- Beranda
- Komunitas
- Story
- Heart to Heart
Meratapi nasib


TS
max.well
Meratapi nasib
Suatu hari di siang yang terik
gw duduk santai disebuah resto, setelah menghabiskan makan siang gw, sambil sesekali menghisap sebatang rokok yang gw pegang,,
sembari melihat mobil berlalu lalang dan berbagai aktifitas setiap orang
mata gw tertuju pada ibu2 paruh baya, berpakaian lusuh penuh keringat, dibawah teriknya matahari, mencoba menawarkan dagangannya di perempatan lampu merah
barang dagangannya masih tampak banyak, mungkin baru terjual beberapa atau mungkin tidak sama sekali
dilain sisi, ada seorang bapak2 tua penjual koran, dia menawarkan koran itu kepada setiap orang yg dia temui, bahkan dia rela masuk dari ruko ke ruko lain untuk menawarkan korannya, tapi gw belum liat ada 1 pun yang terjual.
begitu susahnya mereka mencari uang yang bagi gw gak seberapa
sedangkan gw, rela menghambur2kan banyak uang dalam waktu singkat hanya karena bosan, juga mudah bagi gw untuk mendapatkannya.
sebuah ketimpangan yang jauh
kadang ada keinginan dalam diri gw untuk membantu orang2 seperti mereka, tapi bagaimana ?
gw gak suka memberi uang cuma2 karena kasihan, itu merendahkan.
memborong dagangan merekapun, buat apa barangnya?
gw duduk santai disebuah resto, setelah menghabiskan makan siang gw, sambil sesekali menghisap sebatang rokok yang gw pegang,,
sembari melihat mobil berlalu lalang dan berbagai aktifitas setiap orang
mata gw tertuju pada ibu2 paruh baya, berpakaian lusuh penuh keringat, dibawah teriknya matahari, mencoba menawarkan dagangannya di perempatan lampu merah
barang dagangannya masih tampak banyak, mungkin baru terjual beberapa atau mungkin tidak sama sekali
dilain sisi, ada seorang bapak2 tua penjual koran, dia menawarkan koran itu kepada setiap orang yg dia temui, bahkan dia rela masuk dari ruko ke ruko lain untuk menawarkan korannya, tapi gw belum liat ada 1 pun yang terjual.
begitu susahnya mereka mencari uang yang bagi gw gak seberapa
sedangkan gw, rela menghambur2kan banyak uang dalam waktu singkat hanya karena bosan, juga mudah bagi gw untuk mendapatkannya.
sebuah ketimpangan yang jauh
kadang ada keinginan dalam diri gw untuk membantu orang2 seperti mereka, tapi bagaimana ?
gw gak suka memberi uang cuma2 karena kasihan, itu merendahkan.
memborong dagangan merekapun, buat apa barangnya?
0
682
13


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan