CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/611482e628fb175bc51c1851/pengalaman-bertemu-hantu-jin-chapter-jogjakarta

Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)

Tampilkan isi Thread
Halaman 9 dari 17

Besan Sakti Pemilik Ilmu Putih (Part 2)


Lanjutan Jejak Awal The Special One


(Dialog ane bahasa Indonesiakan ya...)

"Mau ngapain kamu, ga... ga... sana maen sama teman2mu", ujar dukun
Melihat gelagat si dukun yang rada jiper alias kagak petantang petenteng lagi, membuat si om ajudan semakin menjadi tengilnya.
"lah, ada apa e pak dukun, kok ciut tiba2, orang cuman lidi begini", ujar si om ajudan yang semakin penasaran ingin segera mengetes lidi bambu ini.
si Dukun pun menatap mas rum beberapa saat, dan kemudian menundukkan kepalanya.
"lah, kalau mau ngetes ilmu ya yang sejenis, jangan hitam sama putih", ujar dukun

"lah, emangnya ada bedanya?", tanya om ajudan
"ya, jelaslah. Ibarat kata satu air satu api ya jelas kalah yang api mau bagaimanapun", ujar si dukun
"ya kan minimal kalau begitukan tinggal dibikin uap aja airnya kalau memang apinya lebih kuat", jawab om ajudan dengan tengil
"ya ini tapi... (si dukun melihat lagi ke arah mas rum yang tampaknya mereka bebicara secara telepati menurut om ajudan), ya wis, pokoknya jangan kencang2", ujar dukun
ujaran pak dukun ini membuat mas rum tersenyum namun membuat si om ajudan ini kebingungan maksud jangan kencang2.

"ya sudah, ayok masuk, 5 menit saja, saya sibuk", ujar si dukun
"ya ya, orang cuman mau ngetes aja, cuman bambu lidi aja kok repot bener", ujar om ajudan
nah kali ini si dukun laen, dia melakukan beberapa persiapan. Keris andalannya yang selalu tertancap di abu dupa di ambilnya dan dicucinya ke dalam air kembang. Si dukun pun menghidupkan tempat pembakaran menyan dan segera menaruh keris yang basah dengan bara menyan. Uap dan asap pun mengepul ketika keris yang basah bertemu bara menyan. Si dukun komat kamit dan matanya melotot seperti sedikit kerasukan.

Om ajudan ane pun saat itu bercerita bahwa kaget si dukun kok seperti serius dan mengeluarkan segala kemampuannya.
"eh eh eh... pak suwante, jangan serius2, kami masih cah cilik loh, ini cuman bawa lidi kok", ujar om ajudan yang saat itu kagak ada "pegangan ilmu ghaib" apapun.
"cah cilik, cah cilik apa nya... aku ga takut aku ga takut aku ga takut, grrrrrrrrrrrrr" suara pak dukun yang diakhiri seperti eraman.
settt.... kotak yang berada dibawah meja dukun pun bergeser ke depan om ajudan dan mas rum.

"hayoooo... lawan....lawannnn... errrrrrrr", ujar si dukun
melihat kotak sudah di depan, si om ajudan pun tau bahwa ia harus memasukkan lidinya.
"aku masukin ya, neh", ujar om ajudan dengan melihat mas rum tersenyum
sejurus om ajudan ingin meminta si dukun supaya segera memasukkan keris yang ada ditangannya karena sudah penasaran dengan apa yang terjadi.
ketika ia menoleh ke dukun, rupanya keris sudah tidak ditangan dan tangan si dukun seperti orang yang sedang menari2 dengan tangan di depan.

"eh kemana kerisnya, apa sudah di kotak", gumam si om ajudan.
si om ajudan pun mengintip ke dalam kotak dan menyaksikan keris si dukun sudah dalam kotak dengan posisi berdiri dengan gagangnya sebagai kaki. Si keris pun bergetar2 hebat sedangkan si bambu ini berdiri dengan posisi 45 derajat atau serong ke kiri.
om ajudan yang melihat adegan yang ga biasa itu tiba2 seperti ada kepulan asap yang menabrak matanya, membuat matanya kepedesan.
"jangan dilihatin mas, biarin saja", ujar mas rum kepada om ajudan yang sedang seperti kelilipan.

"klooootaakkk kloootakkkk klooootaaakkk", kotak ini pun bergoyang2 dan menimbulkan suara seperti ada yang bertabrakan di dalamnya.
tak lama kotak ini terbang ke arah si dukun dan menabrak si dukun. Anehnya si dukun ini terpental sekitar 2 m-an menurut om ajudan. Padahal kotak itu ga besar dan kalaupun beratnya ga sampai 1 kg lebih menurutnya. Tapi si dukun terpental seperti kena tabrak motor dengan kecepatan minimal 80 km/jam emoticon-Ngakak (S)
si om ajudan yang baru pertama kali melihat orang mental karena serangan ghaib pun benar-benar ga percaya (kejadian dukun terpental inilah yang membuat si om ajudan lebih tertarik sama ilmu ghaib ketimbang ilmu sekolahanemoticon-Ngakak (S) ).

Si dukun yang telah terjungkal dan terpental akhirnya bangun dan mengeluarkan kuda2 jurus seperti bersiap menyerang dan langsung seperti memukul ke depan dan tiba2 menjadi kaku. Si mas rum menurut om ajudan ga berkedip sama sekali, sedangkan om ajudan tolah toleh ke mas rum dan pak dukun tak mengerti apa yang terjadiemoticon-Ngakak (S) .
"ggrrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh", teriak si dukun
"grrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh", dukun teriak ke dua kali
"aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh, sakit mbaaahhh, sakiiittt", ujar si dukun

perilaku si dukun ini menurut si om ajudan seperti ketika dia kesakitan dicubitin ibunya.
"rum, itu si dukun dicubitin apa", tanya om ajudan
"iya", si mas rum tersenyum.
tak lama tiba2 si dukun terduduk dan meringkuk ke samping.
terdengar suara bunyi yang tak asing bagi om ajudan yaitu bunyi sebatan lidi bambu ketika dia belajar ngaji di langgar (surau/masjid kecil).
si mas rum pun tertawa pelan dan si om ajudan tak mengerti apa yang terjadi cuman si dukun seperti anjing yang meringkuk dipukulin terkaing kaing.

"ampuunn mbahhh aaaahhhh aaahhhhh ahhhhhh", desahan si dukun bukan karena kenikmatan hakiki tapi kemungkinan besar kena sabetan lidi bambu.
menurut om ajudan, memang terdengar bunyi sabetan lidi bambu setiap teriakan kesakitan dari si dukun.
si om ajudan pun langsung mendekati si dukun yang meringkuk, menutupi kepalanya dan dipunggungnya timbul garis2 merah lurus yang identik dengan sabetan lidi bambuemoticon-Ngakak (S)
"eh rum... rum lihat ini, lihat ini dia kena sabetan bambu mu itu sepertinya", ujar om ajudan kegirangan.
si mas rum pun cuman tersenyum dan mengangguk2 ke om ajudan.

menyadari si bambu lidi ini menarik, si om ajudan pun otaknya langsung berfikir untuk segera menemukan kotak yang menyimpan ne bambu. Setelah menemukan kotak, segera dia membuka dan hanya menemukan keris yang sudah bengkok parah seperti sendok yang dibengkokkanemoticon-Ngakak (S) .
(begini yang dilihat om ajudan)
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
source: ibnuhasyim.com
"eh, mana lidi-nya", ujar om ajudan yang tak menemukan di dalam kotak.

"rum, dimana lidi-nya, ngelihat ga", tanya om ajudan ke mas rum
"ga tau mas", ujar mas rum yang menyaksikan si dukun meringkuk kesakitan.
Asli om ajudan ini orangnya memang ga terabas2 dan to the point gansis, jadi dia ini kagak ada kelihatan "jawa tengahnya" kelakuannya yang selalu terus terang dan tabrak2 apapun itu. Bahkan menurut ane, dia ini lebih sumatra ketimbang ane yang sumatra. Rupanya memang dari kecil uda begini si om ajudan.
"nah tinggal satu orang yang tau dimana ne lidi", ujar si om ajudan dengan melihat pak dukun yang masih meringkuk dan meringis.

si om ajudan mendekati ne dukun dan menyawil2nya.
"pak dukun, heh... heh... pak dukun", tegor om ajudan ke bahunya
"apaa.... sudah pulang kalian", ujar pak dukun
"bentar, ini lidi-nya kemana, aku ga nemu, keliatan ga", tanya om ajudan.
"lidi apanya, lidi bangs*t begitu ga usah di cari", ujar si dukun
tiba2 terdengar lagi sabetan dan si om ajudan benar2 merasa ada angin sabetan di sebelah pipinya.
"aaaaaaaaawwwwwwwwwwww, ampun mbaaahh ampunnn mbahhh, saya salah, saya kurang ajar, ampun mbaaahh, ampuuuunnn", ujar si dukun yang menjerit2 kembali.

"sudah mas, ayok pulang, sudah kan", ujar mas rum.
mungkin maksud mas rum si dukun sudah dikasih pelajaran supaya ga sombong lagiemoticon-Ngakak (S)
"ah tapi, lidi-nya rum", tanya om ajudan
"sudah diambil sama mbah lagi", jawab mas rum dengan mengajak om ajudan keluar.
mas rum pun seperti berbicara dengan melihat ke kiri bawah seperti di makam malam tadi. Setelah komat kamit tanpa suara dan kembali njah njeh, si mas rum pun mendekati si dukun.
"pak e, aku mulih yo, minta maaf yang sungguh2", ujar mas rum

"iyo nak, pulanglah sana, pulang, mbahnya ikutan pulang kan?", ujar si dukun yang baru kali ini bernada begitu sopan. Biasanya suaranya selalu keras dan angkuh menurut si om ajudan.
"iya, sudah duluan, assalamuaikum", ujar mas rum
si om ajudan ini pun keluar bersama mas rum dan masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan mata kasat yang tak bisa dia lihat.
beginilah om ajudan wataknya gan, kalau dia ga terima atau ga bisa dinalar sama dia, bakalan dia kejar sampai dia puas.

"eh rum, tunggu sebentar, ada yang ketinggalan", ujar om ajudan
ane yakin sebenarnya mas rum sudah tau si om ajudan ini bohong, tapi masih pengen interogasi si dukun ini.
si dukun rupanya sudah duduk dan segera minum teh yang ada di mejanya.
melihat si om ajudan ini masuk, si dukun pun ngamuk.
"mau apa lagi kamu bocah, kesini mau mempermalukan saya lagi?", hardik si dukun
"ga, ga pak dukun. itu sebenarnya kenapa pak dukun bisa begitu kesakitan, emangnya apa yang dilawan pak dukun", tanya si om ajudan

si pak dukun pun sedikit mereda karena menyadari kepolosan dari om ajudan yang hanya ingin tau apa yang terjadi.
"ya kalau mau ngetes-ngetes barang ghaib yang sepanterlah (setara), jin ya lawan jin", ujar si dukun dengan wajah kesal.
"lah emanynya yang lawan barusan siapa?", tanya om ajudan
"lah, saya pikir tadi yang dibawa guru ngaji, tapi rupanya murid sunan, wali pula, ngawur bener kalian ini, kok manggil2 mereka, untuk saya ga di-semaputkan (dimatikan) sekalian", ujar si dukun
"hah?, wali? wogh, ampuh bener si rum ini", gumam si om ajudan.

"lah terus keris ini masih bisa dipakai pak dukun?", tanya om ajudan yang menunjukkan keris yang bengkok
"sudah kosong", ujar si dukun, mungkin maksudnya sudah wassalam khodam kerisnyaemoticon-Ngakak (S)
"bocah... bocahhh... ga tau apa saya repot buat dapetin ini (sambil nunjukkin keris)" ujar si dukun yang kemudian menyodorkan keris bengkok ini ke om ajudan seperti ingin memberi secara gratis. Mungkin maksud si dukun, dia mau dapetin ne keris penuh pengorbanan tapi dikalahkan sama bocah modal lidi bambu doangemoticon-Ngakak (S)

"ah, abal2 ini pegangan kamu pak, ga sudi saya, orang sama lidi bambu aja kalah", ejek si om ajudan ini
si dukun pun tak membalas dan hanya mengabaikan si om ajudan.
"ya sudah aku pamit yo, besok kalau sudah ada yang baru, kita tes lagi ya, nanti aku cari yang lemahan dikit", ejek si om ajudan.
"dasar bocah si*l", ujar dukun yang melempar abu menyan ke om ajudan
"lah jangan marah toh, katanya teman taruhan", ujar om ajudan dengan segera lari ke pintu.

mas rum pun sudah duduk jongkok di pohon dan menulis2 tulisan arab di tanah ketika om ajudan datang menghampirinya.
"eh rum, ayok pulang, aku sudah lapar", ujar om ajudan
si mas rum tidak membalas dan biasa hanya irit bicara
"eh rum, besok2 cari lagi yuk", ujar si om ajudan yang mengajak si mas rum buat nyari barang ghaib lagi yang bisa dijadikan objek taruhan
si mas rum kembali diam dan berbicara singkat.
"untuk apa mas?", ujar mas rum
"biasa, dolanan", ujar om ajudan dengan santai.

"eh rum, besok2 jangan cari di makam mbah ********** yo, terlalu kuat dan buat kapok musuh", ujar si om ajudan
"lah, katanya ngasih pelajaran orang sombong", ujar mas rum polos
"ya, bener. Tapi ga asik. kali ini gak apa2, besok cari yang jin2 saja, yang imbang tapi kita tetep menang", pinta si om ajudan.
si mas rum tidak membalas.
om ajudan tau, kalau si mas rum tidak membalas tandanya dia tidak mau.

tapi emang dasar si akal bulus si om ajudan ini punya seribu akal buat objekan (sampai tua dia begini emang gansis emoticon-Ngakak (S) ), dia menemukan cara buat dapet barang2 ghaib. Maklum, jual emas sudah ga bisa, cuman bisa ngarepin dari duit taruhan dengan para dukun2. Si om ajudan pun tau daerah2 angker pasti banyak penunggu jin-nya. Dia pun berencana membawa si mas rum ini dengan alasan mau nyari telur burung atau nangkap jangkrik di makam.

Suatu malam si om ajudan ini mengajak bermain di salah satu bangunan tua bekas benteng belanda. Disana ada pohon tua yang terkenal demitnya selalu membuat anak kecil demam kalau bermain petak umpet disana. Si om ajudan ini pun mengajak si mas rum buat maen ke bekas reruntuhan benteng ini.
"rum coba kamu cek di pohon itu, aku cek disini" ujar om ajudan
"njeh, mas", ujar mas rum yang berjalan perlahan
sekitar 2 m dari pohon si mas rum pun berbicara dengan pohon ini.

begini jawabannya mas rum seingat om ajudan
"aku bukan anak siapa2",
"aku mau cari telur burung",
"sedikit saja"
"tidak mau"
"tidak mau"
si mas rum mendekati om ajudan yang memperhatikan dari jarak 5 m ketika dia berbicara dengan pohon.

"rum, dapet apa", tanya om ajudan mengharapkan dapat barang ghaib lagi
si mas rum pun merogoh kantongnya dan mengeluarkan telur burung 3 biji. padahal si mas rum ini kagak ada manjat2 pohon dan cuman berdiri dan berbicara dengan pohon. Kagak mungkin ntu telur burung emang uda dibawa dia dari rumah emoticon-Ngakak (S)
"oh dapet ini, yang lain ada ga", tanya om ajudan
"yang lain gimana mas maksudnya?", tanya mas rum

"kamu tadi kan ngomong2 sama si demit pohon, masa ga dikasih keris2an", ujar om ajudan
"tadi mau dikasih, aku bilang tidak mau", ujar mas rum
"lah kenapa ga mau, bodoh kamu", ujar om ajudan
"jahat mas jin-nya, nanti bisa sakit", ujar mas rum
"eh, gak papa, orang mau buat dolanan doang kok", ujar om ajudan
"ayo minta lagi, nanti aku yang simpankan", ujar om ajudan

mas rum pun kembali ke pohon
"mana sini, aku mau", ujar si mas rum yang menyodorkan tangannya
setelah menggengam sesuatu, si mas rum pun menunjukkaan ke om ajudan
"ini mas, yang dikasih", ujar mas rum
si om ajudan pun senang sekaligus ngeri gansis. Karena kali ini bukan maen-maen yang di dapa itu keris berwarna hitam legam tapi ukirannya jelas dan bagus. Ukurannya juga tak lebih dari 3 cm. keris itu kalau digenggam ada rasa hangat, dan kalau 1 menitan ente pegang kayak megang panas korek api gansis (ane sudah pegang dan lihat sendiri, ternyata masih di simpan sama om ajudan dari kecilemoticon-Ngakak (S) ).

Dengan modal ne keris hitam kecil, si om ajudan pun pergi malang melintang ke berbagai tempat judi. Dari sabung ayam, bola gelinding, catur jalanan, dsb. Misal sabung ayam, pas dia mau nabok ayam lain, si keris ini bikin tabokannya sakit ke ayam itu sendiri. Ya gimana kalau ente jadi ayam itu gansis. mau nabok tapi kerasa ketabok sendiri, mau ga nabok, musuh ayamnya selalu nabok terus. Tentu ayam ini jadi seperti ayam pesakitan ga jelas. Sampai akhirnya ketahuan dan si pengadu ayam pun protes
"siapa saja yang bawa barang2 demit ke arena, saya santet", ujar pengadu ayam yang selalu kalah kalau ada om ajudan ini.
akhirnya dia pun sesekali aja menang, jangan keliatan bener menang terus emoticon-Ngakak (S)

kalau bola gelinding mekanismenya ya itu tadi, si bola selalu menunjuk ke arah angka yang om ajudan inginkan. Tapi ya itu, menag 10 kali wajib kalah 3 atau 4 kali biar ga curiga. Kalau catur jalanan ini ane bener pernah ngelihat mekanismenya. Bener-bener ngawur, tapi ga semua pejudi catur jalanan ini ga punya pegangan demit. Ane kasih tau sama ente gansis, semua pedagang di pasar yang uda lama, rata2 pasti punya pegangan demit. Kalau nggak pasti ga bertahan lama, karena persaingan keras dan untung ga selalu dapet begitu ujar om ajudan ini yang seringkali dimintai tolong urusan demit kelas teri dan menengah (ne ane ga sempet tau cerita dia, karena ane selalu membahas mas rum kalau sama dia). Kalau sudah urusan sama dukun tingkat tinggi, nah mas rum lah yang turun tangan.

oh ya, kalau maen catur jalanan, si om ajudan ini blas ga bisa maen catur gansis. Ya paling standar2 langkah caturlah, tapi strategi atau mikir, ga pernah gansis. Jadi pas uda tinggal kepepet, nah ntu bidak catur diputer jadi misal awalnya dia catur putih, pas udah kepojok tinggal skak mat, dia puter tuh papan catur (catur jalanan pakenya semacam karpet plastik) jadi dia tinggal skak mat pake bidak catur hitam, dan si tukang catur maupun orang yang ngeliatin ga ada yang sadar seperti kena sirep emoticon-Ngakak (S) (ini keris top bener dah). tapi om ajudan ini juga ga maruk, karena dia tau orang di pasar nyari duit juga. Jadi sebatas dia dapet rokok 2-3 batang, cukup bagi dia. Nantipun si pedagang pasar minta tolong dia, begitu ujar om ajudanemoticon-Ngakak (S) .bayangin gansis, ntu waktu masih SD si mas rum sudah bisa dapet jenis jin begini yang mau ngikut dia.

oh ya selingan lagi dari cerita om ane yang nikah sama bibik ane. kebetulan saat itu kata om ane, ada anak tetangga yang ga suka sama mereka. Memang gara-gara si emaknya ga suka sama ibunya om ane, urusan persaingan jabatan suaminya dengan bapaknya om ane yang jadi pejabat di perhutani. Maklum, keluarga om ane ini bukan sembarangan juga kalau masalah pagar ghaib, jadi kagak bisa dikasih santet mungkin. Alhasil cuman ga seomongan dan termasuk ke anak2nya juga dilarang buat deket2 sama om ane dan saudaranya.

Suatu ketika si tetangga ini kedatangan besan yang punya anak dari sumatra utara. maklum, kebanyakan anak kecil yang berbadan besar merasa seperti yakin akan ditakuti oleh anak kecil kerempeng (ane juga uda kena kanemoticon-Ngakak (S) ). Nah mas rum waktu itu sudah tenar diantara anak2 kecil lainnya. Maklum, dia ga pernah marah, ga pernah nangis, nurutan. walau kalau ngajak maen si mas rum ini sia-sia gansis. Misal, maen kejar-kejaran, menurut om ane, kalau ngejar mas rum, dia ini larinya nggak kencang tapi ga dapet2 dan mereka benar2 kelelahan. Alhasil daripada buang2 energi ngejer mas rum, mending kejar target lain emoticon-Ngakak (S) .

ada lagi kalau maen metak umpet, percuma sama si mas rum ini. sudah tinggal menunggu waktu saja bakal ditemuin si mas rum. Alhasil kalau mau ngajak dia main, anak2 selalu meminta mas rum supaya ga make2 ilmuemoticon-Ngakak (S) . si mas rum ini pun cuman tersenyum dan menjawab "ya, maaf, suka kelepasan", ujarnya polosemoticon-Ngakak (S) .

Singkat cerita, si anak tetangga yang membawa besannya yang berbadan besar ingin membully om ane. om ane pun tiba-tiba langsung ditendang sama si tetangganya ini ketika bermain.
"heh, jangan2 sok2 kau sama saudaraku ya", ujar si anak bully berbadan besar ini
"kau, siapa, kenapa menendang aku", ujar om ane yang menahan tangis
"aku saudaranya si esti, mana jagoanmu, katanya yang paling jago itu si rum, mana keluar kau", tantang si anak sumatera ini

anak2 laen yang menyaksikan pun memanggil mas rum dari dalam rumah. Si mas rum pun keluar dengan jalan lambat dengan tampang polos, berkacamata besar, kurus dan kulit putih persis nobita gansisemoticon-Ngakak (S) (menurut om ane waktu kecil persis nobita tapi lebih kurus).

(mirip nobita)
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
source: pulsk.com
Asli kalau ente ngelihat dia sekarang pun, pasti ente kagak nyangka kengerian ilmu ghaibnya.
tentu dengan melihat anak culun model nobita ini, dan si anak sumatera yang berbadan seperti jaiyan ujar om ane, langsung berasa percaya diri full.

"hah ini yang namanya rum?, ini sekali aku sepak pun pingsan", ujar anak sumatera
"ada apa mas, kok marah2", ujar mas rum
"tak usah banyak cerita, aku tak sur (senang) dengan kau, sini ku gibal(hajar) kau", ujar ne anak sumatera yang langsung mengirimkan bogem mentah dan ketika mendarat ke wajah si mas rum, dia tidak bereaksi apa2. Jadi ibarat kata, si mas rum seperti nerima bogemnya tapi tak merasa apa2.
"sudah-sudah mas, kami minta maaf", ujar mas rum dengan tak bergemin dari tiap pukulan si anak sumatera ini.

"bah, keras rupanya kau ini ya", ujar anak sumatera
rupanya dia mengganti serangan dengan menendang ke ulu hati mas rum
"duaaakkk", mas rum masih tak bergemin dan membersihkan kotoran di bajunya akibat tendangan si anak sumatera ini.
merasa tak percaya dengan setiap serangan yang diberikan tak mempan, si anak sumatera ini pun mengajak adiknya buat mukulin si mas rum. Tapi mungkin karena ngeri, adiknya anak sumatera ini menolak.

"oke, oke, kalau kau keras sama tangan kosong, ini coba keras tidak badan kau dengan batu", ujar anak sumatera ini.
batu yang diambil seukuran gengaman anak kecil segera dilemparkan ke arah mas rum.
"bleetttttaakkkk", bunyi batu mengenai kening mas rum dan melepaskan kacamatanya.
darah pun mengucur dari kening mas rum, tapi mas rum masih santai walau kepalanya bocor. dengan mengambil kacamata, dia pun berjalan mendekati anak sumatera ini.

dengan menatap mata si anak sumatera, mas rum mengusap luka bocor di keningnya dan seketika hilang..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan

Besan Sakti Pemilik Ilmu Putih (Part 3)


Lanjutan singkat cerita pengantar (last part)

Dengan hilangnya luka bocor di dahi si mas rum, membuat si anak pembully terpana kengerian. Adiknya langsung mengajak abangnya ini untuk mundur dan menyadarkan dia bahwa yang dilawan bukan anak sembarangan. Jangankan si pembully yang berhadapan mata dengan mas rum, anak tetangga yang sedari awal memiliki niat untuk menghajar anak2 dari keluarga om ane pun membisu dan tak bisa menutupi ketakutan yang luar biasa ketika akhirnya mas rum memutuskan mendekati si jaiyan pembully ini.

"ini bukan lawan... ini bukan lawan...", ujar si jaiyan dengan gemetaran dan pucatemoticon-Ngakak (S)
"bang, ayok bang minta maap, cepat bang, terus kita pulang", ujar adiknya mendekati si jaiyan dan memohon mas rum untuk tidak mengapa-apakan abangnya ini.
"hayooo, mau pakai apa lagi, batu yang lebih besar?", ujar mas rum yang mengambil batu yang lebih besar dan menyerahkan ke depan muka si jaiyan.
"aaammmpuuunnn... aaaammmpuuunnn... ammmpuuuunnn bang", ujar si jaiyan yang tiba2 bersujud di kaki mas rum.

mas rum pun mundur dan menyuruh pulang si tetangga yang membawa si jaiyan ini.
"besok-besok, kalau mau berantem jangan bawa anak kecil", ujar mas rum dengan tersenyum kepada si tetangga
"ampuuunn mas.. ampuuunn mass, ayo pulang bang, ayooo", ujar si tetangga ini
setelah kabur dari TKP, teman2 mas rum dan termasuk om ane langsung mengecek dahi mas rum. Jangan-jangan mata mereka tersilap dengan hilangnya bocor kepala si mas rum. Apalagi tangan mas rum yang masih ada lengket darah dan tanah yang tercampur darah. Mustahil, bocor kepala mas rum hanya adegan pura-pura.

"rum, sini tak lihatin kepalamu?", ujar om ane
"apa mas, sudah tidak ada, sudah beres", ujar mas rum
"ndak, sini aku cek bener, nanti bude marah pula", ujar om ane
"ya sudah, silakan", ujar mas rum
Adik beradik om ane mengecek kepala mas rum seperti mencari kutu bareng2 emoticon-Ngakak (S) namun tak menemukan bocor kepalanya.
mereka dan teman2 mas rum merasakan kengerian akan ilmu yang dimiliki oleh mas rum ini.

"Rum, kamu dapat ilmu darimana, ayo ajarin kami", ujar teman2 mas rum
"ilmu apanya, nggak tau juga, orang aku cuman niat ngusap darah biar ga netes ke mata dan baju kok, tapi tiba2 ilang luka ku, aku juga ga tau", ujar mas rum yang lugu dan tersnyum polos
"ah, ndak mungkin, coba sini lukamu tak ilangin", ujar salah satu anak yang ke temannya yang punya korengemoticon-Ngakak (S)
"uuu... ngawur emangnya kamu si rum apa", hina ala bocah2 saat itu
"rum, ilangin tompelku bisa ga?", ujar salah satu anak yang ada tompel di pipinya
"bisa, tapi nanti sekalian itam di matamu ikut ilang gimana?", kelakar mas rum
"ya itu, jangan rum, ilang tompel tapi buta ya buat apa", ujar bocah iniemoticon-Ngakak (S)

oh ya ada lagi cerita dari bapaknya om ane.

Ane sudah bilang waktu bayi, si mas rum ini sudah yatim piatu. Bapak dan ibunya sudah meninggal secara misterius (ane lupa nanya waktu itu, karena namanya orang sepuh cerita ke ane, mana mungkin ane mau bertanya ala interview, apalagi mencoba memahami bahasa jawanya dengan suara yang lirih dan putus2 saja ane sudah kerepotan dan seringkali memintanya mengulang apa yg disampaikan ke ane saat ituemoticon-Ngakak (S) )

Suatu pagi ane menginap di rumah om ane ini. Ane sungguh beruntung saat itu masih sempet ketemu bapaknya om ane ini, karena saat itu dia masih masa-masa menjelang pensiun alias masih kadang ngantor kadang nggak. Tapi, dia masih di rumah dan sesekali harus mengecek ke hutan dekat rumahnya (maklum pegawai perhutani). Setahun kemudian, dia sudah pensiun dan mengembara entah kemana bapaknya om ane ini. Katanya ingin berdakwah keliling dunia dan minimal seluruh indonesia.

oh ya ane selipin cerita satu kesaktian yang mungkin sudah biasa kalian denger. Tapi bagi ane, sesuatu yang luar biasa dan ane yakinin ne bapak om ane bukan orang biasa, minimal sudah memiliki pegangan ilmu ghaib (ya wajar orang kerjanya masuk keluar hutanemoticon-Ngakak (S) ). Ceritanya begini, waktu itu ane dan abang ane rencana mau menyambangi rumah mas rum (inget, kalau mau ketemu mas rum ini harus sama om ajudan. Mas rum ini sampai sekarang ga megang hape (ga mau), jadi mas ajudan ini selalu ngomong bahwa dia sudah nge-bel mas rum dan mengatakan bahwa dia kemungkinan ada di rumah, bukan berarti nge-bel pake peralatan hape (ane ga paham waktu itu, pas ane minta no hape mas rum, dia pun polos bilang ga pernah angkat tilponemoticon-Ngakak (S) ) sejak saat itu ane tau maksud nge-bel itu bukan pengertian harfiah atau denotasi.

"ayo kita solat di masjid kudus", ajak om ajudan
"iya, kebetulan bapak juga mau kesana, katanya ada undangan ceramah disana", ujar ibunya om ane.
ane saat itu kebingungan dengan emak ane. karena secara hitungan orang yang bakal ikut mobil, ga cukup. Walaupun saat itu si om ajudan bawa mobil kijang tua, yang bisa muat kalau desak2an 15 orang sama sopir, nambah si bapak om ane ini yang uda sepuh ga mungkin disuruh duduk mepet2 dan jadi 16 orang.
apalagi emak ane, ibunya om ane, dan om ajudan, bobotnya petinju kelas beratemoticon-Ngakak (S)
"mau duduk dimana, muat apa", bisik ane ke emak ane
"entah, sudah lihat aja", ujar emak ane yang ga komentar

ane pun memberanikan diri buat menanyakan proses mengangkut orang2 ke masjid kudus dengan mobil yang tidak akan cukup ini mengangkut 16 orang.
"om, kalau tidak cukup di mobil, kami naek bus aja sama mama", ujar ane ke om ane
"cukup-cukup, tenang saja mas bro", ujar om ajudan
ane pun tetap tidak puas dengan penjelasan cukup-cukup dari om ajudan. Maklum, emak ane ini rada seperti orang mau mati kelenger di mobil kalau di dalam mobil dia ga bisa tidur dengan tenang. Kalau ane sih ga ada masalah, namanya pejantan tampan eh tangguh.

"ga om, coba dihitung2, duduknya dimana aja orang2 yang ikut", tanya ane ke om ajudan
si om ajudan pun menjelaskan, dan sepertinya sudah tau kebutuhan khusus emak ane yang butuh space besar dan duduk di tengah bersama ibunya om dan istrinya, sedang om ajudan dan anaknya di depan. Ane pun dibelakang bersama anak dan om ane.
ada satu nama yg tak disebut om ajudan padahal jelas2 menyatakan bahwa akan ikut.
"lah bapaknya om ga jadi ikutan ke masjid kudus?", tanya ane
"ikutlah..., orang dia ngisi ceramah kok", ujar om ajudan
"lah naek apa, ga barengan kita", ujar ane
"oh, bapak ada kendaraan khusus, entah apa modelnya, pokoknya dia nyusul", ujar om ajudan

ane pun segera beberes, waktu itu sudah hampir jam 9an, dan kami harus bergegas untuk berangkat ke masjid kudus ini. Kata om ajudan, dengan kemampuan nyetirnya, bisa nyampai jam 11.30 sebelum azan jumatan mulai.
"oh jauh juga ya", ujar ane
"iya lumayanlah, kamu gak mabok di dalam mobil kan?", ujar ibu om ane
"ah, dia ini kuat, keliatan kok, ya kan", ujar om ajudan
ane pun melihat bapak om ane masih pakaian santai di rumah, celana pendek dan kaosan putih tipis.
"bapak nanti berangkat juga kan ke masjid kudus", ujar ane
"iya, nanti ada disana, saya nyusul, gak apa", ujar bapak om ane.

ane pun waktu itu berfikir, mungkin om ane mau ngajakin nengok2 obyek wisata dekat2 rumahnya sini terus baru mampir ke masjid kudus. Mungkin si bapak ga mau ke obyek wisata, makanya dia kagak mau ikutan. Nanti terlalu lama di jalan dan sudah sepuh emang biasanya malas buat ke obyek wisata, mungkin sudah bosan pikir ane saat itu. Ane beneran saat itu termasuk yang beruntung karena cerita om ane, bapaknya tidak pernah bikin kopi buat siapapun emoticon-Ngakak (S) .

Sewaktu kecil, atau muda, kalau ada tamu, kopi selalu dibuatkan oleh ibunya om ane. Nah khusus kali itu, ane dibangunin dia pagi dan dibikinkan kopi sama si bapaknya om ane ini. Ane merasakan betul, kopi buatan bapaknya ini bener2 nikmat tiada tara. Ane pikir ini gara2 kopi khas daerah sini, rupanya kata om ajudan, itu bukan masalah kopi, tapi yang meracik siapa, kamu beruntung emoticon-Ngakak (S) .Memang waktu ane ngobrol2 membahas mas rum sama bapaknya om ane ini, kopinya cuman segelas kecil tapi ane tegok berkali2 kagak habis2. Waktu itu ane kagak sadar ada yang aneh dengan kopi gelas kecil ini.

Beneran, ane kagak sadar bahwa secara normal, ntu gelas kecil ane tegok 4 kali uda habis. Ini ane mulai ngopi dengan gelas kecil itu dari jam 5.30 sampe jam 8, kopi ga habis2 padahal ane uda tegok terus. oh ya ane ingat, waktu ane mau menghabiskan kopi, selalu bapaknya ini ngomong "ayo mas diminum lagi"emoticon-Ngakak (S) . Mungkin dia sudah isi ulang secara ghoib emoticon-Ngakak (S) . Harusnya ane belajar ne ilmu kopi ga habis2 diminum sebelum ke china, soalnya ane sering kehabisan stok kopi ane emoticon-Ngakak (S) . Oh ya ane pernah bahas ini dengan om ane, katanya om ane ntu ilmu bapak namanya ilmu "menyajikan atau ilmu hajatan".

Jadi ilmu ini kata om ane persis ilmunya kendurenan rutin di masjid sukunan jogjakarta. kalau ente yang pernah tau atau memperhatikan, lihat ada semacam bakul nasi terbuat dari anyaman bambu (model kalau ente makan di gubuk2 bambu). Nah perhatikan, ntu nasi dalam bakul dicedok terus menerus sampai merata ke seluruh pengunjung tapi ga habis2. Padahal, kalau perkiraan, maksimum ntu cedokan nasi sudah diisi ulang kalau sudah dipake buat nyedok 30 kalilha maksimal (tapi syaratnya harus ditutup pakai kain ntu bakul nasi setau ane). "Tapi nggak kan?", ane lihat sendiri waktu ada acara kendurenan di masjid sukunan sewaktu ane kuliah tahun 2005an. Ane kagak tau sekarang, silakan membuktikan emoticon-Ngakak (S) (banyak hal yang ane tak mengerti urusan ilmu ghaib non demit saat itu, ini baru kecil2 gansisemoticon-Ngakak (S) ")

Singkat cerita, kami pun pamitan dengan meninggalkan bapak om ane di rumah.
"eh mas, ayo dihabiskan dlu kopinya", ujar bapak om ane
ane pun garuk2 kepala karena uda berasa minum kopi tak behenti dari ne gelas tapi isinya masih separoh aja emoticon-Ngakak (S) .
"ini habis sekali ini, hayo mas, yg terkahir dibismillahkan dan diniatkan doa", ujar om ajudan
ane pun segera melakukan doa dan benar2 berasa 2 hari ga kepengen ngopiemoticon-Ngakak (S)
dahysat bener kopi buatan bapak om ane ini.

Mobil pun disetir sama adik om ane dengan menyetir sungguh gila. Kalau ente penggemar game collin mc rae, waktu itu playstation 1. Karena jalan yang kami laluin itu benar2 jalanan yang kecil, aspal dan melewati pedesaan. Persis dalam game itu, dan ane pun karena penggila game mobil balap yang melewati pedesaan, nah adik om ane ini membawa mobil seperti ketika ane maen gameemoticon-Ngakak (S) . Emak ane yang biasanya tidur di dalam mobil, dengan adik om ane nyetir ala pembalap dalam game, membuat dia kuatir dalam tidurnya adalah saat terakhir dia di bumiemoticon-Ngakak (S) . ALhasil, itulah satu2nya saat ane lihat emak ane ga tidur dalam mobil padahal perjalanan 2 jam lebihemoticon-Ngakak (S)

Tapi gansis, ane akuin jempol nyetir adik om ane ini. Dia ini ngebut tapi nggak ugal2an gansis. persis pembalap profesional, atau katakanlah seperti ane yang maen game. Ane beneran merasa keseruan, karena tehniknya walau jalan berkelok2 dan sempit, bisa sempurna dan tidak membuat mual dalam mobil. Dan ini yang membuat takjub ane, dia ga pernah ngerem, cuman tidak menginjak gas waktu belokan dan ketika mepet dengan mobil laen di tikungan atau kelokan (persis dalam maen game kan?emoticon-Ngakak (S) ). Dan ini mobil kijang kapsul gansis, bukan model mobil khusus mobil rally emoticon-Ngakak (S) .

Ane yakin, kalau dia di modalin buat jadi pembalap pro, yakin ane bisa menang di berbagai kompetisiemoticon-Ngakak (S) . Tapi dia kagak mau, katanya buat apa terkenal, enak begini2 aja emoticon-Ngakak (S) . Ane pernah tanya sama adik om ane ini, apa kijang kapsul ini di modif?. Ujar adik om ane "ini bukan mobil saya mas, saya aja baru kali ini make", ujarnya dengan santai, (gila ga tuh, baru megang tapi bawanya uda setanganan begini dengan mobilemoticon-Ngakak (S) ). Kata om ajudan, dia sendiri lebih yakin adiknya ini bawa mobil ketimbang dia yang nyetir emoticon-Ngakak (S) . mottonya adik om ane ini kalau nyetir "cepat dan selamat"emoticon-Ngakak (S) .

Tentu ane penasaran dengan keahlian begini, pasti kagak pernah kecelakaan atau ane pernah nanya apa dia pernah kecelakaan.
"oh pernah mas, pernah satu kali", ujar adik om ane
"oh cuman sekali", ujar ane bagi ane itu sudah luar biasa, sedang ane aja berkali2emoticon-Ngakak (S)
"iya, satu kali tapi koma 3 bulan", ujar ibunya om ane.
"hah, kok bisa?", ujar ane
"iya, gara2 pengen membuktikan bahwa takdir saya bukan mati karena kecelakan mobil", ujar adik om ane dengan senyum2.

ane pun semakin tertarik dengan cerita dibalik adik om ane ini.
"iya gara2 ada teman kuliah, nasehatin saya supaya kalau nyetir hati2, nanti mati di mobil (kecelakaan waktu nyetir). saya taruhan sama dia, kalau saya tidak akan mati walau adu truk sekalipun (tabrak kambing alau berlawanan arah) diatas 100km/jam", ujar adik om ane
"terus mas, taruhan berapa duit mas, dapet berapa?", tagih ane
"ya gak dapet apa2, tapi syaratnya teman saya itu harus mau bayar semua perawatan saya sampai saya sehat", ujar adik om ane
"lah habis berapa dia mas?", tanya ane
"500 juta adalah minimal, orang saya patah semua rusuk saya ne dan koma 3 bulan", ujar om adik ane yang sama seperti menang duit judi dengan nyawa taruhannya (gila kanemoticon-Ngakak (S) )

"kok bisa yakin begitu mas, ga bakal mati di kecelakaan mobil?", ujar ane
"ya, saya waktu itu sama2 dengan mas rum lagi berguru nyari guru yang bisa menjelaskan qodho dan qadar. nah saya dapet, dalam mimpi saya ditunjukkan bahwa mati saya itu karena sakit disini (menunjukkan di keleknya gansis, maksudnya getah bening gansis, dan beneran beberapa bulan kemaren adik om ane ini meninggal karena kanker getah bening yang asalnya dari kelenjar di ketiak,wallahualam, innalilahi wainnailahiri rojiun, alfatihah buat adik om ane gansis). Makanya saya yakin dan sekalian membuktikan, apakah benar pemahaman saya, dan memang begitulah yang saya yakini, kebetulan ada yang ngetes, ya sudah sekalian", ujar adik om ane ini.

Perlu ente ingat gansis, dia waktu itu masih SMP waktu mau ngetes ilmunyaemoticon-Ngakak (S) , sudah begitu pendalaman ilmunya tentang urusan misteri ilahi yang ada di dalam Al-quran. Ane tanya gurunya siapa, ga di jawab sama om ane, katanya ane cukup dibina sama bapak om ane, katanya ilmunya cocok ke ane sedang mereka ga cocok sama ilmu bapaknya dan mbahnya emoticon-Ngakak (S) .

"lah terus mas rum gimana mas?, dia membuktikan juga?", ujar ane
"lah kalo mas rum, dia masih belum puas. Terus lanjut kemana, saya ga kuat, ini ibu selalu ngelarang saya buat ikutin mas rum kemana2, katanya mau jadi apa nanti, sibuk sama yang ga keliatan, nanti malah ga keliatan lagi", ujar adik om aneemoticon-Ngakak (S)
"lah kenapa belum puas mas rumnya mas?", tanya ane
"iya, bagi dia ga sesimpel itu qodho dan qadar, kalau sudah ditetapkan, kenapa manusia masih bisa berkehendak, nasib, rezeki, jodoh, mengubah, dan posisinya jin, iblis, setan bagaimana, ini baru kulitnya, yang lain2 saya ga nyampe", ujar adik om ane

ane saat itu aja cuman paham qodho yang masih bisa diubah, sedang qadar sudah ditetapkan tapi kagak pernah berfikir bagi mas rum itu sesuatu yang membuat dia tidak puas berguru kesana siniemoticon-Ngakak (S) .
"mas rum itu sebenarnya dia kalau mau kaya atau mau jadi apapun dia bisa, tapi kalau saya tanya mau nyari apalagi sih rum, selalu dijawab, saya belum puas dan masih belum sanggup buat nerima pusaka yang selalu terbang di langit2 jawa dengan dijaga dengan rapalan para 9 wali", ujar adik om ane
"emang kenapa ga bisa diambil?", tanya ane
"sudah, tapi pas dipegang, langsung pingsan mas rum 3 hari, katanya belum kuat dan disuruh buat pesantren dlu", ujar adik om ane.

"lah kenapa ga buat pesantren dlu mas, ga ad aduitnya apa?", tanya ane
"sudah, ada emasnya. Sudah dikirim sama mbah "wali", uda dimasukkan ke dalam sumur rumahnya, tapi si mas rum masih ga mau ambil, katanya ilmunya belum cukup buat bangun pesantren, pengennya masih mengembara dan sampai bisa mengambil pusaka ini", ujar adik om ane.
"wah, berapa biji emasnya yang disumur itu?, ga takut dicolong mas?" ujar ane
"ya siapa yang bisa ambil, wong emas ghaib kok, dan juga itu emas cuman bisa diambil kalau buat pesantren, ada mungkin minimal 5 M, kalah seluruh pesantren di Indonesia kalau si mas rum ini punya ambisi begitu", ujar adik om ane.

ane berdecak-decak kagum, sebegitu ga maunya dengan kedudukan si mas rum ini. ane benar-benar penasaran pengen ngelihat sosoknya. bagaimana perawakannya, hingga memiliki jiwa yang seperti ini. Ane menikmati obrolan dengan adik om ane ini dengan kondisi yang tegang karena dia tetap ngobrol santai tapi nyetir ala pembalap rally collin mc raeemoticon-Ngakak (S) . Ane beneran saat itu, uda pasrah, mau mati juga ga ada masalah wong niat ane pengen ke masjid kudusemoticon-Ngakak (S) .

Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir setengah 12 dan sudah memasuki jalanan kota kudus. Ane pun berfikir ternyata benar2 memang langsung ke masjid, tidak ada niat ke tempat2 wisata. Ane pun bergumam apa sudah sampai bapaknya om ane ini.
"bapak sudah sampai belum ya?", tanya ane polos
"oh, insak oloh, sudah di masjid, biasanya dia leyeh2 tuh di depan masjid, cari aja di depan situ", ujar om ajudan menunjuk ke arah masjid kudus
"ah, masak udah duluan, emang naek apa bapak?", ujar ane
"nah kamu tanya aja, dia naik apa?", ujar om ajudan

saat itu ane cuman mikir om ajudan ini cuman becandaan dengan ane. Jangan2 om ajudan cuman ngibulin ane dan bapak juga ngibulin ane ke masjid kudus, biar ane mau berangkat ke masjid kudus. Karena secara normalnya, kagak mungkin lebih cepat dari mobil yang disetir adik om ane ini yang benar2 pembalap. Bahkan normalnya, kalau orang nyetir, nyampe dari rumahnya ke masjid kudus ya 4 jam, kalau bus ya 6 jam, nah kereta api ga lewat, mungkin lebih lama lagi, ujar om ajudan.

Ane pun benar2 pengen membuktikan, apa benar bapaknya om ane ini sudah ada di depan masjid. Ane pun segera melangkahkan kaki ke masjid dan berusaha mencari bapaknya om ane.
Allahuakbar... ane saksikan dengan mata kepala ane sendiri si bapak sedang baring2 atau leyeh2 di sajadah luar depan masjid.

(nah seperti ini tapi kakinya ngokang2 ke atas)
Pengalaman Bertemu Hantu/Jin (Chapter Jogjakarta)
(source alif.id)

"pak, sudah sampai", ujar ane
"iya sudah dari tadi", ujar si bapak
"dari tadi?, jam berapa pak", tanya ane
"sekitar sebelum jam setengah 11", ujar si bapak dengan tersenyum
kalau dari perawakan si bapak, ane yakin dia uda sampai lama dan beristirahat leyeh2 di depan masjid kurang lebih sejamlah.
"bapak naek apa emangnya?", tanya ane
"tadi dianter", jawabnya singkat dengan pelan.

ane yakin dia kagak mau menjelaskan lebih jauh karena katanya kagak boleh ditanya2 lebih jauh. Cukup paham bahwa ada yang nganter tapi bukan kendaraan pribadi apalagi angkutan umumemoticon-Ngakak (S)
"ssstttt.... udah, jangan ditanya2 lagi si bapak", ujar om ajudan yang mengajak ane buat ambil wudhu.
"loh bapak kemana", ujar ane yang ane yakin ikutan ane ke arah ambil wudhu
"sudah, di mimbar palingan", ujar om ajudan

ane saat itu kagak paham begitu luasnya ne masjid kudus dan ambil wudhu pun unik karena ada kolam buat bersihkan kaki juga. Ane melihat dengan seksama bangunan mesjid kudu yang bikin ane merasa seperti harus semakin merendah diri.

ane melihat bapak om ane segera ke mimbar dan memberikan ceramah singkat jumatan. Benar-benar singkat, dia cuman menceritakan pentingnya menjaga lingkungan n jangan sembarangan berburu di hutan. Keseimbangan ekosistem itu penting, supaya air kita tetap bersih, udara kita tetap segar, dan hewan2 hutan masih hidup dengan tentram (maklum, beliau pegawai perhutani menurut aneemoticon-Ngakak (S)). Setelah solat kami pun berpamitan dengan bapak, dan ane kagak nanya lagi naek apa dia pulangemoticon-Ngakak (S) .

Kami pun melanjutkan ke rumah mas rum. Namun emak ane pun menyarankan untuk makan siang dulu, kebetulan di kudus, ya makan soto kudus dulu. Setelah membeli beberapa oleh2 buat mas rum dan keluarga om ajudan, kami pun berangkat. Di perjalanan, ane pun berdebar-debar ingin melihat dengan mata kepala ane sendiri bagaimana sosok mas rum ini. Terus terang, adik om ane, bapaknya om ane yang menurut mereka itu biasa2 saja, bagi ane sudah sangat membuat ane terkagum2. Apalagi, dengan cerita yang pengantar tentang mas rum ini.

oh ya ane lupa, bapak bercerita tentang mas rum sewaktu masih bayi. Waktu itu sedang ada yasinan malam hari. Mas rum saat itu..


profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 35 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 35 balasan
tambah seru dan bikin penasaran ceritanya, boleh minta amalannya om, supaya duit didompet ga abis2
profile-picture
qwaken memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
Om @politon21
Ayo bawa pasukan kalong dimari niar rame
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan

Besan Sakti Pemilik Ilmu Putih (Part 4)



Masih Cerita tentang Mas Rum

Dengan meninggalnya ibunya mas rum setelah 3 bulan bapaknya telah almarhum, otomatis dia telah menyandang yatim piatu. Seluruh masyrakat di sekitar rumah mas rum tentu sangat iba dengan kondisi kehidupannya ke depan. Tak terkecuali, keluarga besarnya termasuk keluarga besar si mbah dari sebelah om ane. Maklum, cerita punya cerita, banyak dari keluarga dekat mas rum yang menolak untuk mengurusnya (ane kurang paham kenapa, tapi menurut si bapak karena ya wajar di dalam keluarga besar terkadang jalan fikiran satu pohon tak selalu menghasilkan buah yang sama, awalnya sebelum kejadian malam yasinan).

Si mbah dari keluarga om ane pun berinisiatif menawarkan diri untuk mengasuh si mas rum karena sehari sebelum meninggalnya bapaknya mas rum, ia dimimpikan oleh seorang "wali" yang menurut si mbah salah satu murid langsung dari sunan, meminta si mbah untuk mengasuh mbah karena ia akan yatim piatu segera. Ini mbah mimpi sehari sebelum ayahnya mas rum meninggal (subhanalllah).

"sepertinya, keluarga kita yang harus siap untuk mengasuh si rum ini nak", ujar mbah ke bapaknya om ane
"oh, ya tidak apa2, namanya anak yatim piatu wajib diasuh, apalagi masih terhitung keluarga sendiri", ujar bapak om ane
"iya, tetapi kamu harus tau, dia ini "banyak yang nitip", ujar si mbah
saat itu si bapak om ane terdiam dan mengerti apa yang dimaksud banyak yang nitip.
"iya, yang penting diarahkan untuk tetap menjadi putih, karena urusan ghaib ini rawan ke jeblos", ujar si bapak om ane.
"iya, lillahitaalah saja, yang maha guru ya Allah sendiri, dan nanti gurunya (dari alam ghaib), yang akan langsung menggembleng bocah ini", ujar mbah.

Setelah berdiskusi dengan mbah, dia bermaksud memanggil seluruh anak2nya, pada saat itu si mbah tinggal sama si bapaknya om ane, tapi dia juga punya anak kalau tidak salah saat itu 8, 6 putra 2 putri. Nah ane kagak jelas tentang keseluruhan anaknya mbah ini, tapi yang ane tau cuman yang paling sering dibahas si bapak dan om ane ini adalah si bude alias mbaknya bapak om ane. Apalagi mendapat kabar bahwa bapaknya mas rum meninggal besok paginya. Si mbah pun segera memanggil seluruh anaknya ini untuk berangkat ke rumah duka dengan rembuk bersama seluruh anaknya.

"anak-anak ku, ini dapat tugas dititipi si rum keluarga kita, saya sendiri yang dimimpikan oleh kanjeng wali, lillahitaalah, nanti setelah saya wafat, akan diteruskan oleh si ***** (nyebut nama bapak om ane)", ujar mbah
saat itu, si bude belum tertarik untuk mengadopsi si mas rum ini karena dia tidak tau ke-spesialan dari mas rum. Apalagi, memilih bapak om ane buat nerusin jaga mas rum sampai dewasa karena alasan ekonomi, dimana saat itu bapak om ane ini salah satu pegawai perhutani yang sudah lumayan mapan ketimbang saudara2nya saat itu.

"tetapi saya berpesan, nanti kalau ada apa2 atau si ***** (bapaknya om ane), tolong dibantu karena mbah ditanggung jawabi untuk mengurusnya sampai nanti menikah", ujar si mbah
"lah mbah ga keperlu kuatir, yang ngasuh kan pejabat", ujar si bude ini.
si mbah pun menegaskan bahwa bapaknya om ane sudah disepakati secara tegas dan bulat oleh seluruh keluarga untuk mengurus si mas rum ini. Mereka pun pergi ke rumah duka.

Sesampai disana, rumah mas orang tua mas rum sungguh sangat sederhana. Hanya tanah dan berdinding bambu tapi dihiasi pohon2 besar ujar si bapak om ane.
Saat itu, tak ada keluarga dekat dari mas rum yang hadir melayat dan bahkan yasinan selama 3 hari pun tidak hadir.
Hanya kepala desa, teman bertani bapaknya mas rum dan beberapa ibu2 tetangga yang hadir saat itu.
Semua kaget, dan tampak dari raut keluarga kepala desa ini menyuratkan kegembiraan dengan melihat kehadiran rombongan yang dirasakan bukan orang sekitar.

"permisi, kami kerabat dari bapak ****, baru bisa hadir setelah maghrib karena dari ********", ujar si mbah menyapa orang yang berada di dalam rumah yang tak sampai lebih dari 7 orang ujar bapaknya om ane.
"alhamdulilah, alhamdullilah, kami sudah sangat kuatir tidak akan ada keluarga dari bapak **** hadir, karena sudah kami kabarin dari kemarin pagi tapi hingga sekarang belum hadir, rupanya yang dari jauh malahan hadir", ujar si kepala desa
"astagfrullah, apa jenazah sudah dimandikan pak, kalau saya boleh bertanya?", tanya si mbah

"itulah yang kami dari tadi risaukan, kami sudah berniat memandikan jenazah malam ini juga sebelum tengah malam jika tak ada kerabat yang hadir, alhamdulilah sekarang sudah hadir sekarang", ujar kepala desa
"ayo kalau begitu, kita mandikan sekarang", ujar si mbah
mereka pun segera mempersiapkan segala keperluan untuk memandikan almarhum bapaknya mas rum. Kata si bapak om ane, walau sudah hampir seharian, badannya si jenazah belum ada bau sama sekali wallahualam, padahal biasanya setengah hari saja sudah bau, apalagi saat itu jenazah belum diapa2kan sama sekali gansis ujar si mbah. Tidak ada menyan2, tidak ada apa2 karena memang daerah desa si mas rum ini memang tergolong miskin.

Mereka pun memandikan dan ketika aliran air mengguyuri tanah dan meresap ke salah satu pohon, si mbah pun menoleh ke arah pohon.
"sudah, kamu tenang, si rum sudah sama kami, kamu pulang segera, tidak usah khawatir", ujar si mbah yang saat itu seperti berbicara dengan pohon
"si **** nitip ya pak?", tanya bapanya om ane
"iya, dia masih sedih dan kuatir, tapi udah gak apa", ujar si mbah.

Bapak om ane pun segera pergi membeli peralatan kafan dan segera mengkafani si jenazah. Si mbah pun merasa tidak perlu menunda lagi dan segera saja dikuburkan malam itu dan menghitung, itu hari pertama yasinan. Karena mereka pun harus segera istirahat dan kasihan sama tetangga yang sudah dari tadi pagi menemani jenazah ujar si mbah. Segera si mbah dan bapaknya om ane bergantian mencangkul kuburan (untungnya ada isi si mbah ne, nyangkul ga sampe 10 menit sudah beres). Jadi kata bapaknya om ane ini, pertama dia disuruh nyangkul, terus kelelahan, dan si mbah minta cangkulnya terus seperti di doakan dan tau2 pas nyangkul beberapa kali diingatkan bahwa sudah cukup. Si bapak om ane pun kaget terutama si penunggu jenazah karena 20 menit sudah balik dari kuburan emoticon-Ngakak (S)

"ayo segera dikuburkan pak", ajak si mbah.
mereka pun segera menguburkan jenazah dan ketika dalam prosesi menguburkan jenazah, si bude pun menyawil mbah.
"mbah, orang2 ini belum pada makan, kita juga belum makan ini", ujar si bude
"subhanallah, saya lupa, nanti diusahakan", ujar si mbah
saat itu sudah pukul mau jam 10 lewat, mana ada lagi warung yang jualan emoticon-Ngakak (S)
si bude pun mikir dari mana si mbah bakal usahakn makanan emoticon-Ngakak (S)

setelah selesai prosesi pemakaman, tetangga pun hendak berpamitan karena mungkin sungkan meminta makan dan merepotkan si mbah yang sudah menolong mereka menyelesaikan kewajiban ngurus jenazah.
"eh jangan, kita sekalian yasinan saja, biar hitung satu hari", ujar si mbah lagi
mereka pun segan dengan mbah karena meyakini bahwa si mbah ini bukan orang biasaemoticon-Ngakak (S)
mereka pun langsung yasinan dan menjelang akhir yasinan si mbah pun menyuruh adiknya bapak untuk mengambil konsumsi di dapur.

"eh, kamu ke dapur, bawa teh sama arem2 dan singkong di dapur", bisik si mbah ke adiknya bapak om ane
"hah", si bude pun saling melihat ke saudaranya dan kebingungan.
sejak kapan ada yang ke dapur dan memasak konsumsi. Lagian sejak kapan si mbah ke dapur mau masak dan bikin arem2 lagiemoticon-Ngakak (S) .
"udah sana pergi saja", ujar bapaknya om ane
dengan berjalan kebingungan dan ogah2an, apalagi beberapa orang juga melihat si adiknya bapak yang perempuan ke dapur, membuat dia malu.

"mbah e dimana?", ujar si adik perempuan ini dalam hati
"itu dalam almari, coba di buka", satu lagi di dalam wadah nasi itu, buka saja". ujar mbah
si adik perempuan ini nambah kaget, karena dia hanya berujar dalam hati emoticon-Ngakak (S)
setelah menemukan almari kayu yang reyot, dia buka dan allahuakbar benar2 ada teh yang tersaji dan persis 7 gelas tanah kecil untuk para tamu
"ih ada, kok bisa", ujar adik perempuan ini

iya pun segera ingin membuktikan bahwa di tempat menyimpan wadah nasi yang tertutup kain sudah ada arem2 dan singkong.
allahuakbar, benar2 ada lagi ne arem2 dan singkong.
segera di bawa ke depan dan si adik perempuan ini pun kebingungan. Maklum, si mbah selalu berlaku seperti konyol2 kalau sama adik perempuan ini, jadi dia tidak tau kesaktian mbah, tidak seperti bapaknya om aneemoticon-Ngakak (S)
dengan menatap keanehan dan kebingungan dengan peristiwa yang terjadi, si adik perempuan pun segera mendekati si mbah.

"itu dapat dari mana mbah, konsumsinya?", ujar adik perempuan
"minjem sebentar, besok diganti", ujar si mbah singkat.
segera si mbah menawarkan para warga sekitar ini untuk minum teh dan makan arem2 dan singkong.
tapi yang dilihat orang yang menunggu di luar ada 6 tapi tehnya ada 7, tentu si adik perempuan ini mengira teh ini untuk si mbah.
"loh, bukan untuk saya, ini yang dalam kamar tawarin", ujar si mbah

bapak ane pun kaget, dan mereka baru ingat belum melihat si rum, bayi yang telah yatim piatu.
setelah dipanggil2 oleh kepala desa, akhirnya keluar ibu2 yang menunggui si rum di dalam kamar.
setelah ngobrol2, rupanya si ibu ini ketiduran alias tiba2 mengantuk dahysat. Apalagi si rum dari tadi pagi selalu menangis dan tidak mau minum atau nyusu. Nah tiba2 sebelum kedatangan si mbah, si mas rum tiba2 tertidur dan ibu ini pun merasakan ngantuk yang luar biasa, makanya dia tidak sadar akan kedatangan rombongan mbah.

Tak lama tiba2 suara bayi tertawa-tawa di dalam kamar.
"eh si rum bukan itu", ujar kepala desa
"lah kenapa dia ketawa2", ujar ibu ini dan segera membuka pintu
Allahuakbar, mereka menyaksikan si mas rum sedang di timang2 atau dilempar2kan oleh ular yang sangat besar berwarna hijau berkilauan.
Jadi posisinya, si mas rum ini di lempar2kan ke atas seperti kita yang melempar2kan bayi ke atas untuk membuat bayi terbang.
Ular hijau berkilauan ini menggunakan kepalanya untuk menguncal2 mas rum yang tertawa2.

Semua orang terkejut dan ngeri kecuali si mbah. Si mbah pun menyuruh seluruh orang dalam rumah untuk tenang, karena si ular ini hanya "menengok" si mas rum.
si mbah pun langsung menutup pintu dan hanya terdengar suara mbah dari luar.
"sudah, pulang sana, dia tidak dititipin sama kamu", ujar si mbah
"iya, sudah ditengok kan?, ya sudah nanti kami boyong", ujar mbah

2 menit kemudian si mbah pun keluar kamar dengan menimang si mas rum yang masih tertawa-tawa.
Melihat kejadian ular raksasa hijau yang berkilauan emas ini, membuat si bude menyadari bahwa mas rum bukan anak bayi sembarangan.
Dia pun langsung terlihat gelagatnya untuk "mengambil alih" ngurus si mas rum ini.
Segera si bude menggendong mas rum dan mengatakan "rum, nanti ikut bude saja ya, mau ya", ujar bude

tentu si mbah dan bapak sudah tau karena perubahan sikap si bude didasari alasan kekuatan ghaib yang dimiliki si bayi mas rum ini.
si bude ini penggemar ilmu ghaib gansis, dan bahkan bukan aliran ilmu putih. Pokoknya segala pemburuan pusaka demit, dia sangat hobby dan senang sekali dimintain tolong urusan demit.
"nggak, nggak bisa, sudah menjadi kesepakatan, kecuali nanti jika si rum yang mau ikut kamu", ujar mbah.

Para tetangga pun pamitan dan segera mbah pun menitipkan rumah mas rum ini ke kepala desa. Kemungkinan besar nanti akan diambil setelah si mas rum dewasa. Mereka segera menaiki mobil kijang lawas dan menyusuri jalan pedesaan ini yang non penerangan lampu jalan. Bapaknya om ane ini pun nyetir dan merasakan ke anehan yang terjadi selama mereka baru saja meninggalkan rumah.
"demmmm demmm demmmm demmmm", bunyi derap kaki raksasa yang terdengar dan terasa getarannya mengiringi mobil mereka ujar bapaknya om ane.

si bapak om ane ini pun yang sensitif dengan makhluk halus merasakan ikut menghalangi dia nyetir. Apalagi bunyi mesin mobil kijang yang sudah meraung2 ngebut tapi jalannya masih lambat dan seperti melayang2.
Semua orang di dalam mobil merasakan ketidaknyamanan kecuali si bude yang sejak meninggalkan rumah selalu mendekap mas rum.
"iiiihhhh, banyak yang ngikutin kamu ya anak manis", ujar bude kegirangan
sudah kelihatan memang si bude sangat senang jika banyak demit yang bisa ngikut dia sejak dia masih gadis gansis (sampe sekarang dia ga nikah2 juga).
"gimana ne pak, kalau begini, tidak bakal sampai", keluh si bapak om ane

"ya sudah, kamu stop disitu, kamu baca al fatihah dan solawatan, saya keluar sebentar", ujar mbah yang langsung ke belakang mobil.
di belakang mobil si mbah kemudian merentangkan tangannya dan seperti mengajak semua orang berkumpul gerakan tangannya.
"si rum ini jangan kalian ganggu2, dia sudah dititipkan sama saya, jika kalian masih tidak terima ayo kita selesaikan", ujar si mbah yang langsung memasang kuda2.

"seettttttt", si mbah mengeluarkan gaya pukulan tinju silat.
"berrrrrrrrrrrrrrrrrrr", angin berasa kencang mengibas pohon2 di belakang mobil dan terdengar suaranya kata bapak om ane.
mbah pun segera masuk ke dalam mobil dan berujar "llilahitaalaahh lillahitaalaahh lillahiaaalah", dan memberi kode ke bapak om ane buat jalanin mobil.

"kamu jangan panggil2 mereka selagi megang rum, kalau tidak nanti saya habisin semua", hardik si mbah ke bude.
si bude pun tersenyum karena mungkin beberapa demit yang ngikut itu dipanggil2in sama bude supaya ngikut dengan memanfaatkan mas rum.
Sejak saat itu bapak om ane dan terutama keluarganya tidak pernah akor dengan bude. Sebelum ada mas rum di rumah, si bude tak pernah mau mampir ke rumah bapaknya om ane.

Akan tetapi, setelah ada si mas rum, si bude hampir tiap minggu selalu datang ke rumah bapaknya om ane.
Tetapi si bude ini berkunjung ke rumah bapaknya om ane, tidak membawa makanan kecil atau makanan bayi. tapi dia mengenalkan segala macam makhluk halus ke rum gansis emoticon-Ngakak (S)
misal "ini tuyul, ini genderuwo bentuknya ini, ini siluman monyet, ini kuntilanak, dsb".
Si mas rum ini pun terkadang tertawa2 sendiri dan mengejar2 sesuatu yang tak keliatansejak dia balita akibat ajaran bude ini.

tentu membuat geram bapaknya om ane. Untungnya, berkat pengawasan si mbah, mas rum ini selalu "diisi" dengan ilmu putih dan diajarkan dari awal untuk menghafal al-fatihah sejak umur 1 tahun. Si bapaknya om ane ini pun yakin, sejak balita si mas rum sudah bisa membaca al-quran dalam hati walau belum bisa melafalkan dengan sempurna. Wallahualam gansis, karena pernah suatu ketika saat solat maghrib, pas balik dari mengecek hutan, si bapaknya om ane ini mendengar suara mas rum kecil (mungkin SD kelas 1) sudah bisa solat dengan membaca keras dengan faseh, wallahualam. Apalagi ayat yang dipilihnya ini bukan surat pendek, tapi semacam potongan ayat al-baqarah (ngeri gaemoticon-Ngakak (S) )

Padahal, om ane seumuran dengan mas rum tapi saat itu masih juz amma, ane juga seumuran gitu masih iqro 3 palingan. Dia sudah faseh begitu. Pernah om ane bertanya dengan bapaknya, kenapa si mas rum bisa begitu faseh dengan cepat. Dijawab oleh bapaknya "ya dia itu dari bayi sudah ada gurunya yang ngajarin ngaji, lah kamu, mandi sendiri aja baru sudah SD kelas 1". Om ane pun jujur, sebenernya dia tidak dekat dengan mas rum sejak kecil karena dia tidak terlalu hoby dengan mas rum karena tidak nakal. Apalagi, si mas rum ini selalu dibawa pergi entah kemana sama si abangnya (om ajudan) buat nyari barang2 demitemoticon-Ngakak (S)
Barulah sejak kuliah, si mas rum ini juga dekat dengan adiknya om ane yang sama2 nyari guru urusan qodho dan qadhar.

oh ya balik lagi sama budhenya ini. Jujur, jika kalau mau dibilang mas rum paling deket sama siapa, ya sama si budhe ini ketimbang dengan bapaknya om ane. Si budhe ini selalu minta "dimanja" sama si mas rum sejak dia kecil. Misal, si budhe sakit kepala dan minta dipijitin kepalanya sama mas rum, terus dijajanin sama si budhe, dibelikan baju baru. Sedangkan om ane ini kagak pernah dimanjain sama budhenya karena alasannya bapaknya sudah pejabat tidak perlu lagi dimanjain sedang si rum ini yatim piatu (sebenernya masuk akal, tapi ga gitu juga kaleemoticon-Ngakak (S) )

Berulang kali bapaknya om ane ini mengingatkan mas rum untuk tidak terlalu dekat dengan budhe dan mengikuti ilmu2 yang diajarkan oleh si budhe. Karena ilmu budhe ini rata2 hitam atau paling ga abu2 dan cenderung ga putih. Maklum, walau si budhe ini rajin ibadah, tapi juga melayani permintaan santet. Celakanya (ini boleh dibuktikan apa nggak), kalau si pemilik jin spesialis santet, harus rutin untuk diasah atau digunakan. Jika tidak, si pemilik yang akan di"santet" oleh si jin ini. Dengan kata lain jin aliran santet tak bisa nganggur atau dianggurin, apalagi malam2 tertentu, karena dia bakalan ngamuk kalau tidak di pakai buat ngerjain orang.

nah inilah yang membuat bapaknya om ane ini ga seneng sama si budhe karena tau kadang temannya bapaknya om ane yang jadi sasaran santet budhe. Sering kali, setelah tau bahwa yang "ngerjain" atau yang dipakai servisnya ini budhe yang terbilang keluarga bapaknya om ane, mereka jadi ga matiin si budhe karena masih menghormatin bapaknya om ane. Apalagi memang, katanya darah keturunan mereka dianggap sebagai darah tetua sehingga membuat si budhe ini digdaya dan kebal terhadap apapun serangan demit. Bahkan demi membuat kesaktiannya makin ampuh, dia sampai melakonin ga akan nikah dengan siapapun. Menurut om ane, si budhe ini sudah ada suami, pangeran dari alam ghaib yang ga hanya memberi dia kekayaan tapi juga membuat dia disegani para demit, wallahualam gansis.

Si mas rum pun pernah membantah ketika dinasehati bapaknya om ane ini buat tidak mengikuti jejak si budhe yang membuat para demit menjadi budaknya. memang, si budhe ini bukan model pesugihan gansis, ujar om ane. Jadi para demitlah yang mengangkat si budhe sebagai ratu dan mau diutus atau disuruh2 (kebanyakan, ada beberapa yang ga nurut juga seperti jin santet). Nah si mas rum ini berujar ke bapaknya dan ke ane juga waktu ane nanya apakah memanfaatkan jin untuk menolong kita itu bukan syirik.

Si mas rum berujar "ya tidak, orang dia seperti teman kita, yang jelas kita tidak menyembah, sama seperti temanmu, kamu punya pe er nih, ga tau rumusnya, terus tanya cara menjawab soal, dan dikasih, terus kita kerjain dan berhasil, terus ya sudah terima kasih, dia juga senang menolong kita, ya seperti itu, bukan syirik, cuman kebetulan dia lebih paham urusan tertentu", begini jawaban mas rum gansis waktu ane ngobrol dengan beliau.

oh ya kembali ke cerita ane yang berkunjung ke rumahnya mas rum. Kami pun memasuki sebuah perumahan tapi bukan komplek rumah. Jadi seperti rumah2 yang ada petakannya, dengan tertata rapi ala perumahan, tapi rumah2nya berbagai bentuknya. TIdak ada yang seragam, bahkan menurut ane seperti kawasan pemukiman kuno gansis, tapi rumah2 disini tinggal di daerah yang miring, tidak datar.

Ane pun mengamati setiap rumah disini, sungguh sepi dan sangat jarang penduduk yang ane lihat nongkrong2 di depan rumah. Tak jarang ane lihat, beberapa rumah masih ada sawah2 mini di samping dan belakang rumahnya. Ane bisa bilang rumah2 daerah sini ada unsur kemegahan di balik bentuk rumah yang sederhana. Ane yakin masih ada darah2 keturunan semuanya disini. Ada rasa kemegahan "candi" pada rumah2 disini walau tidak ada pura2 kecil seperti di bali. Tapi aneh bin ajaib ane bener2 merasa seperti "dingin" dan "mistis" seperti ketika ane berada di candi prambanan (wallahualam gansis).

ane semakin penasaran dan juga sesekali merinding, membayangkan orang-orang yang tinggal di daerah sini. tiba-tiba mobil berhenti di rumah paling pojok dengan tangga yang cukup tinggi ke atas rumah. Tangganya ini hanya semen yang sudah berlumut. Pohon-pohon rindang pun terlihat dari bawah ketika hendak menapaki tangga naik ke rumah ini. benar-benar seperti tidak terurus, tapi ane berasa aura "megah" dan membuat ane seperti mau naik ke prambanan gansis (ini ane beneran, ane juga ga tau kenapa ada perasaan seperti ini saat itu).

Orang yang seperti mas rum tetapi memilih rumah yang begini, pasti ada misteri yang ga ane pahamin.
"gimana mas rumahnya mas rum, serem ga?", ujar om ajudan
"ga ngeri mas, malah kerasa megah seperti ada di prambanan" ujar ane
ane menapak perlahan.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
jadiin motivasi ane ni nih yang begini gan emoticon-Mad
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mantap om lanjuttkan 💪
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Besan Sakti Pemilik Ilmu Putih (Part 5)


Menyambangi Rumah Mas Rum

Selagi menapaki tangga semen berlumut ini, udara yang ane rasakan seperti hening dan sunyi tapi ada sesuatu yang ane rasakan seperti bangunan kuno yang misterius berada di atas tangga ini. Saat itu belum kelihatan bentuk rumah mas rum ini jika dilihat dari bawah. Ane benar-benar penasaran tapi juga rada segan jika terlihat bener pengen kepo dengan bentuk rumahnya orang sakti ini.

"nanti ngobrol2 aja mas, tanya aja apapun yang mau ditanyakan, karena dia ini yang diladenin itu dari seluruh jawa, mungkin dunia saya pun curiga, jadi kalau sudah ketemu, langsung aja bas, dar der dar der, tanya aja dak perlu sungkan, ini bisa ketemu aja langka loh mas, ndak tau dia bakalan di rumah cuma palingan 30 menit sudah lama itu nanti mas", ujar om ajudan

"kalau mbak kan sudah beres ya (ngobrol ke emak ane), amanlah ya, atau kalau masih ada lagi yang mau dimintain tolong, langsung aja mbak, nanti kasih kesempatan ibunya dulu, setelah itu kalau dia masih duduk disitu, sudah hajar aja, tanya2 aja mas, pokoknya jangan sungkan2", ujar om ajudan dengan gaya premannya.

memang emak ane sejak tahun 2000 sudah dimintain tolong sama om ane untuk mencoba "disampaikan" ke mas rum lewat om ajudan, apakah permasalahan emak ane, si mas rum mau menolong. Ane ingat betul om ajudan membalas telpon dari om ane dengan berkata "ya lihat nanti, coba saya bel, kalau si rum membalas, berarti ada jodoh untuk dibantu atau dilihat sama si rum, tapi rasa-rasanya neh ya, kemungkinan besar bakal di bel segera sama si rum", ujar om ajudan. Saat itu om ane pun mengucap alhamdulilah dan berusaha menenangkan emak ane yang benar-benar gusar (nanti ane ceritain part pas nolongin emak ane ye).

Sekitar setelah 30 anak tangga kami naek, kebetulan ane yang paling depan karena penasaran bener dan ada rasa semacam dorongan "kangen" untuk segera bertatap muka dengan mas rum.
"wah hebat anak mbak ini, ada bakat dia ini neh, insak oloh hebatlah hebatlah, kelihatannya memang dinantikan sama mas rum", ujar om ajudan
"eh, awas kamu ya kalau sudah jadi hebat nanti lupa sama om, tak kerjain kamu", ancam om ajudan dengan wajah yang ga main2 gansis emoticon-Big Grin
"hahaha, insya allah nggak2 om", ujar ane
"eh, jangan nggak2 loh, saya nagih sumpah bener, karena saya sudah sering dibegitukan, itu tuh mbak (noleh ke emak ane)", ujar om ajudan dengan kesal
emak ane ga komentar, ane pun penasaran
"siapa ma?", ujar ane
"itu, si mbak wir?", ujar emak ane
"mbak wir, siapa ma?", ujar ane
"ituloh, mbak wir yang sodara om tinggal di batu besar, pernah maen ke rumah sekali itu loh", ujar emak ane
"oooooooohhhhh itu, kenapa dia ma?", tanya ane lagi
"pokoknya uda ditolong, sudah ucap terima kasih aja ga", ujar om ajudan dengan kesal.
ane saat itu belum tau saat itu, ternyata nanti si mbak wir ini minta tolong lagi. Nah ane tau penyakitnya yang kedua kali ini dan menguak ceritanya semua, memang ane pun ga sreg sama mereka, kebetulan ane kenal dan "pernah" bantuin anak gadisnya (nanti ane ceritain di part laen yaemoticon-Big Grin ).

Ane pun terdiam ketika melihat rumah mas rum ini. Benar-benar ane katakan sebenernya ini rumah punya potensial untuk menjadi rumah yang sangat indah gansis. Tetapi, seperti tidak dirawat dan seperti rumah "separuh jadi". Maksud ane "separuh jadi", bukan karena kagak lengkap ini rumah, seperti tidak ada jendela, atau tidak ada atap atau ga ada pekarangan dan taman dsb. Ini rumah mas rum lengkap semuanya, bahkan ada kolam ikan, pohon2 rindang dsb. Tetapi, rumahnya tidak di aci dindingnya, marmernya pun sudah pecah2, perabotannya seperti kursi kayu yang sudah compang camping, tapi rumahnya bersih gansis.

Satu yang ane perhatikan dan menjadi sesuatu yang membuat ane terhenyak dan menjawab kenapa ane merasakan ada suasana seperti candi prambanan di rumah mas rum. Di dinding rumahnya bagian luar, sebelah kanan ada ukiran patung yang menempel di dinding rumah dan wallahualam, ane benar2 yakin itu patung mirip bener sama patung cantik yang berada di tengah2 candi prambanan. Ane pun merasa ngeri2 sedap dan merinding melihat ini posisi patung yang ada di depan rumah.

ane saat itu langsung merasa bahwa ini "sambutan" dari mas rum untuk mengetes ane yang kira2 meremehkan dia ga, seperti meremehkan "ah masa orang sakti rumahnya begini doang". ane langsung membuang segala pikiran yang seolah2 mendorong ane buat meremehkan rumah mas rum ini. Ane yakin, si mas rum ini pasti sengaja membuat rumahnya begini, dan hanya orang2 tertentu yang bisa merasakan "sosok penampakan rumahnya yang sebenarnya".
ane pun beristigfar dan menutup mata ane selagi ane berjalan dan mendekati rumahnya mas rum ini.

Dalam keadaan ane merem, ane pun mulai merasakan pendar-pendar cahaya dari rumahnya. Semakin ane "memperhalus" rasa di dalam hati ane, ane semakin kelihatan rumahnya mas rum ini sepertii istana yang penuh dengan ukiran2 khas kerajaan di sinetron2 TPI dlu emoticon-Big Grin . Ane terdiam ketika 3 tiang depan rumahnya berbentuk ular emas, dan patung wanita yang nempel di dinding ane lihat berkemben merah dan bersarung hijau gelap dan penuh ke emasan pernak perniknya. Ane pun mengucap Allahu akbar, gila bener, apalagi ane lihat ne ular yang bergerak sebagai tiang pun seperti menengok ke arah rombongan kami dan seperti "melapor" ke dalam rumah.

"om, ini rumah mas rum ngeri bener yang ngawal", ujar ane ke om ajudan
"bisa ngelihat kamu?, hebat, saya aja ga ngelihat apa2, malah saya bilang rumahnya jelek", ujar om ajudan santai
ane pun geleng2 kepala dan takjub dengan gaya preman om ajudan ini. Padahal, rumah om ajudan ini mewah karena duit2 setoran dari orang2 yang berterima kasih selalu ditolak mas rum dan diberikan ke om ajudan. Pernah beberapa gepok duit dalam kardus ditaroh om ajudan di depan rumah mas rum karena ga pernah berhasil nge bel mas rum. Pas kembali ke rumah, duit dalam kerdus itu uda ada di depan rumah om ajudan, dan tiba2 om ajudan berasa di bel oleh mas rum dengan berujar "aku gak mau, kalau mau nraktir makan ayo". Lah duit segitu mau diapain, ya sudah dimakan sama om ajudan dan cuman kalau pas ketemu paling nraktir makan mas rum soto atau apapun sepengennya makan om ajudan.

menurut om ajudan, Pernah sekali om ajudan pengen ngerenov ini rumah, tapi ga pernah bisa beres sama tukang2 yang disuruh renov rumah secara diam2. Misal, pas mau ambil pasir yang sudah susah payah karung pasir diangkut ke atas (maklum rumahnya kan perlu naek tangga), katanya si tukang, mereka sudah tinggal angkut satu lagi karung pasir dan karung semen, tiba2 pas mereka sudah di atas, tau2 ilang semua tumpukan karung semen dan pasir. Mereka pun mencari2 dan kebingungan, karena kalau mau malin ke karung semen dan pasir minimal perlu 50 orang buat ilangin dengan sekejap tumpukan semen dan pasir. tau2 pas mereka mengecek ke bawah, semua karung semen dan pasir ada di bawah lagi, persis di bawah tangga. Langsung ne tukang kabur dan nelpon om ajudan kata si tukang "kalau mau ngasih objekan jangan di rumah dukun", ujar si tukang yang ga tau itu rumah mas rum bukan dukun2anemoticon-Big Grin

ane pun tertawa dan memahami bahwa om ajudan ini bukan seperti parasit yang makan duit diam2 dengan memanfaatkan keluguan mas rum ini.
"lah terus, sehari2 mas rum nyari nafkah dari mana?" tanya ane
"ya kamu tanyain langsung aja, gimana dia nyari duit", ujar om ajudan.
ane pun penasaran, karena ndak mungkin ane bayangin dia kerja apapun selain seperti dakwah, tapi dia sendiri ga pernah dikenal dan mau dikenal sebagai pendakwah.
"dia ini makannya apa ya", ane bertanya2 dalam hati.

kami pun sampai di depan rumah dan rumah mas rum tidak pernah pintunya di tutup ujar om ajudan.
gilanya lagi, om ajudan ini langsung assalamualaikum dan manggil mas rum dengan santai masuk ke dalam rumah dan ke dapur untuk mencari isteri mas rum.
"rum, rum, eh dik (ketemu dengan istri mas rum yang baru saja menuangkan teh karena besar kemungkinan sudah diberi tau akan tiba beberapa menit lagi di rumah), rum dimana?", tanya om ajudan
"oh, ada di kamar, panggil aja mas", ujar istri mas rum

ane pun penasaran dengan wajah istri mas rum. benar-benar seperti wajah gadis lugu yang berjilbab, putih dan benar-benar normal lah tapi aura bening berasa dari istrinya mas rum ini. Setelah senyum dan menyapa ane segera duduk di kursi tua yang besar. Tak lama sosok mas rum pun keluar dan segera memeluk om ajudan. mas rum dengan berpeci hitam, berkacamata besar yang berbesi kuning, kumis tipis, kurus tinggi, putih rada bungkuk, memakai kemeja kotak2 biru yang dobor dan bersarung. Ane pun menyapa mas rum dan segera bersalaman.

Ane pun menantikan emak ane ngobrol dengan mas rum karena ane sudah diingatkan harus memberi kesempatan emak ane buat mengutarakan apa yang disampaikan mumpung bisa ketemu langsung.
"eh ayok mbak, mau ngomong apa tadi", ujar om ajudan
"eh, iya lupa, mau nanya apa", ujar emak ane yang gelagapan dan seperti linglung
"hahahaha, iya tidak apa2, itu tandanya memang sudah dilupakan saya, insya allah selesai, nanti diteruskan saja mengajinya, pokoknya sudah terlihat akhirnya", ujar mas rum
"alhamdulilah, saya berterima kasih betul", ujar emak ane.
"sudah kewajiban, keluarga saling membantu, kebetulan saya ada kesempatan untuk bisa menolong", ujar mas rum

"nah ingat itu mbak, kita keluarga, jadi harus tolong menolong, jangan seperti yang si mbak itu, sudah ditolong, kemudian ga menolong", ujar om ajudan ini penuh arti tapi ane paham emoticon-Big Grin
"eh, ayok, kamu tanya, ini mas rum sudah mau pergi lagi tuh", ujar om ajudan
"ya, saya suka makan telor ceplok pakai nasi, kadang pakai tempe tahu, ya sekali2 mie rebuslah, sama saja", ujar mas rum yang ane yg nanya di dalam hati sebelum masuk rumahemoticon-Gila
ane pun terdiam dan ga bisa ngomong apapun, ini bener2 gila, bisa membaca apa isi hati ane
"ya saya ngajar, guru SMK, itu saya ngajar kelas nge cat mobil", ujar mas rum dengan tersenyum.
ane semakin shock karena ane ga ngomong sama sekali dan mulut ane kelu buat ngomong. Ini bener2 gila.

Ane pun sempet teringat dengan permasalahan ane dipermainkan sama super playgirl (sempet ane mention di chapter KKN).
"ya, itu tergantung kamu, jika hatimu masih bisa diputar2, tandanya belum mantep, belum kokoh, ya kalau kamu mau coba, silakan membaca al-fatihah 41 kali setiap habis solat, coba khusyu dan jangan berbicara dengan siapapun selagi kamu merapal, nanti setelah 41 hari atau mungkin 30 hari, ada sesuatu yang terjadi dan kamu rasakan, itu tandanya sudah jadi", ujar mas rum.
ane semakin terdiam dan merasa sesuatu yang gila telah terjadi dalam hidup ane berhadapan dengan orang yang ga dengar ane ngomong tapi blak2an menjawab setiap apa yang bahkan ane rasakan.

ane pun berujar dalam hati, terus kalau ane yang seorang sarjana di salah satu universitas prestisius di jogja (dalam pandangan ane saat itu dan bahkan ampe sekaranglah) merasa tidak ada harganya dan seperti ane merasa manusia paling remeh dihadapan mas rum ini. Ane sia-sia saja berusaha belajar sospol tentang negara, politik dan berbagai macam intrik2 sosial, tau2 mas rum berujar "ya itu tidak sia-sia, cuman jangan hanya itu. Coba kamu pelajarin, kenapa orang-orang dulu itu seperti waktu sultan diponegoro mau perjanjian sama belanda, itu kan sudah banyak yang tau bakal ditipu, kenapa bisa? karena sudah ada yang memberi tahu sebelum itu terjadi", ujar mas rum

ane pun semakin terdiam, dan semua keluarga yang duduk di ruang tamu pun merasakan kengerian karena ternyata mas rum tak pernah begitu sebelumnya. Selalu menjawab singkat2 jika ditanya, tapi sama ane, ane ga ngomong tapi dia ngomong terusemoticon-Big Grin . Ane pun tertawa tersipu-sipu ketika om ajudan menantang ane "ayo ngomong jangan bisik2 dalam hati saja".
"bacaan yasin mu diteruskan, kalau bisa 3x setiap hari dan teruskan mengaji setiap hari, kalau bisa setiap habis solat, tetapi habis magrib juga tidak apa2, nanti ada yang terasa", ujar mas rum.

ane bener2 blank saat itu untuk nanya lagi. karena semua yang ane pengen tanya sudah dijawab sama dia. Bahkan dia tau hoby ane yang mesum dan kebiasaan makan ane
"kalau bisa, segera menikah saja, dan kalau makan telor jangan di campur dengan ikan, karena proteinnya beda, terus telor sebaiknya di ceplok saja, jangan di dadar", ujar mas rum yang tau kebiasaan ane kalau makan nasi padang suka pake ikan dan telor emoticon-Big Grin
ane semakin blank sampe kebiasaan ane pun tau dan ane kagak berani ngomong lagi.

ane sempet berfikir bagaimana kalau ane merasakan ada keraguan tentang suatu hal.
"ya sudah, solat wirid sebelum tidur, minta petunjuk, kalau besok melihat banyak warna biru, tandanya benar", ujar mas rum lagi
ane saat itu kagak ngerti maksudnya mas rum ini. Tapi ane anggep semua clue2 yang perlu ane fikir dan ane cari jawaban nantinya ketika ane balik ke jogja.
ane lanjut lagi berfikir dan pengen tau kenapa ada sosok patung yang sama dengan mirip dengan patung roro jongrang prambanan.
ternyata kali ini mas rum tidak menjawab, ane pun kebelet bener pengen nanya dan berusaha memberanikan diri buat mengeluarkan suara dari mulut ane.

"mas rum, itu patung depan, unik", ujar ane
"unik ya, kenapa unik?", tanya mas rum
"itu kok mirip ya", tanya ane
"mirip apa?", jawab mas rum dengan tersenyum
"mirip sama yang di prambanan", jawab ane
"ya kemungkinan berarti sama", jawab mas rum
ane pun terkejut dan tak berhenti terkagum2, ternyata benar kenapa ane berasa seperti ada di candi prambanan mistisnya.

ane semakin penasaran, kenapa ntu patung ada disitu dan ane yakin, mas rum yang "ilmu putih" ini kagak mungkin mau repot2 buat itu patung yang nempel di dinding.
"mas, itu siapa yang buat", tanya ane
"ya nggak tau, tau2 ada aja disitu", jawab mas rum
"hah, jadi patung itu ada disitu sendiri?", tanya ane
"iya, sempet minta izin untuk di dalam rumah, saya suruh kalau mau numpang sana di depan rumah", jawab mas rum sambil tersenyum2 lucu
"maksudnya, dia datang sendiri ntu patung?", ujar ane
"iya, namanya orang mau numpang ya silakan saja, yang penting saya ga mau diatur2 sama dia, sama2 makhluk allah kok mau ngatur2", ujar mas rum.

ane semakin ngeri dan kagak paham kedalaman pemahaman ilmu ghaib yang dipahami oleh mas rum ini.
ane pun bertanya tentang rumah ini, mas rum beli berapa duit.
"hahahaha, saya juga tidak tau, tau2 lewat di jalan depan terus mampir terus di suruh tinggalin rumah ini", ujar mas rum santai
ane kagak paham maksudnya, kalau ane telaah lebih jauh berarti ibarat orang jalan2 di pinggir jalan terus dipanggil orang ke rumah, terus ditawarin "mau ga rumah ini?", begitu kira2 maksudnya mas rum ini emoticon-Gila

Setelah 30 menit ngobrol2, si mas rum pun pamitan untuk ke kamar. Kami sudah memahami bahwa mas rum ada yg "ngebel" dan meminta bantuan mas rum. Rupanya dia segera bersalin baju guru bengkel dan hendak ke sekolah katanya ada kelas sore emoticon-Wink . Kami pun segera pamit dan emak ane ngasih oleh2 yang dibawa dari pasar kudus. menurut om ajudan, itu baru pertama kalinya mas rum mau nerima pemberian dari orang yang ditolong, biasanya selalu ditolak atau dibalikin lagi ke rumahnya wkakkaka

Ini tandanya si mas rum sebenernya nitip belanjaan ke emak ane, pengen makan2an di pasar kudus. Makanya dia nerima, bukan karena dasar oleh2 dari emak ane atau ucapan terima kasih wakakkak walllahualam. Ane pun segera naik ke mobil dan menuju ke rumah om ajudan dan setelahnya kami segera balik ke rumah om ane dan balik ke jogja karena emak ane harus balik ke batam lagi.

berhubung masih banyak sisa huruf, ane ceritain efek dari baca alfatihah 41x setiap abis solat. Nah ane ingat, hari ke 14 ntu ane merasakan bener dalam mimpi, di dada ane semacam bola cahaya bersinar-sinar dan membuat hangat dan tentram jiwa ane. Ane saat itu bener2 merasa melayang dengan sinar2 cahaya di dalam dada ane. Hari ke 29 atau 30 ane mimpi lagi, nah ini puncaknya gansis. Ane berasa di dalam dada ane (kemungkinan hati kalbu ane ya), itu berbentuk seperti cermin2 yang gede2 dan berbentuk bola. Ne cermin memantulkan berjuta2 sinar kemilauan seperti memantulkan keindahan dan kemewahan dunia. Beneran, cahaya dari kemilauan cermin ini membuat ane seperti terlena dan terpana. Tapi anehnya, dalam mimpi itu, ane selalu berujar, "aku tertipu ya allah, aku bodoh, aku tertipu", begitu berkali2.

Ane pun terbangun dan langsung solat isya kalau ga salah ane. Nah ketika ane merapal alfatihah 41x lagi, ketika ke 33 kalau ga salah tiba2 dada ane berasa sesek bener. Tapi sesek ini bukan seperti kagak bisa nafas, tapi sesek seperti ketika ane berasa sedih dan kecewa yang bertubi-tubi. Ane bener-bener sesek dan menangis ketika ane merem. Ane kagak paham kenapa ane berasa sedih secara tiba2. Ketika ane merem, ane bisa melihat seperti bola cermin itu berkilauan dan tapi kali ini ga berputar2 tapi diam. Ane pun merasakan bahwa sumber sesek di dada ane ini berasal dari bola cermin ini.

ane pun kembali merapal alfatihah dan perlahan ini bola cermin retak-retak dan setiap ne cermin retak, rasa sesek di dada ane sedikit hilang. Ane pun semakin seperti ingin menghancur leburkan bola cermin ini. Ane pun semakin pasrah dan ne bola cermin tiba2 pecah dan meledak seperti cermin yang kena pukulan kayu
"praaanggg praaanggg praaaangggg", suara cermin yang hancur lulu lantak ini benar2 ane denger gansis di telinga ane.
sesak di dada ane pun hilang ketika seluruh bola cermin ini hancur tak bersisa dan berganti dengan rasa remuk di dalam dada ane.

rasa remuk ini membuat dada ane berasa ngilu sengilu2nya gansis. Nah kali ini ngilu ini ane berasa seperti telanjang dan malu semalu-malunya. Seperti ane dilihatin ribuan mata dengan posisi ane yang telanjang. Ane bener-bener berasa malu dan dada ane pun berasa ngilu. Disitu ane meraung-raung dan meminta maaf dan sungguh malu dengan diri ane. Ane merasa orang yang paling hina di dunia ini. Ane pun buka mata ane, dan menangis dengan memeluk dada ane melungker2 seperti telah melakukan dosa yang paling besar, membuat kecewa ke diri ane dan ane merasa orang yang hina. Ane bener2 nangis dan meminta maaf berkali2.

Setelah ane sudah reda nangis ane, saat itu ane bener2 berasa badan ane enteng tetapi ada rasa kokoh di dalam hati ane. Ane seperti lebih ikhlas dengan apapun yang akan terjadi di dalam hidup ane. Ane bener-bener seperti lelaki yang memiliki hati tangguh gansis emoticon-Cool .ane pun teringat dengan mas rum, bahwa apa ini efek dari rapalan 41xalfatihah. Nah ini uniknya lagi gansis, jadi pas mas rum mengatakan bahwa ane perlu merapalkan alfatihah 41x setelah solat, rupanya abang ane dan emak ane mendengar, itu rapalan buat mereka karena menyebut nama mereka bukan nama ane.

ane bener2 shock waktu itu dan ga percaya. terus ane tanya berapa kali disuruh merapal alfatihah setelah solat, ane dengar ane 41x, nah emak ane dengar 200x, kalau abang ane 99x dan mereka ga ada dengar disuruh selama 41 hari malah mereka dibilang baru kerasa setelah 3 atau 5 bulan (nah loh wakakakka). Gila ga tuh gansis, jadi dia ngomong sekali, tapi ke 3 pendengaran manusia yaitu ane, abang ane, dan emak ane, yang nyampe di telinga kami beda-beda. Ngeri ga tuh ilmunya, ini beneran terjadi dan emak dan abang ane bersumpah demi allah begitu yang ia dengar wakakaka

Nah untuk urusan warna biru, jadi ane karena dimaenin cew super playgirl, ane pun capek diputer2 sama ne cew. sampai suatu ketika entah kenapa ane selepas ngaji dan merapal alfatihah 41x, ane berdoa "ya allah, jika ini cew benar2 jodoh ane silakan gerakkan hatinya untuk memakai baju biru besok ketika ketemu ane di kampus". Ane pun segera bergegas ke kampus dan menantikan warna biru yang ane nantikan. Apa yang terjadi gansis, ane melihat di fakultas ane semua di dominasi warna biru, umbul2, mobil parkir, anak2 kampus pakai baju biru, padahal sebelumnya selalu di dominasi warna putih. Kebetulan ada acara apa gitu sehingga di dominasi warna biru, ane saat itu bener2 kagak tau kampus bakal dipenuhin warna biru. Dan yang ane nantikan ternyata si cew super playgirl memakai baju berwarna putih. Ane seneng bener dan mantap hatinya, dan alhamdulilah ne cew super play girl kagak bisa muter2 hati ane lagi. walahualam.

next: cerita emak ane ditolong mas rum
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saaans dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 81 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 81 balasan

Besan Sakti Pemilik Ilmu Putih (Part 6)

Emak Ane di Bantu Mas Rum


Ada 2 peristiwa penting di dalam keluarga ane khususnya emak ane yang menjadi aktor utama dalam cobaan ini. 2 Peristiwa yang menurut ane dramatis walau alhamdulilah tidak sampai menyebabkan trauma yang mendalam ke ane dan saudara kandung ane. Walau tentu, ane kagak yakin semua saudara kandung ane setegar ane atau mungkin ane yang kelewat masa bodoh dan cuman fokus sama apa yang bisa ane lakuin dan tidak memperumit masalah.

Uniknya, ketika masalah semakin memuncak, mas rum pernah cerita dia didatangin oleh salah satu "guru" yang mengatakan bahwa nanti ada salah satu keluarga dari Batam yang perlu di tolong dan akan segera menghubunginya. Menurut si mas rum, yang "menyamperin" dia dengan ciri-ciri seperti mbah ane dari sebelah emak yang kami panggil nenek lanang bernama haji ratu. Nenek lanang ane ini katanya masih ada darah banten dan dicurigain salah satu anak dari keturunan legenda yang anaknya tidak mau meneruskan menjadi raja tapi mengembara menjadi ulama atau meninggalkan kepercayaan ayahnya dan mencari guru untuk mempelajari Islam. (silakan ente nebak dan cari2 sendiri maksud ane emoticon-Big Grin, ane ga bakal respon ).

Ane waktu itu ga percaya, tapi akas ane (bapaknya emak ane) pernah cerita bahwa keturunan dari si mbah haji ratu selalu dibayang2in oleh ilmu harimau (semacam sudah di dalam darah daging ne ilmu), terbukti salah satu abangnya akas (anak mbah) hilang dan akas ane sehari sebelum hilang, dia melihat ada harimau putih di depan rumah, kata akas ane, dia pamitan karena bakal hilang dan mengembara walllahualam. Nah haji ratu alias mbah ane ini juga mengembara kemana-mana, karena dia pedagang dan kaya. Terakhir dia menetap dengan keluarga ane yang di palembang dan meninggal disini.

Padahal istrinya banyak, kemana dia berdagang disitu dia menikah. Tetapi, sebelum dia tinggalkan, selalu istri dan anak2nya ditinggalkan dalam keadaan mapan (wallahualam). jadi kemungkinan ada saudara ane yang ane kagak kenal, karena banyak istri embah haji ratu ini dimana-mana ia berdagang, umurnya meninggal waktu itu sekitar diatas 90 tahun. Kata emak ane, ciri-ciri masih saudara ane yang tak ane kenal adalah kalau cew ane ga bakalan naksir mau ente secakep apapun, begitu kata akas ane wemoticon-Big Grin wallahualam.

Nah kembali ke topik, jadi si mas rum ini jauh sebelum emak ane ditolong om ane buat menghubungi om ajudan dan minta respon si mas rum, si mas rum sudah di datengin sama mbah ane. Nah pada saat itu, mbak wir, yang juga keluarga dari om ane juga menghubungi om ajudan buat membantu sakit suaminya. Karena waktu yang menghubungi om ajudan ini dluan mbak wir, yang juga berada di batam, dipikir sama om ajudan ini ya mbak wir ini yang mesti ditolongemoticon-Big Grin . (ini taunya setelah dibuka oleh om ajudan, tapi ya namanya sudah sekalian saja sama2 keluarga di batam, jadinya ditolong juga, padahal di awal yang mau ditolong mas rum ini emak aneemoticon-Big Grin ).

oke, flash back dlu ke awal cerita masalah emak ane. Peristiwa cobaan bagi keluarga ane ini berawal menurut ane akibat puber kedua bokap ane. Jadi, bokap ane bertingkah kembali menjadi anak remaja yang butuh pengakuan dan keras kepala. Ada hal yang aneh dari mental bokap ane saat itu, bahwa merasa bangga jika masih ditaksir oleh wanita yang lebih muda. Atau dengan kata lain, digila-gilai oleh wanita yang jauh lebih muda 10 tahun dari dia. Seperti ada kepuasan dan pembuktian bahwa dia masih gagah dan mempesona.

Rupanya, hal ini dipicu rasa cemburu bokap ane ke emak ane yang kagak masuk akal. Jadi memang, setiap teman bokap ane melihat emak ane selalu berujar bahwa berapa beruntungnya bokap ane memiliki istri seperti emak ane. Saat itu bokap ane merasa dia diremehkan, bukan harusnya senang atau bangga. Malah dia berujar bahwa yang beruntung itu emak ane, karena mendapat suami gagah dan tampan seperti dia. Padahal, teman2 bokap ane yang tau perangai bokap ane, tau betul bahwa emak ane ga pantes buat diaemoticon-Big Grin . Tapi emang bokap ane ganteng dan emak ane cinta.

Puncaknya, ketika ada temen bokap yang posisinya tinggi atau katakanlah komandan bokap ane memuji2 emak ane. Apalagi, setelah tau bahwa emak ane istri "anak buahnya", si komandannya ini seperti lebih respek ke bokap ane dan tak jarang memuji2 istri bokap ane ini. Nah harusnya, kalau pria normal, tentu merasa bangga dan mensupport istrinya atau bahkan lebih memperlakukan istrinya semakin baik bukan?, yang terjadi bokap ane semakin ga karu-karuan merasa lemah dan rendah diri.

Wajar bila komandannya ini memuji emak ane, karena dia sendiri yang komandan kagak punya istri yang kayak emak ane. Emak ane ne cakep dan pintar gansis, apalagi semok juga wakakkaka. Nah komandan ini punya koneksi dengan pejabat2 batam saat itu, dan temannya walikota batam waktu itu. Nah pak walikota yang duda ini pun mengungkapkan keinginannya buat menikahi emak ane, dan diketahui oleh komandan ini. Tapi emak ane menolak dengan halus dengan mengatakan bahwa statusnya masih istri orang dan dia pun mencintai suami dan anak2nya. Kalau memang berjodoh, ya laen cerita tapi hingga sekarang saya masih punya suami. Begitu jawaban emak ane yang diceritakan si pak walikota ke komandan bokap ane.

Nah bukannya bokap ane bangga, dia malah ngamuk2 ga jelas. Dia malah ingin membuktikan bahwa dia pun "masih muda" dan bisa menarik hati lawan jenis terutama yang masih muda. Begitulah kira-kira ego bokap ane akibat puber ke dua. Nah, singkat cerita bokap ane digila-gilai oleh wanita muda yang katanya berduit. Jadi bokap ane ini kagak cinta ma ne cew, karena dia kagak cantik tapi berduit. Jadi bokap ane ini mau aja ngeladenin ne cew gara2 duitnya, dan kebetulan bokap ane saat itu nyambi bawa taksi gelap, karena di batam uda biasa begini.

Emak ane pun emosi dan merasa disakiti. Biasalah terjadi percekcokan dan emak ane pun kecewa ya wajar, apalagi emak ane banting tulang buat nyari duit tambahan seperti kegiatan2 ngurusin konsumsi dan nampil anak2 marching band. Alias, emak ane dari pagi buta ampe malam hari full mengkoordinir dan menyediakan konsumsi anak2 marching band. Sedangkan bokap ane, kesenengan di belikan berbagai macam pakaian dan diajak happy2 sama ne cew tajir. Tiap kali emak ane negur, bokap ane cuman berujar bahwa tidak usah mengurusi segala urusan dia, yang penting duit gaji dan duit taxi aman. Memang satu hal dari bokap ane yang rada ane seneng yaitu, bokap ane kagak pernah mau makai duit gaji atau tanggung jawab dia buat keluarga, untuk memenuhi segala hasrat gilanya sama wanita.

Emak ane namanya bukan hanya urusan tanggung jawab, tapi urusan cinta juga ga mau dikhianati kan. Emak ane pun cekcok tiap malam, dan bokap ane sering ga balik. Tapi sekali balik bawa duit banyak karena ibarat kata bokap ane "disewa" buat nyenengin ne cew tajir. Cew tajir ini juga bener2 pengen ngerebut bokap ane dari emak ane, sedangkan bokap ane kagak, cuman mau duitnya aja. Lebih gilanya lagi, ne cew tajir juga maen dukun gansis buat menarik bokap ane.

Pernah emak ane ngasih tau bahwa bokap ane kena dukun sama si cew ini, bokap ane membantah dan dia dengan songong bilang tak mungkin keturunan ***** bisa di dukunin orang. Memang mbahnya bokap ane juga ada darah "orang sakti". Jadi untuk gambaran sakti ini gini aja ukurannya gansis, dusunnya bokap ane itu ada satu desa kecil, paling cuman 50 KK. Tapi, preman paling di takuti se-sumatra alias kepala2 preman semua berasal dari desa mbah ini.

Nah bocoran dikit, ntu bajing loncat kan inovasi salah satu preman dari desa bokap ane dan ane kenal orangnya, punya bini 4 emoticon-Big Grin . Pernah, suatu ketika ane dan bokap ane ziarah ke makam bapaknya dan mbahnya. Terus, ternyata ada salah satu preman yang terkenal di pasar 16 juga ziarah, dan mengundang kami ke rumahnya. katanya, si mbah itu, gurunya bapaknya jadi dia sedulur dengan ane secara tidak langsungemoticon-Big Grin . Makanya gansis, jangan macam2 sama ane, darah preman ada di ane, cuman waras karena pendidikan aja, urusan nekat mah uda ada darahnyaemoticon-Big Grin

si cew tajir ini semakin gila, dia pengen menyudutkan emak ane. Pernah dia bilang ke bokap ane bahwa emak ane keluar masuk di salah satu hotel termahal di batam. Katanya pasti sering "ngamar" sama teman2 kantornya. Terus emak ane ngakak, emang dasar cew tajir tapi otak mesum, dia kagak tau bahwa tiap acara pemerintahan semacam rapat atau pelatihan memang selalu di hotel. Emak ane pun ngajak bokap ane ketika emak ane ada acara di hotel, dan terdiam bokap ane. Awalnya, bokap ane rada ngebanggain ne cew tajir karena kaya, tapi karena kebongkar ke begooannya, dia semakin naik pitam ne cew tajir sama emak ane.

Si cew tajir ini semakin mencari dukungan untuk menyudutkan emak ane. Dia pun mendekati sodara2 bokap ane. Karena cew tajir, ya modal duit pasti orang selalu dekat. Apalagi, kebetulan mbak dari bokap ane ini mata duitan. Pokoknya siapa yang pegang duit dan bayarin dia pasti dia pro padahal dlu emak ane berjasa sama ne mbak dari bokap ane, disuruh nagih2 utang dari usaha rentenirnya (nah entar kalau mau ane bisa nyeritain betapa pedihnya hidup seorang rentenir bahkan sama ibunya sendiri seperti hilang mukanya, harta adalah segala2nya, biar jadi pembelajaran gansis).

Kondisi keluarga besar bokap ane yang mata duitan, langsung berposisi mendukung si cew taajir jelek ini buat jadi bini bokap ane. Cuman bokap ane kagak mau, soalnya jelek cuman duitnya aja. Nah emak ane makin naek pitam, bahkan lebih gilanya lagi ketika ane sekeluarga balik ke palembang, ne cew tajir jelek nyusul. Ane saat itu ga respek sama keluarga bokap ane soalnya, ketika disodorin duit semua wajah menjadi ramah. Padahal, emak ane kurang baik apa sama mereka, dan sudah berteman sejak kecil.

Apalagi, ada beberaapa perempuan yang sejenis ne cew tajir yang menjadi istri kedua dari adik2 om ane. Makin ditabok duit, makinlah menjadi rombongan barisan pembenci emak ane. Maklum, emak ane ini satu2nya menantu yang diakui nenek cew (ibunya bokap) yang dia ridhoi dan benar2 anak2nya. Emak ane emang ga pernah ada cerita jelek dengan dia apalagi anak2nya seperti ane walau tampan tapi cerdas, meskipun tampan dia tetap baik hati emoticon-Big Grin . Emak ane pun melaporkan ke nenek cew buat minta pendapat dan sebenarnya sekaligus buat izin mengajukan cerai.

Walah dalah, nenek cew marah besar dan benar2 ngamuk ke emak ane. Bahkan nenek cew saat itu bener2 menyumpah ke emak ane jika mau cerai dengan bokap ane. Padahal, mantu2 laen atau anaknya kalau mau cerai atau mau nambah bini, nenek cew ini semasa bodoh dan cuman bilang "lajulah" atau artinya gasspoolll. Emak ane pun bertanya alasannya, dan omongan nenek cew ini yang dipegang emak ane.
"kau waktu menikah sama dia, sudah kubilang dari awal. Dia ini memang ganteng dan memang cinta dengan kau, tapi aku sudah ingatkan dengan kau, dia ini dalam keadaan waras, artinya sehat ketika menikah dengan kau, nah sekarang dia sedang sakit dan tidak waras (karena digila-gilain cew tajir), kau mau ninggalin dia? aku tau dia bakal gila, kalau aku tau dia gila dan bunuh diri, aku tak akan ikhlas, dunia akhirat aku tidak redho dengan kau".

begitulah ujar nenek cew yang membuat emak ane urung untuk mengajukan cerai. Tapi tekanan batin semakin kuat buat emak ane. Ente bisa ngerasainlah, mentang2 emak ane ga bisa nyawer2 duit seperti si cew jelek tajir ini, bisa berubah 360 derajat meremehkan emak ane bahkan ketika bokap ane mau mukul emak ane, si sodara2 cew dan bininya pada mendukung (jijik kanemoticon-Big Grin ). Nah hingga suatu saat, bokap ane ngamuk karena emak ane ga mau ngomong dengan bokap ane. Suara bokap ane yang menggelegar membuat emak ane pingsan, dan tau apa yang terjadi, emak ane kerasukanemoticon-Big Grin

emak ane ga sadarkan diri dan kerasukan, dia kerasukan roh mbah haji ratu. ane lihat bener ne adegan emak ane kerasukan, bokap ane yang temperamental, langsung jadi kerupuk disiram airemoticon-Big Grin .(ini lucu bener). emak ane tiba2 duduk bersila dengan memegang lututnya dan menghardik bokap ane
"heeeeeeiiii.... ***** (nyebut nama bokap ane), kau tidak usah keterlaluan, kau tau ini tubuh siapa (gebuk2 dada badan emak ane), ini darah keturunanku, aku tak rela kau buat dia seperti ini, kalau bukan karena memandang siapa mbahmu, kau sudah ku matikan, kau tau itu", ujar emak ane dengan suara mbah2.

bokap ane kaget, ane juga kaget dan bokap ane kagak percaya. terus dia deketin emak ane dan langsung ditepis tangannya, dan dia terjungkal ke arah pintuemoticon-Big Grin (mampus dah, kena bokap ane waktu itu). Jujuran, ane seneng ntu mbah ratu datang ngerasukin emak ane, ibarat kata biar bokap ane kagak lagi ngamuk2 ga jelas. Bokap ane pun minta maap dan segera minta rokok. Ternyata si mbah ratu ga mau rokok surya, maunya rokok 234. Bokap ane pun nyuruh ane buat beli ne rokok. Tapi yang terjadi si mbah ini mengatakn "kau yang kusuruh, bukan cucungku itu, pergi sanaemoticon-Big Grin ", sembari si mbah menggerakkan tangannya memberi kode ane supaya dekat dia.

"kau tak perlu takut, tak perlu kuatir, mbah haji ratu disini, nanti ada yang nolong, mbah tak bisa lama-lama lagi", ujar emak ane yang kerasukan.
ane pun mencium bau semacam mbah2 dari emak ane, bukan bau emak ane saat itu wallahualam.
bokap ane pun bawa rokok 234 dan segera menyulutkan api ke mbah dan ketika 2 kali isep, emak ane tergelepar dan ga sadarkan diri.

Om ane yang melihat kejadian ini berkesimpulan harus segera mencari pertolongan dari mas rum. Nah saat itulah mas rum mulai ikut membantu emak ane menghadapin cobaan dari cew tajir jelek ini. Setelah dihubungi, rupanya mas rum tidak serta merta langsung datang seperti layaknya dukun2 ngobatin pasien gansis. Jadi dia tiba2 menghilang kira2 2 minggu. Kata mas rum, dia harus "nyepi" dan "menerawang" dulu untuk mencari jawaban. Akhirnya mas rum pun memberi tahukan ke om ajudan untuk ditanyakan ke emak ane.

Jadi mas rum menawarkan 2 solusi yang akan menentukan qodar yang akan terjadi ke depan dan itu juga berkaitan dengan ane sebagai anak2nya. Kalau emak ane ingin segera selesai dengan bokap ane, artinya sudah tidak bisa lagi ngeladenin "kegilaan ngamuk2 tidak jelas dan teror dari cew tajir jelek", maka ada solusi yaitu bokap ane jadi gila atau mati. Solusi ke dua, emak ane harus sabar dan meladenin semua cobaan ini karena nanti hadiahnya, derajat emak ane dan anak2nya akan naik, tapi bokap ane kagak. Cuman, benar2 berat dan akan semakin berat, begitu cerita om ajudan.

emak ane pun berembuk dengan ane dan abang ane yang sudah dewasa. Waktu itu ane kelas 3 SMP dan abang ane sudah kelas 3 SMA. Kalau abang ane, sangat mendukung pisah karena dia pun sudah muak dengan bokap yang tau diri, apalagi si walikota sudah mengutarakan ingin meminang emak ane dan abang ane dijamin kuliah dan seluruh anaknya. Tapi ane bilang ke emak ane "ntu masalah orang tua, ane sebagai anak kagak ikut2an, kalian menikah tanpa nanya persetujuan ane, ya kalau mau cerai, ya bukan karena ane juga, itu urusan orang tua", ujar ane yang membuat emak ane terdiam.

Emak ane pun diberi amalan buat dibaca setelah solat, kalau ga salah dzikir khusus ane lupa. Emak ane pun bercerita bahwa dia bermimpi diterangi bulan purnama, disitu semua ada dia dan anak2nya kecuali bokap aneemoticon-Big Grin . Nah memang dasar gila cew tajir ini, sudahlah emak ane kagak protes dan sudah masa bodo dengan bokap ane, dia ga puas dan masih ingin meneror emak ane. Emang beneran, si cew tajir ini punya dukun pegangan dari lombok. Berbagai jimat dengan dalih hadiah ke bokap ane pun di netralisir oleh emak ane. Misal ada batu akik berwarna coklat, kalau ane pegang memang berasa hangat dan lama2 seperti bara api di dalam akiknya.

kata mas rum, batu ini jangan di buang, tapi di kerjain aja jin dukun ini dengan "dipenjara" oleh emak ane lewat ngaji dan dzikir. Setiap emak ane solat, batu ntu di taruh di sajadah dan sejak ne batu dipegang emak ane, bokap ga pernah lagi emos tidak jelas. Nah karena sudah tau ne cew tajir maen2 dukun, emak ane pun yakin bahwa bokap ane kena pelet. Emak ane pun menanyakan ke mas rum buat menetralkan ne pelet. Kata mas rum sudah terlambat dan sudah mendarah daging.

Jadi peletnya ne cew tajir jelek, dia mengajak bokap ane ke pantai. Terus pijakan kaki di pasir pantai itu di ambil dan dipakai sebagai jalan pelet dari dukun lombok yang terkenal. Jadi ati2 gansis, kalau ente maen ke pantai terus ada yang ambil jejak pasir ente, kemungkinan pengen dipelet kek bokap aneemoticon-Big Grin . Ga hanya itu, ane pun sempet dikirimin hantu dan jin2 yang mau membuat kami sekeluarga ga tenang. Tapi untungnya, kami sekeluarga solatnya dijaga, jadi ne demit cuman membuat ane sering berfikiran fiktor alias fikiran kotor (ane yakin ini karena ne cew jelek tajir gansis bukan bakat dari orokemoticon-Big Grin ).

Ane bisa bilang ane diganggu oleh ne kiriman si cew tajir jelek ini, di dalam mimpi ane seperti dihasut buat berhubungan intim dengan emak ane gansis. Astagfrullah al azim. Saat itu ane bener2 dalam mimpi melihat emak ane bener2 sensual dan pengen enak2 sama emak ane. Ane bener2 kagak habis pikir, karena ane aja sama ponakan ndiri aja kagak nepsong, apalagi ini emak ane sendiri, mustahil. Ane pun sempat berkonsultasi dengan emak ane perihal mimpi ane, rupanya mas rum sudah memberi tahu bahwa yang paling diganggu sama ne cew tajir jelek adalah ane. Soalnya, ane yang dari awal ga ikut campur, membuat bokap ane sering minta pendapat ke ane.

Ane pun sering ke sekolah, ada suara2 manggil ane dan mengatakan bahwa emak ane meninggal. bahkan terkadang selalu ada suara2, "jangan takut kalau mama mu mati, aku bisa jadi mamamu kok", yang ane tau itu suara dari cew tajir nakal. Ane pun semakin semangat karena ne cew tajir nakal sudah mulai mencoba2 mengajak ane berantem. Ane langsung maenin aja "ya gak mungkin jadi mamaku, orang beruang hitam aja ga sudi", ujar ane ke suara bisik2 ini.

Kenapa ane yakin ne suara dari cew tajir jelek ini, soalnya tiba2 bokap ane yang awalnya seneng dengan ane, jadi emosi dengan ane. Ane pun bertanya2 dan bokap ane keceplosan menghardik ane jangan pernah mengkait2kan ne cew dengan beruang hitamemoticon-Big Grin . Emak ane pun kebingungan dengan bokap ane dan membahas beruang hitam. Alhasil, sejak saat itu kami membuat panggilan beruang hitaam untuk si cew tajir nakal ini.

Tak cukup puas dengan serangan gaib, ne cew tajir nakal juga nyerang dengan cara anak kecil. telepon selalu berdering2, tapi ketika ditanya siapa ga pernah bales. Jadi karena ne telpon berdering2, kami biasanya mengangkat ne telpon terus digeletakkan saja ne telpon biar billing telpon ne cew jalan terus. Soalnya capek bolak balik angkat dan bunyi rang ring telpon yg ga berenti menggangu ketenangan rumah. dan pernah suatu ketika, telpon berbunyi dan adik ane yg cow mungkin pernah denger kami bahas beruang hitam. dengan polosnya ketika ngangkat telpon, ternyata ne cew tajir nakal mau SKSD dengan adik ane yang umur 5 tahun ngobrol singkat dengan adik ane.

Begini ngobrolnya.
"halooo ini siapa?", ujar adik ane
"hallooo... hayooo,.... halloooo", ujar adik ane
"ini mamamu, mamamu yang muda", ujar ne cew tajir nakal
"mama, mama ada", ujar adik ane
"bukan, itu mamamu yang tua, ini mama yang muda", ujar cew tajir nakal.
"mama muda?", tanya adik ane
"iya, papa mana?", tanya cew tajir nakal
"ooohhh, papa sama beruang hitaamemoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin ", ujar adik ane polos

jadi adik ane ntu kagak tau bahwa yang nelpon itulang beruang hitam, dia taunya yang nelpon mamah mudaemoticon-Big Grin . Alhasil adik ane ini kena hajar bokap ane padahal dia kagak tau apa2 karena dia salah persepsi doangemoticon-Big Grin . Ane dan abang ane pun memuji2 adik ane ini, rupanya ne perempuan tajir jelek mengirim jin buat adik ane ini. Dia pernah dikerjain hantu kiriman. Jadi bokap ane ini kadang balik malam. Nah saat itu, ane kagak denger ada mobil bokap ane balik. Tapi adik ane ini denger, dan dia buka pintu dan ternyata tidak ada mobil bokap ane.

Adik ane pun masuk lagi dan ada suara manggil dia. Dia pun mengecek lagi tapi lewat gordeng yang ada kaca nako.tiba2 adik ane menjerit ketakutan dan menangis sejadi2nya. menurut adik ane, dia mlihat orang pakai helem, tapi pas dia buka helem dalamnya matanya besar dan giginya taringemoticon-Big Grin . Sejak saat itu adik ane trauma dengan orang berhelm ke rumahemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saaans dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Kok serem ya gan, dukun dr lombok, padahal aku tinggal d lombok, semoga d jauhkan dr hal2 kayak gitu,,
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
ngeri banget om, untung oom sekeluarga bisa melaluinya, ... dukunnya ga kaleng2an terornya, .... makin bikin penasaran kelanjutan ceritanya
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Nitip sendal om emoticon-Traveller
SR numpang lewat masbro, sambil nunggu updetan
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Besan Sakti Pemilik Ilmu Putih (Part 7)



Lanjutan Emak Ane di Bantu Mas Rum


Setelah kejadian adik ane didatangin orang yang berhelm dengan wajah menyeramkan, dia tak pernah mau lagi membuka pintu ketika bapak ane balik malam hari. Biasanya adik ane selalu tidur bareng ane dan abang ane di ruang tamu dengan menggelar kasur tipis di depan tv. Tapi berkat kejadian menyaksikan hantu helm ini, adik ane memilih tidur bersama sepupu ane di kamar yang sama2 penakutemoticon-Big Grin .

Nah ane pun diserang dengan dibuat tidur tidak nyenyak. Kalau ane tidur pasti diberi mimpi seram. Ane ingat betul, setelah mimpi disuruh mesum dengan emak ane, ane dikasih kiriman pocong2an dan jin hitam besar yang rambutnya urak2an dan bertaring. Padahal ane sudah solat isya sebelum tidur dan masih dalam keadaan wudhu, tapi tetap aja ane kena serangan begini. Tak jarang ane ketindihan dan ga bisa bangun. Pernah suatu ketika, sekitar jam 5an, sekeluarga biasanya sudah bangun dan segera solat dan sarapan.

Nah saat itu ane bisa melek, tapi ane kagak bisa ngomong dan bergerak. Ane pun sebenernya minta tolong dengan emak ane, tapi emak ane kagak denger. Dipikirnya ane belum bangun atau masih malas2an bangun. Alhasil ane pun seperti mengeluarkan suara eraman yang dipikir emak ane sebagai suara yang aneh dan mungkin dia pun panik. Emak ane mengambil langkah ekstrem untuk menyadarkan ane, kagak pake ambil air atau pun goncang2 badan ane. Emak ane menyundut setrika ke kaki aneemoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Ane pun menjerit kencang dan sempat mengumpat ke emak ane.
"mama ini gila apa, aku itu ketindihan bukan kerasukan", ujar ane
"ya biar sekalian", jawab emak ane dengan santai dan terus melanjutkan nyetrika
"sekalian apa, orang guncang2 aja cukup kok, ini pake nyundut ujung setrika ke betis ane", ujar ane yang emosi dan mulai kemerahan betis ane.
"ya biar sekalian setannya juga kesakitan, biar ga datang lagi", ujar emak ane santai
ane kagak abis pikir dah pola pikir emak ane, tapi ane mulai paham jangan2 emak ane ini juga kena ganggu dengan melihat berbagai penampakan di rumah akibat kiriman ne perempuan jelek tajir.

Adik ane pun yang cow menjadi korban akibat ke parnoan emak ane dengan berbagai penampakan di rumah. Tapi jujur, ane kagak ngelihat sama sekali ada penampakan di rumah. Yang cuman dilihatin emak ane saat itu. Suatu malam, adik ane yang cow akibat hantu berhelm, dia pun ketakutan kalau hendak kencing. Ane saat itu melek karena selalu sensitif dengan pergerakan sekecil apapun di dalam rumah. Tampang adik ane lucu bener saat itu, dia membuka pintu dengan perlahan dan mengintip terlebih dahulu ke ane dan abang ane yang tidur di kasur depan tv.

Dia pun melihat sebentar ke arah pintu depan dan jendela nako tempat dia melihat hantu helm. Setelah memastikan "aman", adik ane pun segera berlari ke WC dan mengganti oli basinya emoticon-Big Grin . Suara cucuran kencing terdengar ane dan sebenarnya ane besar banget keinginan ane buat ngagetin adik ane ini, tapi mengingat perjuangan kerasnya melawan takut untuk kencing solo karir tanpa minta ditemanin, ane pun menahan rasa keinginan usil ane. Tak lama emak ane pun membuka pintu dan hendak ke WC.

Emak ane saat itu langsung mengagetkan adik ane yang sedang khusyu mengganti oli basinya.
"heeeeeeeeeehhhhhhhhh", ujar emak ane
kontan, adik ane terperanjat dan menjerit menangis. Adik ane pun mengumpat emak ane dengan mengatakan "mama lolo (bodoh)", sambil menangis adik ane keluar WC.
ane pun tertawa terbahak-bahak karena ane tau dua makhluk ini saling ketakutan dengan teror dari wanita beruang hitam.

"ya, maaf, ku kira kau hantu", ujar emak ane yang mengira adik ane ini tuyul
adik ane pun tak terima dengan alasan emak ane ini.
"hantu kok bisa kencing", protes adik ane sambil menangis
emak ane pun mengejek adik ane ini sebagai cengeng padahal laki.
coba ane yang mengagetkan adik ane ini, pasti sudah kena maki tapi kalau emak ane, adik ane kagak bisa lebay nangisnyaemoticon-Big Grin .
"sepertinya ada yang ngelihat hantu botak, makanya kau digitukan", sindir ane ke emak aneemoticon-Big Grin
cekikikan bener ane saat itu, sampai emak ane menyuruh ane berhenti cekikikan yang membuat adik ane tetep menangisemoticon-Big Grin

Singkat cerita, emang ane akuin, bokap ane kena pelet dengan ne cew tajir. Buktinya, pernah emak ane mengetes dengan membat kopi dengan garam. Satu-persatu kami disuruh minum, untuk mencari tahu siapa saja yang sudah kena "pelet" sama ne cew beruang hitam. Semua mengatakan asin dan tak bisa menghabiskan ne kopi. Nah sedangkan bokap ane, dia balik pagi hari dan dihidangkan kopi garam ini. Bokap ane minum dengan santai dan habis. Kami pun terpana dan tak percaya dengan perilaku bokap ane yang tak menunjukkan reaksi keasinan.

Ada lagi, emak ane usil dengan memasak berbagai sayur pahit, mulai dari pare, daun pepaya hingga ke bunga pepaya yang ada bijinya itu yang super pahit, membuat ane mual. Ane jujuran, kalau daun pepaya di rebus dan pare ane masih bisa masuk apalagi dicolek pake sambal terasi jeruk, maknyus bener. Walaupun semua saudara ane protes ke emak ane lauk model apa ini, mau ngajak mati apaemoticon-Big Grin . Nah datanglah bokap ane, makan dengan lahap terutama bunga pepaya yang biji2nya ini pahit sepahit2nya obat. Tapi bokap ane kagak ada reaksi, klop sudah itu tanda2 orang kena pelet gansis. (Kalau ada anggota keluarga ente kena pelet atau guna2, cobain aja disuruh makan bunga pepaya, kalau ga ada reaksi seperti bokap ane, fix kena pelet emoticon-Big Grin ).

Sejak saat itu, kami sekeluarga tidak mau menggunakan cangkir, sendok, piring, yang digunakan bokap ane. Bahkan, nyuci baju aja dipisahin dari bokap ane. Ini juga saran mas rum, karena pelet dari ne dukun lombok model energi radiasi, bukan dari makanan saja (sakti bener dah ne dukunemoticon-Big Grin ). Alhasil, kami memperlakukan bokap ane seperti orang yang kena sakit TBC atau ayan, yang tak boleh disatukan peralatan makan dan pakaiannya dengan kamiemoticon-Big Grin . Bahkan, ane sama abang ane sepakat untuk tidak punya alasan buat bokap marah2 atau meminimalisir kontak dengan dia. Semisal, sebelum dia bokap ane balik, ane, abang ane, dan sepupu berbagi tugas membereskan semua tugas rumah sesegera mungkin.

Ane kebagian beres2 ruang tamu dan nyuci piring, abang ane kebagian ngerapiin kamar bokap, sepupu ane kebagian jemur dan angkut pakaian serta ngasih makan ayam. karena bokap ane ini kalau balik ke rumah selalu uring2an, jadi hal remeh pun bisa jadi petaka bagi kami. Jadi seminimal mungkin kagak ada alasan dia ngomel dan kontak dengan kami. Ketika dia balik, biasanya menjelang sore, maen bola pun menjadi alasan kami buat meninggalkan rumah. Bokap ane perlahan merasakan kami mulai menjauhi dia tapi dia tak ada alasan buat protes atau ngomelemoticon-Big Grin .

hingga akhirnya, terungkap sudah dari mana ketajiran ne cew beruang hitam. Rupanya, dia simpanan kapten kapal yang tinggal di singapura. Setelah tau bahwa simpanannya memiliki cow yaitu bokap ane, dia pun ogah buat memberikan uang dan memenuhi segala permintaan dari beruang hitam. Alhasil, perlahan dari tinggal di kawasan palm spring yang mewah, berpindah ke komplek rumah lainnya. Rupanya, dia cuman nyewa di rumah kawasan elite ini, padahal awalnya ngaku beliemoticon-Big Grin .

Perlahan dan pasti, keuangan pun mulai surut dan mungkin dukun sakti yang selalu dimintai tolong pun tidak disetor duitnya lagi menjadi ogah "mengganggu" kami lagi. Bokap ane pun mulai sadar dan perlahan ne perempuan beruang hitam mulai meminta2 duit sama dia. Alhasil, bogem mentah pun dialamatkan ke dia. Kami yang sudah tau perangai bokap ane yang super temperamental, tidak pernah mau beradu mulut apalagi mengeluarkan kalimat yang menyakiti hatinya. Karena dia bisa kalap dan tak segan2 mengeluarkan jurus bogem mentah ke enteemoticon-Big Grin .

Jadi, si perempuan beruang hitam ini kagak tau sebenernya bokap ane bertahan dengan dia karena duitnya doang. Selidik punya selidik, bokap ane pun kagak tahan dengan perangai ne perempuan cuman ditahan2 bokap ane karena masih "cair". Tapi setelah sudah kagak cair lagi, bokap ane pun tak tahan lagi dengan segala kalimat "sampah" dan tak tahu diri dari perempuan beruang hitam iniemoticon-Big Grin . Alhasil, 2 kacamata ungu berhasil di lukis ke wajah beruang hitam ini lewat bogem mentah bokap ane. Kami saat itu terpingkal2, bukan karena senang dia kena hajar bokap ane, tapi dia kagak tau sifat sejati bokap ane. Kami mana ada tahan dengan perangai bokap ane, bahkan sangat senang kalau dia tidak di rumah dan kalau ada di rumah malah bikin was2emoticon-Big Grin .

Pernah juga pas emak ane telpon bokap ane lagi di rumah sakit. Dipikir emak ane, bokap ane yang lagi dirawat, rupanya si beruang hitam patah tangan setelah dihajar oleh bokap ane. Selidik punya selidik, si beruang hitam menghina2 emak ane yang jelas2 posisinya kagak ngapa2in dan ga pernah menghina2 si beruang hitam. Bokap ane yang mungkin sudah hilang pengaruh pelet dari perempuan ini mulai bisa rada waras mikirnya dnegan omongan2 yang ga sehatemoticon-Big Grin . dalam hati sekeluarga ane semua berujar "belum kenal sapa bokap ane sesungguhnya"emoticon-Big Grin . Singkat cerita berakhir sudah segala kisah dengan beruang hitam ini dan kagak tau dimana lagi ceritanya dia.

nah peristiwa yang kedua, yaitu ketika emak ane mendapat posisi yang bendahara di provinsi. Nah saat itu banyak tekanan dari berbagai pihak, apalagi terhitung provinsi baru yang baru berhasil dimekarkan. Banyak kelompok2 masyarakat dan organisasi2 yang mengataskan "pejuang daerah" meminta uang dan mengancam2 emak ane untuk segera mencairkan. Belum lagi tekanan dari yang jelas2 pimpinan dari berbagai kepala bagian, DPRD, dan berbagai partai politik yang meminta jatah "duit" dengan emak ane ini.

Emak ane tentu tidak bodoh, karena semua ada prosedur dan harus lewat peraturan keuangan daerah. Namun, yang namanya preman yang terjun dalam politik, tak jarang mereka bertindak seperti hendak menagih duit keamanan di pasar. Emak ane pernah di gertak sama salah satu oknum berpangkat tinggi (bintang 2), tapi emak ane bales gertak karena sudah ane bilang uda ada darah premannya kami ini. Nah masalahnya, mereka tau gertakan tidak berhasil dengan emak ane, mulailah dipakai dengan cara-cara ghaib.

Berulangkali emak ane menjelaskan bahwa semua harus ikuti prosedur dan rentan dengan kena KPK juga pengawas BPK selalu mengintai kinerja bendahara waktu itu. Emak ane pernah mundur dan tak tahan dengan ancaman2 orang2 kelakuan di hutan ke ruangan emak ane. tapi langsung ditelpon gubernur saat itu dan tak usah mundur dan terus. Padahal, awalnya gubernur marah2 dan memaksa menuruti keinginan para ormas dan kelompok "pejuang daerah ini". tapi setelah tersiar kabar emak ane mau mundur dan seorang gubernur senior zaman orba dulu menasehati gubernur baru ini dengan mengatakan
"turut saja kata si *** kalau kau mau selamat, kau pikir aku bisa tenang pensiun ne karena siapa kalau bukan dia", ujar si gubernur senior

alhasil si gubernur pun meminta maaf dengan emak ane dan mau mengikuti setiap saran dari emak ane. Alhamdulilah memang, setiap pemeriksaan dan laporan keuangan, selalu aman dan tidak ada indikasi yang membuat KPK turun tanganemoticon-Big Grin . Emak ane waktu itu minta mas rum supaya memberikan "benteng" kepada dia soalnya seringkali dia mual2 ketika berada di dalam ruangan. Malam2 pas emak ane lembur, tiba2 dia melihat sosok berjaket kulit keliling dan seperti mengecek ke ruangan emak ane. Anehnya, anak buah emak ane yang di ruangan tidak ada yang melihat kehadiran mas rum ini kecuali emak ane.

Emak ane pun saat itu setiap mau lihat mukanya orang berjaket kulit yang jalan keliling2 ruangan dengan cepat ini tak bisa ia lihat mukanya. Tapi kalau dari lihat perawakan bahunya, emak ane yakin ntu mas rum. Mas rum pun memberi tahu om ajudan bahwa sudah dicek dan dibersihkan, pokoknya tinggal dibantu pagerin dengan solat dan ngaji aja ujar mas rum. Emak ane dan seluruh anak buahnya pun merasakan ada yang berubah dengan suasana ruangan kerja yang sebelumnya, tiap orang masuk ruangan rasanya ingin marah terus dan sakit kepalaemoticon-Big Grin .

Mas rum pun menyarankan emak ane jangan nyetir sendiri, usahakan cari pegawai cowok yang bisa jadi supir dan mengantar jemput emak ane ke kantor. Karena emak ane rentan dengan ilmu hipnotis. Kalau urusan di rumah dan di kantor, mas rum sudah ada yang magarin tapi agak sulit untuk magarin ketika di jalan raya. Kata mas rum, karena di jalan raya perlu secaara khusus mendampingi emak ane, sedangkan tidak mungkin mas rum ngikut emak ane setiap hari ngantor emoticon-Big Grin . Alhasil, cukup si sopir aja yang "diisi" oleh mas rum untuk selalu diberi kewarasan dan tenang. Pokoknya, jangan ngebut2 dan emosi pas nyetir kata mas rum. Nah untuk detil urusan gangguan ghaib saat emak ane jabat, ane kagak tau detil karena ane cuman sesekali balik waktu lebaran doang dan liburan kuliah. Maklum ane saat itu sudah di jogja, jadi kagak ngelihat bener apa yang terjadi dengan serangan ghaib ke emak ane.

berhubung karena dihubung2kan ne huruf2 masih kesisa banyak, ane isi dengan intrik2 selama emak ane jadi bendahara ya. Alhamdulilah emak ane pun bisa melalui ujian ketika menjadi bendahara provinsi dengan tenang walaupun hal2 yang aneh selalu terjadi terutama permintaan2 dari pejabat (apalagi bininya pejabat). Misal begini, ane ingat betul ini percakapan istri sang gubernur dengan emak ane ketika sedang acara darma wanita
"eh, kak, nanti acara ultah provinsi, darma wanita kita usahakan ada doorprize lah, biar seru", ujar salah satu bini kepala lembaga provinsi
"eh iya ya, apalah doorprizenya enaknya", ujar istri gubernur
"eh, kasihlah sepeda2 juga kasih motorlah, biar ramai yang datang", ujar si bini kepala lembaga provinsi
"eh eh, besar tuh biaya, darimana tuh, abang (lakinya yang gubernur) tak ada kasih kas pun untuk acara ultah provinsi", ujar istri gubernur
"ah, tenang aja, panggil aja tuh si ***, taulah dia dari mana2 duit buat kasih hadiah ne", ujar si istri kepala lembaga provinsi dengan entengnya.

emak ane pun berbisik dengan ane
"nah kebayang kan kau bagaimana peningnya mama nak ngurus pejabat, mau tak diurus nanti dibilang kita bodoh, diurus kepala aku mau pecah darimana duitnya", ujar emak ane
"eh gimana ne ***, bisalah ya, kakak maunya nanti yang juara satu motor, kedua kasihlah sepeda macam 2 biji, nah yang ketiga ne kasihla macam elektroniklah, tivi2 pun tak apa", ujar istri gubernur dengan santai.
emak ane kagak mbalas, dan cuman bilang mengusahakan.
"eh, usahakan betul ye, malu kita ne, provinsi baru tapi hadiah pun tak bagi, nanti abang engkau tuh (gubernur) dibilang pelit pulak, tak paslah", ujar si istri gubernur

ane pun menanyakan dan mengingatkan emak ane bahwa jangan sampai kena KPK ataupun berurusan dengan pengadilan demi memenuhi permintaan istri pejabat ini.
"tenang, itulah mereka2 ini taunya duit sisa-sisa kegiatan itu mana mama makan. mereka pikir sisa2 tuh mama simpan , padahal, duit sisa2 kegiatan ibarat kata daging yang masih menempel di tulang2 ikan tuh, mama kumpul2in, nah ini ketika ada kegiatan permintaan dadakan begini, bisa dipakai, mereka ini mana mau tau, taunya ketika ada acara, maunya tau beres, untunglah ne gubernur sudah percaya dan sudah bilang ke mama "kau atur ajalah, yang penting aman dan selamat"emoticon-Big Grin .

ane pun salut dengan emak ane, karena ini baru satu acara, belum acara nikahan anak, nikahan besan, dari berbagai istri pejabat yang semuanya minta di sisihkan duit buat keperluan mereka. Ini belum lagi si pejabat yang memang punya simpanan, nah kadang2 pun harus mengurusi "makannya" para simpanan ini. Nah kalo emak ane kagak pintar2 ngatur duit, sudah selesai bener para pejabat waktu emak ane jabat.

lucunya lagi, pas emak ane jabat, banyak bener musuhnya terutama cew2 yang modal dandan doang dan nempel2 to**t ke pejabat buat nggeser emak ane. Nah saat itu emak ane pun sebenarnya sudah mau mundur, tapi sang gubernur yang juga adik gubernur senior yang sudah dianggap bapak sendiri sama emak ane, jadi ga tega untuk mundur. Apalagi sang gubernur pun meminta dengan memohon supaya tidak mundur sampai masa jabatan dia selesai. kata emak ane gubernurnya berkata "engkau tak kasian apa, tua bangka begini masuk penjara lagi, sudahlah tak kaya, masih pulak nak disiksa lagi".

Singkat cerita selesailah emak ane menjabat bendahara, dan lagi2 ditawarkan oleh gubernur baru untuk meneruskan pos bendahara, Tapi, dengan melihat anggaran daerah yang begitu kecil, dengan pengalaman menghadapi permintaan2 aneh2 dari pejabat dan istrinya, emak ane dengan sangat menyesal menolak permintaan dari gubernur baru dan sebagai gantinya dia menawarkan si cew yang selalu dandan dan memfitnah emak ane selama jabat. Alhamdulilah, cukup 6 bulan ne cew sudah membuat masalah dengan laporan keuangannya. Sang pejabat pun kena panggil BPK berkali2 dan si cew ini pun nangis2 ke rumah emak ane meminta petuahemoticon-Big Grin

"kak, tolong saya kak, macam mana ini, aku minta maaf betul sama semua yang lalu2 tuh, aku tak tau ternyata ngurus yang begini ini bukan hanya duit, macam2 setan pun mau duit, tak peduli dah tua bangka maupun dah haji berkali2", ujar ne cew bendahara cakep nan semok
emak ane awalnya kagak mau, tapi karna ne cew bendahara sudah 3 kali datang dan menangis2, apalagi gubernur sebelumnya meminta supaya dibantu arahan sama emak ane. Emak ane pun luluh, dengan syarat dia terang2an dan tidak ditutup2in, berapa dimakan dia, siapa yang dia kasih, kemana duitnya, dsb.

keesokan harinya ne cew ibarat kata ke rumah emak ane dengan berkas laporan dan membuat berbagai laporan keuangan. Tak jarang telponnya berdering dari berbagai pejabat menanyakan keberadaannya dan membutuhkan transferanemoticon-Big Grin . Untungnya, ne cew bener2 takut penjara dan nurut semua dengan arahan emak ane. Hampir sebulan lebih dia buat laporan pertanggung jawaban keuangan daerah di rumah emak ane dengan staf2nya. Emak ane kagak mau di kantor karena seolah2 nanti terkesan jelek sama eselon seperti ne cew.

Setelah selesai dan memasukkan semua laporan, alhamdulilah cuman berurusan dengan BPK saat itu karena kekurangan biaya masih di bawah 2 M jadi KPK ndak turun tanganemoticon-Big Grin . Dengan penyesuaian dan menambah kegiatan tapi meminimalisir biaya operasional, akhirnya laporan keuangan pun mencapai titik evaluasi normal tanpa pertanyaan dari BPK. si cew ini benar2 berterima kasih sama emak ane, untungnya dia segera meminta pertolongan emak ane sebelum mencapai angka 2 M saat itu. Kalau sudah, tidak akan selamat dia dari dinginnya penjara.

tak lama si perempuan ini pun tak mau lagi jadi bendahara, dan diteruskan oleh musuhnya. baru 3 bulan sudah kena panggil BPK dan gubernurpun kena KPK juga. Si bendahara kena sanksi non-jabatan selama dia belum bisa membuat laporan keuangan yang bisa diterima oleh BPKemoticon-Big Grin . Begitulah kata emak ane, orang kagak tau bahwa betapa sulitnya menjadi bendahara yang harus memenuhi keinginan semua pihak. Dari atas (pejabat) kena tekan, dari tengah (pegawai) juga harus difikirkan, dari bawah (ormas, parpol, pejuang daerah, pers, wartawan) juga minta duit rokok ama kopi minimal.

Semua itu kagak pernah tau yang ngurusin begini bukan wakil atau kepala dinas, tapi bendahara yang dianggap sumber duit. Belum lagi mata teropong dari jauh BPK dan KPK selalu mengintai setiap laporan keuangan dan proyek2 pencairan dana. Emak ane sungguh beruntung saat itu belum ada mesti laporan2 kinerja model sekarang yang musti masukkan data lewat internet alias egovernment. sedang dia jadi bendahara yang waktu itu masih model kertas dan print2an sudah menguras energi dan otaknya.

Terus terang, akibat jadi bendahara provinsi selama 4 tahun, emak ane membawa oleh2 kesehatan yang jelas2 menurun. Satu kepalanya gampang sakit karena benar2 dikuras sat menjadi bendahara konsentrasinya. Bahkan terkadang tidur hanya 2 jam, emak ane sekarang ga bisa mikir berat2, karena dia bisa jadi ga tidur dan sakit kepala. Kedua, jantungnya menjadi lemah. Dia kagak bisa mendengar berita sedih atau suara bentakan membuat jantungnya menjadi lemah dan hampir pingsan. Emak ane ditawarin buat ambil master lagi supaya bisa naek pangkat, ane jelas2 bantah kagak perlulah buat apa sudah istirahat saja. Ane juga kagak butuh warisan ujar aneemoticon-Big Grin

next: Suami mbak wir kena santet karena orang yang jahat atau memang dianya?

profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 24 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 24 balasan
mantap lah bokap oom, sudah dipelet ternyata masih bisa kasih kacamata hitam dan tangan patah ke beruang hitam...SALUUUT...wkwkwkw, itu bokap oom sadar ga sih kalau sudah dipelet sama beruang hitam trus abis ilang pengaruh peletnya ada minta maaf ga ke keluarga karena dah berlaku kasar?
profile-picture
profile-picture
titahbayu dan jenggalasunyi memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Camping dimRih

Cendol n bintang sent
profile-picture
profile-picture
saaans dan cosmo.not memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan

Besan Sakti Pemilik Ilmu Putih (Part 8)



Suami mbak wir kena santet karena orang yang jahat atau memang dianya?


Ane ingat, hari itu hari minggu sekitar jam 3an sore. Ane saat itu sedang maen game microgenius sembari menunggu panasnya matahari reda. Maklum, biasanya si Dicky selalu memanggil ane selepas ashar buat latihan bola kaki atau kalau beruntung ada sparing dengan komplek sebelah (ane saat itu dibilang Ronaldo gansisemoticon-Big Grin ). Di rumah saat itu ada om ane dan istrinya, emak ane pun ada di rumah lagi tiduran. Nah suasana seperti biasa bener, dan tidak ada tanda2 bakal kedatangan tamu dari dulurnya om ane.

Tiba2 ada yang mengucap salam dari arah pintu depan, sontak ane pun menghampiri sosok wanita (umuran tante2) yang berjilbab dan berkacamata ini. Tampilannya sangat sederhana dan tidak membawa apa2 layaknya seorang tamu dari keluarga. Biasanya, kalau anggota keluarga yang jarang datang apalagi pertama kali datang selalu membawa sesuatu (kecuali anggota keluarga yang kere ane pun mahfumemoticon-Big Grin ). Ane saat itu mikir ini tante2 hanya sekedar menanyakan alamat yang kebetulan pintu rumah ane selalu dibuka kalau siang karena di batam panasnya sangat dahsyat.

"dik, om *****-nya ada?, ini mbaknya sudah datang", sapa tante ini
"mbaknya om, siapa namanya?", bales ane nanya
"oh, mbak wir, kemarin sudah bilang ke om mau mampir", ujar mbak wir
ane saat itu bingung dan aneh, karena om ane ini selalu bersemangat dan memberitahukan seluruh keluarga jika ada dari dulurnya bakalan datang ke rumah, bahkan hanya teman kantornya pun selalu om ane ngasih tau ane. Ini kok tidak diberitahukan bahkan om ane terkesan seperti tidak tau akan kedatangan mbaknya ini. Ane cuman mikir, mungkin hanya kerabat sesama suku jawa atau tetangganya di kampung.

"mbak wir darimana ya?", tanya ane balik
"oh, mbak dari batu besar", jawab mbak wir ini.
setelah dirasa cukup informasi tamu yang datang ini, ane pun segera menyuruh si mbak wir duduk di ruang tamu.
"om, om *****, ada mbak wir dari batu besar datang", ujar ane sambil mengetuk pintu kamarnya.
"oh ya sebentar", suara om ane yang segera membuka pintu.
Bibik ane pun segera melongok dan ane menanyakan apa mau dibuatkan teh manis apa kopi ntu tamu. Reaksi bibik ane sungguh aneh bagi ane karena tidak mengisyaratkan ane buat bikin minuman dan suruh ane cuek aja.

Emak ane pun keluar kamar dan segera menanyakan ke ane siapa yang datang. Ane menjelaskan ada saudara om datang dari batu besar. Emak ane mengintip dan membisikkan ke bibik ane perihal minuman buat tamu yang belum tersaji di meja. Bibik ane pun ogah2an untuk membuat minuman dan kena semprot emak ane karena setidak suka bibik ane sama si tamu ini, hitungannya dia tamu emak ane juga karena datang ke rumah emak aneemoticon-Big Grin . Jujuran, ane mulai agak kepo dan pengen tau kenapa bibik ane berlaku seperti ini. Ane segera menyusul bibik ane ke dapur yang sedang bikin minuman.

"bik, kenapa kok seperti tak mau dilayan sama om dengan ente?, emang siapa dia", tanya ane
"ah, ga guna itu, dulur. padahal jelas2 dia itu mbaknya om, tapi jangankan uang, nolong omongan aja ga mau, kalau minta tolong tak malu2 ngomong", ujar bibik ane dengan julit
ane pun pengen menanyakan lebih jauh, tapi suara si dicky yang telah memanggil ane buat maen bola kaki sudah terdengar di depan rumah. Ane jadi urung buat kepo, dan meminta bibik ane cerita setelah ane maen bola.

Biasanya ada suara obrolan di ruang tamu apabila om ane kedatangan tamu. Ini om ane tidak banyak bicara dan hanya sesekali membalas. Pikir ane, mungkin begini kalau sesama orang jawa ngobrol, hemat bicara (waktu ntu ane belum ke jogja jadi masih kagak paham, sama aja rupanya, ngobrol ya ngobrolemoticon-Big Grin ). Om ane mungkin mati kutu dan malas bicara saat itu dan langsung mencari emak ane buat nemanin ngobrol si mbak wir. Biar ga mati omongan kali atau keliatan om ane males ngomong emoticon-Big Grin .

Selepas maen bola, ane lupa membahas tentang sosok mbak wir ini. kalau tidak salah sebulan kemudian, dia datang lagi di hari yang sama dan jam yang sama. Lagi-lagi om ane tidak memberitahukan akan kedatangan mbak wir ke rumah. Emak ane yang sudah pernah ngobrol pun menawarkan makan siang atau mau dibuatkan mie rebus. Ternyata tidak menolak ini mbak wiremoticon-Big Grin . Padahal emak ane sebenernya basa basi doang, tapi si mbak wir langsung mengiyakan membuat emak ane protes dengan om ane.
"besok2 kalau mbak wir datang ngomong ***, jadi disiapkan makanan kecil", ujar emak ane
"ah ga perlu kak, buat apa, orang saya aja bilang tidak di rumah kok", jawab om ane santai

ane ngekek2 waktu itu karena om ane ini selalu terus terang dan sudah kecampur palembang cara ngomongnya dan hilang tedeng alih2 ala jawa. Ane pun ngiri ketika mie telor sudah terhidang buat mbak wir. Jujur waktu ane SMP, makan mie instan itu sesuatu yang mewah, 1 bungkus ntu harganya 1.500, bisa beli telor 2 biji. Ane jarang bener makan mie rebus gansis waktu SMP, karena selalu memilih beli telor 2 didadar dan pake nasi lebih jelas kenyangnyaemoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin . Si bibik ane pun mengumpat emak ane yang terlalu baik sama mbak wir ini sedang tau jarang bener di rumah makan mie instan telor.

Seperti biasa dicky kembali memanggil ane dan membuat ane harus mengakhiri mencari tau siapa sebenernya sosok mbak wir sehingga dijulitin sama bibik ane dan suaminya. Ane balik maen bola dan lupa buat bergosip. Kalau tidak salah karena bibik dan om ane masuk malam, jadi ane lupa nanya saat itu. Sampai akhirnya, malam2 sekolah (antara rabu apa kamis), si mbak wir datang kembali, kali ini dengan suaminya. Ane yang lagi ngerjain tugas dan belajar di ruang tengah, terpaksa menyingkir dari ruang belajar ane di dekat meja ruan tamu.

ane lihat, suaminya ini kesulitan berjalan karena kakinya bengkak seperti orang kena sakit beri-beri. Ane pun merasa iba dan segera memapah untuk masuk ke rumah. Saat itu semua keluarga berkumpul di rumah kecuali bokap ane yang kemungkinan besar sedang bersama beruang hitamemoticon-Big Grin .
"astagfrullah", suara om ane yang langsung membantu memapah suami mbak wir ke sofa ruang tengah.
mbak wir pun menangis2 dan suaminya kesakitan dan tidak berbicara apapun.
ane bener2 kaget dengan melihat kenapa malam2 orang sakit beri-beri begini dibawa ke rumah ane, bukan dibawa ke rumah sakit.

ane bener2 saat itu bukan hanya merasa jijik tapi lebih ke ngeri dengan melihat kakinya si suami mbak wir ini yang sungguh2 aneh gansis. Jadi kaki satunya itu bengkak seperti gajah dan dari dengkulnya keluar cairan2 busuk anyir yang menetes2. Sedangkan kaki kanannya kurus sekurus2nya seperti orang kena polio yang hanya tulang doang. Ane bener2 ga ngerti penyakit begini apalagi selama ane belajar biologi mengenai berbagai penyakit, kagak ada nemu penyakit beginiemoticon-Gila . Ane segera mengambil baskom untuk menaruh kaki bengkaknya suami mbak wir supaya tidak menetes2 ke lantai dan di lap berkali2.

"ya Allah mbak, kenapa dibawa kesini, kasian suaminya", ujar om ane
"iya dik, mau gimana lagi, biar kamu percaya betapa sakitnya kakak kamu ini dengan sakit begini, saya uda kemana2 tidak bisa disembuhin, tolonglah kabarin mas rum, tolong dilihat ini sakitnya kenapa dan minta dibantu dicarikan obatnya", ujar mbak wir yang menangis dan mengusap2 air mata dengan jilbabnya.
"iya, saya tidak tau apa mas rum bisa dihubungin, harus lewat om ajudan, hanya dia yang bisa tau dimana si rum ini, coba saya telpon si om ajudan", ujar om ane yang langsung ke telpon dan meminta kunci gembok telpon ke aneemoticon-Big Grin

ane beneran pengen banget ngeliat terus menerus si suami mbak wir ini, karena sakit begini sungguh aneh. Ane saat itu kagak tau namanya penyakit yang kena secara ghaib bisa begini. Tapi ane mengurungkan niat untuk menjadikan suami mbak wir ini objek tontonan. Gurat wajah malu dari mbak wir dan wajah pasrah nelongso dari suaminya membuat ane segera meninggalkan ruang tamu dan mendekati om ane yang nelpon si om ajudan.

"eh, kamu ada ketemu rum tidak?, ini ada dulur kita butuh pertolongan serius, coba dihubungin untuk dikasih tolong sama rum", ujar om ane
"oh begitu, masya allah, allahu akbar, alhamdulilah kalau begitu, ya sudah bagus, ini di rumah bawa kakak (suaminya mbak wir), ya sudah, ya", ujar om ane menutup telpon
om ane mengabarkan bahwa memang mas rum sudah mengabarkan om ajudan beberapa hari yang lalu akan dihubungi keluarga dari batam yang butuh pertolongan. Mas rum sudah "survei" ke batam sejak kemarin dan tinggal menunggu kabar lanjutan (ane udah bahas kan, rupanya bukan mbak wir tapi emak ane yang dimaksud mas rum, tapi karena sudah terlanjur dipastikan sama om ane, dia mau tidak mau harus menekan mas rum untuk menolong mbak wir jugaemoticon-Big Grin ).
Om ane pun akhirnya menemani mbak wir balik ke batu besar dan merasa yakin bahwa tak lama lagi si om ajudan akan memberikan langkah2 lanjutan buat meringankan derita suami mbak wir ini.

Keesokan harinya, om ajudan memberi tahukan sudah memagari rumah dulur di baloi dan menyuruh seluruh keluarga di baloi untuk mengaji yasin tiap malam dan memisahkan peralatan makan minum pakaian dari bokap ane. Lah dalah, kok baloi ujar om ane, karena yang dimaksud om ane kan harusnya batu besaremoticon-Big Grin . Om ane pun mengkonfirmasi ke om ajudan untuk juga sekalian mengecek dulur yang di batu besar. Dibalas sms sama om ajudan dan ane baca bener begini isinya
"menurut si rum, kasus mbak wir belum saatnya di tolong karena mesti harus menjalani dulu sakitnya ini sebagai pelajaran", isi smsnya om ajudan.

om ane pun kagak percaya dan ga tega meneruskan sms om ajudan ini dan menyuruh om ajudan buat langsung membalas sms ke mbak wir langsung.
"mbak wir ini siapa sih, dulur emangnya?, lebaran aja ga pernah telpon", balas om ajudan
om ane pun semakin panik karena sudah kadung mengatakan akan segera dibantu mas rum.
"tolonglah, dibantu secepatnya, saya sudah tidak tahan ini ditelpon berkali2, coba dikasih nasehat atau semacam pereda sementara jika belum bisa diobati", ujar om ane
"ya lihat besok, tergantung balesan si rum", jawaban om ajudan.

2 hari berikutnya masuk lagi sms dari om ajudan dan ane pun ditunjukkan smsnya sama bibik ane.
"belum mendapat izin untuk diobati, suaminya mbak wir harus menyadari kesalahannya dan bertobat, jika sudah dirasakan benar2 bersungguh2 bertobat dan menyadari apa salahnya, insya allah sudah akan kelihatan bagaimana menyembuhkannya", begitu sms om ajudan menirukan omongan dari mas rum.
ane pun kebingungan dengan isi sms begini, seperti layaknya kena azab ala film2 hidayah ne suami mbak wir. Pertanyaan ane saat itu, apa dosa dan salahnya orang yang menurut ane wajahnya bener2 kagak ada tampang jahat2nya. saat itu ane kagak tau, mbak wir dan suaminya ini termasuk salah satu pejabat di daerah batu besar atau bahkan pejabat tinggi di batam di salah satu kedinasanemoticon-Big Grin .

Setelah mengiba2 ke om ajudan, ke om ane, ke emaknya si om ane dan terutama ke adik perempuannya si om ane, mbak dewi (sebut aja namanya begini). Mbak dewi ini rupanya ditaksir sama mas rum sejak dulu (nah nanti ada kaitan di part cobaan bagi mas rum). Akhirnya mas rum pun sedikit "memaksa" untuk meminta izin dan langkah mengobati si suaminya mbak wir ini. Dikirim paket seperti garam dan juga rempah2an seminggu kemudian. Terus, kata mas rum menurut om ajudan, di rumah mbak wir ini isinya sarang laba2, siluman tawon dan siluman kutu. Si laba2 dan tawon yang ngerjain dan beranak pinak di kaki yang bengkak, sedang kutu yang ngisepin darah dan daging di kaki yang kurus kering.

Jadi metode si mas rum ini ga serta merta tau penyebab sakitnya langsung dibersihkan atau dimatikan sama beliau. Dia harus bernego dengan si siluman pemberi penyakit ini. Seperti kasusnya ketika ada seorang mayat yang dililit ular terus mau dimatikan sama nabi muhammad saw, tapi si ular mengatakan bahwa dia ditugaskan untuk melilit ular ini atas izin Allah. Nah artinya kalaupun harus meminta siluman ini berhenti memberi sakit ke suami mbak wir, harus mendapat izin dari Allah buat menghentikan operasinya siluman kutu, tawon dan laba2 iniemoticon-Big Grin (wallahualam).

Menurut om ajudan, mas rum sangat geleng2 kepala dan tidak menyangka "dulurnya" ada yang begini teganya menyakiti orang. Apalagi mas rum juga tau, sama dulur sendiri aja mbak wir ini tak pernah ada "bekasnya" alias berbuat baik ke keluarga om ane. jadi kata mas rum, ne penyakit karena dia karena pelit, tak pernah sedekah, sombong, mematikan "karir" orang, dan juga memfitnah orang demi naiknya jabatan dia. Pokoknya semua yang enak2 mau dimakan sendiri sama suaminya. Lebih gilanya lagi, kata mas rum beberapa penyakit itu sebenarnya bukan untuk suaminya, tapi karena ulah mbak wir sendiri yang membuat suaminya seperti ituemoticon-Big Grin .

ane pun menanyakan sama bibik ane kenapa si om seperti acuh tak acuh ke om ane. Jadi om ane ini sarjana gansis, waktu tahun dibawah 95an, om ane sudah ada di batam. Waktu itu, sarjana masih sangat jarang jadi peluang untuk jadi PNS tuh sangat sangat terbuka asal ada rekomendasi dari keluarga yang punya jabatan di pemerintahan batam. Nah, mbak wir dan suaminya ini harusnya bisa sangat mudah untuk menolong om ane apalagi jelas2 dulur dan sarjana. Tapi tetap minta duit sama om ane sekitaran puluhan juta yang membuat om ane pun sakit hatiemoticon-Big Grin . Padahal jelas2 duit itu untuk kantongnya mbak wir bukan untuk orang lain, orang dia kok yang tukang rekrut, tapi dulur ndiri kagak mau ditolongemoticon-Big Grin .

mas rum menyarankan selalu berzikir dan bertobat sembari terus memandikan suami ini dengan garam dan rempah2 yang diberinya. Alhamdulilah, setelah 1 bulan benar2 hilang bengkak di kaki kanan tapi masih lumpuh alias tak bisa digerakkan. 2 bulan kemudian perlahan bisa berjalan pakai tongkat. kalau tidak salah 3 bulan kemudian sudah sembuh dan bisa kembali ngantor lakinya mbak wir ini. Jujur, ane lupa dengan proses pengobatan lakinya mbak wir ini karena dia tak pernah datang lagi ke rumah. Ane pun tidak tau ternyata sudah sembuh lakinya ini.

Kalau jadi om ane, ane pun bakal sakit hati dan mencibir. Karena sejak lakinya sembuh, mbak wir ini tak pernah ke rumah atau menghubungi om ane, juga om ajudan dan siapapun alias senyap seperti operasi gerakan bawah tanahemoticon-Big Grin . Ane pun sempat menanyakan ke om ane perihal penyakit lakinya mbak wir. Om ane menyatakan semua orang sudah tau sudah sembuh. Ane pun menanyakan apakah om ane tau karena menjenguk mereka di batu besar.
"kalau tak datang dan minta tolong, tandanya semua sudah baik2 saja, begitu perilaku mbak wir", ujar om ane ketus emoticon-Big Grin

ane pun terheran-heran, ternyata setelah dibantu untuk disembuhkan, tidak berubah tabiat dari mbak wir ini. Apalagi sudah jelas2 penyakitnya karena perilakunya yang mau enak sendiri dan hanya datang ketika kesusahanemoticon-Big Grin . Ane pun melupakan tentang sosok mbak wir ini hingga suatu ketika, saat ane kuliah di jogja. Saat itu ane dan abang ane sudah ngontrak di demak ijo, jogja. Nah saat itu ane dihubungin dengan mbak wir yang meminta ane ikut melihat si anak perempuannya yang kuliah di jogja. Kebetulan, rumah sewanya tidak jauh dari kontrakan kami.

Setelah ane dapet kontaknya, ane pun menemui si anak perempuan mbak wir sebut saja namanya dela. Ane pun menyambangi dela di kontrakannya dan ane melihat cuman kasur tipis di kamarnya beserta hape doang. Ane pun iba, dan menanyakan apa sudah makan, ternyata belum. Si dela ini, ceking bener menurut ane bahkan ane tanyakan berapa dia dikasih bulanan oleh emaknya, rupanya hanya 500rb perbulan. Bagi ane yang cowo aja minimal 1 juta itu udah pas2an, ini anak cew dikasih segitu. Ane sama abang ane pun sepakat buat sesekali ngajak makan si dela ini di luar.

Ane pun membelikan kasur tambahan supaya ga terlalu kedingingan dan bisa sakit tulang anak gadis begini. Nah saat itu dia bener2 seperti anak lugu dan ramah bener sama ane. Bener2 seperti adik perempuan yang baik dan ane dan abang ane pun iba kalau tidak menolong. Saat itu ane kagak tau bahwa mbak wir ini keluarga kaya karena kok bisa buat anak perempuannya nelongso begini. Rupanya tabiat mbak wir juga menurun ke anaknya hanya tinggal tunggu waktu gansis. alias 2 bulan kemudian tabiatnya kelihatanemoticon-Big Grin

Nah suatu ketika om ane sms ke ane supaya sesekali menengok si dela ini. Ane ingat waktu itu puasa, jadi ngajak buka puasa bareng sama si dela. Nah tiba2 si dela memberi tahukan ane bahwa kosannya dia pindah, dan nyewa rumah elit bareng teman2 cewnya. Padahal ane saat itu sudah menyarankan dia supaya hemat2 saja, yang penting kuliah bener2 dan dapet ilmu biar siap untuk bekerja, ga malu sama almamater tapi ga ada isi. Rupanya dia nyewa rumah bareng anak2 jetset yang kerjanya cuman ke Hug*s 2 x seminggu, nongkrong di cafe dan jalan2 wisata keliling jogjaemoticon-Big Grin . Ane sebenernya kagak urusan, itu hidupnya si dela ini tapi karena dia pernah ngmg ke ane "kak, tolong bimbing aku ya biar aku juga bisa seperti kakak ini, karena om ***** bilang supaya ngikutin jejak kakak", ujar dela sambil berbinar2.

saat itu jujuran, ane mau nolong si dela ini karena memandang om ane. Ane suka sama om ane ini karena asik dan baik sama ane. Akhirnya ane buka puasa bareng sama si dela, abang ane, abang ane dan calon kakak ipar ane di salah satu penyetan favorit kami yang membuat sambal terasi terenak yang langsung diulek sesuai pesanan. Nah si dela ini kagak bisa makan diemperan begini kalau dari ekspresinya. Bahkan ogah2an makannya, padahal dulu pas pertama makan kami kasih nasi rames, sudah lahap dan ngucap terima kasih berkali2. Perlu ente ketahui, penyetan ini ada di belakang ambarukmo dan benar2 bersih dan ramai. Jadi ga ada alasan dia buat jijik2an. Disitu mulai illfeel ane dan abang ane tapi namanya anak ababil ya sudah.

Pernah malam minggu tiba2 si dela sms ane buat nongkrong sama dia dan teman2nya. Ane saat itu kagak mau tapi karena diajak dan ini ponakan ane, ane pun mau. Ternyata yang katanya "ngumpul" bareng temen2 bener2 kagak asik sama sekali malahan menurut ane kagak jelas. Ane saat itu nongkrong di kali code, biasanya kalo sama teman2 ane, kami biasa cekakakan, ngobrol ga jelas, atau sekedar goda2in cewlah. Lah ini versi si dela dan teman2nya, maen kartu kagak ada seru2nya, sibuk maen hape sendiri, terus lebay pulak beberapa cow, ane beneran kagak nyaman dan aneh ini teman2nya. Tapi yasudahlah, ane pun menghargain si dela dan mengantar dia balik. Anehnya lagi si dela ini seperti memperlakukan ane bukan seperti kakaknya yang dihormatin, tapi kek apa ya, seperti ane dibuat kek mati gaya dan orang bego gansis (sh*t bener dahemoticon-Big Grin )

Ntu bener2 kumpul2 teraneh yang pernah ane alamin. Kenapa seperti jaim ga jelas ini si dela, saat itu ane kagak tau ada penyebabnya dia berubah aneh seperti ini. Benar2 tidak ada pernah sms ke kami lagi sejak saat itu, dan om ane pun tidak pernah menanyakan kabar si dela ke ane atau sekedar menyambangi ke kosannya. Apa dinyana, rupanya om si dela jadi walikota batamemoticon-Big Grin .
"oooooooohhhhhh, jadi dipikirnya, ane ini sama seperti orang2 yang mau ngejilat dia setelah tau omnya jadi walikota", gumam ane dengan geram.

ane dan abang ane tak habis pikir, padahal kami ini baik sama dia sebelum omnya jadi walikota. Kami pun langsung memblacklist si dela dan segala urusan yang berkaitan dengan dia. kebetulan dia sejurusan dengan abang ane, kata abang ane pas ketemu anak seangkatan si dela, memang sejak tau omnya jadi walikota, si dela bak artis dan dijilat sana sini. Setiap orang seperti akan diajak jadi PNS dan dia bakalan jadi PNS di batam nanti. Seolah2 gambaran dia bakalan sukses sudah jelas dan terang benderangemoticon-Big Grin

ane dan abang ane geli segeli2nya. tidak menyangka ternyata tabiat si dela seperti itu. Rupanya menurut om ane, itu diwariskan dari mbak wir dan bpaknya juga begitu. Kalau ga ada kepentingan, dia akan hilang dan menjilat yang berada diatasnya. Tapi pas ada kepentingan, dia akan memakai pakaian ala kadarnya agar pas meminta tolong tidak habis hartanya alias seminimal mungkin mengeluarkan harta untuk membayar kesembuhannyaemoticon-Big Grin . ane semakin paham dan hanya tertawa2 dalam hati, baru kali ini ane diremehin orang mentang2 omnya jadi walikota terus ane bakalan menjilat2 gituemoticon-Big Grin . ane dan abang ane sepakat untuk tidak lagi menghiraukan dia

next: serangan penyakit kedua ke suami mbak wir

profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 16 balasan
mudah2an besok ga libur update emoticon-Mewekemoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sering ketemu orang2 ky mbak wir n suaminya gan, asli cm bs geleng2, sampe yg paling parah, aku d fitnah bbrp kali ama orang ini, lucunya kakaknya yg notabene udh kayak sauadara ama aku, ikut2an jg, demi dapet perhatian dr bos tmpt aku ngajar musik. Dan sekarang aku d kasi ijin liat sama Allah, gimana mereka akhirnya,, yg kakaknya (perempuan) ampe skrg blm nikah2, pdhl usia udah lewat bgt, sementara adeknya udh nikah bbrp thn tp smpe skrg blm d kasi momongan. Walahualam gan.
Ada jg sesama kawan pengajar, sampe abis aku d fitnah sana sini😭 sampe suamiku ikutan panas karna liat aku ampe nangis. Dan lagi2 walahualam, anaknya yg kedua lahir dgn (maaf) bibir sumbing. Gak lama akhirnya dia ama istrinya dateng k rumahku dan minta maaf, g berapa lama dia pindah ke bali gan,,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saaans dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pipiettripitaka
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Buat pembelajaran ,mantap om emoticon-Toast
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 9 dari 17


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di