KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kisah Sebelum Pesawat PK-CLC Terjatuh
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61d53e54fccd7f00b3510b25/kisah-sebelum-pesawat-pk-clc-terjatuh

Kisah Sebelum Pesawat PK-CLC Terjatuh

Kisah Sebelum Pesawat PK-CLC Terjatuh
(Foto 1)


Halo, Agan dan Aganwati.

Kali ini, izinkan saya untuk berbagi sedikit kisah sebelum pesawat PK-CLC terjatuh pada 9 Januari 2021. (Dengan nomor penerbangan SJ-182)
Namun sebelumnya, baiknya kita mengirimkan do'a untuk para awak pesawat, awak kabin, dan seluruh penumpang yang menjadi korban SJ-182.
Semoga mereka diberikan tempat terbaik disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, aamiin.



Kisah Sebelum Pesawat PK-CLC Terjatuh
Foto ini adalah bukti jadwal penerbangan saya pada Januari 2021.


7 Januari 2021, Kamis.

Di hari itu, aku mendapatkan jadwal terbang dari Jakarta-Padang-Jakarta (CGK-PDG-CGK) , bersama Alm. Capt Afwan. Pesawat yang digunakan saat itu, bertipe sama dengan PK-CLC, yakni Boeing 737 seri 500.
Aku yang saat itu bertugas di kabin bagian depan, bertanggung jawab atas awak pesawat selama penerbangan (yakni Capt Afwan dan juga FO Kevin). Dari menawarkan mereka makanan dan minuman, juga selalu mengecek keadaan mereka di flight deck setiap 30 menit sekali.
Saat penerbangan dari Jakarta ke Padang, aku sempat berada di flight deck setelah memberikan teh hangat kepada FO Kevin. Kemudian, Capt Afwan bertanya padaku.

Quote:

Percakapan aku bersama Alm. Capt Afwan pada penerbangan itu, sangat berkesan! Sebab beliau memberikan banyak nasihat tentang berumahtangga dan juga dalam hal ibadah. Mungkin hal itu juga dirasakan oleh FO Kevin.

Ketika landing di Padang, tepat dengan waktu shalat isya'.
Tentu saja, Capt izin kepada kami untuk shalat di mushollah bandara.
Saat itu, aku tidak tahu bahwa Capt Afwan ternyata sempat membelikan makanan untuk orang ground staff yang menemaninya shalat.

Kisah Sebelum Pesawat PK-CLC Terjatuh
(Foto 2)


πŸ₯²πŸ₯²πŸ₯²πŸ₯²




Saat penerbangan Padang ke Jakarta, beberapa menit sebelum landing, aku kembali berada di flight deck untuk mengambil tray yang digunakan sebagai alas makan alm Capt Afwan.

Quote:


8 Januari 2021, Jum'at.
Di Jum'at sore, aku merasa badanku demam dan berasa seperti melayang ketika berjalan. Karenanya, aku hendak menelpon pihak scheduling, untuk mengubah jadwalku di hari Sabtu, yang kedapetan jadwal subuh, untuk diubah menjadi jadwal yang lebih siang atau sore.
Ketika itu, membayangkan harus bangun jam 1 pagi membuat badanku semakin lemas, letih, dan lunglai huhu.
Tapi karena aku langsung tepar sehabis minum obat, membuatku lupa tak menelpon pihak scheduling sore itu.

9 Januari 2021, Sabtu.
Sekitar jam 2 pagi, aku sudah berada di dalam mobil jemputan. Bagaimana dengan keadaanku? Tentu masih belum membaik. Tapi karena pagi itu aku terbang bersama crew-crew yang baik, akupun tak berniat untuk bolos kerja.

Di dalam mobil, aku menggigil, kepalaku sakit , seolah kepalaku akan pecah!! Karenanya, akupun berdo'a, "Yaa Allah, jika aku harus kembali padaMu hari ini, semoga aku dalam keadaan bersyahadat."
Entah, hari itu aku berdo'a tidak seperti biasanya. :")

(Alhasil karena berdo'a seperti itu, selama take off dan landing, aku tak berhenti untuk bersyahadat)

---

Sesampainya aku di ruang briefing, aku menyampaikan keadaanku kepada seniorku. Dan seniorku pun memintaku untuk banyak istirahat selama penerbangan, dan meminta rekanku yang lain untuk memback-up pekerjaanku. (Huhu baik banget sih aseli!!)
Saat itu, tidak ada crew pengganti, makanya, mau ga mau, kuat ga kuat, harus tetep aku yang jalanin.

Sebelum ke pesawat, aku sempatkan untuk minum vitamin, setidaknya, sedikit memberikan aku energi lebih untuk 4 landingku hari itu.

Pagi itu, aku terbang dengan rute Jakarta-Pontianak-Jakarta-Pangkal Pinang-Jakarta, menggunakan pesawat dengan registrasi PK-CLC.

Aku inget banget, saat akan boarding untuk penerbangan Jakarta ke Pontianak, aku sempat merapikan lavatory/toilet belakang.
Disana, aku seolah berbicara dengan cermin di lavatory itu. Entah, rasanya cermin dan segala macamnya di lavatory itu seperti mengisyaratkan kalau mereka itu cape. (Mungkin aku lebay disini (emang sih), mungkin juga karena aku lagi demam, jadi bersikap aneh!)

"Yaampun, kamu cape ya? Sini aku bersihin kamu. Anggep aja aku begini itu seolah mijitin kamu, ya?", ujarku sembari mengelap cermin yang tidak kotor.

"Hm liat, kamu sekarang uda cantik lagi, uda rapi, bersih dan wangi!", kataku setelah beberapa saat merapikannya.
Jika diingat, hari itu aku seperti orang yang tidak waras, berbicara sendiri, sedih-sedih sendiri, ga jelas.

Seniorku yang mendengarnya pun sempat bertanya,
"Dek, kamu bicara dengan siapa?" :")

---
Selama empat landing itu, Pesawat PK-CLC tidak ada masalah sedikitpun. Semuanya baik-baik saja. Bahkan saat akan landing di Jakarta, landing keempat, di Soekarno Hatta sedang turun hujan dengan begitu derasnya, tapi PK-CLC berhasil landing dengan mulus tanpa ada kendala apapun.

{thread_title}


Di video singkat tersebut, aku dan rekan-rekanku terjebak di dalam pesawat. Karena saat itu, pesawat terhubung hanya dengan satu tangga di bagian depan (tidak menggunakan garbarata), alhasil saat hujan angin siang itu, membuat air hujannya masuk ke pesawat, maka dari itu, sebelum kami turun, tangga itu ditarik agar pintu pesawat bisa ditutup, dan air tidak masuk.
Sekitar 30 menit kami berada di dalam pesawat. Yang pada akhirnya pintu pesawat dibuka kembali dan tangga kembali terhubung ke pesawat.
Saat itu, kami bertemu dengan alm FO Diego.

Aku yang melihatnya, cukup takjub, sebab wajahnya yang selalu ceria, hari itu tampak lebih bercahaya. Entah aku tak bisa mengungkapkannya.

Quote:


Tak lama kemudian, kami pamit untuk turun dari pesawat saat setelah FO Diego duduk di kursinya, di flight deck.
Hujan yang masih turun dengan derasnya, membuat kami bergantian untuk bisa ke ruang kedatangan.

{thread_title}


Siang itu, kami tidak bertemu dengan para awak kabinnya dan juga tidak bertemu dengan Capt Afwan. Mungkin mereka bisa melihat kami yang sedang riweh turun tangga saat hujan dari ruang tunggu keberangkatan. :")

Penerbangan hari itu biasa-biasa saja sebelum kami mengetahui apa yang akan terjadi 1 jam 30 menit setelahnya. Aku yang masih demam dan makin merasa lunglai, segera mandi dan makan setibanya di rumah. Kemudian aku minum obat dan tak lama kemudian, aku tertidur.
Sekitar jam 16.00, aku kebangun. Aku segera mengambil handphoneku dan mengaktifkannya. Tak lama kemudian, pacarku menelponku.

Quote:


Aku segera membuka chat group batch, masih tidak ada kabar apa-apa. Karena aku tidak mempercayai kabar tersebut, aku pun yang memulai menanyakannya.

Setelahnya, aku membuka chat group lain.
Ada yang mengirim pesan seperti ini :

"Berikut nama crew yang menjadi korban",

Dan disana ada namaku!!

Aku mulai bingung, ini sebenernya aku beneran masih hidup atau gimana sih? Apa sebenernya aku yang jadi korban?? Jujur sore itu aku linglung se-linglung linglungnya!

😭😭😭


Berita selengkapnya :

Foto 1 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
provocator3301 dan 28 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aymawishy
Halaman 1 dari 2
menyimak.
profile-picture
dede.muchsaw memberi reputasi

Bahagia Di Surga

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
orisjs dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aymawishy
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Tahun lalu, jam segini, aku masih berharap mereka semua dalam keadaan selamat. :")
Aku masih percaya kalau mereka sedang baik-baik saja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
floriantito dan 2 lainnya memberi reputasi
Mertuaku juga pilot sriwijaya, semuga selalu diberikan keselamatan untuk semua
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kudoakan agar rakyat indonesia bisa selamat dan bahagia dunia akhirat.
semoga kedepannya semuanya jd lebih baik lagi.

NB: ngomong2 tentang kecelakaan pesawat, dulu pernah kugadang2 ke Elon Musk bahkan, untuk bikin teknologi keselamatan pesawat yg lebih baik, bahkan kuutarakan ke Bill gates juga kalo ga salah melalui twitter, tapi sepertinya blom dianggap serius sama mereka. emoticon-Frown emoticon-Frown

sebenarnya harus dibikin inovasi untuk keselamatan pesawat, yg lebih baik lagi. Pastinya gak mahal2 amat, cuman blom tergerak aja org2nya. emoticon-Frown
Thread ini mengandung bawang
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
Turut berduka cita sis😭
Semoga alm mia dan korban yg lain tenang disana🀲..
Kematian sangat sangatlah dekat
Kematian adlh guru terbaik
Kita semua sama menunggunya..
Dan semoga saat kematian itu datang kita sedang dekat dgn Allah
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
save flight...
Turut berduka
profile-picture
mikroskopik memberi reputasi
Post ini telah dihapus
Aaaah gamau nangis banget bacanya 😭😭
Semoga semuany tenang dan bahagia disana.
Semoga dengan adanya kesempatan buat kaka ini bisa semakin baik ya kita semua. Aminbb
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ga bisa bayangin sedihnya kek apa..emoticon-Turut Berduka
Semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisiNya, insya allah syahid krn meninggal dalam bekerja. Yg hidup blm tentu akan mati mulia seperti mereka
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
😭 Mudah"an di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
thanks udah membagikan kisahnya sis... turut berduka ya.. sabar,, ini udah jalan dari sang kuasa..
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
pekerjaan dengan penuh resiko, gue yang pernah naik pesawat seminggu 4x sempet tepar, apalagi mereka yang sehari bisa turun naik pesawat berulang kali dan setiap hari....
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bagus storynya. Nice sharing yah
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


×
Β© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di