CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menag Nilai Literasi Jadi Vaksin Hadapi Intoleransi dan Diskriminasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/616b55287e505b073a553167/menag-nilai-literasi-jadi-vaksin-hadapi-intoleransi-dan-diskriminasi

Menag Nilai Literasi Jadi Vaksin Hadapi Intoleransi dan Diskriminasi

Menag Nilai Literasi Jadi Vaksin Hadapi Intoleransi dan Diskriminasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, salah satu solusi dari masalah intoleransi dan diskriminasi di Indonesia adalah peningkatan literasi publik.

Hal itu ia katakan saat menerima Audiensi Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap (Komnas) Perempuan, di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta.

"Ini (peningkatan literasi) menjadi vaksin bagi kita untuk menghadapi paham-paham yang keras, khususnya diskriminasi dan intoleransi keagamaan," kata Yaqut dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (15/10/2021).

Adapun audiensi dengan Komnas HAM ini membahas tentang hak perempuan pada keyakinan minoritas yang dihadir, para Staf Khusus dan Staf Ahli Menag, serta Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Nifasri.

Sementara dari Komnas Perempuan, hadir Ketua Komnas, Andy Yentriyani, bersama Olivia Salampessy, Dewi Kanti, Alimatul Qibtiyah, Veryanto Sitohang, Nahe'i Rahi, Dahlia dan Triana Komalasari.

Dalam pertemuan itu, Yaqut mengajak Komnas Perempuan bersinergi dalam peningkatan literasi publik karena yang dibutuhkan saat ini adalah aksi bersama dalam mencerahkan masyarakat.

"Kita sama-sama tahu persoalan yang ada. Mari sama-sama kita cari solusinya dengan baik dan bijaksana," ujarnya.

"Mari kita perbanyak forum, untuk meningkatkan literasi atas persoalan yang kita rasakan. Literasi pengetahuan adalah kunci toleransi," kata Yaqut.

Sementara itu, Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menyampaikan keinginan sejumlah pemeluk agama di luar enam agama yang banyak dianut di Indonesia.

Terutama, terkait pemenuhan hak-hak adminsitrasi kependudukan. Andy juga menyampaikan persoalan Ahmadiyah di Sintang.

"Dari pada terjebak pada penyeragaman, kita mencoba melihat dari Budaya, bahwa Bangsa Indonesia beragam, busana itu bukan identitas politik beragama," kata Andy.

Andy juga mengaku pihaknya terus berupaya menggelorakan semangat pengelolaan keragaman Indonesia dengan baik, utamanya keragaman pandangan dalam dunia pendidikan.

https://nasional.kompas.com/read/202...n-diskriminasi

Setuju sekali, dengan hal ini . Jadi mayoritas aja sudah hasil paksaan bukan atas keinginan sendiri

Menag Nilai Literasi Jadi Vaksin Hadapi Intoleransi dan Diskriminasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
crot113 dan 5 lainnya memberi reputasi
literasi mah tergantung apa yg di baca. kalo yg di baca paham2 yg keras jg ya sama aja boong lah. literasi tinggi tp tetep kena paham2 tersebut.

lebih baik langsung aja to the point paham2 mana yg dibilang keras itu trs kasih larangan tegas supaya penyebaran nya langsung bisa ditekan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mclonewolf dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
frustasi ekonomi sosial lebih kuat pengaruhnya

eh hari sundayy... jaga gereja nich.. emoticon-Ngakak
males cari tahu intinya mereka pak mentri.. dikasih sosialiasi juga hohohihi doang entar pas nongkrong di warkop ada aja yg melintir sampe ujung-ujungnya jadi hoax, bau-baunya merembet ke intoleransi, ya you know laahh.. yang ada kata-kata "Tafeer !! Harom !! Cina !! dan el el".
profile-picture
crot113 memberi reputasi
IMO Literasi yang mana? Kemenag yang punya ide masak pihak lain yang harus memulai, seharusnya pihak kemenag yang meng inisiasi peningkatan literasi jangan hanya jadi retorika saja emoticon-Hammer (S)
Literasi? Yang ada atur dulu itu kurikulum & ormas
Literasi gede kalonyang dibaca buku jahat ya tetep aja jadi jahat
Diubah oleh wen12691
Yang penting ada aksi nya. Jangan cuma retorika doang emoticon-Big Grin.
Literasi apa dulu nih nekk?
Perbanyak forum
Ini nyuruh yang di bawah bergerak?
Sudah seharusnya inisiasi dari atas, mulai dari pemerintah dulu misalnya :
1. Hapus kolom agama di KTP
2. Tegakkan hukum
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
dibaca dan dipahami
bukan dibaca dan diapalin emoticon-Leh Uga
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Sebelum melangkah lebih jauh ke literasi,
sebetulnya kunci utamanya 1:
jangan merasa paling benar.

Sayang dari kecil sudah dididik sebagai yg paling sempurna, paling benar, paling baik, paling suci dst...dst...

Dengan mindset seperti itu ibaratnya gelas kita itu kecil & sudah penuh,
mau baca2 apapun juga ya ga bakal masuk.


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di