CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ditarik Biaya Perawatan Rp 1,3 Juta, Pasien COVID-19 di Trenggalek Gadaikan Rumah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6102b3f2f2ee5341c51070bc/ditarik-biaya-perawatan-rp-13-juta-pasien-covid-19-di-trenggalek-gadaikan-rumah

Ditarik Biaya Perawatan Rp 1,3 Juta, Pasien COVID-19 di Trenggalek Gadaikan Rumah

Ditarik Biaya Perawatan Rp 1,3 Juta, Pasien COVID-19 di Trenggalek Gadaikan Rumah
Bupati Arifin saat bertandang ke rumah Supadi (Foto: Dok. Pemkab Trenggalek)

Trenggalek - Seorang pasien diduga COVID-19 asal Trenggalek ditarik biaya perawatan Rp 1,3 juta oleh Puskesmas Dongko. Karena tak punya uang, rumahnya pun digadaikan.
Pasien tersebut adalah Supadi, warga Desa Siki, Dongko, Trenggalek. Supadi pada akhir Juni lalu dibawa ke Puskesmas Dongko dan sempat dites antigen. Hasil tes antigen Supadi positif. Mengetahui hasil antigennya positif, Supadi marah dan pulang ke rumah secara paksa.

"Suami saya mau di-swab, asalkan dengan perjanjian jika mau di-swab maka (perawatan) tidak bayar, tapi kalau tidak mau harus bayar. karena KIS-nya (Kartu Indonesia Sehat) kan nggak berlaku," ujar Marni, istri Supadi, Kamis (29/7/2021).

Marni saat itu disuruh menyelesaikan administrasi di Puskesmas Dongko. Marni mengatakan saat konfirmasi ke bagian kasir, ternyata selama sehari melakukan pengobatan di puskesmas, Supadi harus membayar Rp 1,3 juta. Dengan rincian untuk penanganan IGD, perawatan, dan swab antigen.

"Iya suruh bayar, katanya KIS-nya enggak berlaku, terus saya tanya ke kasir katanya habisnya Rp 1,3 juta. Ya Allah mbak kok banyak banget, wong satu malam," keluh Marni saat itu.

Untuk menutup biaya perawatan itu Marni sempat pontang-panting mencari pinjaman. Namun tetap tidak mendapatkan pinjaman, hingga akhirnya ia menggadaikan rumahnya yang semi permanen.

"Saya itu cari utangan sampai malam, tiga orang enggak dapat. Akhirnya gadaikan rumah," kata Marni.

Pascasatu bulan berlalu, kasus tersebut akhirnya mencuat dan ramai di media. Bahkan sempat muncul spekulasi jika Supadi harus membayar Rp 1,3 juta sebagai denda karena memilih isolasi mandiri.

Perkara ini pun sampai di telinga Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin. Bupati Arifin turun langsung melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Arifin memastikan tindakan Puskesmas Dongko menarik biaya perawatan adalah hal yang salah, sebab pasien COVID-19 seharusnya ditanggung oleh pemerintah.

"Kalau masyarakat itu mengajukan (antigen) pribadi dengan alasan untuk perjalanan dan segala macam, silakan dikenakan biaya sesuai tarif. Sedangkan ini kan mereka datang kondisinya sakit, terus kita yang melakukan screening seharusnya ditanggung oleh pemerintah," terang Arifin.


https://news.detik.com/berita-jawa-t...rom=wpm_nhl_19

Bedebah ini pihak puskesmasnya...emoticon-No Hope

Orang dah susah eh di bikin makin susahemoticon-No Hope
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 9 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Pecat aja tuh oknumnya. emoticon-fuck
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 5 lainnya memberi reputasi
susah sih susah

tapi kok polos banget ya orang indonesia ini

lawan aja tahan badan lah, naikin ke media, minta undangan ILC dapet amplop

aduin cebong kampret sampe ada yg nalangin

set dah org indonesia, gak ada daya juang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
petugas di puskesmas emang banyak yg begitu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 3 lainnya memberi reputasi
Baru satu, mungkin ada ribuan kek yang dialami Supardi dan Minarsih ini. emoticon-Sorry

Orang dah jelas punya KIS itu berarti kurang mampu toh masih aja gak ada toleransi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Aneh emoticon-Bingung puskesmas kok gak paham acara masyarakat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Hasil tes antigen Supadi positif. Mengetahui hasil antigennya positif, Supadi marah dan pulang ke rumah secara paksa.


Ini lho inti masalahnya, dari jaman dulu kalo aps ya ga berlaku bpjs nya. Malah kalo KIS(PBI) bulan depannya langsung nonaktif biasanya.
Jangan melulu nyalahin nakesnyaemoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Sebenarnya udah rahasia umum kalau klaim covid mau tembus di bayarin pemerintah harus ada hasil swab pcr, entah mengapa kalau hasil antigen sulit tembus

Sakitnya covid bpjs/kis ga mau bayarin

Puskesmas ga mau tekor/rugi

Jadinya drama deh


Salah di sistem cyynn
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
oknum pemuja berhala uang banyak ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 2 lainnya memberi reputasi
Oknum laknat .... pecat dah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 2 lainnya memberi reputasi
oh itu oknum, kalo ketahuan. lagu lama emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan extreme78 memberi reputasi
Viralkn, oknum yg memanfaatkan penderitaan rakyat kecil!emoticon-Merdeka
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan extreme78 memberi reputasi
gara2 korban kopit nih
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan extreme78 memberi reputasi
Duhhh...

Puskesmasnya kena semprit bupati...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 2 lainnya memberi reputasi
kalo udah tau orang susah ya sebaiknya taat PROKES ya, jangan sok-sok-an, mentang-mentang miskin bukan berarti covid ogah berkunjung.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan phyu.03 memberi reputasi
Quote:

emoticon-Merdeka
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan petani.syusyu memberi reputasi
Makanya sangat banyak yang tak mau berobat..di RS swasta juga bayar..di RS sakit pemerintah penuh..yang sampai opname itu ya bayar..
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Puskesmas di daerah ko mhl bgt..

Semalam habis 1,3 jt...emoticon-Bingung (S)
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Sebentaaaar...
Gw baru bberapa hari yg lalu nih ngurusin sekuriti perumahan gw
Trus Dia di swab dan PCR dan hasil nya positif trus gw ditanya mau isoman atau di faskes,nah sekuriti gw blng mau di rmh aja,nah gw ditagih biaya antigen dan PCR klo isoman tp klo mau pake faskes bs di charge ke pemerintah biaya tes antigen dan swab nya
Alasan mereka sih klo ngecharge BPJS cm biaya tes gk bakal bs tp klo dimasukin bareng biaya perawatan kemungkinan bs,itupun msh kemungkinan kata nya,ya menurut nalar gw sih masuk akal

Nah jgn2 tuh org ky gw jg,atau gw jg kena dikadalin
profile-picture
profile-picture
Nibrashilmy2 dan extreme78 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
berobatnya sih maunya gratis . tp giliran d suruh 5 M ngeyel bener
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di