CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/610475c8815bfe640c783a8d/drama-sekolah-online-yang-dialami-anak-dan-orang-tua-setiap-hari-apakah-ini-baik

Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?

Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?
Adakah yang mengalami drama-drama kecil saat membimbing anak belajar di rumah atau sekolah online?
Tetap awasi dan bimbing meskipun oranf tua lelah!


Sekolah online, sejak awal pandemi kegiatan belajar mengajar memang difokuskan dengan sistem dalam jaringan atau melalui media online.

Meskipun ini bukan tipe pembelajaran baru namun dapat dikatakan di Indonesia untuk belajar sistem daring adalah sistem pembelajaran yang butuh banyak kajian dan juga pengawasan, sebab belum sepenuhnya masyarakat kita paham tekhnologi dan juga mampu untuk mengikuti syarat-syarat yang harus dipersiapkan saat diberlakukannya sistem belajar dalam jaringan.

Di awal-awal pemberlakuan sistem sekolah daring tentu kita melihat beberapa masalah dimana para siswa-siswi yang kurang mampu tidak memiliki perangkat pendukung dan juga tidak mampu membeli paket data, sampai akhirnya muncul inisiatif bantuan paket kuota internet dari pemerintah yang dikhususkan untuk belajar daring dan juga banyak orang-orang dermawan yang menggalang donasi untuk membantu siswa kurang mampu.

Namun ternyata setelah beberapa masalah tersebut dapat dikatakan terlewati kembali muncul masalah-masalah kecil namun tidak bisa diremehkan, yaitu beberapa drama dari anak-anak yang melakukan sekolah online dalam jaringan.


Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?
sumber gambar

Setiap hari melakukan rutinitas yang sama pastinya membuat anak-anak merasa bosan, dan saat rasa bosan dan capek itu muncul sering kali juga muncul drama-drama kecil yang bisa membuat para orang tua stres dan kewalahan dalam menanganinya.

Begitupun dengan rutinitas sekolah online ini GanSis, sering muncul drama-drama anak sekolah online yang dikeluhkan oleh oara orang tua dan ternyata hampir dirasakan oleh semua orang tua yang anaknya belajar daring.

Mungkin Agan dan Sista juga merasakan drama-drama tersebut, dan beberapa drama di antaranya adalah sebagai berikut:


1. Drama Tugas Setumpuk
Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?
sumber gambar

Drama yang pertama berkaitan dengan tugas yang diberikan oleh guru untuk murid yang harus dikerjakan dan dikumpul sesuai deadline yang telah ditentukan GanSis.
Ane pribadi mengalami hal ini, dimana anak-anak diberi tugas setumpuk untuk dikerjakan dalam waktu seminggu dan kemudian di setor di awal minggu dan kembali mendapat tugas untuk minggu berikutnya.

Anak siapa yang enggak capek?
Nampaknya tidak hanya anak-anak didik saja yqng capek GanSis, tapi orang tua yang membantu mengerjakan juga bingung karena tugas-tugas tersebut harus diselesaikan dan orang tua harus membantu mengerjakan materi yang sama sekali tidak dipahami.


2. Drama Susah Jaringan
Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?
sumber gambar

Jaringan internet adalah salah satu poin penting yang harus diperhatikan saat melakukan sistem pembelajaran dalam jaringan. Saat jaringan internet susah maka pembelajaran pun juga ikut terganggu.

Nah masalah ini juga bisa menjadi drama sehari-hari GanSis, saat anak-anak harus pertemuan daring dengan Zoom atau virtual bareng gurunya dan ternyata susah sinyal disinilah para orang tua akan kebingungan. Anak-anak akan merengek dan orang tua sibuk menjadi tower yang harus sigap mencari tempat dengan sumber sinyal internet yang lancar.


3. Drama Selisih Paham Anak dan Orang Tua
Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?


Ini sih juga menjadi drama yang paling sering dialami oleh orang tua dan anak saat masa belajar sistem daring GanSis.
Anak-anak dan orang tua lebih sering mengalami selisih paham karena pembelajaran online.

Orang tua lelah bekerja dan harus membantu anak mengerjakan tugas sekolah daring adalah salah satu alasan yang paling sering diungkapkan oleh oara orang tua, dan karena masalah ini banyak anak-anak dan orang tua yang mengalami pertengkaran kecil.

Salah satu video sekolah online yang menunjukkan rasa lelah anak mengerjakan tugas adalah di bawah ini!

Spoiler for Capek Tugas Online:


Melihat kondisi ini tentu harus menjadi pertimbangan banyak pihak ya GanSis, jangan sampai karena pembelajaran sistem daring hubungan orang tua dan anak jadi renggang.

Memang untuk saat ini sistem belajar tatap muka belum mungkin dilakukan karena masih tingginya kasus positif Covid-19. Namun solusi lain harus dipikirkan agar sistem pembelajaran benar-benar dapat efisien dan bisa mencerdaskan anak-anak.

Jangan sampai sekolah hanya menjadi sebuah istilah, karena anak-anak tidak mendapatkan ilmu apapun karena terkendala drama-drama yang dijalani setiap hari.

Atau mungkin Agan dan Sista ada solusi untuk keluhan-keluhan para siswa sekolah dating dan orang tuanya ini?
Bisa silakan berikan pendapat di bawah!


Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?


Oke GanSis itulah tadi sedikit bahasan tentang drama-drama sekolah daring yang dialami oleh anak-anak dan orang tua, mudah-mudahan dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Ingat untuk para orang tua, tetap sabar dalam membimbing anak karena sekolah daring masih menjadi pilihan terbaik di tengah situasi dan kondisi pandemi seperti saat ini.

Terima kasih untuk GanSis yang sudah singgah, dan sampai jumpa di thread ane yang lain.


Drama Sekolah Online yang Dialami Anak dan Orang Tua Setiap Hari, Apakah Ini Baik?

Penulis: @masnukho©2021
Narasi: Ulasan pribadi
Sumber gambar
1, 2, 3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
seojoon dan 11 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
emoticon-Cape d... ane juga sering ngerasa capek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
seojoon dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
emoticon-Matabelo tapi kasihan kalau anak-anak gak dibantu, pasti stres
profile-picture
profile-picture
seojoon dan ushirota memberi reputasi
makanya sebagai orang tua, harus membimbing dengan baik
kalo di sekolah nanti bisa kena covid
profile-picture
profile-picture
seojoon dan masnukho memberi reputasi
Diubah oleh ushirota
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
pelajarannya juga aneh2, beda sama jaman ane dulu
profile-picture
profile-picture
botaysan dan masnukho memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kalo ane suka berantem gara2 curiga anak ane main game, bukannya belajar online
sama sama pake gadget media nya, jadi gak bisa bedain ini anak beneran belajar apa enggak
apalagi bbrapa kali prnah ketauan main game soalnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
botaysan dan 2 lainnya memberi reputasi
hal itu ketidak siapan mental orang tua bertindak menjadi guru pendamping bagi anak-anaknya di rumah. ditambah lagi mereka tidak menguasai materi ajar yang dilakoni oleh anak-anak. sehingga timbul kepanikan dalam diri mereka.

dimana sebelumnya pandemi mereka bisa berleha-leha dan santai sambil bermain smartphone di rumah. anak-anak dari pagi sampai siang atau sore belajar di sekolah.

banyak orang tua yang tidak sabar dalam menghadapi anak-anak yang lambat dalam merespon dan memahami materi ajar. sehingga mengandalkan emosi dan memaksakan kehendaknya kepada anak.

karena emang sebenarnya dalam proses mengajar itu ada ilmu psikologi atau kejiwaan yang mesti dikuasai oleh para pengajar. bagaimana mereka memahami sifat dan karakter dari setiap anak dan berusaha menyesuaikan cara dalam menyampaikan materi ajar agar mudah diserap dan dipahami oleh tiap anak. karena masing-masing anak punya sifat dan karakter sendiri yang mesti dsesuaikan cara penyampaian materi ajarnya. butuh kesabaran dan keuletan serta konsistensi pengajar.

makanya menjadi guru yang sebenar-benarnya guru itu tidaklah mudah. butuh kesiapan mental, ilmu psikologi, kesabaran, dan konsistensi. alias manajemen emosi yang baik.

emoticon-2 Jempol emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aaray86 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

emoticon-Matabelo wah harus terus melakukan pengawasan gan

Quote:

emoticon-Matabelo bener gan, harus punya bekal cara menyikapi anak dengan baik biar anak bisa paham dengan apa yang kita jelaskan. Gitu kok masih banyak yang menyepelekan pekerjaan guru ya gan
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kesian anak-anak, masalah rumah kecampur sama masalah sekolah
profile-picture
profile-picture
botaysan dan masnukho memberi reputasi
Pembelajaran bagi ortu, pendidikan tu kewajiban ortu bukan sekolah.

Tanda kegagalan pendidikan di Indonesia, masa lulusan SMA g ngerti pelajaran SD.
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Diubah oleh nontonyukahhh
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Dr ane yg anak 3 dan sekolah online semua...klw bisa jgn full 5 hari online liat hp or laptop 4-5jam sehari...kasih 2 hari offline..maksudnya offline ga perlu keluar rumah jg..3 hari online di kasih kisi2 buat belajarnya dan pengerjaannya..nah yg 2 hari yg offline bisa buat ngerjain tugas2 dr sekolah..jd ga perlu gadget terus2an, biar anak jg ga stress..ane perhatiin anak2 jg udah mulai bete klw lg zoom..malah jd ga fokus
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Semoga ada produser film yg bersedia membuat drama² tsb menjadi film keluarga atau dokumenter sekolah onlineemoticon-cystg
profile-picture
masnukho memberi reputasi
klo dilihat dari 1 pov dulu, terutama dari orang tua, pasti ngerasa hal ini ga adil sih, ada guru yg harusnya mengajar anak mereka malah kesannya skrng harus org tua nya yg ngajar, pdhl mereka udh bayar sekolah buat gaji guru

tp di pov lain yakni si guru, mereka jg gatau harus gimana, karena ada kendala di komunikasi yg terbatas dan kondisi dunia yang sedang tidak 'sehat'. guru pasti paham betul keresahan orang tua yg mengajar anak2 mereka, karena pada dasarnya semua orang pasti bisa jadi murid, tapi tidak semua orang bisa jadi pengajar/guru
profile-picture
profile-picture
reles82 dan masnukho memberi reputasi
Quote:

emoticon-Matabelo iya gan, mikir yang seharusnya gak dipikir

Quote:

emoticon-Matabelo nah iya

Quote:

emoticon-Matabelo nah ide bagus sih ini
Quote:

emoticon-Ngakak lah malah maubhuat film

Quote:

emoticon-Matabelo iya gan, rumit banget kan tuh kalau dipikir
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Klo anak2 lo pada sekolah swasta....
Rugi bayar skolah.. guru2 nya kaya smau nya aja...

100% hasil nilai anak itu hasil dari orang tua...

Gw ..rencana klo covid bakal nambah parah...
Terpaksa skolah anak gw stop...dan gw sendiri peran orang tua buat ngajarin dgn kurikulum gw sendiri sesuai tinggkatan umur anak.

Percuma lo buang uang skolah swasta...
Apa lg negri gw liat guru2nya banyak semau nya aja ngajar ..krena gratis
profile-picture
profile-picture
botaysan dan masnukho memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
Di situ kadang2 ane juga berpikir kendalanya apa ya sistem belajar online selama pandemi ini, di luar urusan jaringan internet, device yg dimiliki murid, dan biaya internetnya emoticon-Bingung (S)
Bedanya dengan sistem konvensional, murid datang ke sekolah ketemu guru tatap muka di kelas, murid mendengarkan guru menerangkan suatu materi pelajaran. Seandainya kegiatan persis spt itu diganti lewat media online tatap mukanya di layar laptop, pc atau hp sebenernya akan sama aja kan yak emoticon-Thinking
Asalkan guru tidak hanya sekedar memberi tugas lewat online, membiarkan murid belajar sendiri, kalo anak SD mana bisa mandiri gitu, org rumah yg jd sasaran bertanya, ya kalo ortunya ngerti dan siap ngajarin, ini yg sering dikeluhkan ortu.
Andai sekolah online dibuat persis sama situasinya spt di kelas offline, ini bisa jadi solusi gak ya emoticon-Bingung kalo iya kan malah enak, murid gak capek datang ke sekolah, ortu gak harus nganterin, gak perlu kasih uang jajan tiap hari, dll emoticon-Ngacir
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Sekolah tatap muka tetap terbaik
Generasi pelajar sekarang tambah kemunduran ya
Kehidupan sosial mereka berkurang bahkan nol
Gara2 pandemik sialan
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Diubah oleh panadolxtra
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
wah luar biasa, tantangan untuk anak yg masih sd kebawah untuk belajar online.

sudah pasti sy ada cicilan laptop dan printer untuk case ini . emoticon-Big Grin
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Diubah oleh bowom159
Gue sih alhamdulillaah mulus2 aja, anak2 gue belajar secara online.

Anak gue yg SMA, karena udah remaja, ya dia udah bisa atur diri sendiri, dan mostly udah ngerjain semua tugasnya sendiri.
Kadang2 aja dia minta bantuin atau nanya2 yg dia kurang paham.

Anak gue yg masih SD, ya masih beberapa gue bantuin, gue ajarin, gue periksain, sampe gue yg bikinin tugasnya emoticon-Big Grin

And I'm more than willing to do those things for my children. I'm happy to do it.
Alhamdulillaah jaringan internet lancar, karena gue langganan Biznet di rokum.
Dan alhamdulillaah anak2 gue mau dan bisa ngerjain semua tugasnya dengan baik.
profile-picture
masnukho memberi reputasi
anak ane yg msh kelas 3 SD aja uda harus tiap hari di depan komputer dari jam 7-2 siang, ada istirahat 2x30 menit, tapi ane liatnya kaya kecapean gitu mata dan fisiknya emoticon-Mewek
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di