KOMUNITAS
Pengumuman! Kuy Ikutan Survey Feedback Kaskuser, Isi di Sini!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61347887754f774fc4104038/sang-presiden

Sang Presiden



Sang Presiden

Cerita ini hanya fiksi belaka, nama-nama yang terkait hanyalah rekayasa penulis.

Semoga cerita ini dapat menghibur agan semua, jangan lupa untuk tetap sehat, dan selalu bahagia "selamat membaca"

Kritik dan saran sangat diperlukan, tak ada gading yang tak retak begitupun dengan kisah ini tak ada yang sempurna









Kicau burung yang berbunyi syahdu, terlihat senang diatas pohon yang rindang seakan memberikan kabar, bahwa kehidupan manusia saat ini sedang berada dalam masa kedamaian.

Cahaya mentari seakan malu untuk memasuki kamar kecilku, tapi sayang hari itu tak bisa memberikan rasa gembira, suasana kabut masih menyelimuti diri tertama gemuruh di dada masih menggelora ketika bidadari yang menyentuh hatiku memberikan penolakan yang membuat hati ini seperti hancur tak tersisa.

"Mulai saat ini tak ada lagi namanya cinta" geramku penuh dengan emosi.

Aku benar-benar putus asa dengan segalanya, sejak saat itu impian dan harapan yang kuinginkan kembali hendak kukejar. Menjadi politikus terkemuka, agar bisa hidup penuh dengan harta, tahta dan juga rasa hormat dari semua orang.

Tujuanku kini hanyalah satu "kursi nomor satu di Istana" ambisi kembali terpatri dalam diriku. Hingga mataku yang sembab karena penolakan wanita menjadi kering penuh dengan emosi.

Teringat ucapan dirinya yang memberikan hati ini noda yang tersiksa,

"Maaf, Handoko aku bukan menolak cintamu. Tapi kau tahu aku tak ingin menikah kalau bukan dari anak pejabat negara, setidaknya hidup itu harus realitis orang tuaku seorang Menteri kalau aku bersamamu apa yang terjadi nantinya dengan kedua orang tuaku. Pastinya mereka akan malu! hiks... hiks.. " air mata wanita itu pun mengalir diantara dua pipinya.

Lalu ingatan tentang wanita itu pun sirna dalam lamunanku, sepertinya kata-kata itu menyiratkan makna dari ucapan terakhir yang ia katakan sebelum aku pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Diriku memang bukan bangsawan apalagi pejabat, namun hanya seorang mahasiswa dengan kedua orang tua yang hanya bertani di kampung.

"Tok... tok... tok...." suara ketukan pintu kamar kostku membuat aku segera menghapus air mata yang mulai jatuh.

"Han...Han...." ucap kawanku.

"Masuk, Gung ga dikunci" lalu kawanku masuk dengan wajah bingung.

"Hei, ada apa dengan dirimu sob!! Kok matamu sembab?" tanya Agung.

"Sudahlah, hal biasa" aku menghindar melihat tatapan darinya.

"Pasti putus cinta ya?" Dengan wajah yang seakan mengejek.

"Sok tau" ucapku.

"Pasti taulah, aku ini Agung Darmawan akan bisa merasakan kalau kawanku ini akan jomblo abadi" sambil tertawa terkekeh.

"Sial... " umpatku.

"Tenang, sob yuk lah kita makan bakso. Sudah, ayolah biar nanti aku yang traktir"

"Bener, nih?" tanyaku.

"Bener, suer tekewer-kewer deh. Udah buruan mumpung lagi ada rezeki nih"

"Okay" jawabku.

Kuambil jaket kesayanganku yang bertuliskan "Sang Presiden" dibelakangnya dengan gambar beberapa Presiden di tanah air, segera kupakai jaket lusuh itu dan kamipun keluar dari kamar kost yang menjadi saksi bisu putus asaku dalam mencintai wanita.

Kami melangkahkan kaki ke sisi jalan menuju warung bakso langganan, namun di dalamnya ada sosok wanita yang saat ini tidak ingin kutemui.

"Gung, mending cari makanan lain saja"

"Loh, kok tumben biasanya kamu suka dengan bakso"

"Sudahlah, yuk cari ketoprak kek, somay kek apaan deh asal jangan ke warung itu"

Agung pun bingung, dan menyelidik lalu melihat siluet wanita cantik di dalamnya.

"Catteleya" ucap Agung dalam hati.

"Gila, panteslah kau tak diterima. Mutiara kampus mana mau sama dirimu"

Aku cuma senyum dan garuk kepala yang tidak gatal,"Sudah, ayo cari tempat lain"

Kami pun menyusuri jalanan yang penuh debu, dengan pemandangan baliho-baliho partai yang menghiasi tiang listrik, pagar dan beberapa wajah caleg juga tampil penuh congkak ingin eksis dari pertarungan politik saat ini.


#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
profile-picture
profile-picture
budiedun dan bonita71 memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
:merdeka:merdeka:merdeka
Serbuuu!!! Tak ada kata menyerah dalam cinta
:merdeka:merdeka
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Ealah..gan @c4punk1950 nyasar dl forum enih.emoticon-Cape d...
Slni bayar pajak dulu sama penunggu dimarih....emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh beqichot
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Numpang tidur... emoticon-Leh Uga
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Gasssske
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nyari tiker gada juga dimari
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Gaslah
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Sakit Hati


Part 1

"Han, kita makan batagor saja"

"Atur saja Gung, yang jelas jangan diwarung bakso itu"

"Kau ini, segitunya kalau sedang patah hati"

Langkah kaki mulai perlahan sampailah kita di tikungan jalan depan kampus Universitas Rakyat Indonesia. Terlihat batagor khas gerobak kaki lima sedang dikerubuti rakyat jelata.

Batagor ini memang rasanya khas tak jarang omsetnya pun bisa bikin iri mereka yang tidak tahu kalau ekonomi pedagang kecil seperti ini tak bisa diremehkan.

"Wah, tumben nih ada elo Ndre" ucap Agung.

"Biasa Gung, mumpung lagi kosong gw yang jagain" sahut Andre.

"Ya udah bro, 2 bungkus kaya biasa ya" ujarku menimpali.

"Beres, bos"

"Elu kali yang bos Ndre hehehe.. " sahut Agung.

Kami berdua duduk disudut halte bus yang disediakan, sembari menunggu pesanan sambil ngegosip.

Kukeluarkan vape rasa jengkol balado, sontak saja yang dekat denganku langsung menyingkir.

"Kira-kira dong Han, masa vape rasanya kayak gini"

"Pusing Gung, lo ga tahu sih rasanya putus cinta"

"Kata siapa, gw juga pernah lah"

Aku terkejut, kukira Agung ini pecinta sesama jenis sebab dari semester satu hingga semester akhir tidak pernah ada ia mengejar wanita. Malah banyak cowok-cowok laknat yang mendekatinya.

"Ternyata kau normal Gung, tapi siapa yang membuatmu sakit hati?"

Dengan tersipu malu dia menjawabnya "Bu Anna... "

"Asem, dosen galak itu lo suka Gung!!"

"Galak, tapi bikin gw suka tau. Senyumnya itu loh bikin gw seakan berada di nirwana"

Aku terdiam mengingat Bu Anna yang selalu saja merepet tanpa ada jeda, memang secara wajah kalau dia tidak galak bisa saja jadi dosen yang dikejar oleh muridnya sendiri. Buktinya Agung pun terpana, tidak ada yang salah dengan hal itu.

"Itulah cinta Gung, terkadang ia datang tak diundang namun ketika tak sesuai dengan apa yang kita mau! Kok rasanya sakit ya. Aku juga bingung kalau sudah urusan cinta" sambil diam menghembuskan asap vape yang kuhirup.

"Iya, aku sakit hati karena tak bisa mengungkapkan kata cinta pada dirinya"

"Loh kok..?"

"Yah, begitulah"

Setelah itu kami sama-sama diam, termenung merenungi nasib. Nasib sebagai pecundang yang kalah di depan wanita yang disuka.

Tiba-tiba...

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Aku belum dapat peranπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
profile-picture
profile-picture
itkgid dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
lanjutken
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Part 2

"Woy, pada bengong ini punya kalian sudah jadi" ucap Andre.

"Uff, makasih Ndre" ucapku malu.

"Ada apa sih? Kok tuh muka kayak lecek gitu?"

"Biasa Ndre urusan wanita!!" jawab Agung.

"Sudahlah Han, jangan sampai semester akhir ini malah jadi bencana"

Aku tersenyum mendengar sahabatku bertitah, setidaknya walau gagal dalam masalah cinta masih ada sahabat yang menghibur.

"Kamu ga jaga lapak lagi tuh Ndre?" Tanyaku.

"Sudah ada yang jaga, aku lagi nunggu kawan nih"

"Siapa? Anak kampus kita?"

"Bukan, bisa dibilang dia pengusaha muda. Bahkan salah satu ketua cabang Jakarta dari partai c4punk"

"Ohh, politikus?" Aku agak tertarik dengan hal ini.

"Bisa dibilang seperti itu, kayaknya lo tertarik memang mau gabung?"

"Hmm, liat nantilah! Tapi katanya Presiden Bejo akan datang ke kampus kita mengikuti acara Dies Natalis Ke-68" ucapku.

"Loh! Masalah itu tanyalah sama ketua BEM si Agung" Andre tersenyum sambil melihat Agung yang sedang sibuk dengan batagornya.

"Hey, ketua makan molo tuh belepotan hehehe... " tawaku.

"Berisik! Gw lagi nikmati ini batagor jangan ganggu, nanti kumakan kalian"

"Sadisss..." ujarku "ngeri..." ucap Andre.

"Brumm.. brumm.. brumm.. tinn.. tinn" suara mobil sport lamborghini terparkir di depan kami.

Seperti di film action, muncullah seorang pengendara gagah yang bisa dibilang masih sangat muda.

"Astaga, Mas Nukho" Andre melongo seakan melihat raja dari tanah seberang.

"Hi semua" senyum Mas Nukho menebar pesona.

"Kenalin temen gw ini Handoko dan ini Agung"

"Nukho" sambil berjabat tangan mengenalkan diri masing-masing.

"Sejak kapan lo punya mobil mewah kaya gini?"

"Sejak berpolitik" ucapnya tanpa ragu.

"Bukannya lo usaha peternakan kambing dan sapi di Lampung? Jelaslah sanggup beli ni mobil" Tanya Andre.

"Menjadi pengusaha memang bisa kaya, tapi lama Ndre dengan gw masuk politik kekayaan akan bertambah asal tau cara mainnya"

"Interest, tapi politik itu mirip dengan Judi. Kalau sukses ya beruntung kalau gagal amsyong luar dalam" ujarku.

"Ya tepatnya sih seperti itu, jadi gimana ada yang mau bergabung denganku ga nih?"

"Hehehe, sebenarnya gw sih agak skeptis dengan politik tapi untuk merengkuh impian harus dengan berpolitik kalau lo gimana Gung?" Tanyaku.

"Lihat nanti, karena tujuanku adalah lulus dulu deh. Baru memikirkan pekerjaan selanjutnya" sambil terus mengunyah batagor yang belum habis.

"Sayang loh kalian masih muda, ijazahku mungkin tidak sebaik kalian tapi hasilnya saat ini seperti yang kalian lihat!!" Sambil menunjuk lamborghini yang nangkring di depan halte.

Kami tersenyum kecut, seperti sebuah tamparan keras bahwa harta bisa digapai lewat apapun itu caranya. Ijazah sarjana memang saat ini banyak yang menjadi penghias dinding rumah.

"Oh iya, sorry nih gw culik dulu temen lo ada urusan sebentar. Kalau ada yang mau gabung kabar-kabari aja lewat Andre"

"Ohh, iya santuylah awas jangan di ajak yang aneh-aneh ntar kaya Saipul Jamil lagih" ucapku sambil tertawa.

"Sial.. gw pergi dulu bro.. " ucap Andre.

Mobil mewah itu pun meninggalkan kami, tapi aku melirik pada seorang wanita.

"Gung, itu pujaan hati lo datang"

"Astaga" wajah Agung seperti udang rebus ketika melihat wanita itu.

Kemudian...

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 3 lainnya memberi reputasi
huoh meninggalkan jejak dulu emoticon-Traveller
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ijin buka tenda dimari
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Part 3

Wanita yang berjilbab putih tampak anggun mendekati Agung, senyumnya pun merekah basah membuat siapapun yang melihatnya terpesona.

Agung terpana dan memandang tanpa berkedip, sukma yang dijajah oleh nafsu menggelora melihat penampilan dosen muda dihadapannya.

"Kamu kenapa Gung" ucap wanita itu.

"Ibu cantik, eh maaf... maaf" ucap Agung gugup.

"Apa Gung?" Tanya Anna.

"Ga bu, itu nganu...ibu di anu" Agung tak bisa berkata.

"Kamu ini, ditanya malah nganu-nganu ga jelas"

"Itu bu, anu ibu mau saya anu.. aduhh'

Aku tertawa melihat tingkah Agung, bahkan wanita yang didepanku tertawa tipis dan sangat menarik.

"Kamu kenapa Han, kok tertawa" ucap. Anna.

"Jegger..." langsung jantungku membatu, ini dosen killer nih bisa-bisa SKS ku ngulang semua.

"Ga bu, itu bu nganu..ealah" akupun terlihat gugup.

"Hadeuhh, kalian ini sebenarnya pintar tapi setiap bicara sama saya percaya diri kalian tidak ada. Sama saja dengan anak TK" ucapnya ketus.

"Aku suka sama Ibu" tiba-tiba Agung berkata.

"Duar.. bledar" nampak awan hitam menggelayut, aku begitu ngeri kalau-kalau bu Anna akan jadi mahluk Rahwana dan menghantam siapapun didepannya.

"Apa? Kamu.. kamu suka saya"

Agung hanya mengangguk tak bersuara, terlihat Anna canggung untuk berkata. Dia pun terlihat salah tingkah, wajahnyapun merona merah.

"Kamu.. " sambil menunjuk Agung.

Lalu ia berbalik dan masuk ke dalam bus yang baru saja datang, dari balik jendela tatapannya tidak marah bahkan tersipu malu.

Agung hanya diam, dan menatap sendu membiarkan pujaan hatinya berlalu. Ia berdiri ketika bus berjalan langkahnya kaku, lidahnya kelu, tak ada yang bisa dikatakan. Hanya rindu di dalam dada yang ia pendam kini terlontar tanpa irama.

"Gung.. eling Gung.. eling" sambil menepuk pundaknya.

"Kenapa dia lari Han?" Tanyanya.

"Aku juga tak tahu, tapi aku yakin cintamu bersambut" ucapku.

"Benarkah, atau kau sengaja menghibur diriku"

"Aku tahu Gung, tatapan itu sama dengan diriku ketika berada di hadapan Catteleya"

"Hahh...." Agung selebrasi bagaikan pemain bola yang langsung memelukku erat.

"Gila lo Gung, lepasin gw jijay tauk" aku berusaha melepaskan pelukan itu.

"Kalau apa yang lo katakan benar, gw akan bantu lo untuk mendapatkan Catteleya"

"Ahh, sudahlah lupakan dia" aku pun berjalan menjauh dari halte bus.

Agung pun mengejar kegirangan, seperti anak kecil yang baru saja diberikan mainan.

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 3 lainnya memberi reputasi
Part 4

Di sebuah aula besar, Universitas Rakyat Indonesia sedang sibuk dengan kedatangan Presiden ke 20 yang bernama Bejo. Seperti biasa keamanan begitu ketat, bahkan pasukan paspampres sudah lebih dulu tiba untuk mengamankan situasi dan keadaan.

Dies Natalis kali ini memang berbeda, keadaan negara sedang tidak baik-baik saja. Banyak dari mahasiswa mengeluh atas kepemimpinan Presiden, kebijakannya tidak menguntungkan rakyat kecil.

Terlrbih organisasi massa yang berseberangan dengan pemerintah satu persatu telah tumbang, permainan politik Presiden sangat cantik. Tetap terlihat sederhana dan bersahaja tapi sebenarnya di lapisan bawah penuh dengan carut marut.

Belum lama ini juga ada seorang koruptor yang berasal dari Partai Perjuangan Rakyat dengan lambang Elang Merah dan berasal dari partai yang sama dengan Presiden menjadi tersangka kasus korupsi. Tapi hingga kini sang tersangka Herman Masako hilang ditelan bumi, tidak ada jejak hingga netizen banyak yang bicara bahkan dukun sakti pun bingung ia kemana.

Celoteh warung kopi memang tidak sedap untuk didengar, tapi itulah saat ini. Kritik sedikit bisa-bisa dapat sanksi, maka terlihat mahasiswa sekarang banyak diam tak banyak aksi walau tahu keadilan seakan disuntik mati.

"Gung, lo kan ketum BEM URI kok ga ada demo untuk menyambut Presiden?"

"Sudah tak zaman lagi itu dema demo ga jelas, pikirkan secara luas apa manfaatnya? Yang ada jalanan macet, banyak masyarakat terganggu. Sedangkan point utamanya tidak dibenahi"

"Lantas cara mengkritik kebijakan yang tak adil ini gimana?" Tanyaku penasaran.

"Jadi bagian dari mereka, itu adalah kunci untuk melawan kebijakan yang diambil"

"Maksudnya? Menjadi bagian partai?"

"Ya, hanya itu satu-satunya jalan. Kau lihat mereka yang ada di DPR dan pemerintahan saat ini? Mereka dahulu mahasiswa yang kritis, hingga gedung kura-kura pun sanggup mereka kudeta. Tapi ketika mereka berada menjadi bagian parlemen, dan berada di Istana bagaimana! Apa hasilnya?"

"Sama saja dengan yang sebelumnya!"

"Tepat! Jadi untuk apa buang-buang energi, untuk apa teriak-teriak di jalan"

"Berat Gung, kalau saat ini harus masuk dalam kelompok mereka dan diakui sebagai politisi, sedangkan kita tidak dikenal harus ada terobosan yang cerdas dong!"

"Benar, nanti lihat saja permainannya. Kamu harus menjadi bagian ini ya Han"

"Aku siap dukung kok Gung!"

Kemudian kami berjalan menuju aula menunggu detik-detik apa yang dilakukan oleh Agung.

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viensi dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ah elaahhh..Buat cerita banyak2.. sebiji juga gak ada yg tamat.. πŸ˜‘πŸ˜‘
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Lanjutkan gan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
bantu up gan sampe ht emoticon-flower
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan


×
Β© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di