CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Militer dan Kepolisian /
Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit yang Ciptakan Badai Puing Ruang Angkasa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61953ac1b46ff95e442c679c/rusia-uji-coba-rudal-anti-satelit-yang-ciptakan-badai-puing-ruang-angkasa

Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit yang Ciptakan Badai Puing Ruang Angkasa

Hubungan AS dan Rusia kembali menegang setelah Paman Sam dengan tegas memberi pernyataan jika tindakan yang dilakukan Rusia baru-baru ini merupakan tindakan ceroboh dan sembrono. Lalu apa yang dilakukan Rusia sehingga membuat AS begitu marah ? Mengutip laporan Spaceflight Nowpada hari Senin (15/11/2021) Rusia telah menguji rudal anti-satelit mereka. Komando Luar Angkasa AS mengatakan jika Rusia telah menghancurkan satelit pengintai militer yang sudah tidak aktif bernama Kosmos 1408.

Menurut AS aksi penghancuran satelit itu menghasilkan lebih dari 1.500 keping puing luar angkasa, dan kemungkinan akan menghasilkan ratusan ribu keping puing orbital yang lebih kecil yang akan menciptakan badai puing di ruang angkasa. Fragmen-fragmen itu akan tetap berada di orbit selama bertahun-tahun bahkan sampai beberapa dekade, hal itu menimbulkan resiko signifikan bagi awak Stasiun Luar Angkasa Internasional dan aktivitas penerbangan luar angkasa manusia lainnya, serta satelit beberapa negara. Termasuk stasiun luar angkasa China.

"Saya marah dengan tindakan tidak bertanggungjawab ini," kata Administrator NASA Bill Nelson. “Dengan sejarah panjang dan bertingkat dalam penerbangan antariksa manusia, tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan tidak hanya astronot mitra Amerika dan internasional di ISS, tetapi juga kosmonot mereka sendiri."

"Tindakan mereka sembrono dan berbahaya, bahkan untuk berbicara tentang ancaman terhadap stasiun luar angkasa China dan taikonaut di dalamnya," kata Nelson. “Semua negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah terciptanya puing-puing ruang angkasa yang disengaja dari ASAT (Anti-Satellite) dan menciptakan lingkungan ruang angkasa yang aman dan berkelanjutan.”


Quote:



Sementara itu 7 orang awak stasiun ruang angkasa yang sedang bertugas diarahkan untuk berlindung di kapsul ruang angkasa mereka selama dua jam setelah satelit milik Uni Soviet itu dihancurkan. Ketujuh orang astronot itu terdiri dari empat orang Amerika, satu orang Jerman, dan dua orang Rusia. Langkah tersebut dilakikan untuk pelarian cepat ketika diperlukan. Jenderal Angkatan Darat James Dickinson, kepala Komando Luar Angkasa, mengatakan puing-puing hasil uji coba rudal anti-satelit akan memaksa lebih banyak manuver penghindaran tabrakan oleh stasiun ruang angkasa dan satelit lain di orbit rendah Bumi.

Spaceflight Now mengatakan jika fragmen puing-puing dari hasil uji coba rudal anti-satelit dapat menembus lambung salah satu modul stasiun ruang angkasa, dalam skenario terburuk para astronot dan kosmonot akan kembali ke bumi dengan sekoci mereka. Kosmos 1408 yang dihancurkan Rusia mengorbit pada ketinggian sekitar 480 kilometer sebelum uji anti-satelit, terbang di jalur utara-selatan di sekitar Bumi dengan kemiringan 82,6 derajat ke khatulistiwa.

Menurut artikel Spaceflight Now Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) mengorbit sekitar 420 kilometer di atas planet ini. Stasiun luar angkasa China, dengan tiga astronot saat ini, mengorbit sedikit lebih rendah pada ketinggian rata-rata 385 kilometer. Energi dari benturan berkecepatan tinggi senjata anti-satelit dengan Kosmos 1408 kemungkinan akan mendorong beberapa fragmen ke ketinggian yang lebih tinggi dan lebih rendah, menyebarkan puing-puing di sekitar planet ini.


Quote:



Sementara itu mengutip artikel The Guardian militer Rusia mengatakan sedang melakukan kegiatan yang direncanakan untuk memperkuat kemampuan pertahanannya tetapi membantah bahwa tes itu berbahaya. “Amerika Serikat tahu pasti bahwa fragmen yang dihasilkan dalam hal waktu uji dan parameter orbital tidak akan menimbulkan ancaman bagi stasiun orbital, pesawat ruang angkasa, dan aktivitas luar angkasa,” kata militer Rusia. Konfirmasi klaim AS datang beberapa saat setelah menteri luar negeri Rusia, Sergei Lavrov, membantah bahwa Moskow telah membahayakan ISS.

Sementara itu peryataan militer Rusia di atas juga diperkuat dengan pernyataan badan antariksa Rusia yang bernama, Roscosmos. Dalam pesan yang diposting di Twitter, Roscosmos mengatakan bahwa orbit objek yang menyebabkan kru pindah ke pesawat ruang angkasa hari ini sudah sesuai dengan prosedur standar, objek juga telah menjauh dan stasiun ruang angkasa berada di zona hijau.

Entah klaim mana yang benar, AS mengatakan jika apa yang dilakukan Rusia berbahaya sementara Rusia mengatakan jika apa yang dilakukannya pada hari Senin kemarin tidak berbahaya. Sementara itu beberapa media mengatakan jika Rusia sedang menguji sistem rudal anti-satelit baru yang bernama "PL-19 Nudol" dari Plesetsk Cosmodrome lebih dari 10 kali sejak 2014. Namun peluncuran uji sebelumnya tidak digunakan untuk menghancurkan satelit di orbit.

Pada Januari 2019 citra satelit komersial menunjukkan bahwa Rusia sedang membangun situs untuk peluncuran rudal balistik dan anti-satelit di wilayah Plesetsk Cosmodrome, merupakan wilayah yang berada di sebelah utara Rusia. Pembangunan situs ini dimulai pada akhir 2015 sampai 2017. Namun, tidak ada kabar kapan PL-19 Nudol akan memasuki layanan, tetapi jadwal pengujian yang cepat menunjukkan bahwa senjata itu adalah prioritas utama bagi pasukan Rusia.

Nudol sendiri akan diproyeksikan untuk menggantikan sistem anti-satelit A-135 era Uni Soviet. Selain digunakan untuk menghancurkan satelit, Nudol juga digunakan untuk mencegat rudal balistik yang diarahkan ke Rusia. Nudol sendiri dipasang pada platform truk, sehingga membuatnya bisa bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Sementara sistem A-135 era Soviet ditempatkan secara statis, sehingga tidak bisa dipindahkan.


Quote:







Referensi Tulisan: Spaceflight Now, The Guardian
Ilustrasi Foto: Plymouth University, The Guardian, spaceflightnow.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NeVIP dan 20 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 8 lainnya memberi reputasi
masi pake peluncur darat...?emoticon-Big Grin

Bbrp tahun lalu pernah ada riset peluncuran satelit dari pesawat. Roket peluncurnya dinamakan Buravestnik..
Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit yang Ciptakan Badai Puing Ruang Angkasa
Dibawa oleh Mig-31, bentuknya mirip rudal Kinzhal (kinzhal moncongnya lebih runcing). Buravestnik ini diduga dikembangkan jadi rudal anti satelit.
Mirip sama ASM-135A ASAT punya Amrik.
...cmiiw..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jazzcoustic dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
PL 19 nudol...... Rudal balistik anti satelit nya tsar rusia lumayan ampuh dan akurat bngt tuk bs mnghantam sasaran nya yg berada pd jarak hampir setinggi 500 km di atas permukaan laut, gan......

Namun, apapun klaim moscow bhw efek ledakan tsb aman..... Sngt di ragukan, krn tak semua pecahan satelit nya yg sdh rusak itu bs hancur bgitu saja jatuh ke atmosfer bumi..... sebagian besar tentu nya akan msh melayang layang di luar angkasa yg pasti nya akan bs melukai bbrp obyek antariksa lainnya yg berada di sekitarnya, gan......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yoseful
Memang sih tujuan utama dari misil anti satelit ini untuk merusak dan menghancurkan satelit usang yang masih tertinggal di angkasa ( meskipun ada indikasi untuk perang juga) .. tapi ini termasuk ide buruk karena menambah angkasa semakin banyak sampah.

AS, Russia, Tiongkok sama India yang punya misil beginian.

Belum ada program daur ulang yak buat satelit bekas...
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Emg bingung jg
Gmn cara bersihin sampah satelit
Or ngebersin satelit yg udh uzur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 5 lainnya memberi reputasi
Terus? Mau apa kamu? Begitu kata pak vladimir

profile-picture
profile-picture
profile-picture
MafTrack dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Memang sih tindakan rusia sebenernya menambah "polusi" debris low orbit yang makin membuat ekspedisi ke luar angkasa makin sulit, dimana debris2 tersebut bisa menabrak shuttle atau objek yang dikirim ke luar angkasa. Tapi disisi lain Amrik termasuk negara "pencemar" paling banyak debris yang ada di luar angkasa, bahkan sekarang ada sekitar 3600 satelit amrik diluar sana (2/3nya swasta/sipil). Kebayang kalau seandainya seluruh satelit amrik itu non-aktif atau jadi debris maka diperkirakan butuh 4 dekade biar debris itu hancur jatuh kebumi untuk ngebuat low orbit atmosphere bersih lagi. emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 5 lainnya memberi reputasi
Fragmen-fragmen itu akan tetap berada di orbit selama bertahun-tahun bahkan sampai beberapa dekade, hal itu menimbulkan resiko signifikan bagi awak Stasiun Luar Angkasa Internasional dan aktivitas penerbangan luar angkasa manusia lainnya, serta satelit beberapa negara. Termasuk stasiun luar angkasa China.


Ada benernya juga sih...walaupun Rusia mengatakan tidak berbahaya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoseful dan 3 lainnya memberi reputasi
ribuan satelit buatan yang akan dan sudah mengorbit membuat antariksa menjadi kawasan yang begitu padat. dari sekian satelit resmi yang terdaftar ditambah satelit tak terdaftar menjadikan kawasan ini menjadi rawan untuk dilintasi.

kecepatan relatif yang tinggi dan faktor lain membuat berubahnya lintasan orbit sangat berpotensi terjadi tabrakan yang berakibat fatal.
upaya penghancuran benda orbit itu dengan peledak hanya akan membuat pecahan lebih kecil yang berubah orbitnya tak beraturan sehingga semakin sulit untuk dilacak

sebagai perbandingan kecepatan orbit mencapai 5-10 km/detik adalah lebih cepat dari luncuran peluru pistol. sekumpulan burung emprit kecil dan ringam yang menabrak bisa merusak dan menjatuhkan pesawat terbang jumbo jet. dengan begitu semakin berbahaya saja antariksa dengan serakan sampah satelit yang akan menabrak apapun dalam lintasannya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 5 lainnya memberi reputasi
Sejak tahun 2011, Russia melalui project 14K168 Burevestnik mengembangkan sistem ASAT yang berbasis Space Based - Space Situational Awareness / SSA yang bertujuan untuk menghancurkan GEO satelit yang sudah tidak terpakai dan satelit lain yang membahayakan.
Dibagi menjadi 3 platform dasar peluncuran dan 2 jenis senjata :

1. Darat dengan menggunakan rudal yang diluncurkan dari SILO dan mobile TEL.
A 235 P 19 Nudol adalah sistem DA ASAT yang tengah dikembangkan oleh Russia - JSC Concern VKO Almaz Altey. Sistem ini menggunakan 2 jenis peluncur rudal SILO dan mobile TEL sedangkan rudal yang digunakan adalah 3 jenis rudal ABM dengan 2 jenis warhead yaitu :

A. Rudal 51T6 nuclear warhead, long range 1500 km.
B. Rudal 58R6 kinetik warhead, medium range 1000 km.
C. Rudal 53T6 / 45T6 kinetik warhead, short range 350 km.

2. Udara dengan menggunakan rudal dan diluncurkan dari pespur.
Pada bulan September 2018 bertempat di Zhukovsky Aviation Research Center - Moscow telah sukses dilakukan test flight n launched ASAT dengan menggunakan platform luncur yang ditempatkan dibawah fuselage varian khusus MiG 31S Foxhound. Rudal yang digunakan adalah hasil development dari Fakel Bureau berbasis 95M6.

3. Antariksa dengan menggunakan co orbital anti satelit yang dilengkapi dengan ASAT.
Setidaknya sudah ada 2 satelit military Cosmos 2542 dan Cosmos 2543 yang sudah dipersenjatai dengan ASAT. Belum ada penjelasan resmi apakah sistem ini menggunakan rudal atau kanon khusus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gonugraha76
Ini senjata yg penting banget, hancurin satelitnya amerika langsung kerasa efeknya, termasuk kita juga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoseful dan 2 lainnya memberi reputasi
Jadi inget film gravity. Sampah antariksa berukuran kecil lebih berbahaya karena sulit di deteksi dan diprediksi arah lintasan nya. Bisa2 satelit buat kepentingan umum juga kena. Dan skenario terburuk lumpuhnya jaringan komunikasi global. Yah walaupun itu mungkin salah satu tujuan mereka juga biar musuh gabisa berkomunikasi. Mungkin kita kembali ke jaman batu dan mengandalkan gelombang radio sebagai alat komunikasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoseful dan 2 lainnya memberi reputasi
Persiapan pasang genteng lapis baja klo semisal rumah kejatuhan puing satelit emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
coffeaddict88 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ngeri kalii side efeknya emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thefunkteriguh dan 2 lainnya memberi reputasi
Yg saling klaim pastinya orang2 pinter, klo bertentangan gt kan bs di presentasikan atau simulasi pake data2 emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan jlamp memberi reputasi
Widih serem cuyyemoticon-Traveller
profile-picture
jlamp memberi reputasi
Klo klaim yg bener, ya tentunya dari lembaga resmi milik russia bukan dari US, kalo US itu kan gak jauh2 dari asumsi semata
profile-picture
jlamp memberi reputasi
US itu waswas sama rusia, ngeri euy russia

biden lembek gitu, mana tua banget, mana bisa hadepin putin, harusnya trump yg rada gilaemoticon-Leh Uga
profile-picture
jlamp memberi reputasi
Diubah oleh ushirota
Klo di tarik kembali ke bumi itu satelit g bs y?mkr aja gw,di bumi aja sampah bgtu bnyk,kira2 sampah satelit brp bnyk diatas sana?
profile-picture
jlamp memberi reputasi
Jd ingat film gravity
profile-picture
jlamp memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di