mulut mamarika dan sekutunya koar2 boikot.. wong negara kita non blok. Itupun kl Pemerintah bener2 konsisten..
Udah G20 lewat zoom aja beres kan gak usah datang semua skalian ribet bener.,
Dah dikeluarkan saja rusia dari G 20...

Inget ekonomi dunia ga ditopang rusia doang, negara barat lain juga ikut menopang.. lgpula ekonomi rusia sdh kena efek dari sanksi barat..

Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Selama pemerintahan jokowi ini Indonesia gak terlalu peduli dunia luar. Yg dipikirin cuman kerja kerja kerja cari duit, cari investor dan heran, terkejut, kaget emoticon-Cape deeehh

Maka jgn heran heran kalau Indonesia gak terlalu dianggap oleh dunia luar. Ya selama ini juga ga ada yang terlalu peduli sih sama Indonesia.

Kalau ane bilang pemerintah jokowi itu hampir auto pilot. Semua terserah menterinya. Jokowi cuman kasi target, nyuruh2, dan yang penting jadi. Padahal seorang pemimpin harusnya gk sepenuhnya tergantung bawahan.

Prabowo bebas ngapain aja. Luhut bebas ngapain aja. Retno bebas ngapain aja. Padahal menteri2 ini sangat penting untuk urusan geopolitik luar negeri. Kalau bicara atas nama negara ya harus presiden nya yg muncul dan pesan yg disampaikan harus kuat. Jangan prabowo, Luhut, retno. emoticon-Cape deeehh
profile-picture
brnonl memberi reputasi
Barat sendiri aneh Cara handlenya.

G20 ada untuk menjaga stabilitas ekonomi Dunia.

Nah mereka sekarang mencoba memposisikan diri Sebagai penguasa ekonomi Dunia. Lewat boikot Dan aneka tekanan.

Rusia Dan china adalah tantangan ekonomi yg berat buat mereka. (Dalam kondisi normal rusia Dan china ikut sistim ekonomi pasar bebas, sedangkan jika kondisi berubah mereka menerapkan sistim perlindungan ekonomi yg (secara sistimatis bisa keluar Dari jalur pasar bebas).
Wkk.

Contoh
ketika harga minyak Dan gas Dunia terlalu tinggi Maka rusia memberiian harga yg sesuai dengan keseimbangan ekonomi proletar (kaun ekonomi lrmah) Dengan dukungan kekuatan militer Dan sisitim ekonomi ya mereka puny, mrk mampu bertahan Dari sangsi. Bahkan ruble yg nyungsruk ke got mampu mereka handle dengan baik. Dan jadi lebih berharga di banding sebelum kisruh ukraina.
Ya oantas saja mereka keki.
Wkk

Kita Sebagai negara netral tetaplah kekeh Sebagai panitia yg netral. Sisitim ekonomi Dunia sedang Dalam fase keseimbangan baru.

Sisitim ekonomi pancasila kita juga udah kebobolan oleh sistim pasar bebas. Dan bahkan minyak goreng yg ada di lemari dapur kita, tidak mampu kita kontrol lagi penggunaanya.
Wkk.

So, if in the future market something happened to world economic. Just let it be. Jangab goyah oleh tekanan tekanan.

Ini perang ekonomi yg sudah terjadi berabad - abatd atar mereka.

Ambil yg baik2, buanglah yg buruk2
emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


profile-picture
KRAVZHENKO memberi reputasi
masyaallah

kalo mau berhasil rusia hentiken perang dengan ukraina

lanjutken kelebihan bayar
tragedi bucha mengingatkan saya tentang pengeboman nato di yugoslaviaemoticon-Ngakak
profile-picture
nouah memberi reputasi
Udah ga beres tuh barat, mereka dulu yg cetuskan free trade malah sekarang mereka yg halangi free trade
profile-picture
nouah memberi reputasi
Diubah oleh KRAVZHENKO
Kasih aja sepeda ntar juga datang
Jika amerika tidak datang... itulah kemenangan rusia
indonesia lg merasakan buah simalakama.. politiknya bebas aktif brarti tidak boleh memihak


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di