CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Vaksinasi Rendah namun Penularan Covid-19 di India Turun, Ini Sebabnya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/619c0b437b35ea07c90a6d5b/vaksinasi-rendah-namun-penularan-covid-19-di-india-turun-ini-sebabnya

Vaksinasi Rendah namun Penularan Covid-19 di India Turun, Ini Sebabnya

Vaksinasi Rendah namun Penularan Covid-19 di India Turun, Ini Sebabnya

Minggu, 21 November 2021 09:55 WIB [/size]

Vaksinasi Rendah namun Penularan Covid-19 di India Turun, Ini Sebabnya
Seorang petugas kesehatan mengumpulkan sampel swab dari seorang wanita selama kampanye pengujian antigen cepat untuk penyakit coronavirus (COVID-19), di luar pusat perbelanjaan di Mumbai, India, 22 Maret 2021. REUTERS/Niharika Kulkarni

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus harian Covid-19 di India terus menurun dengan rata-rata 10 ribu penderita. Situasinya berbalik 180 derajat dari enam bulan lalu ketika jumlah penderita bertambah 400 ribu sehari pada Mei 2021. 

Pemerintah India mulai mengendurkan pembatasan. Turis asing boleh masuk, sekolah dibuka kembali, pasar dan pertokoan ramai lagi. Relawan kesehatan mulai dibebastugaskan. Ekspor vaksin Covid-19 pun dibuka lagi, setelah sempat dihentikan.
Masyarakat Hindu India pun bisa melaksanakan upacara Durga Puja dan Diwali dengan normal.
Turunnya kasus harian di India termasuk unik karena tigkat vaksinasi tergolong rendah, baru sekitar 40 persen.  

Pemodel epidemiologi sebelumnya telah memperkirakan puncak gelombang ketiga selama bulan Oktober dan November.
Ketua Pusat Kedokteran Sosial dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Jawaharlal Nehru, Rajib Dasgupta, memperkirakan melandainya kasus harian Covid saat vaksinasi masih rendah di India tidak terlepas dari terbentuknya antibodi pada penderita saat terjadi tsunami corona Mei lalu.
"Tes antibodi mungkin memberi kita petunjuk ketika  kita tidak bisa berpuas diri tentang tingkat vaksinasi," tulis Dasgupta di laman The Conversation, Jumat, 19 November 2021.
Di India, “serosurvei” telah rutin dilakukan sejak pandemi. Di sinilah darah diuji dari sejumlah besar orang untuk memeriksa keberadaan antibodi Covid – hal-hal yang dibuat tubuh kita setelah terinfeksi atau menerima vaksin.
Survei nasional keempat pada bulan Juli melaporkan 67,6 persen orang di seluruh India memiliki antibodi Covid, memberi mereka tingkat kekebalan terhadap virus. Saat itu 24,8 persen orang diimunisasi dengan vaksin dosis tunggal dan 13 persen divaksinasi lengkap.
"Ini berarti sebagian besar dari mereka yang memiliki antibodi sebenarnya telah terinfeksi Covid," kata Dasgupta.
Delhi melaporkan 97 persen orang positif antibodi pada Oktober, termasuk 80 npersen anak-anak. Sekitar 95,3 persen dari mereka yang diimunisasi dengan vaksin Astrazeneca Covishield versi India telah mengembangkan antibodi, seperti halnya 93 persen dari mereka yang menerima vaksin Covaxin India sendiri.
Keadaan serosurvei di Haryana pada bulan Oktober menemukan antibodi pada 76,3 persen orang dewasa, lebih dari 70 persen di antara anak-anak.
"Gelombang ketiga di India adalah skenario yang tidak mungkin terjadi dengan tingkat antibodi yang tinggi ini, dan tingkat vaksinasi terus meningkat," tulis Dasgupta.
Dr T Jacob John dan Dr M S Seshadri dalam ulasannya, yang dimuat The New Indian Express, 15 November 2021, menyatakan India sudah bergerak dari fase pandemi ke endemi.
Mereka mengusulkan agar prioritas penanganan Covid-19 di India berubah. Konsentrasi penanganan adalah mencegah penularan terjadi pada orang-orang yang belum divaksin dan yang kekebalannya berkurang setelah mendapat dua dosis vaksin.
Sekolah yang telah dibuka juga dipandang sebagai sumber baru penularan, sehingga pemerintah perlu menggenjot vaksinasi pada siswa, kata mereka.
Namun bukan berarti krisis virus corona sudah berlalu di India. “Sekarang bukan waktunya untuk lengah,” kata salah satu sukarelawan, Namanjaya Khobragade, koordinator lembaga nirlaba kesehatan di negara bagian Jharkhand di bagian timur, seperti dikutip AJC.com, 15 November 2021.
Pusat Pengendalian Penyakit di Amerika Serikat mencatat bahwa baik individu yang divaksinasi lengkap dan kelompok yang sebelumnya terinfeksi memiliki risiko infeksi berikutnya yang rendah setidaknya selama 6 bulan. 

https://dunia.tempo.co/read/1530833/...nya?page_num=2

Diubah oleh dragonroar
nanti juga sembuh sendiri
Berkat kerjasama dgn USA, dipakai negara india sebagai batu loncatan penyebaran varian delta, india diberi penawarnya emoticon-Ngakak


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di