- Beranda
- Komunitas
- News
- SINDOnews.com
JK Sebut Taliban Tak Akan Usik Kedutaan Besar Asing, Apalagi Kedubes RI


TS
sindonews.com
JK Sebut Taliban Tak Akan Usik Kedutaan Besar Asing, Apalagi Kedubes RI

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyebut dirinya sempat beberapa kali bertemu dengan perwakilan Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Menurut dia, meskipun Kabul jatuh ke tangan Taliban, Afghanistan tak jatuh dalam pertumpahan darah dan perang saudara.
"Baik Taliban maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh tentara Amerika Serikat," tutur JK dalam keterangan pers, Senin (16/8/2021).
Baca Juga:
- Hari Kemerdekaan : Akhiri Darurat Pendidikan dengan Pembukaan Sekolah
- Asa Ekonomi Bangkit dari Pandemi
- Anggota DPR Dyah Roro Esti Ungkap Dua Lomba 17 Agustusan Favoritnya
JK memaparkan, pada akhir Desember tahun lalu sempat bertemu dengan Presiden Ghani di Ibu Kota Kabul. Sedangkan pertemuan dengan Taliban diwakili oleh Kepala Kantor Politik Taliban Mullah Abdul Gani Baradar di Doha, Qatar pada Januari 2021.
Baca juga: Taliban Menang Perang, AS Turunkan Benderanya di Kedutaan Kabul
"Mereka akan berupaya menyelesaikan secara damai konflik di Afghanistan yang sudah berjalan hampir 30 tahun," jelasnya.
JK juga menegaskan, Taliban juga tak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara lain. Termasuk, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul, Afghanistan. "Mereka (pihak Taliban) juga sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan,
apalagi Kedubes RI," katanya.
Baca juga: Indonesia Pantau Eskalasi di Afghanistan, Siap Evakuasi 15 WNI
JK menambahkan, dunia kini menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa. Dirinya pun berharap Afghanistan terbuka dengan kerja sama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerja sama perekonomian.
"Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian kemarin, sehingga Pemerintah Indonesia juga harus mendukung upaya damai sekarang saat Taliban memimpin Afghanistan, pascapenarikan tentara asing akhir Agustus ini," pungkasnya.
Sumber : https://nasional.sindonews.com/read/...ent_aggregator
---
Kumpulan Berita Terkait :
-

-

-







alfidanger dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.9K
31


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan