CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anak-anak SD di Kampung Atamali belasan tahun naik perahu ke sekolah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/619b9fa8ccdaed44a64e0e40/anak-anak-sd-di-kampung-atamali-belasan-tahun-naik-perahu-ke-sekolah

Anak-anak SD di Kampung Atamali belasan tahun naik perahu ke sekolah



Anak-anak SD di Kampung Atamali belasan tahun naik perahu ke sekolah
Anak-anak SD dari Kampung Atamali, Kabupaten Jayapura berangkat ke sekolah di SD Negeri Inpres Kensio memakai perahu. - Jubi/Theo Kelen.

Jayapura, Jubi – Setiap pagi menjelang jam sekolah di depan dermaga yang dibuat sepenuhnya dari kayu itu berkumpul anak-anak SD Kampung Atamali, Kabupaten Jayapura, Papua. Mereka saling menunggu untuk bersama-sama berangkat ke sekolah menggunakan perahu.

“Biasa ke sekolah sama-sama teman. Kita berangkat ramai-ramai,” kata Jimmy Melansena kepada Jubi, Sabtu, 20 November 2021.

Jimmy Melansena, laki-laki 8 tahun itu masih duduk di kelas 2 SD. Ia dan sekitar 49 anak-anak SD dari Atamali bersekolah di Kampung Kensio. Mereka bersekolah di SD Negeri Inpres Kensio. Aktivitas di sekolah berlangsung Senin sampai Jumat pada pukul 8 pagi hingga pukul 12 siang.

Kadang kami ke sekolah, tapi guru tidak ada,” ujarnya.

Jarak dari kampung ke sekolah mereka sekitar 500 meter. Untuk bisa ke sekolah cuma satu akses dengan memakai perahu. Perahu menjadi modal bagi anak-anak Kampung Atamali agar tidak ketinggalan pelajaran. Memakai perahu memiliki resiko, sebab perahu itu ringan dan ukurannya kecil. Jimmy sejak kelas 1 SD memakai perahu sendiri. Ia mengaku minggu lalu ketika pulang dari sekolah perahu yang ditumpangi terbalik. Hal itu terjadi karena angin danau menghempaskan perahunya.

Angin bikin perahu saya terbalik, perahu juga kecil jadi,” ujar Jimmy.

Rata-rata perahu yang digunakan anak-anak tersebut berukuran panjang 4 hingga 10 meter dengan lebar 50 hingga 70 cm. Tak heran ada anak-anak harus duduk jongkok di atas perahu dan sangat penting menjaga keseimbangan.

“Satu perahu ada 3 sampai 5 orang,” ujar Jimmy.

Kampung Atamali termasuk dalam Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura. Kampung dengan ukuran luas kurang lebih 2,5 hektare berada di tengah Danau Sentani. Kampung tersebut dihuni kurang lebih 40 kepala keluarga yang bertahan hidup sebagai nelayan dan berkebun.

“Tapi kebanyakan kami semua nelayan mancing ikan di danau,” kata warga Kampung Atamali, Maikel Ibo, 50 tahun. Ibo mengaku sudah sekitar 15 tahun anak-anak SD dari Kampung Atamali berangkat ke sekolah memakai perahu. Sebab perahu bermesin 15 pk yang pernah digunakan mengantar anak-anak sudah rusak.

“Dorang pakai perahu ke sekolah,” katanya.

Sebagai orang tua, Ibo merasa khawatir akan keselamatan anak-anak. Namun, ia tak mempunyai pilihan, karena tak ada alat transportasi lain, sehingga anak-anak disekolahkan di lokasi terdekat dari Kampung Atamali.

“Di Kensio itu paling dekat sudah. Kita mau sekolahkan di Kampung Khameyakha tapi terlalu jauh. Nanti anak-anak cape dayung, terus resiko besar karena angin lebih kencang,” ujarnya.

Di Kampung Atamali ada sekitar 50 anak usia SD. Sedangkan usia SMP berjumlah sekitar 30 anak dan usia SMA 20 orang. Anak-anak usia SMP dan SMA kebanyakan bersekolah di kota Sentani. Di Kampung Atamali ada satu sekolah dasar, yaitu SD Negeri Atamali. Sekolah ini hanya diperuntukkan untuk kelas 1 dan kelas 2. Namun tidak dibuka karena tak ada guru. Ibo mengaku terkadang anak-anak usia SD di Kampung Atamali bisa sampai sebulan tidak bersekolah karena sekolah tersebut tidak ada guru. Ini yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kemampuan membaca dan tulis mereka.

Membaca saja tidak bisa, terpaksa ada dua siswa dari kampung ini tidak diterima masuk SMP. Satu siswa di tahun 2020 dan satunya di tahun 2021. Saya jadi bingung guru dong kasih lulus mereka ukurannya apa,” ujarnya.

Ibo tidak terlalu berharap banyak akan bantuan perahu dari pemerintah bagi anak-anak tersebut. Ia hanya meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jayapura mengawasi guru-guru yang mengajar di kampung-kampung di Danau Sentani. Sehingga tidak berdampak serius pada kualitas pendidikan yang diperoleh anak-anak Kampung Atamali. “Kalau perahu nanti, kalau nggak salah tahun ini atau tahun depan dari sinode mau bantu. Itu sudah pasti,” katanya. (*) Editor: Syofiardi

https://jubi.co.id/anak-anak-sd-di-k...edium=facebook

Kabupaten Jayapura terbilang aman dari gangguan KKB yang biasa ngrusuh di daerah pegunungan.
Sentani itu ibu kotanya Kab.Jayapura
dan masih ada sekolah yang tak ada gurunya. Entah karena gajinya atau tidak ada yang mau menempati.
Bagaimana sih Bupatinya...padahal danau Sentani salah satu tempat yang dijargonkan sebagai wisata Kabupaten Jayapura..
Jangan sampai Kementerian yang turun tangan duluan...
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
takdir itu su

emoticon-Recommended Seller
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Duit habis buat bayar denda adat, gmn mau bangun ini itu.

Duit habis, perang lagi.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Malah banyak yang bersekolah dengan berenang

Sudah berkali kali masuk berita, anak-anak sekolah bertaruh nyawa dan kebanyakan mereka muslim

Ironisnya, berkali-kali warga indo ramai² rutin nyumbang palestina, yang mayoritas penyumbang tidak pernah ke sana
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Terima kasih Freeport emoticon-Imlek
Mantap kali gan, tradisi harus dilanjutkan

Rider Kick! emoticon-Cool
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Post ini telah dihapus
Cuma 500meter gitu gak bikin tali ato alat penyebrangan yg lebih mudah dan besar
Aman dr KKB?



Rasa was was pasti ada mak.


Itu mengapa kkb hrs dikubur krn pembangunan jd terhambat. Puskesmas, hammepasar, jembatan dan sekolah yg sudah di bangun malah dibakar n dihancurkan.
Jadi bodoh kan anak2 tak bisa baca tulis.
Trus dibodohin sm kkb pula bahwa pempus tidak kasih pembangunan.
Pidihil kkb juga yg hancur mereka fasilitas....


emoticon-Hammer2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Populasi kecil tapi mencar² ya sudah resiko
Kirain jadi anak sd nya yang belasan tahun.
emoticon-Hammer2
2priode aaja
Semoga ga disandera dan ga ditembakin emoticon-Smilie
Mau cepat ? tiru cara china di xinjiang atau amerika ama indian-nya

dipaksa


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di