CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Menguak Fakta Betapa Mirisnya Tradisi 'Amplop Kematian' di Masyarakat Kita
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/612da6eb9daa306a907f8f79/menguak-fakta-betapa-mirisnya-tradisi-amplop-kematian-di-masyarakat-kita

Menguak Fakta Betapa Mirisnya Tradisi 'Amplop Kematian' di Masyarakat Kita

Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 9
di desa ga gitu2 amat sih.. malah banyak yg nyumbang.. daripda ngeluarin..
Ngeri juga itu yg disuruh jaga jenazah perawan biayanya 16jt, itu mah mau meres keluarga yg berduka..
di tempat ane .malah kita yang kasih amplop tapi di kumpulin ke pak rt baru itu di kasih kepada warga yang ada anggota keluarganya meninggal.mungkin beda tempat beda cerita ya
Kalo yang dari ane dengar. Jaman jawa kuno sebelum wali songo. Kalo ada orang meninggal mereka pesta, buat merayakan org tersebut masuk ke alam lain....

Dan katanya di ganti ama wali songo biar ngak maksiat pas pesta ganti tahlil....

Di kampung ane org meninggal di kasih beras, tahlil 1, 3 dan 7 kasih nasi kotak. Hari 40 dan hari 100.
Di jakarta jg masih banyak. Tradisi turun tanah (makan2) sama amplop ustad, jemaah masjid yg ngajiin jg di kasih amplop.

Untuk yg masih punya sodara berlebih masih agak mendingan. Tp kl orang rantau dan gak ada sodara yg berlebih keuangannya itu bakal jadi kendala.
Ya gitulah... Miris emang..
Kl di kluarga alm suami, paling 7 hari, 40 hari, 100 hari, setahun... nah ini hampir memasuki angka setahun... tp ane lg ga mood buat ktmu org bnyak.. gegara tradisi ini, ane yg lg depresi mau ga mau ktmu org bnyak.. blm lg kl ada yg basa basi nanyain pertanyaan yg sensitiv... mana masih covid.. mau ane ga jalanin tp tradisi.. ah sebel sama org2 kolot
Diubah oleh takseindahnama
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
tradisi budaya masyarakat jahiliyah non muslim yang tanpa sadar dilestarikan oleh ormas Islam tertentu emoticon-Betty
Wah saya ga tau hal ginian terlalu byk, tpi datang biasanya yumbang ( klo bawa duit) lyat almarhum klo bisa mungkin cuman absen 30 menittan terus pulang. Klo keluarga yg berduka ngasih sesuatu benar2 ga etis rasanya emoticon-Big Grin

Itu yg jagain jenazah perawan tarif 16 juta?
Emang kalau dicuri buat apa? Wkwkwk
Bisa disebutin lebih spesifik di daerah mana yang seperti itu?
Apalagi hidup, mati jg butuh biaya yg ngk sedikit, gitu katanya gan.. share aja, ketika bapak meninggal, akhir juni kmrn, biaya pengurusan jenazah smp pemakaman sdh ditanggung oleh kas RW. Sementara ada tradisi nobel, nota bela sungkawa, oleh semua warga RW kepada keluarga. Teknismya, setiap ada yg meninggal dunia warga RW, setelah diumumkan di pengeras suara masjid, akan ada yg bertugas ke rumah duka bawa perlengkapan tenda, lampu, kursi, kotak sumbangan, dll, kemudian ada yg bertugas membagikan nobel itu ke semua warga RW, biasanya ada penanggung jawab tiap RT, warga yg mau takziah, tinggal memasukkan nobel yg udah diselipin sumbangan itu tadi kedalam kotak, maksimal kotak tsb ada dirumah duka 3 hari, kotak tsb dibuka keluarga dan uang sumbangannya bisa digunakan utk keperluan almarhum selanjutnya seperti tahlilan dll, setelah kotak dibuka dan diambil sumbangannya, nobel yg sdh kosong td di pisah2 per RT dan dimasukin dlm kotak sumbangan, kemudian diserahkan kepada penanggungjawab, biasanya diambil sih setelah 3 hari. Begitu seterusnua tiap ada kejadian, nobel di dibagikan. Seingat ane dulu msh kecil, tredisi nobel ini cuma ada di RT kita saja, skrg sdh berkembang smp se RW, bermanfaat sekali dan sangat membantu keluarga almarhum, utk biaya2 seperti tahlilan, dll
ane waktu itu yg nulisin amplop siapa aja yg dapat 'komisi' waktu ibu saudara ane meninggal, dan totalnya ada 7 amplop. Untuk RT, RW, dan lain-lain. Tapi untuk beberapa amplop jelas mereka harus diberi uang semisal penggali kuburnya.
Klo ditempat ane,biasanya warga yg lain pd gotong royong bantuin nata kursi sm deklit,yg ibu2 biasanya nyumbang seadanya,biasanya beras atau gula,malamnya tahlilan sampe hari ke7 biasanya diksh camilan untuk yg tahlilan,khusus hari ke 3 dan 7 biasanya dibawain nasi besek,isinya ya tergantung si empunya,tp standarnya ya nasi dan lauk seadanya gt,klo untuk masalah peramplopan keknya ga ada,tp kurang tahu jg krna ane kuper emoticon-Leh Uga
Wih baru tau gan, nice info

Rosul tidak mengajarkan

dalil yg menyatakan hal ini harus ga ada khan gan ? emoticon-afro
Menurut ane, itu lebih karena ngikutin ajaran islam yang kaleng-kaleng gan. Kalau beneran ikutin ajaran islam yang bener, ga ada yang namanya begituan. Yang ada kita disuruh ngebantu yang terkena musibah dengan memberi makan/kebutuhan mereka, bukan sebaliknya.

Apabila ikut menyaksikan jenazah, maka saya menyukai apabila ia mengundurkan ta’ziyah sampai mayit itu dikuburkan; kecuali apabila ia melihat kesedihan dan kegundahan keluarga yang mendapat musibah, maka ia dapat datang untuk meringankan musibah itu.
Dan saya menyukai apabila tetangga si mayit atau kerabatnya membuat makanan untuk keluarga mayit pada hari meninggal dan pada malam harinya yang dapat menyenangkan mereka, hal itu sunah dan merupakan sebutan yang mulia, dan merupakan pekerjaan orang-orang yang menyenangi kebaikan, karena tatkala datang berita wafatnya Ja’far, maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena telah datang kepada mereka urusan yang menyibukkan” (Musnad Imam Syafi’i No. 602; Al-Umm 1/397 ; lihat Ringkasan Kitab Al-Umm 1, hal. 387]

“Buatkanlah bagi keluarga Ja’far makanan karena mereka telah ditimpa perkara yang menyibukkan mereka.”
Hasan: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 1015)], Sunan Abi Dawud (VIII/406, no. 3116), Sunan at-Tirmidzi (II/234, no. 1003), Sunan Ibni Majah (I/514, no. 1610).
profile-picture
darmowinoto182 memberi reputasi
gini ya, yang namanya tradisi & budaya kalau disandingkan dengan agama, memang ga semua diatur dalam kitab secara harfiah, tapi selama tidak bertentangan dengan agama, lu lakuin. itu demi hubungan sosial lu, hubungan lu dengan sesama manusia.emoticon-Cool

lha kalau lu idup di Jawa, ga junjung tradisi & budaya Jawa, pasti sosial lu buruk. ingat, manusia adalah makhluk sosial.emoticon-I Love Indonesia
Ane juga pernah ngalamin, waktu nenek sahabat ane ini meninggal (keadaannya di kampung ya) lalu sebelum jenazah di sholat kan di mesjid, tiba2 keluarga dari sahabat ane ini ngasih amplop ke semua orang yg berada di mesjid ini disini ane heran kok pake kasih amplop segala disitu ane sama temen2 yg lain pada aneh dan ngakak sedikit. Mungkin ini tradisi atau apalah itu yg bikin ane terheran heran dan masih jadi pertanyaan atas pembagian amplop tersebut
Itu tercipta ya karena kebiasaan dari dulu
Halaman 8 dari 9


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di