CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bangga Atau Menangis, Responmu Saat Mengetahui Sejarah Kelam Dari Buyutmu?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/616bf4a2edd7b43fe140b52e/bangga-atau-menangis-responmu-saat-mengetahui-sejarah-kelam-dari-buyutmu

Bangga Atau Menangis, Responmu Saat Mengetahui Sejarah Kelam Dari Buyutmu?

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 3
Yang berlalu biar saja berlalu. Jika itu buruk maka terima dan jadikan pelajaran. Pikirkan yg sekarang ini utk masa yg akan datang
buyut ane seorng adipati tumenggung yg bnyk musuh

makanya skrg ga pny teman tapi gatau jg sii ane

soalnya ngarang
Si alexa budaknya kulit putih?
profile-picture
jazzcoustic memberi reputasi
ndak penting siapa leluhurnya, tapi siapa kita d masa depan.
mereka sudah mengukir dengan tinta emas, apakah kita bisa melanjutkannya? atau justru menghancurkannya
Mau siapaun leluhur kita pasti ada sifat baik dan buruknya. Misalkan tau pun. Ya mustinya yg baik kita teruskan dan yg buruk kita hentikan. Bukan semuanya ditiru sampai skrg lalu pakai alasan memang dari sononya ky gt. Begitu hidup gk bisa maju lalu cari2 pihak lain dijadikan kambing item.
Harus bangga Apapun sejarah kelam leluhur kita
Bill Gates, Mark Zuckerberg, Albert Einstein, Nicola Tesla, Jeff Bezos sama Elon Musk nggak pernah diliat mereka keturunan siapa...

So what? kenapa juga harus berbangga atau bersedih berlebihan terhadap sesuatu yang nggak kita lakukan dan diluar kuasa kita? Sekedar kenal boleh, mempelajari boleh, buat pelajaran hidup aja.
profile-picture
bks.pro memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Buyut aq garis ibu ada related dgn kesultanan banten, kakek qu dapet gelar tubagus, nah dulu kesultanan banten ini affiliate dengan pemerintahan belanda 🤣😹 sebelum pada akhirnya ikut gerakan #1945GantiPresiden
Mungkin banyak yg sadar jaman dulu juga banyak yg menjadikan sesamanya jadi budak. Kayak mereka kulit hitam yg dijadikan budak yg kelas rendah oleh kulit hitam yg punya gelar bangsawan. Di indonesia juga jaman dulu yg dijadikan budak itu yg kelas rendah dan yg memperbudak kelas bangsawan dari indonesia juga
ada tuh yg kmrn nyapres, ngaku keturunan pangeran diponegoro, gak taunya malah keturunan orang yang bunuh pangeran diponegoro. santuy aja. isu pasti berlalu
profile-picture
apawaal memberi reputasi
udah terjadi juga dimasa lampau, trus bijimane kita ngerubah nya? emoticon-Ngakak
yang penting kita buat sejarah kita sendiri yang bisa membanggakan emoticon-2 Jempol emoticon-Shakehand2
Leluhur ane bangsawan tapi afiliasi sama belanda, punya kerjasama bidang pertanian (karna leluhur ane punya banyak tanah) tapi tahun 1940an ikut bantu pejuang kemerdekaan dalam bentuk uang dan kebijakan di daerah (leluhur ane menantu bupati).

Tapi sekarang anak keturunannya madesu emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
dieq41 memberi reputasi
Ane gk pernah tau silsilah buyut2 ane dulu.. Entah demang, petani, nelayan, pejuang pendekar ato dukun mungkin.
emoticon-Embarrassment
Kalo gue bisa terlahir kedunia ini maka buyut gue pastilah seorang pemenang, biar pun sejarahnya kelam "pemenang tetaplah seorang pemenang"

P
yg lalu kita jadiin pembelajaran...supaya sekarang bisa jadi lebih baik emoticon-2 Jempol
Paling pas menurut ane, membanggakan hal positif leluhur dan introspeksi hal negatif diri sendiri 😁
sejarah kelam kalo di amerika itu buat yg kulit hitam, buyut mereka di perbudak
leluhur ane seorang viking yang berlayar ke jepang terus berasimiliasi dengan pendududk lokal.. 5-6 generasi kemudian pergi berjualan ke indonesia dan berasimilasi dengan pendududk lokal..
sampai generasi berikutnya yang entah bagaimana warisan genetiknya masih bertahan dengan berbagai peristiwa sejarah..
setelah ane research lebih jauh trnyata ane keturunan loki dari asgard
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
apawaal dan dieq41 memberi reputasi
kaga ngaruh lah kalo buat ane gan
bagaimana pun kelakuan leluhur kita paling tidak hal hal buruk tidak terbawa sampai sekarang, bisa dimaklumi mungkin jaman dahulu pola pikir dan peradaban manusia tidak semodern sekarang.
Halaman 2 dari 3


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di