- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Yang Dilupakan Orang Tentang Aksi Ganjar di Rembang


TS
mario.b
Yang Dilupakan Orang Tentang Aksi Ganjar di Rembang

Suara.com - SUDAH LAMA Abdullah tak lagi mendengar kicau burung bersahut-sahutan di Gunung Kendeng. Kini, deru mesin tambang semen menggantikannya, nyaris tak pernah melindap.
Semua berawal dari sembilan tahun silam, ketika orang-orang PT Semen Indonesia datang. Pohon-pohon habis, alat-alat berat mengubahnya menjadi lahan gersang, kering kerontang, dipenuhi liang galian.
Tak jarang, terdengar bunyi ledakan di area tambang. Kalau itu terjadi, Abdullah dan petani lain yang sedang berladang bak orang asing di negeri sendiri.
"Tolong menyingkir dari ladang ini mas,” kata mandor proyek.
Ledakan dari area tambang menggemakan suara keras, hingga terlihat debu berwarna kuning kecokelatan menggantung di langit. Debunya berbau tak sedap, menyerupai belerang.
Jarak antara lahan pertanian Abdullah dengan area pertambangan semen cukup dekat, hanya dibatasi jalan seluas 20 meter.
Joko Prianto, teman Abdullah, juga merasakan kesulitan yang sama. Lahan garapannya semakin menyempit, tergerus area penambangan semen.
Dulu, jauh sebelum perusahaan itu beraktivitas di Gunung Kendeng, warga yang berada di lerengnya bisa hidup dari bercocok tanam.
Hasil dari bertani sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Semen Rembang
gila gak tuh udah izinnya dicabut, eh masih bisa tetep beroperasi...trus dibiarin aja sama gabener yg katanya tuannya rakyat ckckckk






muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
2
845
5


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan