CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/611482e628fb175bc51c1851/pengalaman-bertemu-hantu-jin-chapter-jogjakarta

Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)

Tampilkan isi Thread
Halaman 13 dari 17


Hantu yang Usil di Rumah Pan Pan


Ane bangun pagi duluan mungkin sekitar jam 7 dan seperti biasa langsung aktifitas bikin kopi dan membakar rokok. Sembari menikmati udara pagi, ane pun menyaksikan si Panpan yang masih kelenger karena gempuran tadi malamemoticon-Big Grin .
"nanti dia pasti kaget dan membantah kalau ane ceritain bahwa selama ini dia tidak sadar sudah diperkosa oleh demit jongos cabul", ujar ane dalam hati

Sekitar jam 8 hampir jam 9, barulah dia melek dan mengucapkan selamat pagi.
ane pun menyindir si panpan sebagai pemalas yang suka bangun siang.
"aduh badanku capek bener neh, kok kamu bisa bangun lebih awal, ini gara2 kamu ne aku jadi ga bisa bangun pagi", ujar panpan
"wah, ya begimana lagi, aku Harimau kok", ujar ane
"wah aku hampir mati ne, kalau begini terus, bisa mati cepet aku", ujar panpan
"lah ya bagus, berarti kalaupun mati, mati dalam kenikmatan", ujar ane emoticon-Big Grin
"kenikmatan apanya, kalau ortu ku tau aku dibeginiin, pasti ga setuju mereka", ujar panpan
"lah justru aku dipuji, dan banyak wanita yang iri ga bisa dapet begini", seloroh aneemoticon-Big Grin

Rupanya dia kembali tidur lagi hingga bablas pukul menjelang jam 12. Itupun ane bangunin karena perut ane sudah mulai keroncongan menanyakan kejelasan makan siang. Kalau ndak ane bangunin, ane yakin bablas sampe jam 3 dia emoticon-Big Grin .
"eh mau makan siang apa, mau masak apa mau pesan makanan lewat waimai (gofoodnya china)", tanya ane
"ah, uda jam berapa sekarang?", tanya panpan
"uda mau jam 12 neh, belum keisi perutku cuman kopi sama roti2 doang", ujar ane
"hah, jam 12, lama betul aku tidur, tapi badanku masih lemes bener. Gimana kalau order waimai ajalah, kamu mau makan apa?", ujar panpan

"ya terserah aja, tapi hati2 jangan order yang menambah stamina ane, nanti makin ga bisa bangun besok", ujar ane
"hah, kacau", ujar panpan yang ketakutanemoticon-Big Grin
setelah memutuskan akhirnya memesan ikan goreng saos dengan beberapa sayuran.
Karena ane sudah kasih tau kalau mesen telor apalagi daging2 nah makin menjadi stamina dan tegangan listrik ane.
padahal menurut panpan, kagak ngefek di China makanan begini ya makanan normal ajaemoticon-Big Grin
pernah suatu ketika dia membelikan ane daging domba, dan langsung kena hajar 6 ronde per ronde minimal 40 menit itu pun karena kasian emoticon-Big Grin .
dengan bangga ane mengatakan : "ga menyangka ternyata wanita china lemah2", emoticon-Big Grin
Tentu dibantah dengan si panpan karena tak ada wanita manapun yang bisa mengimbangin ane dan menghujat aneh sebagai sex maniac
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

Sembari makan ane pun mengajak ngobrol si panpan dengan pengalaman tadi malam ketika ada demit yang datang hendak memperkosanya.
"eh, kamu tuh tak sadar ya selama ini kamu tuh diperkosa sama demit", ujar ane
"ah, mana mungkin, bohong kamu", ujar panpan ngeles
"lah kamu tadi malam ngerasa ga kamu agak ngigau", ujar ane
"ah aku ngigau?, perasaan aku cuman mimpi biasa tapi memang lumayan serem", ujar panpan
"emangnya kamu mimpi apaan?", tanya ane
"aku tuh mimpi seperti diikat di hutan dan ga pake baju", ujar panpan

"lah terus, akhirnya gimana", tanya ane
"entah kenapa bisa lepas dan aku kabur terus masuk ke rumah", ujar panpan
ane pun membalas dengan datar dengan kalimat ooooo
"kalo ga percaya nanti buktikan sendiri, masih ga kamu suka mimpi serem2 begitu?", tanya ane
ane pun menceritakan kronologis bagaimana si hantu ini dan ciri2nya. Tentu si panpan ga kenal karena demitnya meninggal pas dia belum lahir kali. Tapi ane yakin bahwa ne demit berasal dari kampung halamannya. Karena hawa-hawanya ga seperti hawa demit dari Wuhan.

Si panpan pun mulai bercerita banyak tentang kampung halamannya ini yang lumayan banyak kejadian tragis dan memilukan. Apalagi rumah kiri kanan, depan dan belakang rata2 sudah kosong dan tidak ditempatin. Memang di kampung halamannya ini rata2 hanya tinggal orang tua dan anak2 mudanya sudah punya rumah di kota besar atau minimal Wuhan dan kerja di kota. Jadi rumah2 orangtuanya di desa seperti kampungnya si panpan ini banyak kosong dan menjadi rumah terbengkalai.

"lah mungkin ne demit berasal dari salah satu rumah kosong deket rumahmu kali", curiga ane
"nah aku ga tau, tapi memang adik sepupuku si manny waktu umur 3 tahunan selalu menangis tiap malam dan ketakutan. Kadang2 dia pas aku ajak keliling2 ke belakang rumah dia terkadang menutup matanya dan menunjuk ke arah rumah kosong belakang, katanya ada nenek2 jahat", ujar panpan.

begini posisi denah rumah panpan dan khusus beberapa balok yang angka ntu rumah kosong dan penampakan yang ane lihat. Apalagi beberapa ada kisah misteri dan tragis yang membuat ne rumah menjadi ada demitnya. Sebenernya bakal lebih horor kalau ane ada fotonya, tapi mohon maaf sampai detik ini ane kagak ada kesempatan buat foto. Tapi ane tambahin dah beberapa spot bangunan yang ada di desa panpan kebetulan dikirim sama ortu panpan ke grup keluarga. Ga mungkin ane minta fotoin rumah2 kosong di sana kanemoticon-Big Grin

{thread_title}
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)

"Ya sudah ayo ajak aku keliling2 lihat2 rumahmu, siapa tau aku tau dari mana asal demit yang suka menggangu sepupumu", ujar ane
"Yaudah, besok kalau ada hari libur kita balik ke kampung ku terus kalau bisa kamu usir2 dari dekat rumah atau jangan ganggu2 keluarga kami lagi", ujar panpan
"ya ga bisa gitu ngusir2, kalau ternyata dia ga ada di rumah, apa yang mau diusir", kelakar ane
"ya pokoknya bilang jangan maen2 ke rumah", pinta si panpan
"yawda, nanti kita lihat dan kamu tunjukkin yang mana rumah2 kosongnya", pinta ane
"okay, nanti aku ajak kamu lihat2 pas abis makan siang di rumah", jawab panpan

"hah? siang? mana ada demitnya, minimal jam 10 malam biar lebih jelas demitnya", ujar ane
"hah, ga mau aku, kamu aja lihat sendiri, cari sendiri", ujar panpan ketakutan
"lah, ya sudah nanti aku cari2 sendiri aja", ujar ane
setelah selesai makan, si panpan kembali mau tidur dan melanjutkan istirahat sedangkan tawaran ane untuk melanjutkan pertempuran lendir langsung ditolak mentah2 kecuali ane ada niat mau membuat dia tewas di ranjang hari itu jugaemoticon-Big Grin

Singkat cerita kalau tak salah hari sabtu kamu balik ke kampung halamannya si panpan. dengan mencarter taksi lewat aplikasi. Kurang lebih 2 jam setengah akhirnya sampai di gerbang kampungnya. Ane pun selama perjalanan menikmati suasana dari Wuhan yang kota ke arah pedesaan yang bangunannya rada2 mirip di Nagoya batam dan seperti kampung2 China di Belakang padang dulu tapi sangat sepi dan hanya ramai di beberapa spot saja. Jalan yang besar dan beraspal bagus membuat perjalanan begitu nyaman apalagi ane melihat beberapa perkebunan dan pohon2 warna warni di pinggir jalan.

Sesampai di rumah panpan, ane pun langsung bersapa dengan ortunya dan memang tak ada kebudayaan sujud tangan sama ortu di china. Ane saat itu ga merasakan bahwa ada angker2nya di kampung halaman panpan ini. Cuman satu hal yang ane pastikan bahwa mayoritas orang yang tinggal disini sudah sepuh semua alias minimal diatas 70an umurnya. Beberapa rumah walau bagus tapi tidak ditempati. Ane saat itu mikir bahwa mereka sedang aktivitas di luar atau sedang tidur siang sehingga tak tau bahwa rumah2 bagus itu juga kosong dan tidak ditempati.

Setelah makan siang, ane pun diajak maen2 sama ponakannya si panpan dengan berlari2 di halaman depan dan belakang rumahnya. Saat itu ane tau bahwa rumah 1, 2, 3 dan 4 adalah rumah kosong. Sedangkan 6 dan 8 ane kagak tau bahwa itu pun kosong karena rumahnya masih sangat terawat. Apalagi ane dengan yakin dan mustahak ada orang di lt.2 yang seperti mengintip ke ane dan tirai di lt.2 pun bergerak dan ane melihat ada kepala orang yang mengintip ane. Waktu itu ane kagak ada curiga sama sekali karena memang suara teriak2 berisik kegirangan dari ponakan panpan ini wajar menarik perhatian tetangga. Ane saat itu kagak bisa bahasa china sama sekali, paling cuman shi de (iyes) atau zhen de ma (really). jurus andalan bahasa china ane kalau mau merespon ponakan ngajak ngobrol ane yang tak ngerti dia ngomong apaanemoticon-Big Grin .

berulang kali ane berusaha untuk meminta ponakan panpan untuk menurunkan volume teriak2 dan kegirangan yang berlebihan. Ane takut, tetangga yang di rumah 6 sudah mengintip ke ane yang membuat ane mikir dia terganggu dengan suara dari kami yang bermain di halaman rumahnya. Maklum, kan di Indo sangat tidak boleh dan tidak sopan kalau siang2 maen teriak2 depan rumah orang, begitu pikiran ane saat itu. Karena ane pun ga bisa ngomong bahasa china ke ponakan ini, ane pun menggunakan kode untuk supaya jangan berisik.

dengan penuh keheranan, si Zhezhe pun membalas omongan ke ane tentu dengan bahasa china yang ane kagak paham.
melihat ane bermain di luar bareng ponakan, si panpan pun menyusul kami. Tentu ane langsung berbahasa inggri sama panpan dan meminta dia ngomong ke ponakannya supaya tidak mengeraskan suaranya karena sepertinya tetangga rumah nomer 6 sedikit terganggu.
Si panpan pun terkejut dan mengatakan ane berbohong dan mengada-ada karena sejak 4 tahun yang lalu rumah di belakang ini sudah tidak ditempati.

"jegerrrrrr", ane bener2 ga percaya dengan penjelasan si panpan yang ane beneran yakin melihat ada sosok orang yang tinggal di lt.2 pada bangunan rumah 6 ini. Ane kagak percaya dan langsung mendekati rumah no.6 ini dan menggedor2 rumah ini. Melihat ane menggedor2 rumah, si Zhezhe yang lumayan nakal, dipikirnya ane mau ngajak maen mukul2 ne pintu rumah. Dia pun langsung menendang2 keras dengan gaya kungfu membuat pintu bener2 geger tapi ndak roboh. Kalau memang ada orang di dalam pasti sangat terganggu dengan tendangan zhezhe ke pintu rumahnya begitu.

Ane baru yakin bahwa di dalam rumah no.6 ini kagak ada orang, tapi juga ane beneran yakin melihat sosok orang yang mengintip di lt.2. Masalahnya saat itu jam 4 sore gansis, bukan malam. Jadi ane kagak kepikiran bakalan melihat demit jam2 masih terbilang pagi begini. Ane baru paham kenapa zhezhe keheranan dengan ane yang sangat ketakutan dengan suara mereka yang teriak2 padahal tidak ada orang di dekat rumahnya panpan ini. Mungkin si zhezhe ngomong ke ane dengan ekspresi heran dan kepalanya agak dimiringkan ke kiri karena kebingungan begini
"kenapa paman kok suruh kami diam, orang disini tak ada orang, jadi gak papa mau seberisik apapun", kira2 begini kali si zhezhe ngomong ke ane.

ane pun langsung mengulik kisah cerita tentang siapa yang tinggal di rumah no.6 ini. Rumahnya ini berdinding keramik putih dengan 2 lantai, dan ada motif naga di tiang utama rumahnya dan berrwarna merah hati. Si panpan pun bercerita tentang pemilik rumah ini yang dia bilang sebenernya yang jahat itu cuman bapaknya, istrinya dan anak2nya sebenernya malu dan tersiksa dengan kelakuan bapaknya ini. Jadi ceritanya, ne keluarga berjumlah 5 orang, ayah, ibu, 2 anak gadis dan 1 anak cowok. Bokap dan nyokapnya standar orang jaman dulu di desa bekerja sebagai petani dan juga serabutan lainnya.

Bapaknya ini sebenernya kalau dibilang jahat sama penduduk si nggak, tapi cuman memang agak sombong dan sangat mementingkan harta. Kalau penduduk atau tetangga yang tidak punya duit maka dia beneran ga negor dan ga mau bersosialisasi termasuk ke orangtuanya panpan padahal tetangga depan rumah. Maklum, saat itu keluarga panpan ya berkecukupan tapi tidak berlebihan dan ga terlalu memikirkan saing2an harta atau misal bangun rumah yang paling megah di desa. Si bapak ini sangat ambisius ingin menjadi orang kaya, mungkin karena bosan menjadi orang miskin. Memang, waktu dia menikahi istrinya, kata bokapnya panpan sering kena maki sama mertuanya bahkan ketika ada acara keluarga besar, dia sering tidak diundang karena satu2nya mantu yang kere. Mungkin ini yang membuat dia dendam dan tidak mau menjadi kere lagi.

Nah kebetulan, dia punya 2 anak gadis yang menurut panpan sangat cantik, tinggi dan ramping. Walaupun tak terlalu pintar, tapi secara fisik membuat banyak pria ingin melamar anaknya rumah no.6 ini. Sebut aja anak gadis pertamanya si Yuji. Waktu itu kalau tidak salah si Yuji ini masih umuran SMP tapi sudah langsung mau dinikahkan sama si bokapnya karena ibarat kata pengen "mengcashkan" investasinya dari anak gadisnya ini dengan menikahkannya sedini mungkin.
Maklum, di China tradisi menikahkan anak gadis masih sangat kental seperti "menjual anak" saat itu, dan saat ini pun masih sangat tergantung pola pikir keluarganya. Tapi memang kebiasaan seperti ini bukan sesuatu yang memalukan di China, karena jumlah anak Cew di China 1 banding 10 cow jadi ada kemungkinan 9 cow akan single seumur hidup saat iniemoticon-Big Grin .(ane pun sempat dicibir telah merebut calon bini orang lokal, tapi ane bilang kalo mau juga bisa ane comblangin orang indo, banyak yg mau duit pas kimpoiemoticon-Big Grin )

Sampai ne ane tau bener, waktu ane lagi maen kartu dan bersosialisasi dengan penduduk sekitar. Ada cow tinggi gagah dan ganteng menurut ane, sudah kerja juga, bahkan punya rumah dan mobil tapi hingga umur 30 belum nikah2 karena persaingan sangat sulit mendapatkan Istri. Kalau di Indo, menurut ane dia sangat mudah dapat istri, karena sudah sopan baek dan ganteng pulak. Alhasil dia akhirnya menikah dengan janda 2 x dengan anak 2emoticon-Big Grin baru laku dapet istri. Beginilah sangat sulit bagi pria2 china untuk menikah dengan wanita2 baik2 apalagi kalau kere, pasti mustahil menikah.

makanya pernah viral ada anak cowok mukulin bapaknya. Di indo dianggap anak durhaka karena China tak punya agama. Bukan, ntu bukan begitu karena di China anak cow menikah itu dimodalin sama bokapnya, jadi kalau bokapnya miskin dan ga bekerja keras, bahkan ngutang dan berjudi, maka anak cowoknya akan menjadi jomblo seumur hidup. Makanya ntu anak mukulin bapaknya karena dia kagak bisa nikah2emoticon-Big Grin . Untuk kisah cowok china yang ga nikah2, ane pun melihat sendiri, jadi ne cowok sudah punya mobil mewah, bekerja tetap, bahkan punya rumah, tapi berulang kali ketika mampir ke rumah panpan, selalu bilang habis ngedate ketemu cew lewat aplikasi mak comblang. Tapi selalu ga dapet lanjutan dari cew yang dia samperin karena alasannya dia gendutemoticon-Big Grin memang ne cow cuman mau makan daging ga mau sayuran . Ane tanya uda berapa kali dia ikutan beginian dan gagal., Dia bilang uda ampe 20 kali lebihemoticon-Big Grin

Nah si Yuji ini akhirnya dipaksakan menikah dengan salah satu cowok yang berasal dari keluarga yang sangat kaya. Pesta meriah diadakan, dan tak lama dari menikah itu bokapnya yuji langsung membangun rumahnya ini menjadi 2 lantai seperti sekarang. Dia pun bangga dan menjadi rada sombong dengan warga sekitar. Rupanya, nyokapnya yuji ini mengerti perasaan anak gadisnya ini. Setiap orang yang ditemui bapaknya, selalu membangga2kan anak gadisnya menjadi istri orang kaya dan bahkan menyuruh si panpan untuk segera dinikahkan juga, tak perlu menghabis2kan duit buat sekolah. Untungnya keluarga panpan sangat tidak terlalu money oriented (ya lah kalau ga, ga mungkin merestui aneemoticon-Big Grin ).

3 bulan kemudian terdengar kabar bahwa si Yuji sakit2an. Hingga akhirnya si suami kaya ini datang ke rumah bokapnya yuji dan menyerahkan yuji yang katanya kena kanker getah bening. badannya kurus dan pucet bahkan seperti tengkorak hidup menurut panpan. Ibunya yuji menjerit dan menangis sejadi2nya. Sebenernya suaminya yuji ini termasuklah keluarga baik karena dia sebenernya ga mau nganter yuji balik ke rumah, biar di rawat di rumah sakit atau di rumahnya. Tapi keinginan yuji yang ingin pulang dan merasakan nyawanya sudah tidak lama lagi. sang suami pun akhirnya sesekali mengunjungi rumah bokapnya dan memberi uang untuk merawat yuji. Cibiran dari penduduk sekitar mulai terdengar disana sini karena tau bahwa Yuji sakit itu karena tekanan batin harus menikah dengan orang yang harusnya dianggap sebagai bapaknya. Si bapak semakin setres dan perilakunya semakin kasar sama penduduk sekitar.

Beberapa bulan kemudian, Yuji pun menghembuskan nafasnya ketika orang tuanya sedang sibuk di ladang. Saat itu tidak ada yang tau karena semua orang beraktivitas normal. Meninggalnya yuji membuat emaknya benar2 terpukul dan bahkan sempat menjadi gila. Hanya melamun dan menatap kosong dengan duduk di depan rumahnya hingga 3 bulan. Hingga akhirnya adik yuji sudah beranjak dewasa, sebut saja namanya Xiaofan. Nah walau si Xiaofan ini ga secantik mbaknya si almarhum Yuji, tapi dia lebih bergaul dan berkeras untuk sekolah secara diam2. Bahkan waktu itu demi sekolah, si Xiaofan ini melaporkan bokapnya ke pemerintah karena tidak memberikan izin untuk sekolah sedangkan wajib sekolah hingga SMA merupakan peraturan pemerintah. Berulang kali ditahan sama polres china bokapnya ini karena berantem dengan tetangga, laporan xiaofan, tuduhan memfitnah tetangga dsb.

nah entah bagaimana emaknya ini kemudian sadar dari kegilaannya. Mungkin dengan melihat nasib si Xiaofan jangan sampai seperti Yuji. Dia pun berani melawan suaminya dan membela Xiaofan untuk menikah ketika dia mau dan sesuai dengan cintanya dia bukan karena perjodohan. Emaknya tidak mau tekanan batin seperti yuji juga terjadi sama si Xiaofan. Alhasil si Xiaofan ini kabur dari rumah dan di dukung sama emaknya dengan memberikan surat izin menikah (kalau ga dapat surat ini, di china ga bisa nikah anak gadisnya). Menyadari surat ini telah hilang dan diberikan oleh istrinya, bokapnya xiaofan membogem dan memukuli emaknya berkali2. Jerit tangis dari rumah no 6 sudah sangat sering didengar.

Pernah tetangga terdekat merasa iba dan hendak menolong, rupanya malah dihajar dan bahkan mengancam akan menghajar siapapun yang akan ikut campur keluarganya. Solusinya panggil polisi dan beberapa kali ditahan. Tapi setelah ditahan, balik ke rumah di hajar kembali oleh bokapnya xiaofan. Entah bagaimana nasib si Xiaofan, tapi beberapa tahun kemudian dia
datang dengan anaknya untuk berkunjung ke rumah. Si bokap melihat suaminya si Xiaofan langsung menodong duit pernikahan anaknya. Tentu membuat malu si Xiaofan terutama suaminya. Bahkan meminta si Xiaofan untuk tidak melayani hubungan enak2 sama suaminya kalau si suami ga memberikan duit nikahnya ke bokap.emoticon-Gila

Si xiaofan pun terdiam dan langsung balik ke rumahnya. Padahal rencananya dia mau menghabiskan liburan hari besar di rumah halamannya. Akhirnya si Xiaofan pun diminta sama emaknya untuk membawa adik cowoknya yang sudah menjelang lulus SMA. Tentu si adik cowoknya sangat senang dan setuju karena pasti merasakan beban mental yang sangat berat dari perilaku bokapnya. Bahkan pernah, si anak cowoknya ini mengajak temannya maen ke rumahnya dan tiba2 bokapnya marah2 dan mengusir teman2nya karena dianggap telah mencuri duitnya.emoticon-Gila

Singkat cerita sejak anak cowoknya sudah ikut pergi sama xiaofan, tinggallah bapak dan emaknya di rumah berdua dengan rumah yang cukup bagus ini. Ane yakin, kalau zaman dulu pasti sangat mewah hitungannya. Uniknya, setelah 2 anaknya kabur, si emaknya ini sangat bahagia dan lempeng. Juga sangat rajin ikutan membantu atau kegiatan bareng2 warga sekitar seperti nanam atau pun bersih2 kampung. Sedang suaminya ongkang2 aja di rumah karena memang duitnya lumayan banyak apalagi punya bisnis saat itu. Tapi istrinya tetap sederhana dan membaur. Taklama kemudian, meninggal lah istrinya ini karena sakit tapi kata emaknya panpan, banyak orang yang curiga bahwa dia diracun suaminya demi mendapatkan asuransi dan sertifikat tanah di desa istrinya (wallahualam).

Sang suami pun tinggal sendirian di rumah ini dan perlahan desa panpan ini menjadi sepi karena orang banyak yang urbanisasi ke Wuhan. Perlahan pekerjaan pun semakin banyak di kota ketimbang di desa. Desa pun semakin sepi dan secara otomatis banyak juga yang meninggal tidak di desa. Bahkan cenderung lupa dengan penduduk jika tidak sering bersosialisasi atau kunjung mengunjungi tetangga. Terutama semacam bokapnya yuji ini yang sebisa mungkin masyarakat menghindari untuk bertemu dia. Pernah suatu ketika orang yang sedikit perhatian sama bokapnya yuji ingin mengecek bagaimana keberadaannya di rumah. Mengingat dia tinggal sendirian. Tapi apa dinyana, dia malahan di kejar2 bawa parang karena dituduh ingin mencuri.emoticon-Big Grin .

Beberapa bulan kemudian tercium bau busuk dari rumahnya....

profile-picture
profile-picture
profile-picture
saaans dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Jadi ente nikah sama orang sono gan? mantep bener. Tapi jadi penasaran,
1. Sekarang panpan masih bini ente?
2. Dulu waktu nikah walinya panpan siapa gan?
3. Keluarga di Indo tau ente nikah di China?
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
kok ngeri amat diperkosa demit.. bisa hamil ga tuh kl sama demit gitu... emoticon-Bingung
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan

Berkenalan dengan Hantu di China



Hantu yang Usil di Rumah Pan Pan (Part3)


Tetangga di rumah nomer 8 pun mencium bau busuk dari lt.2 dari rumah no.6. Kebetulan nomer 8 juga berlantai 2. Saat itu langsung menelpon polisi karena takut untuk langsung datang mengecek dan ribut sama ayahnya Xioafan. Akhirnya polisi datang dan langsung masuk dari pintu belakang dan di bongkar paksa. Kebetulan karena melihat ada polisi masuk ke dalam desa, warga pun menjadi penasaran dan tentu panik juga. Soalnya sudah menjadi kebiasaan bagi warga untuk bercengkrama sambil maen kartu padahal berjudi itu ilegal. Mereka waktu itu panik dipikir ada yang menelpon polisi karena ingin menangkap mereka sedang bermain remi atau kartuemoticon-Big Grin .

Desas desus akan bau busuk dari rumah nomer 6 pun mengindikasikan bahwa ada mayat atau mungkin bapak Xiaofan yang telah meninggal tidak ketahuan. Apalagi setelah dipanggil2 dari luar tidak ada reaksi. Xiaofan pun segera ditelpon polisi sebelum masuk ke dalam rumah. Menurut panpan, waktu itu dia ga berani melihat tapi menurut penuturan emaknya, kondisi bapak Xiaofan sangat mengerikan. Tetangga rumah no.8 yang ikut naik dan menyaksikan bahwa kondisi mayat bapak xiaofan ditemukan di atas ranjangnya dalam keadaan terlentang. Mungkin karena sudah terlalu lama, badannya sudah lengket dengan kasur dan sangat sulit untuk dilepaskan. Kulitnya sudah lengket dan mengering dengan alas tidurnya.

Matanya satu sudah hilang dan sudah hampir tinggal tengkorak tapi masih berambut. Bener2 mengerikan kata tetangga no.8 ini. Sangking traumanya melihat ne mayat, tetangga no.8 pun sempat memilih untuk tinggal di hotel karena bau busuk dan juga takut kali didatengin demitnya sebelum ada acara kematian ala China. Xiaofan pun datang dan dia sudah seperti pasrah tanpa ekpsresi serta ga ngomong apapun selain berterima kasih setiap tetangga yang berbela sungkawa dengannya. Setelah dicek di rumah sakit lokal dan tidak menunjukkan adanya tanda2 mati tidak wajar, xiaofan segera meminta rumah sakit untuk membantu dikirim ke rumah pembakaran mayat atau jasa kremasi.

Panpan waktu itu bener2 ketakutan dan meminta untuk tidur bareng emaknya. Yang lebih buat kesal panpan waktu itu, xiaofan tidak mau merayakan acara kematian di rumahnya ini dengan alasan tidak efisien dan rumah yang sudah lama tak terurus jadi repot untuk membersihkannya. Padahal, lumrahnya diadakan di rumah dimana rumah yang di tempati. Ibarat kata biar roh yang meninggal merasa senang karena dikunjungi dan diberi penghormatan terakhir selama 1 tahun (3 x perayaan pertama dipakein warna merah, terus kuning sampai putih banner depan rumahnya)

begini contoh ritualnya
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
(source: wisatadanbudayablogspot.com)

Warga sekitar pun menjadi was was dan sempat meminta xiaofan untuk memberikan penghormatan yang layak bagi ayahnya. tapi, mungkin xiaofan ada alasan laen sehingga dia enggan untuk tinggal di rumah lamanya ini sampai 3 x perayaan (1 tahun gansis). Warga yakin bahwa kalau ga dikasih penghormatan yang layak, roh orang yang meninggal akan masih bergentayangan dan sebenernya ini merugikan si Xioafan sendiri soalnya dia yang mewarisi rumah ini. Nah ada tradisi di China, mereka tidak pernah menjual rumah di kampung halamannya. Jadi walalu dia sudah tidak tinggal di kampung halaman dan rumahnya terbengkalai, tak akan pernah mereka jual. Katanya panpan soalnya itu memberikan karma buruk atau bad luck kalau sampai menjual rumah kelahiran.
"sudah dibiarkan saja kosong tidak apa2, nanti kalau ternyata si Xiaoer (adik cowoknya) mau nikah dan ga punya rumah biar bisa tinggal disini", ujar xiaofan

nah menurut panpan, seminggu setelah dikremasi, karena jarak rumah panpan dengan rumah no 6 ga terlalu jauh, emaknya panpan yang kebetulan tidur di lantai bawah sering mendengarkan suara bokapnya xiaofan memanggil2 anak2nya dan menangis dengan suara parau. Waktu itu emaknya lagi di kamar sekitar jam 9an menjelang tidur. Panpan ane tanya waktu itu dengar sesuatu yang aneh, dia bilang cuman dengar suara burung malam2 (kemungkinan burung elang) dan dia langsung segera tidur dan tak mau mempedulikan.
memang di rumah panpan ini sejak jam 8 malam sudah tidak ada orang hilir mudik lagi, dan sudah pada di rumah apalagi orang china memang tidurnya cepat terutama yang kerja jadi petani.

Makanya panpan sangat kaget ketika ane ngelihat penampakan di rumah no 6 karena sudah lama sekali dan tidak terlalu horor. Mungkin karena si bapak menyesali dia sudah jahat sama keluarganya dan si Xiaofan juga sudah memaafkan dia. Ane pernah ketemu sama Xiaofan ini dan memang menurut ane dia lumayan cantik dengan tinggi sekitar 175 padahal umurnya sudah menjelang 40. Ane bisa membayangkan mbaknya si Yuji pasti lebih cantik dan memang kata panpan mbaknya 3x lipat cantiknya seingat dia. Kebetulan si Xiaofan bisa berbahasa inggris dengan baik. Benar saja dia sangat pengen sekolah karena dia termasuk pintar bahasa inggris padahal cuman belajar bahasa inggris sampai SMP tapi dia pernah bekerja jadi resepsionis hotel bintang lima di Shanghai. Jadi otodidak ngomong bahasa inggris dengan turis2 mancanegara.

Awalnya si Xiaofan ini sering ngelihat ane karena mungkin dia tau ane bukan orang asli daerah zhaoshan. Ane pun ga mungkin ngomong chinese apalagi ane tau ntu bini orang, bahaya kalau suaminya cemburuemoticon-Big Grin . Rupanya setelah ketemu panpan mereka ngobrol dan ane pun diperkenalkan. Panpan pun cerita bahwa ane melihat penampakan yang kemungkinan bokapnya si Xiaofan. Tentu dia kaget dan takjub karena ane bisa melihat juga. Dia juga tidak membantah karena anaknya juga melihat dan bokapnya ini selalu senyum2 dengan anak cucunya. Sepertinya bokapnya sudah bener2 menyadari kesalahannya di masa lalu dan tidak meneror cucunya. Si Xiaofan pun meminta panpan untuk sering2 bawa ane balik ke kampungnya biar akrab dengan orang2 sini.

sekarang ane akan bahas rumah kosong nomer 5. Nah ini kalau menurut ane salah satu rumah yang kalau ane rasakan penghuninya masih memiliki dendam dan meninggal dengan kondisi yang sedih dan tak ikhlas. Ane waktu itu nebak bahwa ne rumah no 5 memiliki karakter yang sangat tidak disenangi sama penduduk sekitar. Ane melihat dalam2 rumah ini dan merasakan ada 2 demit yang tinggal. Semuanya ngumpet di lantai 2 di pojokan paling kanan. (Sayangnya ane ga bisa foto). Rumahnya ini besar dan ber lantai 2 tapi bener2 sedih. Sebenernya, menurut ane dulu rumahnya ini lumayan bagus. Bayangkan, di samping rumahnya ada pohon jeruk sunkist dan jeruk kupas yang besar2 dan kuning gansis.

Tapi feeling ane ne rumah orangnya sangat sangat pelit dan tak pernah mau berbagi dengan orang lain. Ane pun segera mengecap jeruk sunkist dan jeruk kupasnya yang terbengkalai. Oh ya, kalau di kampung panpan ini, ente bisa makan buah2an di pinggir rumah dengan puas dan gratis. Apalagi banyak perkebunan seperti buah peach, buah apel, jeruk tapi strawberry ga gratis harus beliemoticon-Big Grin .
"mmmmmm astagfrullah asam bener, bener dugaan ane ne orang yg tinggal di rumah pasti medit", ujar ane dalam hati
"eh, ini yang tinggal di depan rumah keknya ada demitnya yang jahat, ini ya yang suka bikin manny ketakutan?", tanya ane ke panpan
"hah, kok kamu bisa tau, terus-terus kamu lihat sosoknya?", tanya panpan
"ga ngelihat jelas tapi bisa merasakan, ada 2 di lantai dua", jawab ane

si panpan pun ketakutan dan menyuruh kami untuk segera pindah ke dalam rumah.
"eh, yang punya rumah ini sepertinya jadi demit yang masih jahat, beda dengan nomer 6, emang kenapa ceritanya", ujar ane
"wah itu rumah ini bener2 jahat dan bener2 dengki sama orang lain, terutama sama keluarga kami", ujar panpan
"lah gimana ceritanya, aku uda nebak dia ne pelit", ujar ane
"tau darimana kamu dia pelit", tanya panpan

"ne buahnya kecut begini padahal lihat ne bentuknya bagus begini, kuning2 mulus licin padahal dibiarkan saja, tapi ga kemakan soalnya rasanya kek cuka begini", ujar ane
"emangnya ada kaitan antara buah dengan pemilik?", tanya panpan
"ya wallahualam, tapi di Indonesia, ada kepercayaan kalau buah taneman kita semakin dibagi ke tetangga semakin banyak dan manis, kalau kecut begini padahal buahnya bagus2, otomatis curiga pasti karena pelit ne orang", ujar ane santai
si panpan pun tetap ga percaya pola pikir begini, ane ya ga bisa maksa menurut keyakinan aja

"ne ayo kita buktikan sama jeruk depan rumah kita tuh, manis kan, lihat aja buah2an di depan rumahmu, manis2 juga kan, pasti karena kamu sering bagi2in sama orang", ujar ane
"oh iya juga ya, memang dari dulu setiap berbuah kalau ada tamu atau saudara datang mama selalu bungkusin tu buah2", ujar panpan.
"ntu ayam2 emakmu pasti nanti makin banyak tuh telor2nya soalnya suka dibagiin aku lihat ke tetangga sama emakmu", ujar ane
"iya, mama ne cuman hoby ternak ayam dan kadang2 disembelih, terus telor ga dimakan karena ga hoby telor, nunggu mau kasih ke kita, kita pun jarang balik", ujar panpan
memang tiap ane balik, ane disanguin telor mungkin sekitar 5 kg bahkan boleh lebih tapi ane tolak karena ribet bawaknyaemoticon-Big Grin
kadang2 tetangga juga tetep kasih duit tapi seberapa aja ga dipatok harga sama emaknya panpan ini karena emang ga niat buat di jual apalagi bawa ke pasar.

Saat itu ane lupa untuk bercerita lebih lanjut karena emaknya memanggil kami untuk masuk ke rumah dan bersiap untuk makan malam. Sekitar jam 6 an kami pun makan malam bareng dan bercengkrama. Nah ane pun disuruh tinggal di kamar lt.2, dan ga boleh sekamar dengan panpan takutnya terjadi perbuatan yang kami kehendakiemoticon-Embarrassment . Memang di tradisi China, ga boleh melakukan hubungan enak2 di rumah orang tua cew karena dianggap bisa bawa sial dan juga tidak menghormati keluarga panpan. Bahkan, tidak boleh di rumah keluarga manapun termasuk abangnya, jadi kalau mau enak2 kami terpaksa mencari motel atau tahan saja puasa 3 hariemoticon-Big Grin .

Setelah mandi, ane pun segera ke kamar dan bersiap untuk tidur. Waktu itu baru saja jam 11 malam tapi ane sudah ngantuk. Mungkin karena suhu yang dingin apalagi sudah masuk winter dan daerah rumah panpan yang dekat pegunungan. Tapi, ane merasakan ada hawa yang tidak enak datang dari belakang rumah (persis berhadapan dengan rumah no2) dan juga dari arah gunung. Ane merasakan bahwa ini malam pasti datang mau tegur sapa dengan ane demit2 sini yang memang dari sejak maghrib ane merasakan seperti ada "benturan" ga enak di hati ane.

Sekitar jam 1an tiba2 ane dengar bunyi anjing melolong dan anjing panpan pun si bubu ga berhenti mengonggong ke arah rumah no.2. Ane mikir takutnya ada maling, apalagi waktu itu bokapnya panpan harus pergi ngantar barang ke kota luar sehingga baliknya baru pagi. Otomatis ane sebagai satu2nya pejantan tampan dan tangguh menjadi pelindung rumah panpan waktu itu. Ane segera bangun dan membuka hordeng dan menghidupkan lampur untuk mengecek bubu yang selalu menggonggong. Dengan modal cahaya lampu dari kamar ane di lantai 2 ane melihat sekitar dan memastikan tidak ada maling.

Ane pun turun dan mengecek pintu rumah dan jendela sudah terkunci aman. Menyadari bahwa kemungkinan maling untuk masuk pasti ane dengar kalau dia berusaha membobol kunci, ane rada tenang dan kembali naek ke kamar di lantai 2. Ane saat itu merinding padahal lampu terang. Ane tau bahwa ada yang mau "masuk" ke kamar tapi terhalang energi ane. Karena ane pengen tau siapa yang sering usil ke anggota rumah panpan dan juga ane pengen tau jangan2 demit yang naksir sama panpan bukan hanto jongos doang. Ane pun berusaha untuk "meredam" energi seolah pengen benturan malahan ane berusaha untuk menonaktifkan energi penjagaan ane. Ane susah menjelaskannya gansis, tapi semoga ente paham dan kalau ga percaya juga gak apa apa. Tapi ane bisa on/off kan energi ane ini waktu ane rasa perlu aja, kalau nggak ane kagak mau karena bisa konfrontasi dan terkesan angkuh. Ibarat kata seperti berlagak pilon dan oon sama orang baru alias menutup identitas ane ke demit.

ane segera mematikan lampu dan berselimut persis seperti ketika menyambut hantu jongos yg cabul. lagi-lagi bener mulai ada kabut yang berwarna ungu masuk ke kamar. Ane saat itu baru paham bahwa kalau aura demit daerah kampung si panpan ini kalau ga ungu ya biru kehitaman. Sedang kalau demit di wuhan ane ketemunya kabut putih dan hijau (wallahualam kenapa bisa ada beda gaya warna iniemoticon-Big Grin ). Jujur ane kagak takut dan seperti gentleman saja menunggu kedatangan demit ini ke kamar panpan. Ane bisa merasakan ne demit ga secabul seperti hantu jongos.

perlahan masuk sesosok anak muda berbaju putih, pucet dan sepertinya lumayanlah wajahnya ga terlalu jelek. Ane pun langsung duduk dan setatapan dengan ne demit. Ane pun berusaha berkomunikasi dengan demit ini
"kau mau ketemu dengan panpan ya, kau mau perkosa dia?", ujar ane dalam hati
si hantu ini pun melihat ane dan sedikit ada raut kecewa dari wajahnya. Mungkin dalam hati si demit ini memang si panpan pacarnya.
"Aku kekasihnya, cuman ingin menjaganya, karena dia kesepian dan cuman melindunginya", kata si hantu cow ini
"aku tau, aku bisa merasakan kau tidak jahat, terima kasih, tapi tolong jangan lagi kau dekat2 dia, karena akibat "energi" hantumu menempel di panpan, hantu2 lain pun tergoda untuk ikut nempel di panpan", ujar ane
"jadi sebaiknya kamu pergi saja dan tidak perlu menggangu lagi, silakan kamu mencari pasangan dari alammu sendiri", ujar ane

si demit hantu cow ini pun tak terima dan seperti meremehkan ane dan berusaha ingin menyakiti ane. Ane bisa merasakan dia pengen membuat ane kerasukan atau seperti paralisis. Mungkin karena ane sudah terlatih diparalisiskan sama kunti jakal dan hantu kurcaci, ne energi paralisis dari hantu china ini berasa enteng banget dan bisa ane dorong dengan mudah dengan hembusan nafas.
"sudah tidak usah mau adu2 kekuatan, kamu itu posisinya salah, dan memanfaatkan panpan yang kesepian hatinya untuk kamu datengin tiap malam dan mengaku2 pacarnya", ujar ane
tampaknya ne hantu mati kutu dengan ucapan ane atau karena udah gagal mau buat ane paralisis akhirnya dia pun mundur dan menghilang ke arah gunung/bukit yang ane foto di part 2.

Ane sedikit merasa lega karena setidaknya bebeb ane kagak lagi diganggu2 sama demit2. Memang setelah ane konfrontir dengan panpan, dia mengakui bahwa dulu suka mengkhayalkan punya pacar yang selalu menemaninya tidur malam. Apalagi waktu dia ditipu sama pacarnya, selalu menangis dan membayangkan sedang mengajak ngobrol dengan sosok yang bisa membuatnya tidak kesepian. Ane pun menjelaskan disaat itulah ntu demit jadi salah perasaan. Dia pikir secara tidak langsung kamu meminta dia jadi pacarnya, makanya ga salah ntu demit mendatangi kamu kapan dia bisa.

Si panpan pun dengan ketidak percayaan dengan omongan ane tapi juga ada beberapa perbedaan yang dia rasakan. Waktu itu dia cuman merasakan kebahagiaan dan kenikmatan hakiki setelah sama ane makanya dia ga mimpi2 buruk lagi. Tapi sejak ane memproklamirkan bahwa tidak akan ada demit lagi yang bakalan ganggu dia, sejak saat itu memang dia ga pernah merasakan ketakutan atau kedinginan yang mengerikan dalam mimpinya. Alias ga pernah merasakan mimpi2 melihat hantu. wallahualam.

balik ke demit malam itu yang mampir ke rumah panpan. nah karena ane sibuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan demit yang datang ke kamar, ane saat itu kecolongan karena demit dari rumah nomer 2 datang "menyerang" ke kamar lantai 1. Di kamar ini ada bayi anak dari adiknya panpan, sebut aja namanya Shuyang. Shuyang umurnya waktu itu hampir 2 tahun. nah tiba2 si shuyang menangis dan berteriak2 tidak jelas. Waktu itu sekitar jam 2 malam. Ane bener2 kaget dan juga ga menyangka bahwa baru kali ini ada demit yang dateng menyampiri rumah dari demit yang berbeda. Ane waktu itu ga tau bahwa demit dari rumah nomer 2 yang paling demen dan dengki menggangu rumah panpan.

Dari lantai 2 ane segera turun melalui tangga dengan perlahan. Ane segera membacakan ayat kursi dan berdiri di samping kamar emaknya panpan. Kebetulan, kamar emak panpan saat itu tidak ditutup. Mungkin takut ane menyelinap masuk ke kamar panpan malam2 apalagi dingin2 empuk malam itu emoticon-Embarrassment . Ane merem dan merasakan memang ada "kiriman" dari demit rumah nomer 2.
"jangan ampe ne Shuyang jadi demam lah, kalau sampai sakit, berarti ente emang demit jahat sampai anak kecil seperti ini aja ente mau kerjain", gumam ane dalam hati
ane pun bersumpah dalam hati kalau besok sampai si Shuyang demam, berarti ente demit dari rumah dua menyatakan genderang perang dengan ane. Ane tau ente lumayan kuat energi jahatnya, tapi lillahitaalah, ane paling ga demen demit usil sama anak kecil begini. Pengalaman ketika ponakan ane diganggu sama demit tempat rumah mbak ipar ane.

Setelah menangis sampai satu jam, baru jam 4 si Shuyang berhenti menangis. Ane pun segera merem dan berharap dia tidak demam. Ane bangun sekitar jam 6 dan langsung membuat kopi serta menantikan bagaimana kondisi Shuyang. Sembari sarapan dengan panpan, akhirnya emaknya panpan datang ke meja makan dengan wajah yang panik
"shuyang, dia demam dan terlihat bener2 lemas dan tak bertenaga, ada apa dengan dia ini, ayo kita ke rumah sakit", ajak emaknya
panpan pun langsung panik dan mengecek shuyang serta memberi tahukan ane untuk mengecek dan meminta pendapat ane.

ane bener2an emosi dalam hati dengan demit rumah 2 dan ane tau dia biang keroknya. tapi tak mungkin ane waktu ngomong ke emaknya panpan bahwa dia kena ganggu hantu tadi malam dan ane juga ga mungkin menyarankan untuk ke dukun apalagi berusaha bertindak seperti dukunemoticon-Big Grin . Panpan pun segera menelpon bokapnya untuk segera balik dan segera membawa shuyang ke rumah sakit. Memang ane lihat si Shuyang ini seperti semi pingsan gansis, bener2 lunglai tapi masih bernafas dengan lemah.

Ane bener2 ga nyangka bisa setega ini demit rumah nomer 2 ini membuat anak kecil tak berdosa menderita seperti ini. Kami pun segera naik ke mobil dan ane ikut mengecek ke rumah sakit terdekat. Setelah dicek, rupanya dokter langsung menyarankan untuk segera bawa ke rumah sakit yang lebih besar karena dia khawatir ada penyakit serius yang mengenai shuyang. Apalagi waktu itu masih anget2nya urusan covid walau sudah zero case di kampung panpan. Ane waktu itu menahan diri untuk menjelaskan bahwa tadi malam, ada hantu dari rumah 2 yang memberi sakit shuyang ini.

di dalam mobil, ane tak henti2 membacakan alfatihah dan berusaha memahami bagaimana menyembuhkan shuyang yang seperti pingsan ini. Entah karena ada bisikan ghoib, ane digerakkan untuk ngomong ke panpan supaya memberikan cahaya matahari untuk menyinari wajah shuyang. Padahal sebelumnya emaknya selalu menutupi wajahnya shuyang supaya tidak kena panas matahari. Si panpan pun memberitahu saran ane, dan setelah mikir beberapa detik, emaknya pun menuruti dan memberikan cahaya matahir masuk ke wajah shuyang dari celah2 jendela.

kira2 setelah 2 menit kemudian, tiba2 shuyang bangun dan kembali normal. Bahkan bisa tersenyum ke kami2. Tentu memberikan rasa bahagia yang mendalam dan setelah di cek suhu badannya, tidak lagi dingin dan bahkan shuyang mau minta sarapan. Sempat terjadi obrolan dengan emak dan bokapnya, apa masih perlu membawa ke dokter karena shuyang sudah baikan. Ane pun bilang sebeneranya menurut ane, dia itu kena energi hantu tadi malam yang datang ke rumah. Tapi tak enak untuk bilang begitu, takutnya emak dan bapaknya ga percaya. lagian, ini menyangkut cucu kesayangan emaknya, masa nasehat ane berkaitan ghaib dipertaruhkan dengan urusan medis.

Anehnya, emaknya cuman diam dan sebenernya juga merasakan bahwa ada hantu jahat yang datang mengganggu shuyang dan memberikan penyakit. Tapi namanya orang China sekarang sangat tidak percaya dengan ghaib2, walau kadang mereka sendiri bisa merasakannya. Akhirnya untuk memastikan dan lebih aman, kami tetap memutuskan ke rumah sakit dan dicek secara lengkap. Setelah menceritakan semua kejadian, si dokter mengajak mengecek darah, scan dan sebagainya habis sekitar 2 juta rupiah. Dan tentu hasilnya semua normal dan tidak ada apa2. Semakin yakinlah mereka bahwa memang ane bisa merasakan hantu dan pendapat ane cukup mumpuniemoticon-Big Grin



profile-picture
profile-picture
profile-picture
meqiba dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
Ada peluang baru nih, buka usaha perdukunan di China 😂
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kalo cerita ini tamat, bikin spinoff cerita panas ente sm panpan gan emoticon-Genit
kalo perlu di forum tetangga biar lebih vulgar
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
yang jual nasi padang atau nasi pecel ada ga om di china? 1 yuan itu kira2 berapa rupiah? jangan2 orang china sekarang ga percaya tuhan ?
profile-picture
profile-picture
Nolfusion dan qwaken memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan

Berkenalan dengan Hantu di China

Sebelum ane mulai ne part ke 4, salikes ofni (alias sekilas info) kemarin emaknya panpan telponan dengan ane. Dia meminta ane untuk kalau ada waktu dan libur segera balik ke zhaoshan. Ane pun mau tapi karena tidak ada waktu libur dan hanya libur hari minggu tidak cukup waktu untuk balik ke sana. Apalagi membutuhkan waktu setengah hari untuk sampai ke sana.

ane pun menanyakan kenapa emaknya bener2 meminta ane untuk pulang.
"ini, si Shuyang kembali di ganggu hantu, kemarin malam dia nangis2 dan ngamuk2 tidak jelas terus melotot2", ujar emaknya yang diartikan sama panpan ke ane
ane pun mengucap istigfar dan menanyakan apakah maen di belakang alias di daerah rumah nomer 5 yang ada 2 penunggu yang dulunya (demit part ini) pernah mengganggu shuyang sampai pingsan
"bukan, ini rumah yang di depan, yang deket rumah yang baru direnovasi", ujar emaknya panpan

Rupanya ceritanya dia bermain sama zhezhe ke rumah depan sampai sekitar jam 8 malam. Tiba2 zhezhe balik menggandeng shuyang dengan wajah yang sedikit hitam kebiruan dan mengeram2 melotot ke arah emaknya panpan. Tentu ketakutan dan panik emaknya dan emaknya ini memang bisa merasakan ada "arwah cowok" yang masuk ke dalam shuyang. nah masalahnya, ne arwah ga takut sama cewek kata emak panpan. Langsunglah ditelpon bokapnya panpan untuk segera balik. RUpanya bener setelah bokapnya balik, si shuyang tiba2 normal dan tidak nangis2 kesakitan lagi.
Makanya emak panpan minta ane balik lagi, karena sejak ane kagak rutin tiap bulan balik ke zhaoshan, tampaknya demit2 sudah mulai berani dan usil kembali gangguin rumahnya. emoticon-Big Grin
Ane pun penasaran, karena ane ga tau ne demit dari rumah yang mana, karena tak terdeteksi sama ane, mungkin demit baru.

Entar ane cek dah sapa tau bisa jadi cerita lanjutan emoticon-Big Grin . Oke lanjut ke cerita ini.

Hantu yang Usil di Rumah Pan Pan (Part 4)


Setelah sampai di rumah, karena sudah menjelang makan siang kami pun bersiap masak2 dan ane membantu menjaga bocah ini bermain2. Ane pun mengajak zhezhe untuk bermain ke belakang karena ane beneran mau mampirin ne demit rumah nomer 5 karena telah usil sama shuyang. Ane membiarkan zhezhe, manny dan shuyang untuk bermain berlari-lari sedangkan ane langsung inspeksi ne rumah.
ane segera ke pintu depan rumahnya yang terbuat dari kayu dan berwarna merah hati.
Saat itu ane kagak merasakan demitnya ada di rumah saat itu, mungkin dia ngumpet dimana pas siang ane kagak paham. ane duga dia baru balik lagi ke rumah ini menjelang maghrib. Ane segera mencari celah buat cara naek ke lantai 2 karena tau disini lokasi dia ngumpet.
Kebetulan ne rumah agak sedikit mepet dengan tebing atau katakanlah tanah yang dibelakang rumahnya. Setelah memastikan ane bisa masuk dengan cara lompat, ane pun segera makan siang dan berniat bakal datengin ne demit.

menjelang maghrib ane ajak panpan untuk maen ke rumah belakang. tentu si panpan sangat horor dan tak mau. Tapi ane yakinkan dia apa mau melihat si Shuyang dan emaknya panik terus repot mondar mandir ke rumah sakit. Apalagi ngeluarin duit 2 juta cuman ngecek hal yang tak ada apa2 atau berkaitan dengan kesehatan. Si panpan pun mau tapi dengan syarat dia tidak masuk dan hanya menunggu di luar rumah.
Setelah sepakat ane segera ke belakang rumah dan menaiki tebing terus loncat ke rumahnya. Waktu itu ane pun ngeri2 sedap soalnya takut ne rumah udah tua. Tapi karena melihat coran semennya lumayan tebal terlihat dari potongan bangunannya, ane pun berani lompat dengan bobot badan ane sekitar 78an kg.

Alhamdulilah ane berhasil masuk dan langsung merem mata ane untuk merasakan dimana ne demit. Apalagi saat itu sudah menjelang maghrib, jadi penerangan cahaya sudah sangat minim. Maghrib waktu winter sekitar jam 5.30 gansis. Ane tau bahwa ada 2 sosok yang berdiam di salah satu ruangan sebelah kanan yang ane duga itu kamar. Ane segera mendekati tuh ruangan diantara kayu2 yang sudah lepas2 dari atap rumahnya. Disitu ane berasa seperti tidak diterima oleh ne demit.
Ane pun membaca alfatihah, dan membakar rokok untuk sedikit menenangkan merinding ane.
segera ane mampir dan beneran bau seperti lembab dan campur apek bangkai tikus menyeruak dari balik pintu kamar ini.

Saat itu ane merinding bener tapi ane kagak melihat apa2. Ane pun seperti biasa, demit di China harus seperti ane menyalurkan energi ane supaya sefrekuensi baru bisa berkomunikasi.
"mau apa kamu kesini", ujar salah satu demit yang ane rasakan bapak tua
"aku mau kamu tidak menggangu keluarga panpan lagi", ujar ane
"apa urusan kamu dengan keluarga panpan", ujar bapak tua ini.
"aku suami panpan, walau aku orang asing, aku tak takut untuk berhadapan dengan kamu", ujar ane sembari menghisap rokok dan menunduk.

disitu ane seperti nafas ane tertahan dan ane tiba2 terdorong selangkah ke belakang.
"wogh, ngajak adu tekan2 kekuatan batin neh", ujar ane
ane pun mencoba tenang dan lempeng serta kembali mengajak nego dengan berendah hati
"sudah, lebih baik kita berbicara baik2, aku tau kamu tak tenang karena tidak ada yang memperhatikan kamu, tapi jangan karena tak ada yang perhatian, terus kamu tak senang melihat tetanggamu bahagia", ujar ane
ane merasakan ne 2 demit yang besar kemungkinan laki bini seperti mendengarkan dan kaget dengan perasaan mereka.
"nanti kalau kamu berjanji tidak menganggu keluarga panpan lagi, aku bakal tanya sama panpan dimana kuburanmu, nanti kubersih2kan dikit dan bakar2 mercon biar kamu senang", ujar ane

Nah wallahualam, sejak ane ngomong gitu dalam hati, tiba2 udara disekitar ane yang sebelumnya berat dan membuat ane susah nafas dan bergerak menjadi normal. Ane pun mengucapkan terima kasih dan akan menepati janji ane. Besok ane bakalan menanyakan sama panpan atau emaknya dimana letak makan ne laki bini. Tentu ane pengen tau kenapa ne laki bini kagak ada yang perhatian dengan makam mereka, dimana sanak familinya.
ane pun segera menghampiri si panpan yang menunggu di luar dan selalu memanggil2 ane cemas. Apalagi ane kagak nyahut2, ketika melihat ane dia langsung emosi dan panik karena ane tak membalas panggilannya.

"kamu itu ngapain di dalam situ lama bener, aku panggil2 ga dibales, jahat betul kamu", ujar panpan
"lah aku konsentrasi ngobrol dengan demit rumah ini, 2 pasutri tua demitnya", ujar ane
"hah kok kamu tau, terus2 gimana", tanya si panpan
"ya uda nego, tapi kita mesti bantu bersihin makamnya karena ga keurus", ujar ane
kami pun segera masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan emaknya panpan yang sudah menunggu kami untuk makan malam. Uniknya, mereka ini sudah tau ane dan panpan ke rumah belakang dan tidak mengganggu usaha ane buat nego sama demit di belakang rumah.

"emak, ne dia uda berhasil nego sama ntu demit di belakang rumah, tapi dia minta makamnya dibantu dibersihkan dan bakar mercon buat mereka", ujar panpan
"hah, begitu ya, ya sudah besok bersihkanlah dan beli mercon disana", ujar emak panpan dengan menjelaskan lokasi beli mercon
"terus malam ini mereka masih ganggu shuyang ga? atau hari laen masih ganggu ga?", tanya emaknya
"mudah2an nggak, tadi dia sudah berjanji, kalau masih ganggu berarti ga beres demitnya, perlu dihajar aja", ujar ane

emaknya pun seperti senang dan entah kenapa emaknya percaya dengan cerita ane padahal kata panpan setiap pembahasan tentang demit, emaknya selalu tak percaya dan merespon. tapi sama ane dia seperti percaya dan mau merespon.
ane pun sempat menanyakan perihal cerita dibalik misteri kenapa ne 2 pasutri sampai ga punya sanak famili. Tapi si panpan yang ketakutan dan mengajak untuk cerita hantu2 pada siang hari saja, jangan sekarang yang sudah menjelang malam apalagi ane pun masih merasakan belum tuntas gangguan rumahnya ini.

Alhamdulilah, setelah mandi sekitar jam 9an, ane segera patroli dengan melek di kamar ane sampai jam 1 malam. Ane pengen memastikan tak ada sosok yang datang terutama dari rumah nomer 5 belakang rumah panpan. Alhamdulilah, memang tak ada lolongan anjing dan si bubu pun tidak menggonggong2 seperti malam sebelumnya. Apalagi malam itu ane kagak merasakan merinding. Shuyang pun jam 10an sudah terlelap dan seluruh keluarga terlelap dengan tenang. Ane pun mengucap alhamdulilah dan bisa tidur dengan tenang, serta berterima kasih dengan demit sudah menepati janjinya tidak menggangu malam ini walau ane belum membersihkan makamnya.

karena si demit sudah menepati janji, ane pun semangat untuk menepati janji ane juga. Bangun pagi, ane segera bikin kopi dan segera menantikan panpan buat sarapan. Selesai sarapan ane segera mengajak panpan beli mercon dan beberapa pernik buat makam supaya sedikit senang ne penunggu rumah. emaknya pun tampak sangat mendukung sedangkan bapaknya panpan terkagum2 dengan ane yang penuh inisiatif dan seperti ngerti menghadapin urusan demit2an emoticon-Big Grin . Toko penjual perlengakapan makam pun kaget karena biasanya kalau membeli yang perlengakapn begini khusus hari2 perayaan tertentu dan juga kalau ada yang meninggal atau menikah. Tentu dia menduga apa ada yg meninggal atau si panpan yang mau menikahemoticon-Big Grin .Setelah diberi tau bahwa untuk keperluan lain tapi si penjual tak paham maksud panpan karena memang tak pernah ada selain keluarga yang mau ngurusin makam keluarga lain seperti kamiemoticon-Big Grin

Setelah sampai di rumah, ane pun meminjam arit dari emaknya untuk keperluan kebunnya.
masalahnya cuman satu, emaknya tidak tau dimana pastinya makam ne tetangga belakang. Terpaksa dia meminta waktu untuk keliliing nanya ke tetangga yang tinggal beberapa di zhaoshan. Maklum, kalau bukan hari libur nasional, ne kampung panpan bener2 sepi dan mungkin satu RT paling mentok 20 orangemoticon-Big Grin padahal rumahnya ada lebih dari 60. Setelah mendapatkan kepastian, panpan pun diarahkan ke makam yang ada di belakang kebun agak ke arah kebun lamanya dia yang disewakan ke orang yang ditanami dengan gandum.

Panpan pun tau lokasinya ne kebun gandum, kami segera berjalan berdua saja. dengan modal air di dalam botolan, sedikit bunga2 plastik dan mercon, serta 6 sumbu dupa, kami segera berangkat. Para bocah pengen ikut tapi dilarang sama emaknya panpan dan tentu emaknya bocah2 iniemoticon-Big Grin
"kau mau lihat hantu apa?", ujar emaknya
kami pun berjalan mengitari rumah nomer 7 untuk kelokasi.
"ini rumah siapa?", tanya ane
"hah kenapa?", ujar panpan
"ini agak ngeri ne demit disini, agak jahat, jangan pernah suruh anak2 maen kesini", jelas ane
"hah iya, penduduk sini pun pernah bilang jangan pernah maen ke rumah ini, karena ne pemilik rumah dulu pria yang tukang bunuh dan akhirnya mati karena di bunuh juga", ujar panpan

ane pun bener2 merinding melihat rumah ini yang membuat ane pusing entah kenapa. Pokoknya bener2 membuat ane ga tahan lama2 dekat ne rumah. Ane segera menyuruh si panpan jalan dluan, takutnya ne demit ngikutin kami ke makam dan pulang ke rumah bisa gawat. Belum beres urusan demit belakang rumah, mau ditambah dengan demit pembunuh dan korban pembunuhan pulak.
Kami pun menyusuri jalan sedikit lembab dan penuh ilalang. Disitu ane melihat beberapa kebun warga dan juga pepohonan jeruk.
tak lama kami sampai di kebun gandum yang menurut ane cakep soalnya warnanya kekuningan.

ane bisa merasakan bahwa makamnya tidak jauh dari kebun gandum ini. Entah kenapa ada seperti sreg yang menyuruh ane untuk mengajak panpan mengecek makam disini.
benar saja kami menemukan ada 2 makam yang tertutup ilalang dan tanahnya seperti masuk ke dalam. Ane segera mengeluarkan cangkul kecil untuk meninggikan ne tanah yang masuk ke dalam supaya seperti bentuk gundukan. Satu makam seperti lebih terawat sedangkan makam yang laen sangat tidak terawat. ANe duga, makam yang tak terawat ini makamnya si nenek jahat terlihat dari makamnya yang muram dan sedikit rusak.

Semua rumput2 dan ilalang yang ada di sekitar nisan ane bersihkan bareng panpan. Setelah beres, Ane segera kirim alfatihah dan menuangkan air dari botolan. karena tradisi china bakar dupa, ane pun bakar menancapkan dupa 3 biji ke masing2 makam dan bunga2 kincir angin dari plastik di atas makamnya. Segera ane maen merecon eh maksudnya bakar merecon di atas makamnya. Ada warga yang kebetulan kenal panpan heran melihat dia yang mengurusi makam bukan punya keluarganya. Setelah beres mercon, ane pun membakar rokok ane dan segera mencoba berkomunikasi dengan ne 2 demit. entah mengapa ane bisa merasakan ucapan terima kasih dan kepuasan dari dalam makam. Apalagi pas ane lewat depan rumah, ane bener2 merasakan ne 2 pasutri berdiri di depan rumah dan tersenyum2 bahagia ke ane. Tak pernah lagi mereka ane lihat seperti muka masam melihat bocah2 ponakan panpan maen di depan rumahnya.

Kami masuk ke dalam rumah dan ane pun mengajak cerita bagaimana silsilahnya keluarga ini kok bisa begitu menyedihkan dan menjadi usil.
"dua pasutri itu sebenernya memang dari awal tidak ada yang suka sama keluarga mereka, karena selalu komplain dan bahkan bertindak sesuka hati", ujar emaknya
ane pun meminta emaknya bercerita secara lengkap, ceritanya begini.

"dulu sejak emaknya panpan menikah dan tinggal di rumah, ne keluarga sudah dluan tinggal di rumah belakang. Saat itu dia sudah punya anak 2 cowok semua. Pekerjaan suaminya waktu itu seperti semi polisi atau katakanlah penjaga keamanan yang disewa oleh kampung. Istrinya waktu itu standar petani lah dan memang agak sombong karena suaminya cukup berpengaruh. Waktu itu, petugas pemerintahan desa masih sangat korup dan banyak petugas yang punya tanah lebih banyak ketimbang warga laen. Kalau protes, bisa dipukulin sama petugas keamanan ya suaminya ini yang terbilang sangat besar badannya untuk ukuran orang china waktu itu".

"Nah suatu saat anak cowok yang paling tua tiba2 ga sadarkan diri setelah balik dari maen di danau dekat kampung. DI bawa ke dokter desa maupun rumah sakit tetap pingsan dan tidak sadarkan diri. Salah satu warga memberikan nasehat bahwa dari hitung2an nasib dan tanggal pernikahan, lahir kedua pasutri, mereka mendapatkan kutukan bahwa keturunan mereka tidak boleh dekat2 dengan danau atau sungai. Kalau tidak mau roh atau sukmanya hilang ditarik sama penghuni danau atau sungai".

"sang bapak pun tidak percaya dan bahkan menantang si orang sepuh ini. Bahkan si bapak berencana mengajak anak keduanya seumuran 10 tahun untuk pergi berenang ke danau. Tak lama anak pertama mereka meninggal dengan tidak bernafas lagi serta tidak ada denyut nadinya. Si bapak sangat kesal dan kemudian menyalahkan anak2 sekitar kampung yang mengajak si anak pertama maen2 ke danau. Bahkan setiap orang tua anak dipukulin sama bapaknya karena tidak terima anaknya meninggal. Mungkin karena posisinya sebagai kepala pengamanan desa, tidak ada yang berani melawan dia".

"sebulan kemudian, si bapak mengajak anak kedua untuk berenang di danau dan seolah2 membuktikan bahwa pikiran dukun yang ghoib2 itu ga masuk akal dan bertentangan dengan semangat komunisme atau partai China. Semua harus realistis dan tidak ada kaitan dengan hantu2 ujar bapaknya. Wallahualam, bapaknya tiba2 balik dengan keadaan menangis dan istrinya menjerit ketika si bapak menjelaskan anaknya tiba2 hilang di sungai padahal waktu itu dia hanya 2 detik hendak menangkap ikan yang terperangkap di celah2 batu. Wallahualam, sudah dicarikan sampai ke seluruh sungai bahkan dibantu berenang kesana sini, mayat si anak tidak ketemu juga".

"sebulan kemudian, setelah kematian anak keduanya, pasutri ini akhirnya bakal mendapat calon momongan yang baru. Nah karena mereka sudah mulai percaya akan kutukan bahwa keturunan mereka tidak boleh dekat2 dengan air besar (sungai atau danau), pasutri ini mendatangi orang pintar ini. Nah orang pintar bisa membantu untuk melepaskan kutukan ini tapi dengan syarat sang bapak tidak boleh membunuh apapun sampai "roh hantu air" ini berhenti menempel di jiwa anaknya. Kemungkinan tidak bisa lepas, tapi bisa dicoba jika si bapak sungguh2 tidak membunuh yang bernyawa".

"singkat cerita, akhirnya si panpan punya anjing. Nah karena si tetangga belakang yang penjaga keamanan sangat tidak suka anjing, terpaksa panpan menyembunyikan anjingnya di dalam kamarnya. Entah apa yang terjadi, tiba2 si penjaga keamanan ini emosi dengan emaknya panpan karena ketahuan memiliki anjing di dalam rumah. Apalagi si anjing ini berusaha melindungi emaknya panpan yang dipukulin sama ne penjaga keamanan. Bapaknya panpan waktu itu sedang tidak di rumah. Alhasil si anjing ini menggigit kaki dan menyerang si penjaga keamanan. Mungkin karena emosi dan panik, dia tak sadarkan diri dan segera mengambil pisau di dapur dan segera membeleh leher ne anjing".

panpan yang tau anjingnya mati, tentu sangat dendam kesumat dengan ne tetangga belakang. Saat itu, panpan sekeluarga tidak tau bahwa dia ada pantangan tidak boleh membunuh yang bernyawa demi melindungi anaknya yang bungsu. wallahualam, apa dinyana tiba2 ne anak hilang di rumah. Sang ibu pun panik dan mencari kesana kemari tidak ketemu. Bahkan si bapak penjaga keamanan ini menuduh keluarga panpan yang menyembunyikan anaknya. Karena dia kepala keamanan, tentu bisa mengobrak abrik semua isi rumah untuk mencari keberadaan anaknya. Karena putus asa, akhirnya si ibu meminta bapak untuk bertemu dengan orang pintar yang menasehatinya.

Cerita tetangga yang ikut ke orang pintar, ketika melihat bapaknya si dukun ini tau bahwa bapaknya membunuh yang tak bernyawa. Dia melihat tangan bapaknya ini berlumuran darah dan sudah melanggar pantangan. Alhasil, anaknya langsung ditarik sama "roh air" yang sudah menempel dari lahir dan mengikuti keturunannya.
"kau sudah melanggar pantangan dan bahkan kau masih juga berbuat semena-mena", ujar si dukun china ini.
"sekarang anak kau itu disembunyikan sama roh air, dan sudah tidak bernyawa", ujar si dukun sambil menggeleng2kan kepala

"dimana dia, dimana dia", ujar si ibu
"dia ada di disumur rumah tetanggamu", ujar si dukun.
nah rupanya ne anak nomer 3 tenggelam ke dalam sumur rumah nomer 3 (lihat map yg ane kasih di awal). nah padahal semua sumur di kampung zhaoshan selalu di tutup dengan besi atau corcoran. entah bagaimana ne anak jasadnya bisa ada di dalam sumur tetangga ini. Mereka pun panik dan segera memanggil polisi untuk di bantu evakuasi.

ini uniknya menurut emaknya panpan, jadi ne anak tidak berbau busuk sama sekali tapi malahan seperti boneka yang kelamaan di dalam air. Bahkan terkesan kulitnya seperti karet dan tidak membusuk layaknya terendam dalam air. Air sumur di rumah ini pun tak berbau menurut si pemilik sumur. Karena memang sumurnya dalam keadaan tergembok saat dibuka, si bapak penjaga keamanan tidak bisa menyalahkan si tetangganya ini. Setelah itu, si bapak penjaga keamanan ini pun menjadi setres dan tak pernah ngantor lagi ke pos semi polisi kampungnya.

Sang ibu sejak saat itu selalu benci dengan anak kecil yang maen atau berisik di depan rumahnya. Dia pun selalu tidak suka melihat ada pasutri yang hamil termasuk emaknya panpan ketika hamil adiknya laki2. Apalagi anak2 emak panpan tumbuh dewasa dan remaja bahkan menikah. Semakin menjadi tidak sukanya mereka ini. Entah karena setres atau bagaimana, memang tidak pernah ada keluarga sanak famili yang berkunjung ke rumahnya mereka ini. hal ini yang membuat emak panpan sesekali memberikan hasil panennya untuk pasutri ini apalagi memang suaminya sudah setres dan istrinya seperti ada gangguan jiwa.

tiba2, Bau busuk menyeruak dari dalam rumahnya yang membuat emak panpan sangat kuatir tentang keberadaan pasutri ini. waktu itu emaknya mau mengajak istrinya untuk membantu dia memanen padi di sawah. Itung2 mengurangi setres bininya, tapi apa dinyana emaknya menemukan dua pasutri ini sudah tidak bernyawa.
Sang suami yang setres ditemukan gantung diri di dapur sedangkan sang istri ditemukan sudah tidak bernyawa di kasurnya. Menurut hasil penyidikan polisi, sang istri meninggal setelah menenggak obat tidur yang berlebihan.

menurut cerita, mereka meninggal pada hari yang sama dan tidak jauh jam kematiannya. Sepertinnya mereka merasakan hampa hidupnya dan terutama sang bapak yang merasakan beban batinnya. Apalagi sang istri memang berulangkali menangis dan menyalahkan suaminya atas kemaatian seluruh anak cowoknya. Wallahualam gansis.

Next rumah nomer 3


profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 17 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 17 balasan
emoticon-Recommended Selleremoticon-Recommended Seller
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Tak perlu mempermasalahkan penjelasan gurunya kawan, bahkan dalam banyak riwayat, rosul sering menjawab pertanyaan yg sama dengan jawaban yg berbeda. ! Dan tanda" yg di sebutkan di jelaskan guru ente tu, memang GAMBARAN yg di riwayatkan dlm kitab, masalah merasakanya gimana mungkin tiap orang beda" dlm merasakanya
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Wah seru banget ceritanya gan, ini thread udh jadi bahan bacaan ane 2 mingguan ini 😄
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Wah seru banget threadnya gan, numpang gelar tiker dah 😄
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Berkenalan dengan Hantu di China



Hantu yang Usil di Rumah Pan Pan (Part 5)


Sekarang kita beralih ke rumah kosong ke 3 yang berada rada ke kanan dari belakang rumah panpan. Rumahnya ini sudah compang camping dan berbata merah yang sudah tak beratap. Akibat 2 penampakan di rumah 6 dan 8, ane semakin kepo dan pengen tau semua seluk beluk rumah2 kosong di sekitar rumah panpan. Kebetulan rumah 1 yang persis bergandengan dengan rumah panpan ini adalah rumah pamannya. Ane kagak ada ngerasa ngeri2 atau merasakan sesuatu yang aneh dari rumah ini. Mungkin karena walau terbengkalai dan jadi lokasi tempat ayam emaknya panpan bertelur, kandang bebek dan juga digunakan untuk tanam sayur di pekarangan belakang. Membuat ini rumah tidak seram dan ngeri karena setiap hari dipakai hilir mudik sama emak dan bapaknya panpan.

Suatu pagi ane diajak keliling ke rumah no 3. Si panpan pun tampak ingin mengetes atau mungkin lebih tepatnya ingin memastikan tak ada arwah hantu yang menghuni ini rumah. Kalaupun ada, dia ingin meminta ane untuk memastikan ne arwah hantu tidak mampir2 ke rumah panpan.
"eh coba ini rumah dilihat, ada ga hantunya?", ujar panpan
"oh, coba aku masuk dan rasa2 dlu, kalau ada ya ada kalau nggak ya nggak ada berarti", jawab ane.
ane pun segera keliling ne rumah dan memang bentuknya masih bisa dibilang layak tinggal cuman tidak terawat saja. Rumahnya juga memiliki seperti altar dan ada gambar dewa perang keknya layaknya kepercayaan orang2 China dulu sebelum komunisme menjadi ideologi bangsa. Sehingga di ganti dengan sosok foto Mao Zedong di setiap rumah orang China sekarang ini terutama orang2 sepuh.

Oh sekedar informasi, yang menurut ane juga informasi menarik. Soalnya ane sendiri merasa info dan alasan kenapa banyak foto Mao Zedong di rumah2 orang2 china sepuh sangatlah menarik dan ane pun terkejut. Jadi ceritanya, dulu ada seorang kaisar China (ane lupa zaman dinasti apa), nah ne kaisar selalu didatengin hantu di mimpinya. Nah kaisar ini punya seorang jendral perang yang sangat mumpuni dan juga disegani ilmu ghaibnya. Inti kata, jangankan manusia, hantu aja segan sama ne sosok jenderal. Akibat ne kaisar selalu dihantuin ketika tidur dan hampir mati tercekik, dia meminta jenderal ini untuk berdiri di depan kamar tidurnya, mengawalnya semalaman selama kaisar tidur.

Memang di hari2 malam pertama, ada banyak gangguan dan demit pun dihajar sama ne jenderal. SI kaisar pun tidur nyenyak. tapi yang jadi masalah, masa sekelas jenderal harus berdiri di depan pintu semalaman, padahal banyak tugas yang harus dikerjakan selain cuman jadi satpam tidurnya kaisar. Nah untungnya si jenderal ini juga cerdas, dia memikirkan cara bagaimana ne kaisar tetap tidur nyenyak dan berkonsultasi katakanlah dengan penasehat spritual kerajaan waktu itu. SI jenderal pun bertanya, kenapa hantu2 takut sama dia tapi sama pengawal2 lain tidak. Si penasehat ini bercerita bahwa karena ada energi karisma dari dalam diri jenderal sehingga berefek pada pandangan mata si jenderal ditakuti sama demit2.

Si jenderal pun minta bantuan dan cara untuk menciptakan energi yang sama ke sesuatu yang bisa ditakuti oleh demit. Alhasil, si penasehat ini menyarankan agar foto atau lukisan si jenderal perang ini di tempel di kamar dan depan pintu kamar tidur kaisar sehingga seolah2 sang jenderallah yang mengawal. Nah rupanya, wallahualam resep naruh foto jenderal perang ini sangat manjur dan sang kaisar pun tidur nyenyak. Sejak saat itu, tersiar kabar bahwa foto sang jenderal perang ini sangat manjur untuk tolak bala dan mengusir gangguan2 hantu di rumah2 penduduk. Makanya, ada tradisi nempel foto2 dewa ataupun jenderal2 perang di rumah2 penduduk china. Nah untuk kaitan kenapa diganti sosok Mao Zedong, soalnya dipercaya Mao juga memiliki karisma yang tak kalah kuat dan disegani oleh demit2. Makanya diganti bukan lagi foto2 jenderal perang zaman kaisar dlu tapi diganti dengan foto Mao, unik kan pola pikirnyaemoticon-Big Grin

Oke balik ke cerita ne rumah nomer 3.

Ane merasakan di rumah nomer 3 ini adem ayem saja alias energi positif lah dari rumah ini. Walau ane merasakan sepertinya juga ada kesedihan yang mendalam dari rumah ini. Tapi, untungnya ne pemilik rumah termasuk orang baik hatinya jadi ndak jadi arwarh ngantu alias penasaran.
"gimana rumah ini, berhantu nggak?", tanya panpan dengan penasaran
"sebenernya ga ada hantunya, tapi keknya ada cerita sedih ne rumah", ujar ane
"hah, gitu ya syukurlah, padahal ceritanya memang lumayan tragis tentang rumah ini", ujar panpan
"kok semua tetanggamu ceritanya tragis2 semua, jangan2 kamu ikutan tragis juga ntar", ujar ane emoticon-Big Grin
"hus, sembarangan kalau ngomong" ujar panpan

Si panpan pun bercerita tentang ne rumah nomer 3.

jadi waktu si panpan sudah SMP, ne rumah dihuni oleh suami istri dan 2 orang anak lelaki yang sudah dewasa. Nah menurut panpan, 2 anak lelaki ini tergolong tampan dan juga lumayan sukses. Waktu itu semua anaknya ini belum sempat menikah karena keburu maut menjemput. Ada 2 kesedihan yang dirasakan oleh suami isteri ini karena 2 anak lelakinya meninggal dengan tragis dan tak memiliki penerus garis keturunan.

ane cerita anak pertama, sebut saja namanya Wan er pan. Nah Wan er pan ini bekerja di bisnis properti. Waktu itu banyak investasinya dengan joinan dengan pemerintahan lokal berbuah manis dan jasa kontraktornya selalu dipakai untuk membuat infrastruktur di beberapa kota. Koneksi si wan er pan pun merambah minimal di tingkat provinsi dengan pejabat2 pemerintahan. Uang semakin bertambah, keluarga wan er pan pun bahagia dan tak jarang banyak anak gadis yang mau dinikahi sama dia. Emaknya pun berulang kali mengingatkan dia untuk segera menikah karena sudah pengen cucung.

Namun si wan er pan ini masih tak menghiraukan dan masih menikmati masa2 bujang dengan banyak duit dan sibuk sana sini ke luar kota. Singkat kata, si wan er pan ini sangat ambisius dan ingin kaya sekayanya2 dlu baru nanti menikah. Apalagi, dia waktu itu belum sampai umur 35an lebih, jadi masih pengen membujang. Apa dinyana suatu ketika terjadi kecelakaan yang tragis menimpa wan er pan. Mobilnya "terlindas" truk besar sehingga mobil sedannya pun menjadi seperti lempengan besi. Si Wan er pan di temukan di dalam mobil dengan kepala yang gepeng dan badan hampir tak ada tulang sam sekali. Bener2 tragis kalau ane bayangin dan ane pun ditunjukkin model mobil truknya yang ukuran untuk mengangkat tiang beton itu loh gansis. Ente bayangin kalau sedang tak ada muatan aja, bannya sudah bikin remuk mobil sedan, apalagi kalau ada bobotnya ntu truk, masya allah dah ane bayanginnya.

Polisi dan pihak rumah sakit pun menyarankan bahwa untuk segera dikremasi saja dan tidak usah dibawa ke rumah mayatnya. Karena takut akan memberikan efek horor dan trauma bagi orang tuanya. Apalagi sudah terbilang lumayan berumur lah bapak emaknya wan er pan ini. Namun apa dinyana, emaknya wan er pan tetap berkeras meminta jasad anaknya yang sudah gepeng terlindas truk tronton ini tetap di bawa ke rumah dan di doakan dlu sebelum dikremasikan. Waktu itu tetesan darah dari peti mayatnya masih menetes beberapa di jalan setapak menuju kediaman wan er pan ini. Apalagi bau amis darah yang masih tercium sesekali walau dupa sudah dibakar dengan lumayan banyak ujar panpan.

Ketika membuka peti mayat wan er pan, emaknya pun langsung lemas dan hampir tak sadarkan diri sambil teriak2.
"anakkkuuu anakkkkuuuu, kau biadab, supir truk biadab, bodoh bodoh", umpatan emaknya wan er pan begitu kira2 ujar pan pan yang mendengar dari luar rumah
ane bisa membayangin dan saat itu juga merasakan tangisan kesedihan di rumah ini yang masih sangat menempel di rumah nomer 3 ini.
si sopir truk itu pun kena penjara kalau ga salah 10 tahun kata panpan.

Untungnya penduduk lokal temasuk bapaknya panpan sigap melihat tetesan darah dari peti mayat wan er pan ini. Langsung di siram pakai air. Nah menurut cerita panpan, dia tak tau apa yang terjadi apakah ada penampakan dari wan er pan. Tapi menurut emaknya panpan, seringkali beberapa burung malam (mungkin maksudnya burung hantu) berbunyi2 di pohon dekat belakang rumahnya beberapa hari sebelum dan sesudah wan er pan meninggal. Menurut keyakinan emaknya panpan, itu suatu pertanda. Waktu itu dia bener2 panik, kuatir dengan bokapnya panpan yang juga kerja menyupir truk tronton dan panpan yang tinggal di dorm sekolahnya. Rupanya yang terjadi si wan er pan yang dipanggil nyawanya, wallahualam.

Kejadian wan er pan yang meninggal terbilang masih muda dan single, memberikan ketakutan kejadian terulang kembali dengan adiknya. Kita sebut aja nama adiknya ini wan bing. Nah karena waktu itu, masih sangat kental kepercayaan dengan karma baik dan karma buruk, apalagi pengalaman dari tetangga sebelah (rumah nomer 5) yang anaknya tidak boleh berkaitan dengan air besar (danau dan sungai). Sang emak wan bing pun berkonsultasi dengan orang pintar penganut taoisme. Setelah diterawang, memang sudah ada takdir bahwa kesialan di keluarga wan bing ini yaitu berkaitan dengan jalan dan transportasi. Pokoknya sebisa mungkin tidak terlalu sering mobile atau bergerak ke sana kemari di jalan raya atau terlalu lama berjam2 di dalam moda transportasi darat begitu menurut si dukun taoisme ini.

Si emak pun percaya dan benar2 mewanti-wanti wan bing untuk tidak mencari pekerjaan yang berkaitan dengan jalan raya dan moda transportasi. Nah awalnya si wan bing ini mendengar nasihat emaknya dengan hanya membuka warung sarapan dan toko kelontong di pinggir jalan. seiring dengan waktu, karena memang di zhaoshan menurut ane ya kalau cuman ngandelin buka warung dan buka toko kelontong sangat kecil perputaran duitnya. Apalagi memang wan bing perlu duit untuk menikah. Seperti ane bilang, menikah di China sangat mahal maharnya. Rumah+mobil itu syarat utama belum duit maharnya dan pernak pernik perhiasan buat pengantin.

Nah rata-rata waktu itu, teman2 wan bing termasuk abangnya panpan ini se angkatan dan sepermainan lah. Nah waktu awal tahun 2000an, bisnis infrastruktur atau konstruksi sangat booming. Sehingga, peralatan angkut berat seperti truk tronton sangat2 dibutuhkan dan juga digaji lumayan tinggi. Semalam (2 x angkut) bisa menghasilkan 4000 yuan alias kurang lebih 8 juta. Bayangkan kalau sebulan, tentu banyak bener duit mereka saat itu termasuk abangnya panpan ini. Mereka memang sudah fokus nyari duit untuk ditabung supaya sebagai modal nikah. Nah kecuali wan bing, semua pemuda termasuk abang pan pan membeli mobil truk tronton atau katakanlah kredit di bank untuk bisa punya ne mobil karena bakal disewa oleh banyak konstruksi di berbagai kota.

Sesekali, abang panpan dan beberapa temannya mampir sarapan atau beli rokok di warung kelontong si wan bing ini sebelum berangkat kerja. Awal-awal, si wan bing ini tak tergoda untuk ikut2an menjadi sopir tronton dan investasi di transportasi alat berat. Namun dengan melihat duit yang dihasilkan sangat besar dan terbukti hanya 6 bulan, tronton yang dikredit di bank sudah lunas dan jadi aset pribadi. Setau ane, harga satu truk tronton ini kurang lebih 2 miliar gansis kalau duit kita (100.000 yuan lebih). Si wan bing pun sudah punya kekasih yang sudah menodong untuk segera dilamar kalau tidak akan diputuskan oleh pacarnya. Sesuai omongan ane, cew di china itu jual mahal gansis karena perbandingan cow dan cew yang sangat jompang. Kalau dulu, orang china sangat senang anak cow, sekarang sangat senang anak cew karena tak perlu mempersiapkan modal nikahemoticon-Big Grin

Si Wan bing ini sempat meminta saran dengan abangnya panpan perihal niatnya untuk ikutan beli mobil tronton ini. Abangnya panpan pun meminta nasehat dengan emaknya karena tau bahwa emaknya wan bing ini meminta emaknya untuk tidak menawar2kan kerja jadi sopir tronton mengingat pantangan keluarganya. Emaknya panpan mengingatkan anaknya untuk tidak menyarankan dan kalaupun si wan bing berkeras, segera lapor ke ortunya. Takutnya jadi kena getahnya, apalagi ada kasus di rumah ke 5 yang anaknya meninggal di danau dan anak2 yang maen kena amuk dan dihajar ortunya (cerita sebelumnya part 3).

Setelah diancam akan dilaporkan ke emaknya oleh abang panpan, si wan bing ini rada surut niatnya untuk ikut2an beli mobil tronton. namun apa daya, kawannya wan bing ini bukan hanya abangnya panpan. Alhasil, banyak kawannya yang laen berhasil menggoda si wang bing untuk segera ditemani beli mobil tronton dengan meminjam uang di bank. Waktu itu, bank sangat mudah untuk menyetujui pinjaman uang untuk beli mobil tronton akibat maraknya bisnis konstruksi saat itu.
"alah, itukan kepercayaan orang dulu, sekarang sudah modern, dulu banyak hantu, sekarang mana hantu, kami saja kerja lembur tiap malam ke tempat2 gelap tak pernah ngelihat hantu, sekarang sudah jaman modern, sudah lupakan karma2 buruk dukun2 lama, yang penting kamu hati2 di jalan, pasti tak ada masalah", begini mungkin kira2 bujuk rayu temannya menurut cerita abangnya panpan.

apalagi abang panpan dan banyak temannya waktu itu sudah persiapan mau menikah semua. Tinggal wan bing dan beberapa teman yang belum menikah yang memang tergolong bad boy. Sedangkan si wan bing ini anak baik2 tapi kurang modal menikah (tenang para jomblo yg ngebet nikah, banyak kok senasib dengan enteemoticon-Big Grin , tapi ane kagakemoticon-Big Grin ). Mungkin karena juga pengen ngebet nikah, si wan bing akhirnya minta diajarkan mengendarai tronton dan segera mengurus sim khusus kendaraan tronton.

Setelah beres sim, si wan bing segera minta ditemanin ke bank dan dealer untuk mengurus pembelian mobil tronton. Setelah dirayakan mobil barunya, karena berharap tidak mendapatkan sial selama dikendarai, wan bing pun mulai ikut dalam kelompok dan rombongan penyopir truk tronton. Waktu itu emaknya tidak curiga karena kerja sopir truk tronton ini mulai jam 9 malam balik jam 5 pagi. Wan bing selalu pintar alasannya dengan alasan bermain kartu di rumah temannya. Memang, main kartu hingga larut malam sudah lumrah bagi orang china. Untuk menutupi debu2 akibat mengangkut bahan2 konstruksi, si wan bing selalu membasahi pakaiannya. Setiap ditanya kenapa pakaiannya basah, selalu alasan habis nyari ikan di danau barang teman2nya.

Nah hingga suatu ketika, ramalan dari dukun taoisme ini bener2 kejadian wallahualam gansis. Ketika hendak mengantarkan barang, si wan bing mengalami kecelakaan yang tragis. Yang mengerikannya, yang hanya bisa ditemukan dan dibawa pulang ke rumah emaknya itu hanya kepalanya doang tanpa badan. kepalanya ini ditemukan di pinggir jalan sedangkan badannya entah kemana. besar kemungkinan, badannya terpotong dan terpental entah kemana kemungkinan masuk jurang atau ke atas gunung. Menurut keterangan polisi, akibat di tabrak dengan kecepatan tinggi. Nah urusan kok bisa bikin kepala terpenggal ane kagak tau dan abangnya panpan serta panpan juga kagak tau kenapa kepenggal begitu.

Abangnya panpan curiga mungkin si wan bing ini setop sebentar pengen pipis, dan ketika lagi naek ke atas truk trontonnya (ane pernah diajak naek dan ngantar batu kapur, jadi kalau mau naek tronton ini pintunya sekitar 2 meter dari atas tanah dan harus manjat) tiba2 di hantam oleh kendaraan yang kemungkinan tronton juga. Mungkin waktu itu membawa semacam plat baja yang langsung memenggal kepalanya si wan bing ini dan badannya di tabrak terpental kemana wallahualam. (ngeri dan horor kan gansis)

mendengar anaknya kecelakaan di jalan, apalagi setelah tau lokasi kecelakaannya sangat jauh dari Zhaoshan bahkan berjarak 2 kota dari tempat tinggalnya. Memberikan kecurigaan bagi emaknya kenapa bisa meninggal begitu jauh. Awalnya emaknya menduga bahwa anaknya di bunuh orang. Tapi bagi tetangga yang sudah tau bahwa si wan bing ini juga kerja jadi sopir tronton, tau bahwa kecelakaan waktu di jalan raya. Emaknya juga tidak tau bahwa yang bakalan datang ke rumah duka hanyalah kepala wan bing. Polisi dan teman2 wan bing serta penduduk lokal sudah berusaha mencari badannya wan bing ini. Tapi tetap ga ketemu. Besar kemungkinan dibawa atau terbawa sama yang menabrak wan bing.

Apalagi zaman itu belum ada cctv di jalan, jadi pelaku penabrak wan bing ini tidak diketahui. Mungkin si penabrak takut kena penjara 10 tahun sehingga sampai sekarang tidak tau siapa pelakunya ini. Tapi menurut pengalaman polisi, kemungkinan besar pasti mobil tronton juga yang tak sengaja menyabet badan wan bing ketika hendak manjat truknya.
Ketika melihat yang dibawa hanya sebuah kotak seukuran kotak hadiah ulang tahun, emaknya wan bing pun keheranan. Dia tak habis pikir kenapa mobil ambulans dan polisi yang datang memberikan kotak putih ini.
"apa ini, maksudnya apa, mana peti mayat anakku", ujar emak wan bing menangis sampai serak
"sabar, bu sabar, ini dibuka perlahan, coba dibantu dan ditunjukkan", ujar polisi
saat itu suaminya atau bokapnya wan er bin yang membuka dan emaknya duduk melihat dengan cemas.

"astagaaaaa wan bing wan bing anakkkuuuuu, kenapa begini, tuhan kenapa begini anakku mati hanya kepala, apa salah kami apa salah kami", ujar emak wan bing teriak2 dengan keras
bokapnya wan bing hanya lemas dan terduduk tidak bisa berbicara apa2 sedangkan suara tangis dan teriak emaknya begitu melengking.
"siapa, siapa yang bunuh anakku polisi, matikan dia, matikan", ujar emak wan bing dengan melotot ke arah polisi.
"bu, anak ibu tidak dibunuh, tetapi kecelakaan di jalan raya", ujar polisi berusaha menenangkan

polisi pun menjelaskan bahwa anaknya sedang membawa mobil truk tronton yang kemungkinan stop karena buang air kecil. Disitu dia mengalami kecelakaan alias ditabrak dan menyebabkan kepalanya terpenggal.
emaknya tetap tak percaya karena dia tau wan bing tidak mungkin bekerja di jalanan apalagi membawa mobil tronton. sang pacar dan teman2 wan bing pun menceritakan dan membenarkan cerita bahwa wan bing memang menjadi sopir mobil tronton. Apalagi dengan menunjukkan sertifikat mobil tronton dengan nama wan bing. pacarnya wang bing pun bercerita bahwa ini salahnya dia karena mendorong untuk segera melamar dan punya modal nikah.

tangisan pacarnya dan emaknya wang bing menyatu memberikan rasa haru dan ngeri yang mendalam di rumah duka. Aroma bau busuk dari kepala wang bing yang sudah cukup lama membuat beberapa pelayat mual dan tidak kuat. Tetangga pun segera menyarankan untuk segera dikremasikan kepalanya wan bing karena sudah sangat membusuk baunya. Dengan menangis dan dipeluk kepalanya wang bing, emaknya menangis menjadi-jadi.
bapaknya tiba2 ke belakang dan hendak menggorok kepalanya juga karena tidak tahan hidup dan merasakan penderitaan begini. Untungnya tetangga sigap dan segera menghentikan niat bunuh diri bapaknya wang bing.

Polisi segera bertindak cepat dan meminta segera dikremasikan dan meminta keluarga sanak famili dari bapak dan ibunya untuk membawa emak dan bapak wang bing ke rumah sakit untuk diberikan obat penenang dan untuk dijaga 24 jam. Takut akan terjadi tindakan nekat. Segera keluarga sanak famili mengkremasi kepala wan bing dan diadakan acara perayaan kematian di rumahnya. Seminggu kemudian bapak dan emaknya kembali ke rumah namun saat itu ditemani oleh salah satu adiknya emak wang bing. Bapaknya seperti orang linglung dan hanya melamun melihat ke luar rumah. Sedangkan emaknya wang bing tak berhenti menangis yang mengakibatkan matanya buta. Ane kagak tau apa iya kalau nangis terus2an bisa buta, tapi menurut panpan iya begitu kejadiannya. Emaknya menjadi buta dan bapaknya wang bing menjadi linglung.

karena repot dan tidak bisa selamanya tinggal di Zhaoshan, adik emaknya ini memutuskan untuk membawa suami dan istri ini tinggal di rumahnya dekat provinsi laen. Sejak saat itu rumah ini menjadi terbengkalai dan tidak pernah lagi dikunjungi. Pernah ane tanyakan apakah sempat ada penampakan dari wang bing. Menurut panpan tak pernah ada mungkin karena meninggalnya tidak di rumah jadi tidak pernah menghantui. Oh ya sekarang (sejak tahun lalu) rumah ini tampaknya sudah diambil alih sama keluarganya dan dibangunkan menjadi rumah 2 tingkat yang bergaya eropa. Memang, menurut cerita panpan sanak familinya keluarga ini termasuk pejabat dan punya posisi di kota tempat tinggalnya. Inilah kisah rumah no 3

Next rumah no 7


profile-picture
profile-picture
profile-picture
saaans dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Tempat kkn tu kampung orang bugis kah.?
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 26 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 26 balasan
Sepertinya demit2 punya ciri khas & kebiasaan masing2 tergantung daerah tempat tinggal nya ya gan 😄
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Berkenalan dengan Hantu di China

Hantu yang Usil di Rumah Pan Pan (Part 6)


Sebenernya berkaitan dengan rumah no 7 ini hanya kebetulan ane ketemu sama hantu atau katakanlah arwah energi yang masih tersisa di rumah ini. Apalagi, memang tidak ada gangguan ke rumah panpan dari arwah rumah ini. Mungkin karena jaraknya agak jauh dan beberapa rumah, atau memang terhitung sudah terbengkalai hampir lebih dari 40 tahun mungkin. Bener2 kosong dan mungkin juga sengaja dikosongkan sama sanak familinya. Ane yakin ini rumah bener2 tidak kena renovasi layaknya rumah2 sekitar yang seiring waktu mengikuti gaya rumah modern. Sedangkan rumah no. 7 ini ukurannya sangat kecil dan dinding yang masih model2 rumah2 kuno di film2 pedesaan dulu. Hanya seperti di dempul dengan tanah liat bercampur lumut2 kehijauan. Ukuran rumah ini tak lebih dari mungkin 1x10 m mentok.

Aura rumah ini bener2 lembab dan tentu otomatis berasa angker2 dkit apalagi kalau ente lewat disini menjelang malam. Ane yakin ente seperti panpan dan saudara2nya yang langsung ngacir dan memilih tak melewati depan rumahnya ini. Bubu, anjingnya panpan selalu menggongong ke arah rumah ini terutama pada waktu malam purnama. Nah satu hal yang menarik menurut ane, di China ini tak ada satu tempat pemakaman yang dikhususkan untuk warganya. Menurut pendapat ane, rata2 sanak famili yang dimakamkan dulu berada di areal dekat tanah pertanian atau perkebunan. Alias tak ada tempat yang pasti untuk menguburkan atau sebagai tempat nisan. Bebas2 saja, asalkan tanah yang digunakan tidak berdekatan dengan rumah penduduk.

Inilah yang menyebabkan ane melihat banyak makam atau nisan yang berada dekat perkebunan. Tak heran, makam rumah nomer 5 berada tak jauh dari ladang gandum yang ane ceritain sebelumnya. Nah suatu ketika, karena ane sangat senang dengan cocok tanam. (ini cocok tanam beneran gan, bukan cocok tanam yg di pikiranmu itu....emoticon-Big Grin , walau ane hoby juga yg ntuemoticon-Big Grin ).
"eh ayok ke kebun, kita panen sayur buat makan malam", ajak panpan
ane pun dengan semangat 45 segera beres2 dan bergegas ke kebun bareng panpan, ponakannya dan emaknya panpan.

(sedikit gambaran cocok tanam dan hasilnyaemoticon-Big Grin )
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)

Kami saat itu berangkat sekitar jam 5.30 menjelang senja berakhir. Ane saat itu tidak tau bahwa kebun2 yang dimiliki panpan ini ternyata ada beberapa tempat yang berbeda. Nah khusus yang bakal ane datengin ini sebenernya si panpan ga pernah mau pergi ke sini kalau sudah mau maghrib begini. Ane kagak tau bahwa si panpan enggan karena dia ini sangat takut sama hantu rupanya. Waktu itu dia masih menutup2in bahwa sangat takut sama yang berbau2 hantu. Awalnya ane pikir dia kagak mau pergi soalnya tempatnya yang jauh atau susah aksesnya.

Namun setelah ane tau, rupanya ne kebun sayur lokasinya harus melewati beberapa makam atau katakanlah nisan2 tua. Ane pun kaget waktu itu karena di sebalik keindahan kebun2 bunga teratai dan beberapa bunga warna warni di pinggir jalan, tersembunyi beberapa nisan tua. Panpan pun langsung menggandeng ane dan tidak ingin melepaskan tangan ane dari genggaman dia ketika melewati nisan2 ini. Kalau tidak salah ada 3 nisan yang kami lewati saat itu. Ada 2 nisan yang menurut ane sedikit menarik perhatian ane. 1 Nisan menurut ane tidak ada masalah karena menurut ane ne yang dikuburin disini meninggal secara wajar dan memiliki hidup yang lumayan bahagialah.

Panpan pun mulai menginterogasi ane tentang nisan2 ini, apakah ada kemungkinan dia ngikutin kami balik ke rumah apalagi setelah ane ceritain hantu2 yang telah enak2 sama dia tanpa dia sadari emoticon-Big Grin .
"nantilah, bantu dulu emakmu panen sayur, mana aku ga pernah metik sayur secara langsung, jadi pengen tau betul", ujar ane
memang ane bener2 pengen kalau uda tua pengen jadi petani ala hidup harvest moon. Menurut ane hidup bener2 damai dan nikmat ala harvest moon walau sepertinya ga mungkin mungkin kalau sudah sangat sangat sepuhemoticon-Big Grin .

ane pun mulai memetik sayur2 dan beberapa buah yang jumbo seperti di foto. Setelah beres memetik sayur untuk konsumsi, dan matahari mulai semakin maghrib, emak panpan pun mengajak kami untuk segera beres2. Nah disaat aura maghrib mulai masuk, disinilah ane merasakan ada sosok yang mengamati kami dari kejauhan. Tepatnya dari 2 nisan ini yang ane rasakan ada semacam kabut menyelimuti di belakang nisan. Ane pun berusaha menajamkan sensitifitas batin ane untuk mencoba menyelami atau sedikit berkomunikasi dengan ne pemilik nisan. Ane takutnya dia terganggu dengan kami yang melewati nisannya.

Satu nisan yang berada tak jauh dari kebun sayur ini sangat2 suram. Entah kenapa menurut ane sangat "berair" ne arwah hantu. Ada rasa dendam yang kuat dari nisan ini. Ane pun penasaran dan mencoba memejamkan mata ane untuk merasakan apa yang membuat dia begitu dendam. Ane dapat merasakan seperti tidak terima dan bener2 mengamuk ne arwah. Tapi anehnya dia seperti terkunci di dalamnya. Curiga ane, dulu sempet jadi hantu keliling2 desa tapi sudah berhasil dikunci sama orang pintar dulu. Karena ane tau dari bentuk nisan dan tulisan di nisan yang sangat tulisan kuno, pasti sudah dikuburkan sangat lampau waktunya.

Pan pan menegur ane karena ane tidak sadar bahwa emak panpan pun melihat ke ane yang sedari tadi diam dan memejamkan mata.
"eh, kamu ngapain? ngerasain ada hantu apa?", ujar panpan sedikit teriak
"ah, hahahha, nggak2 apa2, cuman merasakan ada ghaib2 dikit aja", ujar ane sedikit malu.
emak panpan pun menunduk dan sepertinya tau bahwa dia juga mungkin sering merinding di kebun karena sosok yang berasal dari nisan tua ini.
ane pun mendekati panpan untuk menanyakan tentang sejarah ntu nisan tua.
apalagi ada emaknya panpan, ane berharap dapat cerita yang lebih lengkap. Curiga ane, ne nisan bahkan ada jauh sebelum panpan lahir.

"eh, panpan ntu nisan sepertinya jadi arwah penuh dendam karena mati terbunuh apa kecelakaan ya?", tanya ane
"hah iyakah? aku aja ga tau itu makam siapa, lihat aja tulisannya aja aku ga ngerti", ujar panpan
ane pun meminta si panpan untuk menanyakan ke emaknya mengenai cerita ne nisan tua.
"ma, ini nisan dari penduduk kampung kita?", tanya panpan selagi kami sedang berjalan di sela2 kebun sayur tetangga.

emaknya panpan pun seperti enggan untuk bercerita dan sedikit menghela nafas. Tampaknya emaknya tidak mau cerita kalau masih dekat dengan nisan. Curiga ane, dia juga bisa merasakan ne arwah penuh dendam dari nisan tua. Akhirnya setelah melewati nisan tua seram ini, kami pun berpapasan dengan nisan yang menurut ane tak terlalu tua seperti nisan yang agak masuk ke dalam ke kebun.
ane pun merasakan ada yang muncul dari nisan ini yang bersembunyi dekat pohon yang tak jauh dari nisan ini.
ane melihat ke belakang, dan benar saja ane melihat bener ne sosok seperti hantu normal dengan aura biru kehitaman. Ne sosok berpakaian baju china kuno mewah, yang ane yakin pasti orang kaya dulunya. Nah cuman satu yang aneh dari ne demit, kenapa dia ga bahagia padahal dari pakaiannya jelas2 bagus dan mewah. Makamnya pun ane bisa bilang bagus dan terawat.

"eh, ne makam aneh, dan sosok arwahnya pun aneh, kenapa berpakaian mewah tapi kelihatan tidak bahagia, beda sama makam yang satu itu", ujar ane ke panpan
panpan pun berujar ke ane bahwa ntulah makam rumah nomer 6.
ane pun mahfum, dan pantas saja seperti kenal dan pernah ngeliat ne sosok tapi dimana. Setelah ane ingat2, rupanya ne sosok arwah yang ane lihat di lantai 2 waktu sore2. Pantes saja dia kelihatan tidak bahagia padahal tergolong orang kaya. Mungkin penuh penyesalan karena hidup mengutamakan kaya tapi mengabaikan kebahagiaan anak2nya.

setelah menyeberang jalan, memang kebetulan kebun panpan ini mesti nyebrang jalan. Sekitar 30 m dari nisan, barulah emaknya panpan mau cerita dengan suara yang berbisik2.
"itu nisan yang adit sebut, itulah makam rumah no.7" ujar emak panpan
"oh, itu berarti makamnya orang yang mati dibunuh itu", ujar panpan
emaknya panpan pun mengangguk dan seperti enggan membahas
"itu makamnya orang jahat kampung ini, bener2 jahat", ujar panpan
"lah kenapa jahatnya?", ujar ane
"dia itu terkenal sebagai pembunuh bayaran, pokoknya sudah terkenal banyak orang2 dulu dibunuh misterius itu karena dia, bahkan beberapa penduduk kampung sebelah itu dibunuh dia", ujar panpan.
ane pun meminta penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana hidupnya sebagai pembunuh bayaran dan bagaimana dia meninggalnya. Panpan pun mengejar emaknya untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Tapi emaknya menolak dan bercerita nanti setelah masak dan makan malam. Ini harus buru2 masak karena sudah lewat jam makan malam.

panpan pun mengkode ane untuk mengingatkan dia supaya menagih cerita dengan emaknya. Menurut panpan, kebetulan emaknya juga senang untuk bercerita-cerita tentang masyarakat yang dia tau. Apalagi, dia juga sedikit aneh karena ane bisa merasakan hal2 yang emaknya merasakan tapi berusaha untuk dihiraukan. Setelah makan malam, beres2 cuci piring dan mandi. Barulah kami bertiga bareng ponakan di kamar emaknya untuk mulai bercerita. Waktu itu sudah masuk musim dingin sehingga kami berempat ngumpet di kamar emaknya sambil cerita2.

"emak, itu gimana cerita rumah pembunuh itu", ujar panpan
ane pun memberitahukan panpan untuk mendengar seluruh cerita, baru nanti cerita ke ane secara keseluruhan. kalau ada yang pengen ane tanyain, baru lanjut cerita lagi.
setelah sekitar 5 menit emaknya cerita, barulah panpan mentranslate ke ane menurut penuturan emaknya.

begini ceritanya, kita sebut aja namanya Zhang Kun, pemilik rumah no.7

Zhang kun ini anak tunggal. Kebetulan, si Zhangkun ini waktu dia sudah beranjak dewasa, emaknya panpan masih bocah umuran SD. Nah karena dia anak tunggal, sejak meninggal emaknya, otomatis si Zhangkun ini tinggal sendiri. Nah karena dia sudah hidup mandiri seorang diri tanpa pengawasan orang tua lagi, si Zhang kun ini bebas melakukan apapun. Mulai dari berjudi, berkelahi, mencuri, dan main perempuan (termasuk mengganggu istri pendudukemoticon-Big Grin ) karena memang sosok Zhang kun ini lumayan tampan dan kekar. Kekuatan Zhangkun ini sebenernya sangat dimanfaatkan penduduk terutama buat nolongin petani angkut2 hasil panen padi dan narik kerbau buat bajak sawah.

Namun akibat berteman dengan para penjahat, dan memang ada kesempatan dan kemampuan, si Zhangkun pun mulai merambah menjadi pembunuh profesional. Uniknya, si Zhangkun ini tak pernah membantah jika ditanya profesinya sebagai pembunuh. Walau sudah ada polisi saat itu, tapi tak bisa membuktikan bahwa kasus pembunuhan yang terjadi adalah korban dari si Zhangkun. Modus operandi si Zhangkun ini selalu menerima job hanya di luar kampung atau kota lain, sehingga tidak pernah dicurigai. Sejak benar2 menjadi pembunuh bayaran, si Zhangkun sudah tidak pernah lagi atau jarang terlihat oleh warga di rumahnya. Rumahnya pun dibiarkan gelap dan tak terawat.

memang sesekali si Zhangkun balik dan uniknya dia ini tak pernah berlaku jahat dengan warga kampung. Dia masih sopan dan sesekali keliling dan menegur warga sekitar. Tak jarang warga tak segan2 minta tolong "tenaga" jika zhangkun ada di rumah. Benar-benarlah tak kelihatan bahwa si Zhangkun ini pembunuh professional kalau orang tak kenal dan tak bertanya dengan dia. Pernah beberapa warga berusaha menasehati untuk meninggalkan profesinya, tapi tampaknya zhangkun enggan. Mungkin karena ada peraturan di organisasinya atau karena menikmati hasil dari membunuh, si Zhangkun tidak merespon atau membantah nasehat tentang profesinya.

hingga suatu pagi, mungkin sekitar seminggu setelah Zhangkun balik ke rumah, bau busuk mulai tercium dari dalam rumahnya. Kepala desa langsung membongkar isi rumah dan menemukan zhangkun di atas tidur dengan posisi leher hampir putus dan di badannya tertancap semacam parang atau pedang menembus dada dan perutnya. Kata emaknya pisau pedang dan parang ini sekitar 5 atau 7 waktu itu. Melihat kondisi seperti itu, polisi pun berkesimpulan bahwa si Zhangkun ini mati dibunuh dengan dikeroyok. Kemungkinan besar dari para pelaku yang dendam akibat salah satu anggota keluarga yang dibunuh oleh si Zhangkun.

Polisi pun menanyakan ke warga sekitar mengenai perihal informasi siapa yang menjadi teman zhangkun dan orang2 yang kira2 membenci atau dendam kepadanya. Tentu penduduk sekitar tak ada yang tau. Mereka cuman tau bahwa ada orang2 dari luar daerah yang pernah bermain ke rumah Zhangkun tapi tak pernah dikenalkan. Apalagi memang Zhangkun tidak pernah cerita2 tentang siapa saja temannya. Alhasil, penyelidikan polisi pun tak menghasilkan apa2. Cuman, polisi tau bahwa yang membunuh zhangkun pasti orang2 yang terlibat oleh korban pembunuhan dia tetapi tak dapat dibuktikan. Mungkin menurut polisi saat itu biarkan saja para pembunuh saling bunuh satu sama lainemoticon-Big Grin .

Menurut emak panpan, ada beberapa kejadian suara2 menjerit dan sesekali melihat zhangkun di area pertanian tempat dia sering membantu kerja atau duduk2. Karena waktu itu masyarakat desa masih sangat kental urusan ghaib, kepala desa pun memanggil orang pintar penganut taoisme untuk mensegel makamnya si Zhangkun supaya ga menghantui warga. Mungkin itulah yang ane rasakan ne arwah seperti terkunci walaupun penuh dendam dan amarah. Ane curiga, cara dukun ini mengikat ne arwah dengan air yang menyebabkan ne makam seperti berair padahal tidak dekat dengan sumber air atau genangan air. Mungkin metode air ini untuk meredamkan api amarah dari si Zhangkun ini. Wallahualam gansis.

karena sisa huruf masih banyak ane akan bercerita tentang penampakan di kuil di dekat kampung panpan. nah kuilnya ini tidak seperti kuil2 di Indonesia yang digunakan tiap minggu untuk beribadah para penganut buddha. jadi kuil kampung zhaoshan ini seperti tempat gedung serba guna tapi dengan ada beberapa patung di atas gerbangnya dan juga gambar2 dewa2 di dinding2 bangunan. Jadi kebiasaan orang di China atau tepatnya kampung panpan ini, kalau ada yang meninggal maka akan diadakan pesta syukuran di kuil ini.

menurut kepercayaan mereka, keluarga yang anggota keluarganya meninggal mengundang warga sekitar untuk makan2 di kuil ini. Nah dalam keyakinan mereka, keluarga yang mengundang ini tidak hanya mengundang warga sekitar tapi juga "roh" halus untuk ikutan makan dalam acara ini. Secara tidak langsung mereka meminta para "roh" halus atau hantu2 yang sudah sepuh untuk menerima anggota baru atau katakanlah seperti diterima menjadi bagian dari kehidupan masyarakat roh halus ini alias hantu2. Acara makan2 ini menurut panpan diadakan hampir selama seminggu atau minimal 3 hari (kek yasinan kita kanemoticon-Big Grin ).
tapi menurut panpan, mereka sudah tak lagi percaya dengan roh2 halus yang ikutan makan, karena sudah semakin tidak percaya dengan ghaib. beda dengan zaman awal2 tradisi kepercayaan orang dulu.

Nah disini ceritanya begini kenapa ane melihat ada penampakan dan benar2 kali ini ane percaya bahwa bentuk dewa2 yang digambar2 sama altar orang2 China yang ane lihat itu benar2 sesuai dengan ane lihat. Jadi bukan imajinasi, tapi memang benar2 ada, wallaahualam gansis. Suatu malam sehabis makan malam, ane biasanya ngerokok ke luar rumah sembari melihat bintang2 dan sunyinya malam. Panpan dan keluarga biasanya sibuk beres2 di dapur. Saat itu ane lagi merokok, mungkin sekitar jam 9 malam kurang, ane melihat seperti ada kilatan cahaya merah yang melintas dari samping rumah panpan ke arah kanan.

Saat itu ane bener2 kaget dan sempet berfikir itu peluru yang melesat. Ane segera memburu ke arah peluru yang melesat ini dan ane bener2 kaget karena melihat seperti ada kebakaran di atap suatu bangunan. Ane pun sempet panik, bahwa ada kebakaran tetapi kenapa warga tidak ada yang panik atau teriak2. Ane pun segera lari dan mendekati ini bangunan, dan segera melihat pendar2 seperti api kebakaran dari bangunan tua ini. Ane pun langsung berdiri dan mencari celah untuk mengintip apa yang terbakar di dalam gedung tua ini.

ane pun sesekali celingak celinguk ingin melihat apakah ada orang sekitar seperti ane yang melihat kebakaran di gedung tua ini. Ane segera menuju pintu gerbang gedung tua ini, kebetulan bentuk gerbangnya ini hanya jeruji besi tua.
masya allaaaahhhh... ane bener2 kaget ketika melihat ada sosok berpakaian perang ala prajurit atau lebih tepatnya jendral2 pasukan kerajaan china dulu.
dengan pernak pernik berwarna keemasan dan terbakar api, ane melihat sosok besar dan brewokan menatap ane dengan gagah.
nah begini kira2 gansis
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
(source: id.aliexpress.com)

ane bener2 takjub dan melihat beberapa saat mungkin hanya sekitar 3 detik, tiba2 ne mungkin dewa atau apalah melihat ke ane dan ke atas dan terbang seperti peluru yang melesat ke atas. Suasana menjadi tenang dan beneran ane merasakan bara api dan hangat kobaran api dari sosok ini. Wallahualam. Ane bener2 takjub dan buru2 balik ke rumah panpan yang ternyata bangunan yang ane datengin ini adalah kuil. Ane pun terkagum2 dan panpan pun tak percaya dengan apa yang ane alamin. Wallahualam gansis, mungkinkah dewa2 yang dulu dipercayai orang2 china itu bukan sosok yang hanya dikhayalkan.

demikian cerita pengalaman ane dengan demit2 di China. Nanti kalau ada demit lanjutan ane ceritain lagi, tapi sampai sekarang belum.

Besok lanjut cerita Anglomania ane di mess pekan bark?


profile-picture
profile-picture
profile-picture
titahbayu dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan

Pengalaman Horor di Mess W***kota Batam di Pe***Ba**

DENAH DAN GAMBARAN MESS
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
(sengaja ane sensor tampaknya ane lupa mesti sensor mungkin kena edit adminemoticon-Big Grin )

Part Pengantar

Awal perkenalan ane dengan mess ini akibat emak ajakan emak ane untuk jalan2 ke Pekan baru. Sebelum ane masuk ke dalam cerita, ane beri gambaran dulu tentang status kenapa mess W***kota Batam ada di Pekanbaru. Soalnya sebelum reformasi, alias tahun 98, Kepri masih tergabung di dalam provinsi Riau daratan. Oleh sebab itu, pimpinan daerah kota batam wajib lapor dan bahkan kantor utamanya berada di Pekanbaru. Tak heran dibangunlah mess atau mungkin lebih tepatnya wisma walikota batam disini. Emak ane yang waktu itu sempat mengurusi anak2 marching band batam untuk perform di pekan baru dan juga mengurus berbagai urusan administrasi, tak pelak diutus walikota untuk ke pekan baru.

Ane ingat emak ane mulai berangkat ke pekan baru ketika ane masih SMP mungkin sekitar tahun 95/96 an. Emak ane mengabarkan ke ane dan abang ane untuk menjaga adik2 ane dan juga rumah. Otomatis rumah tak ada yang ngurus selain ane dan abang ane serta waktu itu masih ada almarhum etik. Baru sehari sampai, emak ane menelpon ke rumah tapi ada yang tak biasa dari telpon emak ane.
"eh, dit kau bisa tidak ambil cuti ijin sekolah, besok beli tiket kapal dan nanti mama jemput di pelabuhan pekan baru", ujar emak ane di ujung telpon
"hah, aku tak maulah, soalnya lagi fokus bersaing untuk juara kelas ma", ujar ane
maklum saat itu ane bener2 fokus mau mengalahkan dominasi rombongan anak2 pintar yang tak mau membagi atau kerjasama belajar dengan ane. Mereka terdiri dari 4 orang, cewek semua, jadi mereka sangat tidak suka kalau ane sebagai lanang menyingkirkan salah satu mereka dari 3 besar.

"mungkin kakak mau ma", ujar ane
"ya sudah mana kakakmu, panggil dia", ujar emak ane
ane pun segera memanggil abang ane yang sedang di kamar dengan pura2 belajar.
"kenapa dit?", ujar abang ane dengan senyum2 salah tingkah takut ane laporkan dia tak belajaremoticon-Big Grin
"tak tau tuh mama, mau ajak kau ke pekan baru, aku tak mau, kau aja", ujar ane
"hah iyakah, eh bodoh betul kau tak mau, aku mau lah", ujar abang ane
setelah berbicara kurang lebih 5 menit dan ditutup dengan suara IYES dari abang ane, dia dengan semangat 45 segera beres2 baju2 di kamar.

"is, kau bodoh betul tak mau ikutan pergi, ayoklah kita berdua pergi, seru bodoh", ujar abang ane dengan sangat antusias
"ah, nantilah aku nyusul, soalnya aku mau ngalahin anak2 cew sombong di kelasku dlu ne, uda nantangin aku, haram hukumnya aku ditantang", ujar ane
"Is, ya udah, jangan iri ye aku disana, wuis aku minta mama belikan makanan enak2lah", ujar abang ane gregetan sambil ngelus2 perut dan dada
ane pun tak menghiraukan abang ane dan fokus dengan buku pelajaran. Sesekali abang ane berusaha mengubah keputusan ane dengan meneriakkan "assseekkk pergi pekan baru pekan baru, uis pasti seru niiiihhh", strategi abang ane yang norak pengen mau buat ane ngiriemoticon-Big Grin .

"kau nanti mau aku bawain apa?", ujar abang ane
"apa ajalah, pokoknya yg kau makan, kau bawain juga, kalau bisa bawain tuh keripik ubi manis2 keras itu (maksud ane keripik sanjay, ane ga tau namanya karena hanya dicicipin kawan dan masih ngences bener waktu ituemoticon-Big Grin )", ujar ane
"oh iya, keripik itu ya, uis aku mau makan puas2lah", ujar abang ane
"udah ayo ikut aja, pasti seru ne ayoklah", ujar abang ane
ane pun ngekek2 rupanya cuman strategi abang ane doang untuk meningkatkan daya tawarnya buat ngajak ane ke pekan baru.

singkat cerita abang ane pun berangkat besok paginya. Ane pun tak merasakan sedih atau apapun, walau dalam hati ane pengen bener ikut ke pekan baru. Apalagi uda lama ga ke provinsi laen, tapi bayangan muka2 cew2 songong yang sudah mengklaim bahwa "tidak akan pernah ada cow yang berhasil masuk 3 besar selagi ada 4 gadis ini dalam satu kelas". Membuat ane mendidih dan bener2 pengen mempertaruhkan martabat ane sebagai lelaki. Apalagi jejak ujian bulanan benar2 ane sudah unggul dan bepis dengan juara 1, tentu ane ga mau menyia2kan peluang tersalip.

Malam, ketika ane lagi sibuk ngerjain pe er tiba2 telpon berdering. Ane sangat tau pasti telpon dari abang ane dari pekan baru.
"woy, rugi kau tak ikutan kesini, asik bener, neh aku abis makan sate padang, mama belikan aku lobster kecil terus ne aku dibelikan keripik ubi kesukaan engkau", ujar abang ane
ane jujuran saat itu walau kalau lagi sibuk belajar, nafsu makan ane ilang tapi akibat abang ane cerita. Ane bener2 berliur dan timbul rasa iri karena abang ane bisa makan enak begitu.
"ah takpapalah, yang penting juara dlu ne yg utama, benci betul aku sama cew2 kelas aku", ujar ane polos
"ah, kau kan uda sering juara, nanti pun bisa juara lagi", ujar abang ane
"ah laen ini, mereka uda sekongkol pengen ngalahin ane, jadi aku solo karir lawan mereka, jadi harus bener2 fokus apalgi bener2 sombong bener", ujar ane
abang ane pun terdiam dan akhirnya menutup telpon.

Saat itu ane belum kepikiran bahwa tak pernah-pernah emak ane meminta ditemanin kalau dia lagi dinas. Karena emak ane bener2 mau menghemat dan mendapatkan duit extra dari duit dinas. Nah kalau ajak abang ane, tentu keluar duit lebih dan ga jadi mendapatkan duit extra. 4 hari kemudian akhirnya abang ane dan emak ane balik ke batam. Di rumah pun abang ane menceritakan keseruan dan bagaimana nikmatnya di pekan baru. Terutama abang ane cerita dia bermain di kolam ikan yang ga ada ikannya. Jadi seperti kolam2 berenang mini yang sangat seru. Apalagi rumahnya besar dan sangat bagus dengan detail yang ane gambarkan di denah.

"uis dit, pasti seru kita disana, mana lagi ada lapangans semen bisa maen bola kita sore2", ujar abang ane
abang ane pun menceritakan betapa megahnya ne rumah wisma walikota batam. Katanya mirip rumah kawannya yang orang kaya, dimana kawannya ini bokapnya sekda batam saat itu. Ane yang saat itu belum pernah ke rumah orang kaya, tentu jadi penasaran. Apalagi abang ane cerita bahwa rumah wisma itu punya TV yang besar ukuran 40 inchi. Ane pun kaget karena tv rumah ane saat itu cuman 19 inchi, tentu membayangkan nonton tv dengan 40 inchi pasti besar banget dan nikmat banget nonton bola kaki.
ane pun berharap diajak emak ane ke pekan baru pas lagi libur sekolah jadi ane bisa ikutan.

Singkat cerita, akhirnya ane berhasil merangsek ke rangking 2, dan membuat para wanita sombong yang terkenal srikandi di sekolah ane dengan motto "tak ada pria yang bisa masuk 3 besar selagi mereka ber 4 ada di dalam satu kelas", menjadi emosi dan dendam kesumat. Suatu saat emak ane mesti berangkat lagi tapi abang ane waktu itu ga bisa karena mesti kerja praktek. Sedangkan mengajak adik2 ane pun tidak mungkin karena pasti repot. Pilihan tinggal ane, dan saat itu emak ane sangat memelas untuk mengajak ane mengikutinya ke pekan baru. Memang karena ane penasaran, dan juga karena emak ane seperti meminta ada teman untuk menenamninya. Ane pun memutuskan untuk ikut pergi ke pekan baru.

Saat itu emak ane mengajak ane naek kapal Gelatik, alias kapal pesiar kayu menyusuri sungai siak. Ane saat itu sangat senang gansis, karena baru kali itu ane naek kapal gede dan begitu banyak penumpang. Ane pun mendapatkan makanan mie rebus jam 2 malam secara gratis membuat ane bener2 bahagia. First impression sangat seru, dan ane pun tak sabar ingin membalas cerita ke abang ane membuatnya iri karena tak pernah naek kapal model begini.

Kami akhirnya sampai di wisma sekitar jam 2 siang. Kesan pertama ane waktu melihat ini wisma, bentuk bangunannya seperti bank dan semi2 hotel. Jadi mau dibilang bekas bank karena kaca2 jendelanya yang tinggi dan lebar, tapi agak semi2 hotel karena tamannya dan kamar2 yang begitu banyak. Entah kenapa saat itu ane merasa tak seperti bayangan abang ane yang bilang rumahnya sangat bagus dan nyaman. Saat sampai di depan gerbang, emak ane pun memanggil2 orang yang ane duga penjaga atau pengurus wisma ini.

"kak naaappp, kaaakk naaapp, assalamualaikum", ujar emak ane sambil mukul2 gerbang besi
5 menit kemudian keluarlah tante2 yang segera antusias menyambut emak ane
emak ane pun memperkenalkan ane sebagai putera ke duanya dan meminta menunjukkan kamar yang kosong di wisma
"kak nap, ada kamar kosong tak?", tanya emak ane
"mau kamar yang mana kak?", tanya kak nap
"eh kalau bisa jangan kamar yg dulu, yang dekat2 pintu saja", ujar emak ane
"oh, ya untunglah pas kosong, ya bagus juga disitu aja kak, kalau ada apa2, kakak tidur di rumah saya aja kak, tak apa2", ujar kak nap
"nah iya, siapa aja yang di rumah kak", tanya emak ane
"ada 2, tapi kadang mereka di wisma kadang tidur dimana tak tau?", ujar kak nap
emak ane pun meminta untuk dibantu diberikan lauk makan setiap hari, alias kalau kak nap masak dilebihkan sedikit biar konsumsi ane dan emak ane.

Nah saat itu ane dan emak ane menempati kamar 1. Ketika masuk menuju kamar 1 ane pun melihat ruang TV yang memiliki TV yang jumbo dengan sofa yang berbentuk letter L. Ane pun membayangkan betapa nikmatnya pas nonton bola sembari rebahan di sofa ini. Satu hal yang aneh saat itu, walau siang hari, ane merasakan rumah ini bener2 sunyi dan senyap. Ane kagak pernah merasakan rumah yang memiliki suasana sunyi senyap begini. Ane saat itu mikir mungkin inilah bedanya rumah orang kaya dengan rumah seperti ane di komplek yang bising dan tak sunyi senyap.

Di kamar 1 ini, ada 2 tempat tidur dengan kamar mandi di dalam. Kamar ini sangatlah sempit dan kamar yang paling kecil di bandingkan kamar2 lain. Ane pun mikir mungkin emak ane memilih kamar ini karena kamar yang lain ditempatin orang lain. Setelah beres2, kami pun dipanggil kak nap untuk makan siang. Setelah makan siang, emak ane pun pengen tidur sebentar ke dalam kamar. Ane pun meminta izin emak ane untuk melihat2 ke sekitar wisma dan pengen survei lokasi2 yang bisa ane jadiin tempat eksplorasi dan maen2 terutama kolam air yang dibilang abang ane dibuat dia cebar cebur.

Tempat pertama yang ane survei adalah ruang TV yang memiliki TV jumbo ini. Ane pun segera menghidupkan tv dengan remote yang ternyata tidak sesuai dugaan ane. Walau tv ini layar lebar, tapi siaran tvnya kagak jernih dan hanya terbatas tv lokal yang penuh gambar miring2 dan semut2. Satu siaran tv yang bisa diandalkan hanya tvri riau yang hitam putih. ane bener2 kecewa dan masih sedikit optimis karena pikir ane cuman butuh sentuhan puter2 antena seperti antena ane di rumah batam. Setelah puas dengan ruang tv, ane pun keliling ke kamar2 atau ruang2an yang ada di dalam wisma.

ane mulai dari arah kanan dari kamar 1. di kamar 4 ane melihat ini kamar cukup luas dan diletakkan kasur2 tipis yang ane duga untuk kasur para personil marching band batam ketika menginap disini. Di dalam kamar ini juga terdapat kamar mandi dalam, dan ane pun mengecek kamar mandinya. Ane tiba2 merinding dan seperti ingin cepat2 kabur dari dalam kamar ini. Padahal waktu itu tak lebih dari jam 3 sore, tapi ane merasakan ngeri seperti ketika ane melewati semak belukar di dekat belakang komplek rumah ane pada malam hari.

Satu hal yang ane rasakan sangat aneh di dalam rumah wisma ini, ane merasakan suhu udara yang sangat dingin. Padahal siapapun yang tinggal di pekan baru pasti setuju bahwa cuaca disana sangat panas. Ane pun kalau keluar rumah wisma ini langsung terasa cuaca sangat panas terik matahari, tapi kalau di dalam sangat dingin dan sunyi. Ane pun mengecek kamar ke 5, disini ane menemukan berbagai pakaian marching band yang digantung ala cucian laundry. Nah ane pun masuk ke dalam dan sedikit penasaran dengan baju2 marching band ini.
bau kapur barus cukup menyengat di dalam kamar nomer 5 ini. nah ane ga lama2 di dalam kamar ini karena ane mencium sedikit bau tikus dan bangkai. Jadi ane segera kabur dari kamar ini. Ane cuman bergumam "ooo kamar ini untuk baju2 marching band".

ane melanjutkan ke kamar pojokan dan menemukan kamar nomer 6 ini. Nah karena posisinya terkunci, ane pikir ada orang didalamnya. Dan memang ane mendengar ada suara dari dalam kamar 6 ini. Orang yang sedang beraktifitas di dalam toilet. Ane segera balik ke arah sebelah kiri kamar 1. Kamar 2 dan 3 terkunci. nah di ruangan ini terdapat gordeng besar berwarna merah yang menutupi jendela kaca yang besar. Ane pun segera mengintip dari gorden ini dan menemukan kolam air yang dimaksud oleh abang ane. Ane melihat memang kolam ini cukup besar tapi penuh dengan daun2 kering yang menunjukkan kolam ini terbengkalai.

"apa kolam ini yang dimaksud abang ane?, kok rasanya gak ada air yg cukup buat maen2 air, apalagi kotor begitu", ujar ane dalam hati
ane sempet mikir mungkin bukan ini kolam yang dimaksud abang ane. Ane pun berlalu dan menemukan kamar yang besar dengan pintu yang berukir sangat bagus. Ane menduga ini jangan2 kamar khusus pak walikota. Ane pun sempet ragu2 untuk membuka ini pintu karena ane takut bisa membahayakan emak ane sapa tau ne walikota marah kamarnya dimasukin orang lain.

Ane pun yakin ne kamar di kunci, dan ternyata "ckreeekkk" ane berhasil membuka pintu dengan gagang pintu berwarna besi kuning ini.
beneran kamar ini berasa sangat2 dingin dan berbau seperti apek layaknya kamar yang tak pernah ditinggali. Ukurannya sangat besar menurut ane, dengan kasur yang ukuran presiden size. Meja rias yang sangat besar, dan ane melihat ada ruangan kecil yang cukup besar yang ane duga itu kamar mandi. Ane pun penasaran dan mengecek kamar ini, dan melihat di dalam kamar mandinya terdapat bath tub besar berwarna merah hati. Bener2 besar tapi anehnya ane merasakan ada yang janggal dari kamar ini, tapi ane ga yakin waktu itu.

tiba2 suara emak ane memanggil2 ane dan ane segera ke luar kamar. ane pun langsung berujar dalam hati "ah emak, kenapa ga milih kamar ini aja, orang ga ditempatin juga, lagian ada bath tub, wis seru pasti berenang disitu", ujar ane
"kau kemana aja", ujar emak ane yang tampaknya sudah solat ashar dan meminta ane solat juga
"ngecek2 rumah ini mak, pengen tau", ujar ane
"oh, ya sudah kau solat dlu, trus mau makan masakan kak nap apa mau makan sate di luar?", ujar emak ane
ane saat itu pun cukup di rumah saja dan makanan masakan kak nap. Memang ane ketagihan masakannya waktu itu enak gansis. Apalagi, masih capek baru saja sampai tadi siang.

"ma, itu kamar siapa yang ada bath tub, kamar walikota ya?", tanya ane
"hah, kamar yg mana?, mungkinlah", jawab emak ane datar
"ma, kenapa ga disitu aja kita yok, ada bath tub, aku pengen berenang2", ujar ane
"ya sudah, coba nanti tanya kak nap, boleh apa tidak", ujar emak ane
kami pun makan dan emak ane menanyakan tentang kamar yang diujung yang ada bath tub.
"kak, ini si adit mau pindah kamar di bath tub situ, boleh tak?", ujar emak ane
"oh kamar situ, pakai aja kak kalau mau, mana2 kamar boleh karena tidak terpakai pun", ujar kak nap
"hah, tapi itu kamar pak wali kan, nanti kena marah pulak?", ujar emak ane
"hah, mana ada dia, setau aku, cuman sekali dia tidur disitu, tengah malam pergi ke luar cari angin katanya, tapi tak pernah balik ke sini lagi, entah apa pun tak tau", ujar kak nap santai

"eh, bahaya tak tuh kamar tuh?", ujar emak ane
"tak tau juga kak, yang penting sembahyang ajalah, insya allah aman2 ajalah, kalau ada merinding2 sedikit, bunyi2 sedikit, biasalah, namanya mana2 tempat makhluk2 halus tuh ada aja kan, ya tak kak?", ujar kak nap
emak ane tak merespon, apalgi ane mulai flashback dengan merinding2 ane di kamar 4.
kak nap pun keliling dan mengecek keliling rumah, dan menemukan gordeng merah besar yang terbuka sedikit akibat ane, tetapi malahan ditutup sama kembali sama kak nap. Waktu itu ane sangat heran soalnya otomatis rumah menjadi sangat gelap.

"kak kenapa ditutup gordeng tuh, biarkan aja, biar ada cahaya dikit rumah ini", ujar emak ane
"eh gelap ya, hidupkan aja lampu tengah tuh (ruang tv)", ujar kak nap
saat itu emak ane pun merasakan keanehan karena kenapa mesti boros energi kalau masih bisa menggunakan cahaya matahari
kak nap pun menghidupkan lampu tengah dan beneran gansis ntu lampu warna putih, malahan cuman jadi remang2 doang. Ane kagak tau apakah karena pelaponnya terlalu tinggi dengan lampu yang cukup kecil, atau karena hal lain yang jelas memang ane merasakan redup ruangannya. Bikin bawaan mata ini jadi ngantuk aja di rumah ini.

"sudah ya kak, nanti kalau mau tukar kamar, tukar aja karena tak ada siapa2 disini, mungkin kamar 2 dan 3 tuh ada isi anak bengkalis, tapi yang laen kalau kakak mau, nanti isi aja kak", ujar kak nap
"kamar 6 tuh ada orang kan?", ujar ane karena mendengar suara orang di toilet
"oh, tak ada kosong itu, ne kuncinya ada di kakak", ujar kak nap
ane pun langsung terdiam dan yakin bener bahwa ada orang di kamar 6 itu.
emak ane pun sedikit cemas wajahnya tak bisa ditutupin dan dia masuk ke kamar mengurusi laporan yang hendak di bawa besok.

ane pun berbaring di kamar melihat emak ane sibuk dengan laporannya. Ane memutuskan untuk keluar rumah dan melihat sekitar. Ketika ane membuka pintu, bener2 aura cuaca panas dan cahaya matahari dari luar rumah benar2 kontras dengan di dalam rumah. Perlu ente ketahuin gansis, ne rumah ga ada jendela buka tutup alias hanya jendela kaca dan ventilasi doang tetapi aneh bin ajaib rumah wisma ini bener2 bisa dingin bener. Ane bener2 bingung saat itu, ane cuman mikir mungkin begini kalau rumah orang kaya bawaannya dingin selalu ga seperti rumah ane di batam yang panasemoticon-Big Grin

ane pun segera keliling2 dan melihat2 ke arah kanan lapangan semen. Disitu ada rumah kak nap yang ane lihat sangat2 kecil dan jorok. Ane sangat bingung karena kenapa kak nap memilih untuk tinggal di rumah itu ketimbang di wisma soalnya hanya rumah kecil. Apalagi dia sudah punya anak 2. Anehnya anak2nya ini seperti tidak mau maen ke rumah, malahan hanya tinggal di rumahnya dan maen di sekitar rumah. Ane pun senyum dan berjalan keliling taman di sekitar pekarangan. Indah tetapi seperti membuat ane tidak ada bahagianya sama sekali ne kawasan wisma. Ga seperti biasanya ane yang sangat senang dengan lokasi2 baru bagi ane.

Ane pun meneruskan ke kolam air yang berada di samping kiri. Ane hendak melihat lebih jelas apakah ada kemungkinan bagi ane untuk bisa membuat ne kolam jadi tempat renang2 ane. Ane melihat lebih jelas dan kolam ini sangat tidak mungkin untuk dijadikan tempat berenang karena sudah penuh daun2 busuk kering apalagi sudah menjadi arena sanak famili berudu dan katak2. Ane pun masih berfikir positif bahwa mungkin bukan kolam ini yang dijadikan abang ane berenang2 di kolam. Ane pun keliling dan hendak mencari letak kolam yang mungkin berada di belakang rumah.

ane hanya menemukan pohon2 dan pagar tinggi yang menutupi wisma ini. otomatis ane mulai merassakan bahwa abang ane membohongi ane tentang kolam ikan yang digunakan dia untuk berenang. Mana mungkin kondisi kolam begini ada jejak dipakai untuk maen air. memang kolam ini cukup besar dan dalam, jadi untuk membersihkannya pasti sangat repot. Ane sangat ga yakin abang ane punya semangat buat bersih2 kolam apalagi gengsinya sangat tinggi beda tipis dengan artis2 ibukota saat ituemoticon-Big Grin

"Sial ane kena tipu", ujar ane dalam hati
Suasana maghrib mulai menjelang, tetapi cuaca hangat masih menyelubungi saat itu. Ane pun berjalan perlahan hendak kembali ke dalam wisma. Satu hal yang aneh bagi ane saat itu, ane merasakan ada perasaan safe walau sepi ketika di luar, beda dengan ketika di dalam wisma, ane merasakan ada perasaan tidak tenang dan tak ada gairah. beneran ane bawaannya ngantuk dan males kalau di dalam rumah, tetapi seperti tak mau tidur dan tak nyaman gansis.

ane pun masuk ke dalam rumah wisma dan segera mandi dan solat. Saat itu kak nap sudah menyediakan makanan di meja makan dekat pintu. Emak ane pun menyuruh ane segera mennyantap setelah ane solat.
"ma, aku nanti mau nonton bola, kira2 dimana ya antena tivi nya?", tanya ane
soalnya tv nya tidak bisa ane nonton dan ga dapet siaran bola memberikan rasa khawatir ane yang selalu mencari ngantuk dengan menonton tivi.
"kak nap, tivi ne bisa cantik sedikit tak?", ujar emak ane
"oh cuman seeperti itu ajalah, jarang pun orang nonton", ujar kak nap


profile-picture
profile-picture
profile-picture
saaans dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Pengalaman Horor di Mess W***kota Batam di Pe***Ba**

DENAH DAN GAMBARAN MESS
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
(sengaja ane sensor tampaknya ane lupa mesti sensor mungkin kena edit adminemoticon-Big Grin )

Part Pengantar

Awal perkenalan ane dengan mess ini akibat emak ajakan emak ane untuk jalan2 ke Pekan baru. Sebelum ane masuk ke dalam cerita, ane beri gambaran dulu tentang status kenapa mess W***kota Batam ada di Pekanbaru. Soalnya sebelum reformasi, alias tahun 98, Kepri masih tergabung di dalam provinsi Riau daratan. Oleh sebab itu, pimpinan daerah kota batam wajib lapor dan bahkan kantor utamanya berada di Pekanbaru. Tak heran dibangunlah mess atau mungkin lebih tepatnya wisma walikota batam disini. Emak ane yang waktu itu sempat mengurusi anak2 marching band batam untuk perform di pekan baru dan juga mengurus berbagai urusan administrasi, tak pelak diutus walikota untuk ke pekan baru.

Ane ingat emak ane mulai berangkat ke pekan baru ketika ane masih SMP mungkin sekitar tahun 95/96 an. Emak ane mengabarkan ke ane dan abang ane untuk menjaga adik2 ane dan juga rumah. Otomatis rumah tak ada yang ngurus selain ane dan abang ane serta waktu itu masih ada almarhum etik. Baru sehari sampai, emak ane menelpon ke rumah tapi ada yang tak biasa dari telpon emak ane.
"eh, dit kau bisa tidak ambil cuti ijin sekolah, besok beli tiket kapal dan nanti mama jemput di pelabuhan pekan baru", ujar emak ane di ujung telpon
"hah, aku tak maulah, soalnya lagi fokus bersaing untuk juara kelas ma", ujar ane
maklum saat itu ane bener2 fokus mau mengalahkan dominasi rombongan anak2 pintar yang tak mau membagi atau kerjasama belajar dengan ane. Mereka terdiri dari 4 orang, cewek semua, jadi mereka sangat tidak suka kalau ane sebagai lanang menyingkirkan salah satu mereka dari 3 besar.

"mungkin kakak mau ma", ujar ane
"ya sudah mana kakakmu, panggil dia", ujar emak ane
ane pun segera memanggil abang ane yang sedang di kamar dengan pura2 belajar.
"kenapa dit?", ujar abang ane dengan senyum2 salah tingkah takut ane laporkan dia tak belajaremoticon-Big Grin
"tak tau tuh mama, mau ajak kau ke pekan baru, aku tak mau, kau aja", ujar ane
"hah iyakah, eh bodoh betul kau tak mau, aku mau lah", ujar abang ane
setelah berbicara kurang lebih 5 menit dan ditutup dengan suara IYES dari abang ane, dia dengan semangat 45 segera beres2 baju2 di kamar.

"is, kau bodoh betul tak mau ikutan pergi, ayoklah kita berdua pergi, seru bodoh", ujar abang ane dengan sangat antusias
"ah, nantilah aku nyusul, soalnya aku mau ngalahin anak2 cew sombong di kelasku dlu ne, uda nantangin aku, haram hukumnya aku ditantang", ujar ane
"Is, ya udah, jangan iri ye aku disana, wuis aku minta mama belikan makanan enak2lah", ujar abang ane gregetan sambil ngelus2 perut dan dada
ane pun tak menghiraukan abang ane dan fokus dengan buku pelajaran. Sesekali abang ane berusaha mengubah keputusan ane dengan meneriakkan "assseekkk pergi pekan baru pekan baru, uis pasti seru niiiihhh", strategi abang ane yang norak pengen mau buat ane ngiriemoticon-Big Grin .

"kau nanti mau aku bawain apa?", ujar abang ane
"apa ajalah, pokoknya yg kau makan, kau bawain juga, kalau bisa bawain tuh keripik ubi manis2 keras itu (maksud ane keripik sanjay, ane ga tau namanya karena hanya dicicipin kawan dan masih ngences bener waktu ituemoticon-Big Grin )", ujar ane
"oh iya, keripik itu ya, uis aku mau makan puas2lah", ujar abang ane
"udah ayo ikut aja, pasti seru ne ayoklah", ujar abang ane
ane pun ngekek2 rupanya cuman strategi abang ane doang untuk meningkatkan daya tawarnya buat ngajak ane ke pekan baru.

singkat cerita abang ane pun berangkat besok paginya. Ane pun tak merasakan sedih atau apapun, walau dalam hati ane pengen bener ikut ke pekan baru. Apalagi uda lama ga ke provinsi laen, tapi bayangan muka2 cew2 songong yang sudah mengklaim bahwa "tidak akan pernah ada cow yang berhasil masuk 3 besar selagi ada 4 gadis ini dalam satu kelas". Membuat ane mendidih dan bener2 pengen mempertaruhkan martabat ane sebagai lelaki. Apalagi jejak ujian bulanan benar2 ane sudah unggul dan bepis dengan juara 1, tentu ane ga mau menyia2kan peluang tersalip.

Malam, ketika ane lagi sibuk ngerjain pe er tiba2 telpon berdering. Ane sangat tau pasti telpon dari abang ane dari pekan baru.
"woy, rugi kau tak ikutan kesini, asik bener, neh aku abis makan sate padang, mama belikan aku lobster kecil terus ne aku dibelikan keripik ubi kesukaan engkau", ujar abang ane
ane jujuran saat itu walau kalau lagi sibuk belajar, nafsu makan ane ilang tapi akibat abang ane cerita. Ane bener2 berliur dan timbul rasa iri karena abang ane bisa makan enak begitu.
"ah takpapalah, yang penting juara dlu ne yg utama, benci betul aku sama cew2 kelas aku", ujar ane polos
"ah, kau kan uda sering juara, nanti pun bisa juara lagi", ujar abang ane
"ah laen ini, mereka uda sekongkol pengen ngalahin ane, jadi aku solo karir lawan mereka, jadi harus bener2 fokus apalgi bener2 sombong bener", ujar ane
abang ane pun terdiam dan akhirnya menutup telpon.

Saat itu ane belum kepikiran bahwa tak pernah-pernah emak ane meminta ditemanin kalau dia lagi dinas. Karena emak ane bener2 mau menghemat dan mendapatkan duit extra dari duit dinas. Nah kalau ajak abang ane, tentu keluar duit lebih dan ga jadi mendapatkan duit extra. 4 hari kemudian akhirnya abang ane dan emak ane balik ke batam. Di rumah pun abang ane menceritakan keseruan dan bagaimana nikmatnya di pekan baru. Terutama abang ane cerita dia bermain di kolam ikan yang ga ada ikannya. Jadi seperti kolam2 berenang mini yang sangat seru. Apalagi rumahnya besar dan sangat bagus dengan detail yang ane gambarkan di denah.

"uis dit, pasti seru kita disana, mana lagi ada lapangans semen bisa maen bola kita sore2", ujar abang ane
abang ane pun menceritakan betapa megahnya ne rumah wisma walikota batam. Katanya mirip rumah kawannya yang orang kaya, dimana kawannya ini bokapnya sekda batam saat itu. Ane yang saat itu belum pernah ke rumah orang kaya, tentu jadi penasaran. Apalagi abang ane cerita bahwa rumah wisma itu punya TV yang besar ukuran 40 inchi. Ane pun kaget karena tv rumah ane saat itu cuman 19 inchi, tentu membayangkan nonton tv dengan 40 inchi pasti besar banget dan nikmat banget nonton bola kaki.
ane pun berharap diajak emak ane ke pekan baru pas lagi libur sekolah jadi ane bisa ikutan.

Singkat cerita, akhirnya ane berhasil merangsek ke rangking 2, dan membuat para wanita sombong yang terkenal srikandi di sekolah ane dengan motto "tak ada pria yang bisa masuk 3 besar selagi mereka ber 4 ada di dalam satu kelas", menjadi emosi dan dendam kesumat. Suatu saat emak ane mesti berangkat lagi tapi abang ane waktu itu ga bisa karena mesti kerja praktek. Sedangkan mengajak adik2 ane pun tidak mungkin karena pasti repot. Pilihan tinggal ane, dan saat itu emak ane sangat memelas untuk mengajak ane mengikutinya ke pekan baru. Memang karena ane penasaran, dan juga karena emak ane seperti meminta ada teman untuk menenamninya. Ane pun memutuskan untuk ikut pergi ke pekan baru.

Saat itu emak ane mengajak ane naek kapal Gelatik, alias kapal pesiar kayu menyusuri sungai siak. Ane saat itu sangat senang gansis, karena baru kali itu ane naek kapal gede dan begitu banyak penumpang. Ane pun mendapatkan makanan mie rebus jam 2 malam secara gratis membuat ane bener2 bahagia. First impression sangat seru, dan ane pun tak sabar ingin membalas cerita ke abang ane membuatnya iri karena tak pernah naek kapal model begini.

Kami akhirnya sampai di wisma sekitar jam 2 siang. Kesan pertama ane waktu melihat ini wisma, bentuk bangunannya seperti bank dan semi2 hotel. Jadi mau dibilang bekas bank karena kaca2 jendelanya yang tinggi dan lebar, tapi agak semi2 hotel karena tamannya dan kamar2 yang begitu banyak. Entah kenapa saat itu ane merasa tak seperti bayangan abang ane yang bilang rumahnya sangat bagus dan nyaman. Saat sampai di depan gerbang, emak ane pun memanggil2 orang yang ane duga penjaga atau pengurus wisma ini.

"kak naaappp, kaaakk naaapp, assalamualaikum", ujar emak ane sambil mukul2 gerbang besi
5 menit kemudian keluarlah tante2 yang segera antusias menyambut emak ane
emak ane pun memperkenalkan ane sebagai putera ke duanya dan meminta menunjukkan kamar yang kosong di wisma
"kak nap, ada kamar kosong tak?", tanya emak ane
"mau kamar yang mana kak?", tanya kak nap
"eh kalau bisa jangan kamar yg dulu, yang dekat2 pintu saja", ujar emak ane
"oh, ya untunglah pas kosong, ya bagus juga disitu aja kak, kalau ada apa2, kakak tidur di rumah saya aja kak, tak apa2", ujar kak nap
"nah iya, siapa aja yang di rumah kak", tanya emak ane
"ada 2, tapi kadang mereka di wisma kadang tidur dimana tak tau?", ujar kak nap
emak ane pun meminta untuk dibantu diberikan lauk makan setiap hari, alias kalau kak nap masak dilebihkan sedikit biar konsumsi ane dan emak ane.

Nah saat itu ane dan emak ane menempati kamar 1. Ketika masuk menuju kamar 1 ane pun melihat ruang TV yang memiliki TV yang jumbo dengan sofa yang berbentuk letter L. Ane pun membayangkan betapa nikmatnya pas nonton bola sembari rebahan di sofa ini. Satu hal yang aneh saat itu, walau siang hari, ane merasakan rumah ini bener2 sunyi dan senyap. Ane kagak pernah merasakan rumah yang memiliki suasana sunyi senyap begini. Ane saat itu mikir mungkin inilah bedanya rumah orang kaya dengan rumah seperti ane di komplek yang bising dan tak sunyi senyap.

Di kamar 1 ini, ada 2 tempat tidur dengan kamar mandi di dalam. Kamar ini sangatlah sempit dan kamar yang paling kecil di bandingkan kamar2 lain. Ane pun mikir mungkin emak ane memilih kamar ini karena kamar yang lain ditempatin orang lain. Setelah beres2, kami pun dipanggil kak nap untuk makan siang. Setelah makan siang, emak ane pun pengen tidur sebentar ke dalam kamar. Ane pun meminta izin emak ane untuk melihat2 ke sekitar wisma dan pengen survei lokasi2 yang bisa ane jadiin tempat eksplorasi dan maen2 terutama kolam air yang dibilang abang ane dibuat dia cebar cebur.

Tempat pertama yang ane survei adalah ruang TV yang memiliki TV jumbo ini. Ane pun segera menghidupkan tv dengan remote yang ternyata tidak sesuai dugaan ane. Walau tv ini layar lebar, tapi siaran tvnya kagak jernih dan hanya terbatas tv lokal yang penuh gambar miring2 dan semut2. Satu siaran tv yang bisa diandalkan hanya tvri riau yang hitam putih. ane bener2 kecewa dan masih sedikit optimis karena pikir ane cuman butuh sentuhan puter2 antena seperti antena ane di rumah batam. Setelah puas dengan ruang tv, ane pun keliling ke kamar2 atau ruang2an yang ada di dalam wisma.

ane mulai dari arah kanan dari kamar 1. di kamar 4 ane melihat ini kamar cukup luas dan diletakkan kasur2 tipis yang ane duga untuk kasur para personil marching band batam ketika menginap disini. Di dalam kamar ini juga terdapat kamar mandi dalam, dan ane pun mengecek kamar mandinya. Ane tiba2 merinding dan seperti ingin cepat2 kabur dari dalam kamar ini. Padahal waktu itu tak lebih dari jam 3 sore, tapi ane merasakan ngeri seperti ketika ane melewati semak belukar di dekat belakang komplek rumah ane pada malam hari.

Satu hal yang ane rasakan sangat aneh di dalam rumah wisma ini, ane merasakan suhu udara yang sangat dingin. Padahal siapapun yang tinggal di pekan baru pasti setuju bahwa cuaca disana sangat panas. Ane pun kalau keluar rumah wisma ini langsung terasa cuaca sangat panas terik matahari, tapi kalau di dalam sangat dingin dan sunyi. Ane pun mengecek kamar ke 5, disini ane menemukan berbagai pakaian marching band yang digantung ala cucian laundry. Nah ane pun masuk ke dalam dan sedikit penasaran dengan baju2 marching band ini.
bau kapur barus cukup menyengat di dalam kamar nomer 5 ini. nah ane ga lama2 di dalam kamar ini karena ane mencium sedikit bau tikus dan bangkai. Jadi ane segera kabur dari kamar ini. Ane cuman bergumam "ooo kamar ini untuk baju2 marching band".

ane melanjutkan ke kamar pojokan dan menemukan kamar nomer 6 ini. Nah karena posisinya terkunci, ane pikir ada orang didalamnya. Dan memang ane mendengar ada suara dari dalam kamar 6 ini. Orang yang sedang beraktifitas di dalam toilet. Ane segera balik ke arah sebelah kiri kamar 1. Kamar 2 dan 3 terkunci. nah di ruangan ini terdapat gordeng besar berwarna merah yang menutupi jendela kaca yang besar. Ane pun segera mengintip dari gorden ini dan menemukan kolam air yang dimaksud oleh abang ane. Ane melihat memang kolam ini cukup besar tapi penuh dengan daun2 kering yang menunjukkan kolam ini terbengkalai.

"apa kolam ini yang dimaksud abang ane?, kok rasanya gak ada air yg cukup buat maen2 air, apalagi kotor begitu", ujar ane dalam hati
ane sempet mikir mungkin bukan ini kolam yang dimaksud abang ane. Ane pun berlalu dan menemukan kamar yang besar dengan pintu yang berukir sangat bagus. Ane menduga ini jangan2 kamar khusus pak walikota. Ane pun sempet ragu2 untuk membuka ini pintu karena ane takut bisa membahayakan emak ane sapa tau ne walikota marah kamarnya dimasukin orang lain.

Ane pun yakin ne kamar di kunci, dan ternyata "ckreeekkk" ane berhasil membuka pintu dengan gagang pintu berwarna besi kuning ini.
beneran kamar ini berasa sangat2 dingin dan berbau seperti apek layaknya kamar yang tak pernah ditinggali. Ukurannya sangat besar menurut ane, dengan kasur yang ukuran presiden size. Meja rias yang sangat besar, dan ane melihat ada ruangan kecil yang cukup besar yang ane duga itu kamar mandi. Ane pun penasaran dan mengecek kamar ini, dan melihat di dalam kamar mandinya terdapat bath tub besar berwarna merah hati. Bener2 besar tapi anehnya ane merasakan ada yang janggal dari kamar ini, tapi ane ga yakin waktu itu.

tiba2 suara emak ane memanggil2 ane dan ane segera ke luar kamar. ane pun langsung berujar dalam hati "ah emak, kenapa ga milih kamar ini aja, orang ga ditempatin juga, lagian ada bath tub, wis seru pasti berenang disitu", ujar ane
"kau kemana aja", ujar emak ane yang tampaknya sudah solat ashar dan meminta ane solat juga
"ngecek2 rumah ini mak, pengen tau", ujar ane
"oh, ya sudah kau solat dlu, trus mau makan masakan kak nap apa mau makan sate di luar?", ujar emak ane
ane saat itu pun cukup di rumah saja dan makanan masakan kak nap. Memang ane ketagihan masakannya waktu itu enak gansis. Apalagi, masih capek baru saja sampai tadi siang.

"ma, itu kamar siapa yang ada bath tub, kamar walikota ya?", tanya ane
"hah, kamar yg mana?, mungkinlah", jawab emak ane datar
"ma, kenapa ga disitu aja kita yok, ada bath tub, aku pengen berenang2", ujar ane
"ya sudah, coba nanti tanya kak nap, boleh apa tidak", ujar emak ane
kami pun makan dan emak ane menanyakan tentang kamar yang diujung yang ada bath tub.
"kak, ini si adit mau pindah kamar di bath tub situ, boleh tak?", ujar emak ane
"oh kamar situ, pakai aja kak kalau mau, mana2 kamar boleh karena tidak terpakai pun", ujar kak nap
"hah, tapi itu kamar pak wali kan, nanti kena marah pulak?", ujar emak ane
"hah, mana ada dia, setau aku, cuman sekali dia tidur disitu, tengah malam pergi ke luar cari angin katanya, tapi tak pernah balik ke sini lagi, entah apa pun tak tau", ujar kak nap santai

"eh, bahaya tak tuh kamar tuh?", ujar emak ane
"tak tau juga kak, yang penting sembahyang ajalah, insya allah aman2 ajalah, kalau ada merinding2 sedikit, bunyi2 sedikit, biasalah, namanya mana2 tempat makhluk2 halus tuh ada aja kan, ya tak kak?", ujar kak nap
emak ane tak merespon, apalgi ane mulai flashback dengan merinding2 ane di kamar 4.
kak nap pun keliling dan mengecek keliling rumah, dan menemukan gordeng merah besar yang terbuka sedikit akibat ane, tetapi malahan ditutup sama kembali sama kak nap. Waktu itu ane sangat heran soalnya otomatis rumah menjadi sangat gelap.

"kak kenapa ditutup gordeng tuh, biarkan aja, biar ada cahaya dikit rumah ini", ujar emak ane
"eh gelap ya, hidupkan aja lampu tengah tuh (ruang tv)", ujar kak nap
saat itu emak ane pun merasakan keanehan karena kenapa mesti boros energi kalau masih bisa menggunakan cahaya matahari
kak nap pun menghidupkan lampu tengah dan beneran gansis ntu lampu warna putih, malahan cuman jadi remang2 doang. Ane kagak tau apakah karena pelaponnya terlalu tinggi dengan lampu yang cukup kecil, atau karena hal lain yang jelas memang ane merasakan redup ruangannya. Bikin bawaan mata ini jadi ngantuk aja di rumah ini.

"sudah ya kak, nanti kalau mau tukar kamar, tukar aja karena tak ada siapa2 disini, mungkin kamar 2 dan 3 tuh ada isi anak bengkalis, tapi yang laen kalau kakak mau, nanti isi aja kak", ujar kak nap
"kamar 6 tuh ada orang kan?", ujar ane karena mendengar suara orang di toilet
"oh, tak ada kosong itu, ne kuncinya ada di kakak", ujar kak nap
ane pun langsung terdiam dan yakin bener bahwa ada orang di kamar 6 itu.
emak ane pun sedikit cemas wajahnya tak bisa ditutupin dan dia masuk ke kamar mengurusi laporan yang hendak di bawa besok.

ane pun berbaring di kamar melihat emak ane sibuk dengan laporannya. Ane memutuskan untuk keluar rumah dan melihat sekitar. Ketika ane membuka pintu, bener2 aura cuaca panas dan cahaya matahari dari luar rumah benar2 kontras dengan di dalam rumah. Perlu ente ketahuin gansis, ne rumah ga ada jendela buka tutup alias hanya jendela kaca dan ventilasi doang tetapi aneh bin ajaib rumah wisma ini bener2 bisa dingin bener. Ane bener2 bingung saat itu, ane cuman mikir mungkin begini kalau rumah orang kaya bawaannya dingin selalu ga seperti rumah ane di batam yang panasemoticon-Big Grin

ane pun segera keliling2 dan melihat2 ke arah kanan lapangan semen. Disitu ada rumah kak nap yang ane lihat sangat2 kecil dan jorok. Ane sangat bingung karena kenapa kak nap memilih untuk tinggal di rumah itu ketimbang di wisma soalnya hanya rumah kecil. Apalagi dia sudah punya anak 2. Anehnya anak2nya ini seperti tidak mau maen ke rumah, malahan hanya tinggal di rumahnya dan maen di sekitar rumah. Ane pun senyum dan berjalan keliling taman di sekitar pekarangan. Indah tetapi seperti membuat ane tidak ada bahagianya sama sekali ne kawasan wisma. Ga seperti biasanya ane yang sangat senang dengan lokasi2 baru bagi ane.

Ane pun meneruskan ke kolam air yang berada di samping kiri. Ane hendak melihat lebih jelas apakah ada kemungkinan bagi ane untuk bisa membuat ne kolam jadi tempat renang2 ane. Ane melihat lebih jelas dan kolam ini sangat tidak mungkin untuk dijadikan tempat berenang karena sudah penuh daun2 busuk kering apalagi sudah menjadi arena sanak famili berudu dan katak2. Ane pun masih berfikir positif bahwa mungkin bukan kolam ini yang dijadikan abang ane berenang2 di kolam. Ane pun keliling dan hendak mencari letak kolam yang mungkin berada di belakang rumah.

ane hanya menemukan pohon2 dan pagar tinggi yang menutupi wisma ini. otomatis ane mulai merassakan bahwa abang ane membohongi ane tentang kolam ikan yang digunakan dia untuk berenang. Mana mungkin kondisi kolam begini ada jejak dipakai untuk maen air. memang kolam ini cukup besar dan dalam, jadi untuk membersihkannya pasti sangat repot. Ane sangat ga yakin abang ane punya semangat buat bersih2 kolam apalagi gengsinya sangat tinggi beda tipis dengan artis2 ibukota saat ituemoticon-Big Grin

"Sial ane kena tipu", ujar ane dalam hati
Suasana maghrib mulai menjelang, tetapi cuaca hangat masih menyelubungi saat itu. Ane pun berjalan perlahan hendak kembali ke dalam wisma. Satu hal yang aneh bagi ane saat itu, ane merasakan ada perasaan safe walau sepi ketika di luar, beda dengan ketika di dalam wisma, ane merasakan ada perasaan tidak tenang dan tak ada gairah. beneran ane bawaannya ngantuk dan males kalau di dalam rumah, tetapi seperti tak mau tidur dan tak nyaman gansis.

ane pun masuk ke dalam rumah wisma dan segera mandi dan solat. Saat itu kak nap sudah menyediakan makanan di meja makan dekat pintu. Emak ane pun menyuruh ane segera mennyantap setelah ane solat.
"ma, aku nanti mau nonton bola, kira2 dimana ya antena tivi nya?", tanya ane
soalnya tv nya tidak bisa ane nonton dan ga dapet siaran bola memberikan rasa khawatir ane yang selalu mencari ngantuk dengan menonton tivi.
"kak nap, tivi ne bisa cantik sedikit tak?", ujar emak ane
"oh cuman seeperti itu ajalah, jarang pun orang nonton", ujar kak nap
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ANUStertusuk dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan

Pengalaman Horor di Mess W***kota Batam di Pe***Ba**


Ketika Ane Bersama Emak (Part 2)


Ane pun kebingungan karena satu2nya hiburan yang menurut ane paling memungkinkan dan menggiurkan di rumah ini harusnya TV 40 inchi dimaksimalkan betul untuk memberikan hiburan.
"Siaran TV di rumah ini tak pernah bagus, tuh udah di pasangkan para bola saja masih kabur2 tak jelas", ujar kak nap
ane semakin bingung, padahal biasanya kalau sudah pasang para bola, harusnya siaran tv manca negara bukan saja dapat diakses tapi jernih sejernih2nya seperti punya teman ane.
"jadi tak ada yang pernah nonton2 di rumah ini?", tanya ane
"hah, jarang. Jangankan mau nonton, mau nginap di rumah ini aja kalau cuman 1 dua orang pasti tidur di luar apa nginap dimana. Kecuali pas lagi musim marching band", ujar kak nap

makjang, ane yang kepengen bener nonton bola nanti malam terutama liga champions membuat ane sedikit kecewa.
"ah tau gini, mending di batam saja, jelas lagi nonton bola, daripada ga bisa nonton begini, ga ada kawan lagi", ujar ane yg saat itu tak pernah terfikir fenomena orang tak mau menginap di mess atau wisma ini.
"kalau mau, nanti malam ke rumah kak nap saja, nonton bola di rumah, bapak pun sepertinya bakal nonton bola", ujar kak nap menjelaskan suaminya yg hoby nonton bola
"ah iya kak, coba liat nanti kalau tidak beres dan tak kelihatan", ujar ane

selesai makan malam, emak ane langsung masuk ke kamar dan seperti biasa solat dan langsung tidur. Emak ane emang selalu cepat tidur kecuali badannya lagi bermasalah seperti kena flu. Sedangkan ane, langsung fokus kotak katik ne tv segede gaban untuk mencari siaran tv terutama RCTI yang nyiarin liga champions. Jurus pertama tentu ane langsung ke mode auto search siaran2 dari frekuensi yang bisa ketangkap. Walah dalah, setelah hampir 30 menit auto search, ane cuman dapat 3 siaran tv. 1 siaran tvri Riau yang hitam putih, 2 lagi RCTI dan SCTV yang kadang ilang kadang timbul gambarnya.

Tak putus asa, ane segera kotak katik setting para bola bahkan ane pasangkan antena dalam yang ada tersimpan di bawah kolong TV. tetap saja tak membawakan hasil membuat ane kecewa dan pasrah.
"mudah2an, karena ini masih banyak yg nonton tv jadi siaran terdistorsi, kalau tengah malam mudah2an sudah lebih jernih", ujar ane berdasarkan pengalaman tv di batam
ane pun menonton tv dengan rebahan di sofa letter L ini dengan menyaksikan acara tvri RIau yang ga jelas ini. Sampai akhirnya acara dunia dalam berita dan begitu dunia dalam berita selesai, ane berharap adalah film2 lokal atau drama apalah rupanya langsung tamat juga siaran malam itu. YA SALAAAAMMM...

ane segera mengganti acara tv ke stasiun nasional (RCTI dan SCTV) yang antara ada dan tiada ini. Dengan kondisi tv yang hitam putih dan sesekali suara yang terputus2 dan diiringi suara zzzzzzzzzzzzzzz membuat ane semakin bosan dan mengantuk. Ane pun segera masuk ke dalam kamar dan memasang alarm untuk bangun jam 2 pagi.
Alarm pun berbunyi, ane segera bangun dan menuju ruang TV. Nah kondisi penerangan rumah ini sungguh unik menurut ane. Jadi lampu ruang tengah ini tidak menerangi jalan kalau mau menuju kamar2. Jadi cuman terfokus di ruang tv. Persis seperti ruangan kantor menurut ane yang dibuatkan menjadi ruang tv.

ane pun menghidupkan tv dan tetap saja tidak ada yang berubah dari sebelumnya. Ane pun berusaha sekuat tenaga untuk mengotak atik antena dalam dengan putaran ke seluruh penjuru mata angin. Setelah putus asa, ane pun pasrah dan hanya dapat melihat segerombolan semut dan hanya dapat melihat skor yang berada di pojokan siaran tv.
"ah sial, ya sudah lah yang penting tau skornya", ujar ane
soalnya dulu berita bola ntu tidak bisa di dapat setiap hari, dan biasanya keesokan harinya baru tau skor. Jadi ane berharap paling tidak tau skor hasil sudah lumayan lah.
mata ane pun sayup2 dibantu kebosanan akibat hanya melihat semut2 bertengkar di tv.

mungkin sekitar 30 menit kemudian, mata ane tertuju ke arah gordeng merah yang ane rasakan sedikit bergoyang. Ane pun berusaha fokus dan memulihkan kesadaran ane. Mata ane tertuju ke gordeng, yang kemudian pintu kamar 3 terbuka "ckreeeek", dan ane melihat ada sesosok kepala dan mata yang melihat ke arah ane. Sontak ane kaget dan segera menegur dengan panggilan "om". Ane pun khawatir karena suara TV ane yang berisik tidak jelas ini telah membangunkan om2 yang juga menginap di rumah ini, om yang dari bengkalis.
Pintu kembali ditutup dan ane segera mengecilkan tv ane. Merasakan bahwa ada pria dewasa lain yang ada di rumah besar ini memberikan rasa ketenangan.

selagi menonton tv, ane pun tak berhenti merinding tapi ane abaikan demi mengetahui hasil pertandingan malam itu. Ane pun sesekali masuk ke kamar dan mengambil makanan ringan sisa2 perjalanan dari batam. Selagi ane makan biskuit, ane mendengar suara seperti aktivitas tikus yang berlarian dari arah gudang 1. Ane pun kemudian cuek saja padahal bener2 berisik dan bahkan seperti terjadi benturan2. Selagi ga keluar dari gudang, ane ga ada masalah, begitu pikir ane tentang suara ribut2 yang ane pikir tikus. Apalagi gudang, pasti wajar jadi sarang tikus.

Sembari menonton tv tak jelas, tiba2 ane merasakan sedang dilihatin dari kamar 4 yang posisi pintunya terbuka. Di kamar 4 inilah ane selalu merasa merinding kalau sudah dekat2 dengan kamar mandinya. ane pun melihat dari balik kaca nako ke arah kamar 4 yang gelap ini. Disitu ane merasakan ada bayangan hitam pekat yang berdiri di depan pintu kamar mandi. Ane bener2 kaget dan merinding, karena ane yakin bener ntu berbentuk sosok orang. Masalahnya ane tau bener ntu kamar tidak mungkin ditempatin sama orang yang menginap, lantaran ne kamar isinya tumpukan kasur2 tipis dan juga tempat laundry serta menggosok baju.

ane terus saja membaca alfatihah dan surat kulhu karena bener2 merinding ketakutan. Walau ane berusaha untuk mengindahkan dan kemudian pindah posisi duduk ane tidak lagi membelakangi kamar no 4. Bahkan bener2 posisi ane dekat dengan TV dan sedikit tiarap alias posisi tengkurep. Ane berusaha untuk fokus di tv dan meminta supaya pertandingan bola segera berakhir. Waktu itu masih tinggal 20 menit lagi dan posisi tim Ane lagi unggul 1 kosong.

"kossraaakkkk, kretttaakkkkk ckik cikkkk", suara dari gudang 1 selalu berisik.
"wah tikus2 ini sedang pesta kali", ujar ane dalam hati
ane pun fokus dan berusaha menikmati tv yang sungguh tak jelas mana musuh mana tim ane, apalagi bola kakinya yang mana atu dari titik2 hitam putih di tv 40 inchi ga jelas ini.
tiba2 ane sayup2 mendengar seperti air keran yang dibuka dari arah kamar no 6.
dengan berusaha menajamkan pendengeran ane dan mengecilkan tv, ane bener2 yakin bahwa bunyi keran air yang dibuka di kamar no 6. Ane segera tau bahwa pasti demit apa setan yang maenin keran di kamar no.6 ini. Soalnya kak nap sudah berujar dan memastikan tidak ada yang make kamar nomer 6 ini.

"sial, sial sial, ayo cepetan selesai cepetan selesai", ujar ane yang sudah sangat ketakutan
ane bener2 dilema mau kabur dan tidak tau skor atau mau tetap dan mati ketakutan dengan berbagai berisik2 tak jelas dari penjuru rumah ini.
"ya allah, pokoknya aku cuman mau nonton tv, bentar lagi kelar ini tontonan ane, mohon bersabar", ujar ane seolah berkomunikasi dengan para demit yang ada di kamar 4 dan 6
tak lama ini yang membuat ane beneran selesai nonton tv malam itu juga. Ane sebodoh amat dengan skor bola tim ane. Karena ane pintu kamar utama yang ada bath tub terbuka sendiri seolah ada angin yang mendorongnya.

"kyieeettttt", bunyi khas dari pintu kamar ini karena terbuat dari kayu ukiran yang cukup berat.
yang lebih parahnya lagi, saat itu juga ane mencium bau khas demit yaitu melati dan daun kenanga. Kalau ane nyebutnya ntu daun kamboja khas buat makam. Ane langsung tak peduli lagi, jangan ampe sosok yang dari kamar walikota ini menampakkan diri. Ane segera matikan tv dan tunggang langgang kabur ke kamar ane. Ane kagak peduli mematikan lampu tengah lagi padahal request kak nap, setelah selesai nonton tv lampu tolong dimatikan. Ane kagak peduli dah, ane masih bocah saat itu, ngadepin hantu masih ga punya nyali bener saat itu.

segera ane masuk ke kamar dan mengunci pintu. Emak ane tampak tidur pulas sedangkan ane langsung naik ke kasur ane. Nah posisi kasur kami ini seperti layaknya double bed di hotel. Masalahnya, kasur ane menempel dengan dinding yang berbatasan dengan ruang tengah. ane kagak mau melihat dan mendengar bunyi2 yang berasal dari ruang tengah. Ane saat itu beneran merasa seperti diikuti ketika ane masuk kamar.
Ane kagak bisa tidur bener, mau baca doa apapun ga bisa menenangkan hati ane. Yang bikin ane tenang cuman melihat ada emak ane yang tidur di seberang.

setelah 5 menit suasana hati ane mulai lumayan tenang tetapi mata ane kagak bisa terpejam. Perlahan ane mendengar jejak langkah kaki melewati kamar ane dan tv kembali hidup. Ane pun sedikit lega, mungkin abang2 yang kamar no 3 bangun dan pengen nonton tv. merasakan bahwa ada orang yang nonton tv, ane sedikit bersyukur dan berterima kasih dengan om2 dari bengkalis ini. Ane pun terlelap tidur dan kemudian terbangun ketika emak ane protes dengan ane sembari menyuruh ane solat subuh.
"oi dit, kau ne kenapa ga matikan tv dan lampu tengah tadi malam?", ujar emak ane
"hah, kalau lampu tengah tadi malam memang tak aku matikan, tapi tv kemaren aku uda matikan ma, cuman sepertinya om2 dari bengkalis yang di kamar 3 yang lupa mematikan tv", ujar ane

"oh uda balik orang itu ya?", ujar emak ane
"keknya uda tadi malam ma, kemaren malam aku lihat dia ngintip dan buka pintu dari kamar situ", ujar ane yg memaksudkan kamar no 3.
"oh ya sudah, kau begadang kan? jadi kau tak mau ikut mama ke kantor kan?", ujar emak ane
"iya ma, keknya mau tidur aja", ujar ane
tak lama emak ane keluar dari kamar dan sepertinya ada orang datang pagi itu. Dari suaranya bukan suara kak nap, tetapi suara orang lelaki. Pikir ane, mungkin om bengkalis yang satu lagi baru datang pagi2. Ane pun memejamkan mata ane karena masih mengantuk berat.

15 menit ane baru aja merem, tiba2 emak ane masuk dan membangunkan ane.
"eh dit, bangun, tuh om safar mau ketem kau", ujar emak ane
"om safar? siapa ma?", ujar ane
"itu, dia sopir yang antar mama kesana kesini di sini, dia banyak ngobrol dengan kakak kau, makanya pengen kenal kau juga, cepatlah kesana, dia bawain sarapan nasi lemak tuh (sebutan nasi uduk orang melayu", ujar emak ane
dengan mata yang sangat berat dan malas, ane tetap memaksakan diri karena tidak sopan kalau ane tetep merem.

Dengan langkah gontai, ane segera bersalaman dan bertegur sapa dengan om safar
"eh eh eh, lawa (cakep) betul anak kakak ne, kemarin mirip bintang india sekarang mirip bintang korea, pintar betul kakak buat anak ne", ujar om safar sambil ketawa2.
"eh, om kapan sampai?", ujar ane
"oh, uda tadi malam, ne keluar sebentar pagi beli sarapan buat engkau lah, sedap tak?", ujar ane
ane pun berfikir jangan2 om safar ini yang ada di kamar nomer 3.
"oh, om tidur di kamar situ ya, kenapa ga gabung sama saya aja om nonton bola tadi malam?", ujar ane

"tadi malam?, om tidur di mobil dit, mana pernah om tidur di rumah ini", ujar om safar
ane pun menanyakan kenapa memilih tidur di mobil bukan tidur di rumah besar ini. Secara lumrah menurut ane, mau bagaimana nyamannya ntu mobil tetap ga ada yang ngalahin tidur di kasur.
"iya uda kebiasaan om tidur di mobil, sekalian jaga mobil takut kemalingan", ujar om safar sambil mengunyah pisang goreng
ane saat itu menerima alasannya karena fikir ane mobilnya merk mahal yang sangat rentan untuk dicuri. Tapi setelah ane tau bahwa mobilnya cuman kijang kotak yang keras begitu tempat duduknya, tak ada radio apalagi ac, tak mungkin bakal mau dimaling. Apalagi mobilnya ini juga mobil dinas.

"eh kau nonton bola ya tadi malam sendirian disini? berani betul kau ne, salut lah abang", ujar om safar sambil mengacungkan jempolnya.
"eh taklah om, tadi malam ada juga om2 dari bengkalis, dia nonton juga, tapi lupa matikan tv sama lampu tengah tuh", ujar ane
"ah iyakah?, om dari lepas jam 9 sudah parkir mobil dekat taman tuh, samping bendera, tak ada tuh orang bengkalis nampak masuk rumah, motornya pun tak ada di depan tuh", om safar tak percaya dengan penuturan ane
"eh ada om, orang aku lihat dia ngintip dari balik pintu, terus hidupkan tivi malam2 selepas aku tidur", ujar ane

"ah iyakah?, kalilah, coba tanya kak nap lah, kali dia keluar beli sarapan juga", ujar om safar
kak nap pun datang ke rumah dan membawa beberapa gorengan pisang. Om safar langsung menanyakan perihal bujang2 dari bengkalis yang sudah balik ke rumah wisma ini.
"ah, tak adalah, kata mereka malahan masih di dumai nanti sore baru balik ke sini", ujar kak nap
om safar tiba2 dari gayanya yang santai dan ceplas ceplos langsung berubah mendengar respon kak nap ini. Tampak jelas dia berusaha mengganti topik bahwa yang ane temuin kejadian tadi malam itu bukan dari sosok manusia.

"ah iya kali, berangkat pagi2 buta kali mereka ini. Ah sudahlah pergi tidur lagilah, pasti ngantuk kan? nanti siang jam 1an om jemput ke kantor emak engkau ye, biar tau kantor pak gubernur. Jadi sekarang tidur aja dlulah sana", ujar om safar
ane pun langsung setuju dan meninggalkan emak ane dan om safar yang berbincang2 masalah kantor dan masalah laen yang ane duga tentang demit rumah wisma ini. Ada perasaan canggung dari mereka yang ane rasakan sehingga meminta ane langsung balik ke kamar walau mata ane juga ngantuk berat.

ane segera tidur lelap dan terbangun sekitar jam 10an. Seperti biasa, suasana sangat sepi dan tidak ada penghuni sama sekali di dalam rumah. Ane segera ke dapur dan membuat kopi. Ane malas untuk hidupkan tv karena hanya kesal yang ane dapatkan. Ane memilih minum kopi sambil membuka pintu rumah dan menyaksikan suara burung dan bising yang masuk ke dalam rumah. Tak lama telpon rumah pun berdering yang ane yakin pasti dari emak ane.
"eh dit, dah bangun kau, sedang apa kau?", ujar emak ane
"baru bangun ma, ne lagi ngopi, kenapa ma?", ujar ane
"kau nak ikut ke kantor apa masih mau di rumah?", ujar emak ane
"ah ikutlah", ujar ane sangat tidak semangat untuk beraktivitas di rumah
"ya sudah, mandilah dan kau tunggu nanti om safar datang jemput kau", ujar emak ane

ane pun segera mandi dan berpakaian. Sambil menunggu om safar datang, ane pun membuat kopi gelas kedua. Sesekali ane melihat ke arah kamar walikota yang kemarin terbuka sendiri dan berbau melati menyeruak ke ruangan. Suasana di siang hari tampak tidak mencekam atau membuat ane merinding tetapi memang suhu udara dingin di rumah ini tak bisa dihilangkan. perut ane semakin lapar membuat ane semakin tak sabar untuk segera berangkat ke warung terdekat. Untungnya om safar datang dan segera mengajak ane untuk naik mobil.

"eh engkau lapar tak?", ujar om safar
"laparlah om, makan dimana kita om sama mama?", ujar ane
"ah makan padang aja, dekat kantor sedap juga tuh", ujar om safar
ane pun mengiyakan dan kami pun ngalor ngidul cerita tentang sekolah ane, tentang pendapat ane kota pekan baru dan meminta ane supaya lanjut sma di pekan baru saja.
"om, tinggal dimana disini?", tanya ane
"eh rumah om tak disini, rumah om dekat dumai, disini cuman sesekali numpang mandi tempat kak nap aja, tidur di mobil aja", ujar om safar
"eh, napa ga mandi di rumah wisma aja om, kamar juga banyak kosong", ujar ane

"eeeehhh, kosong ya, ah tak payahlah, om juga jarang lama2 di pekan (baru) ne. Pas ada urusan orang batam aja baru datang ke pekan ne. Kalau tak, dekat dumai aja om", jelas om safar
"om, orang bengkalis tuh kerja di kantor sama dengan mama tak?", tanya ane
"eh, sama. nanti kau ketemu tuh ada di kantor tadi. Kalau tak ada, kata mereka sore nanti nak ke wisma, ambil barang", ujar om safar
kami pun makan di resto padang dan segera ke kantor emak ane hingga sekitar jam 4 lewat. Kami balik dengan diantar om safar. Sesampai di wisma, om safar langsung pamit karena pengen ngisi bensin dan sekalian ada yang mau ditemuin.

Ane dan emak ane langsung masuk dalam rumah dan bersih2. Ane pun langsung duduk di depan tv dan menyaksikan acara tvri yang ga jelas ini. Tak lama menjelang jam 6, ada dua om2 jangkung yang agak parlente dan gondrong menyapa ane sambil tersenyum
"eh, anak kak *** ye, dah lama disini dek?", ujar om bengkalis sebut aja om Kris
"iya om kris, ini om dari bengkalis itu ya?", tanya ane
"e eh, tau ajalah engkau ne. Eh sejak kapan kau disini, kemaren malam tidur disinilah berdua dengan emak engaku ye?", ujar om kris
"eh, bukannya ada satu orang juga tinggal di kamar 3 om kemarin malam?", tanya ane
"eh, om lah di kamar 3. tapi tadi malam tak kesini, tinggal di kantor, om pikir tak ada orang disini, jadi malas nak kesini kemarin", ujar om kris

"eh tadi malam aku lihat ada orang yang membuka pintu dan mengintip dari kamar om tuh, aku pikir om lah", ujar ane
"ah engkau ngigau tak, ini kunci aja sama om, neh lihat", sambil menyodorkan kuncinya
"ayok kita lihat kalau tak percaya", ajak om kris sambil membuka pintu dengan kuncinya
dari 2 kali bunyi ckrek kunci, ane yakin juga bahwa kamarnya terkunci. tapi tadi malam ane yakin bener kamarnya terbuka dan ada sosok kepala yang mengintip layaknya orang yang pengen tau siapa yang berada di luar pintu.

ane melihat juga kasur dan kamarnya bener2 seperti tidak kena sentuhan orang alias rapi jali.
"jadi tadi malam yang aku lihat tuh siapa?", ujar ane dalam hati
om kris pun berbisik ke ane bahwa kalau nanti ditawarkan kak nap untuk pindah kamar, pokoknya jangan mau. Pakai aja kamar 1 2 atau 3 tak apa, selain itu jangan mau. Karena banyak yang uda kenak ujar om kris.
ane pun bener2 kaget dan ngeri dan langsung menceritakan semua pengalaman ane tadi malam ketika menonton tv. Bahkan tv pun seperti dihidupkan sendiri atau ada yang menghidupkan tivi.

"hah engkau nonton tv malam? nyari pasal (masalah) aja engkau dik, kalau mau nonton bola, kau nonton di rumah kak nap aja, pokoknya kalau lepas jam 10 masuk kamar, tidur, dah jangan macam2, yang laen2 biarkan saja", ujar om kris.
"eh mak, ngeri betul, om kris tinggal lah malam ne, jangan tidur di kantor", ujar ane
"eh, abang aja mau ambil barang ne, soalnya sudah mau berangkat balik ke bengkalis. Ah coba om telpon kawan om itu, sapa tau dia maau balik karena ada kawan di rumah ne", ujar om kris

om kris pun menelpon kawannya dan memberitahukan bahwa ada emak ane dan anaknya yang tinggal di dalam rumah wisma ini. Tapi tampaknya kawannya om kris seperti sudah tekad bulatnya untuk tidak menginap lagi dalam wisma ini.
"ah dia tak mau dik, abang ne aja uda agak penakut, nah kalau abang satu lagi, dilihat kucing malam2 aja menjerit", ujar om kris dengan terbahak2.
"eh dit, pokoknya kalau bisa kau tak usah maen2 di kamar 4 atau kamar sana tuh (kamar walikota), soalnya agak ganas tuh yang nunggu disitu", ujar om kris

om kris pun bercerita bahwa sudah banyak korban dari mulai anak marching band, anak2 yang ikutan ortunya menenami ke pekan baru seperti ane bahkan anak kak nap sendiri. Makanya ane baru paham kenapa anak kak nap tidak mau maen2 ke rumah besar ini padahal lumrahnya anak kecil seumuran anak dibawah 5 tahun pasti lagi kepo2nya dan ga berhenti kesana kemari.
ceritanya begini, suatu waktu anak kak nap ini diajak kak nap ke rumah selagi dia membersihkan seisi rumah. Nah sebut aja nama anak kak nap ne tina dan tino. Nah si tina ini selalu ikut kak nap selagi nyapu, ngepel, dan nyetrika baju2 anak2 marching band.

Sedangkan si tino ini berlarilah ke sana kemari. Ane bisa paham soalnya ane aja kepo nauzubilah dengan isi rumah ini. dimulai ketika si tino maen ke kamar walikota yang ada bathtubnya. Saat itu si tino meminta diizinkan untuk mengisi bath tub dengan air dan menjadi kolam renang mininya. Dengan penuh keseruan bermain air dalam bath tub, tiba2 tino berteriak dan seperti orang kelelep. Si tina yang menyaksikan abangnya menangis dan teriak2 pun ikut menjerit memanggil kak nap. Anehnya, si tino ini kelelep dan tidak bisa bangun padahal air dalam bath tub cuman sebetis dia tapi dia seperti meronta2 tak bisa bangun dari air segitu. Kata tino "ada tante jahat melelepin aku", ujar tinoemoticon-Big Grin

profile-picture
profile-picture
profile-picture
titahbayu dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 31 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 31 balasan
Kisah hidup tetangga si panpan emang gokil2 gan....
G ad yg lempeng kyknya kisah hidup mereka.....
profile-picture
Nolfusion memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Halaman 13 dari 17


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di