CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Munculnya Era Renaisans dan Berakhirnya Abad Pertengahan Eropa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60f2bb8d4a5be5069b2613eb/munculnya-era-renaisans-dan-berakhirnya-abad-pertengahan-eropa

Munculnya Era Renaisans dan Berakhirnya Abad Pertengahan Eropa

<<< Sebelumnya : Perjalanan Sastra Awal Abad Pertengahan Eropa dan Berkembangnya Kisah Arthurian

"HALLO AGAN & SISTA"
emoticon-Smilieemoticon-Smilieemoticon-Smilie

Setelah "selesai" dengan Sastra abad pertengahan Awal dan Tengah inilah lanjutan trit menuju babak akhir kisah Abad Pertengahan Eropa serta Renaisans yang membayanginya 

SELAMAT (MENERUSKAN) MEMBACA

Late Middle Ages

Awalnya, penulis abad pertengahan adalah juru tulis anonim yang menuliskan cerita yang mereka dengar. Orisinalitas dalam menulis pada Abad Pertengahan tidak termasuk dalam daftar nilai-nilai budaya dan para penulis awal tidak repot-repot menandatangani karya mereka (mendaftarkan hak cipta). Nama sebenarnya dari banyak penulis paling terkenal di Abad Pertengahan masih belum diketahui. Penulis kebanyakan menggunakan nama pena seperti Chretien de Troyes yang jika diterjemahkan dari bahasa Prancis berarti "seorang Kristen dari Troyes" yang dapat merujuk pada hampir semua orang. Baru pada abad ke-13 dan ke-14, para penulis mulai menulis dengan nama mereka sendiri. Entah dikenal atau anonim, bagaimanapun para penulis ini menciptakan beberapa karya sastra terbesar dalam sejarah.

Kisah-kisah romatis pun mulai terdengar dan tersebar luas, romantisme secara khas berputar pada tema anggota bangsawan rendah yang mencoba naik status, kaum muda memasuki masa dewasa dan ketakutan mereka, dan individu-individu yang diusir dari masyarakat dan kembali sebagai sosok yang lebih kuat. Sosok paling populer saat itu adalah karakter Raja Arthur yang muncul pada abad ke-13. Roman Arthurian berisi kode kesatria, yang melibatkan ksatria, petualangan, dan kehormatan. Roman populer lainnya termasuk The Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer, dan Piers Ploughman karya William Langland.

Perempuan dalam "hampir semua" periode Abad Pertengahan dipandang sebagai warga negara kelas dua, dan kebutuhan mereka selalu menjadi nomor dua. Mereka dianggap sepenuhnya penipu, objek seksual, dan tidak kompeten. Oleh karena itu, sebagian besar perempuan ditahan dari posisi kekuasaan atau menyuarakan suara mereka, laki-laki membuat keputusan untuk mereka dan hidup mereka didikte oleh laki-laki yang menjalankan masyarakat.

Perempuan digambarkan sebagai pasif dan lemah, atau ibu yang lingkaran hidupnya di sekitar kehidupan untuk keluarganya dan terutama untuk suaminya, atau bahkan pelacur yang tidak memiliki kekuasaan dalam seksualitas yang harus memberikan kepuasan untuk laki-laki yang membayarnya. 

Namun sosok wanita kuat dalam tradisi sastra di masa akhir abad pertengahan mungkin menjadi kisah paling banyak dibuat bersama dengan kisah kstaria hebat. Peningkatan sosok wanita mencapai puncaknya dalam puisi Petrarch (abad ke-14) yang menuliskan persona Laura dan terus bergema hingga zaman modern. Karya Petrarch sangat populer pada masanya sehingga mempengaruhi persepsi sosial tidak hanya tentang perempuan tetapi juga kemanusiaan secara umum, itulah sebabnya ia sering disebut sebagai penulis humanis pertama, dan pelopor Renaisans yang juga menyebutkan Abad Pertengahan sebagai Abad Kegelapan.
Quote:

Pada abad ke-14 M pandangan abad pertengahan tentang wanita sebagai properti sebagian besar benar-benar telah digantikan oleh konsep baru tentang wanita sebagai individu yang terkenal dicontohkan oleh Geoffrey Chaucer dalam karakter Wife of Bath dalam The Canterbury Tales (buku koleksi cerita). 

The Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer 
mungkin menjadi kisah yang paling dicintai dan banyak dibaca dari waktu itu sampai saat ini. Chaucer memutuskan untuk menulis ini dalam bahasa yang digunakan saat itu yaitu bahasa Inggris Pertengahan (Middle English), sehingga seluruh karya ditulis dalam bahasa tersebut.

Middle English masih dituturkan oleh beberapa orang hari ini, tetapi membutuhkan lebih banyak usaha untuk memahaminya, karena Middle English masih banyak menggunakan kosa-kata gabungan latin-prancis-old english, kata-kata dieja jauh berbeda dan  ketika diucapkan, terdengar jauh dari jenis bahasa Inggris yang kita gunakan saat ini. The Canterbury Tales berisi banyak tokoh yang umum pada zaman Chaucer, dan memberi masing-masing dari mereka sebuah cerita berbeda. Karakter-karakter ini termasuk tokoh-tokoh seperti seorang ksatria, seorang pedagang, seorang biarawati, seorang tabib (atau dokter), dan bahkan seorang juru masak, dan masih banyak lagi karakter lain.

Quote:

Book of the Duchess karya Chaucer (juga) yang berisi puisi panjang ditulis sekitar tahun 1370 M, berangkat dari tema religius yang berfokus pada kesedihan dan kehilangan dan bagaimana seseorang hidup setelahnya. Dalam karya Chaucer cinta sejati narator (cerita dalam cerita) telah meninggalkannya dan dia tidak bisa tidur selama bertahun-tahun.

Saat membaca buku tentang dua kekasih yang telah berpisah oleh kematian, pembaca tertidur dan bermimpi bertemu dengan seorang ksatria hitam di hutan yang memberitahunya tentang cinta sejatinya (ksatria), tentang kehidupan bahagia mereka (ksatria dan kekasihnya) bersama, dan akhirnya tentang kesedihannya (ksatria) bahwa istrinya telah meninggal.

Puisi itu mengeksplorasi pertanyaan sentral dari roman Courty Love : apakah lebih baik kehilangan kekasih karena kematian atau perselingkuhan? Narator (dalam cerita) tidak pernah menjawab pertanyaan tersebut. Ketika narator bangun dari mimpinya, dia memberi tahu pembaca (kita yang membaca) bahwa dia sangat kagum terhadap kisah ksatria tersebut sehingga dia akan menuliskannya sebagai puisi, dia (narator) menyerahkannya kepada pembaca (kita yang membaca) untuk menjawab pertanyaan itu. Narator yang menceritakan kisah pada pembaca atau pendengar (kita), namun ia juga membaca kisah dari kisah yang ia bacakan, Njimet. Tapi konsep yang menarik.

Konsep ini kemudian dikenal sebagai genre "dream vision" abad pertengahan. Dream vision adalah puisi yang menampilkan narator orang pertama yang menceritakan mimpi yang sesuai dengan masalah yang mereka alami. Yang paling terkenal adalah The Pearl oleh seorang penulis yang tidak dikenal, Piers Ploughman oleh William Langland, dan Book of the Duchess (yang ane udah tulis isi singkatnya) karya Chaucer, semuanya dari abad ke-14 M. Genre ini biasanya bergantung pada perangkat pembingkaian di mana pembaca disajikan dengan masalah narator, kemudian dibawa ke dalam mimpi, dan kemudian dibawa kembali ke kehidupan nyata narator.

Genre Dream Vision abad pertengahan mencapai puncaknya dalam karya Dante Alighieri, Divine Comedy (abad ke-14 M) di mana narator melakukan perjalanan melalui neraka, api penyucian, dan surga dalam rangka untuk memperbaiki jalan hidupnya dan meyakinkan diri tentang kebenaran visi Kristen. The Divine Comedy bukanlah visi mimpi yang sebenarnya, narator tidak pernah mengklaim ia tertidur atau bahwa peristiwa yang dialaminya adalah mimpi, Dante mengacu pada genre dream vision untuk menceritakan kisahnya. Meskipun begitu orang-orang sezamannya dan bahkan putra Dante sendiri menafsirkan karya itu sebagai mimpi dan masuk dalam genre dream vision abad pertengahan.
Quote:

Drama juga sangat berkembang di akhir abad pertengahan, drama Abad Pertengahan pada dasarnya adalah alat pengajaran Gereja. Lakon moralitas, sandiwara misteri, dan sandiwara liturgi semuanya menginstruksikan penonton yang buta huruf dalam pemikiran dan perilaku yang dapat diterima. Drama menghidupkan kembali penderitaan, penyaliban, dan kebangkitan Yesus Kristus, menjadi hiburan Paskah yang populer.

Drama moral juga disajikan sepanjang tahun. Yang paling terkenal adalah Everyman tahun 1495 M yang menceritakan kisah tentang seorang pria yang menghadapi kematian yang tidak dapat menemukan siapa pun untuk menemaninya ke surga kecuali perbuatan baiknya. Alegori ini tumbuh dari jenis sastra Latin sebelumnya yang dikenal sebagai Ars moriendi (seni sekarat) yang menginstruksikan orang tentang bagaimana menjalani kehidupan yang baik dan yakin akan surga.

Quote:

Pada 1450, penemuan mesin cetak Gutenberg memungkinkan komunikasi yang lebih baik di seluruh Eropa dan ide-ide menyebar lebih cepat. Sebagai hasil dari kemajuan komunikasi ini, teks-teks yang kurang dikenal dari para penulis humanis awal seperti karya Francesco Petrarch dan Giovanni Boccaccio, yang mempromosikan pembaruan budaya dan nilai-nilai tradisional Yunani dan Romawi, dicetak dan didistribusikan kepada masyarakat. Selain itu, kemajuan dalam keuangan internasional dan perdagangan berdampak pada budaya di Eropa dan mengatur panggung untuk Renaisans.

Tingkat kemampuan baca meningkat selama abad ke-15, dan dengan perkembangan mesin cetak, lebih banyak buku tersedia. Membaca sendiri untuk kesenangan pribadi menjadi lebih umum dan ini mengubah cara penulis menulis. Le Morte D'Arthur karya Thomas Malory ditulis 1469 dan diterbitkan 1485 adalah novel yang paling awal di barat, sebuah karya yang ditulis untuk pembaca individu dengan lapisan makna pribadi dan simbolisme yang menjadi dasar untuk pengembangan novel yang diakui di zaman sekarang.

Abad Pertengahan Akhir menandai berakhirnya era Abad Pertengahan yang diperkirakan berakhir sekitar tahun 1485, tahun di mana Henry VII naik takhta, dan Dinasti Tudor dimulai.

Renaisans

Renaisans adalah periode "kelahiran kembali" dari budaya, seni, politik dan ekonomi Eropa selama dan setelah Abad Pertengahan Akhir. Secara umum digambarkan terjadi dari abad ke-14 hingga abad ke-17, Renaisans mempromosikan penemuan kembali filsafat, sastra, dan seni klasik. Beberapa pemikir, penulis, negarawan, ilmuwan, dan seniman terhebat dalam sejarah manusia berkembang pesat selama era ini, sementara eksplorasi global membuka wilayah dan budaya baru bagi perdagangan Eropa. Renaissance menjembatani kesenjangan antara Abad Pertengahan dan peradaban modern. 

Ketika Renaisans mulai muncul di seluruh Eropa, sekularisme dan humanisme menjadi semakin populer. Selama abad ke-14, gerakan budaya yang disebut humanisme mulai mendapatkan momentum di Italia. 

Renaissance dimulai di Florence, Italia tempat dengan sejarah budaya yang kaya di mana warga negara kaya mampu mendukung para seniman pemula.
Quote:

Keluarga Medici yang kuat, yang memerintah Florence selama lebih dari 60 tahun adalah pendukung terkenal dari gerakan itu. Penulis Italia yang hebat, artis, politisi, dan lainnya menyatakan bahwa mereka berpartisipasi dalam revolusi intelektual dan artistik yang akan jauh berbeda dengan apa yang mereka alami selama zaman kegelapan (Abad Pertengahan). 

Quote:

Gerakan pertama kali diperluas ke kota-kota Italia lainnya, seperti Venesia, Milan, Bologna, Ferrara dan Roma. Kemudian, selama abad ke-15, ide-ide Renaissance menyebar dari Italia ke Prancis dan kemudian di seluruh Eropa barat dan utara. Negara-negara Eropa lainnya mengalami Renaisans lebih lambat daripada Italia, sehingga Renaisans tumbuh beriringan dengan berakhirnya Abad Pertengahan Eropa. 

Di antara banyak prinsipnya, humanisme mempromosikan gagasan bahwa manusia adalah pusat alam semestanya sendiri, dan manusia harus merangkul pencapaian manusia dalam pendidikan, seni klasik, sastra, dan sains. Membawa pandangan pada "penghargaan kesenangan duniawi, dan di atas semua penegasan intensif kemerdekaan pribadi dan ekspresi individu". Alih-alih berfokus pada kehidupan setelah kematian, orang-orang mulai fokus pada tempat mereka saat ini dalam kehidupan. Mereka melihat ke arah diri mereka sendiri dan siapa mereka sebagai individu. 

Selama Abad Pertengahan orang Eropa membuat sedikit kemajuan dalam sains dan seni yang dikenal sebagai "Abad Kegelapan," era ini sering dicap sebagai masa perang, ketidaktahuan, kelaparan, dan pandemi seperti Black Death. Namun, beberapa sejarawan percaya bahwa penggambaran Abad Pertengahan yang suram seperti itu sangat dilebih-lebihkan, meskipun banyak yang setuju bahwa filsafat dan pembelajaran Yunani dan Romawi kuno pada saat itu relatif kurang diperhatikan. 
 
Lanjutkan membaca di bawah karena hampir mencapai batas maksimal karakter.
emoticon-Rate 5 Staremoticon-Blue Guy Cendol (L)
sumber : 1234, 5, 6, 7, 8, 9
profile-picture
profile-picture
profile-picture
emineminna dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh raeuki
Halaman 1 dari 2
Humanisme mendorong orang Eropa untuk mempertanyakan peran gereja Katolik Roma selama Renaisans. Karena semakin banyak orang belajar membaca, menulis, dan menafsirkan gagasan, mereka mulai meneliti dan mengkritik agama dengan saksama sebagaimana yang mereka ketahui. Alkitab menjadi mudah direproduksi dan dibaca secara luas oleh orang-orang dan individu untuk pertama kalinya. Pada abad ke-16, Martin Luther, seorang profesor teologi, komponis, imam, dan rahib berkebangsaan Jerman, serta seorang tokoh berpengaruh dalam Reformasi Protestan memimpin Reformasi Protestan sebuah gerakan revolusioner yang menyebabkan perpecahan di gereja Katolik. Luther mempertanyakan banyak praktik gereja dan apakah mereka selaras dengan ajaran Alkitab seperti korupsi sistemik di dalam Gereja, simoni (suap) dan penjualan surat pengampunan dosa membuat orang-orang Protestan menginginkan reformasi Gereja. Reformasi Protestan, yang menjadi asal gerakan itu, membuat Eropa tidak lagi bersatu, kritik agama oleh Martin Luther memecah-mecah Gereja tak lama kemudian.
Munculnya Era Renaisans dan Berakhirnya Abad Pertengahan Eropa
Martin Luther

Martin Luther dikucilkan dari Gereja dan memunculkan pemisahan politik Henry VIII dari Gereja Inggris dan Roma. Melalui penolakan terhadap Gereja, reformasi menempatkan pentingnya peran individu, di mana otoritas pengajaran agama yang terlalu bergantung pada teks daripada institusi. Dengan itu minat baru dalam Alkitab yang menjadi bagian sastra menyebabkan pengaruh yang tak terduga dalam sastra modern, di mana kiasan dan simbol Alkitab mempengaruhi karya John Donne karyanya Holy Sonnets, John Milton karyanya Paradise Lost dan Andrew Marvell karyanya “The Garden”.
Karya Sekuler Renaisans melihat akhir dari pemerintahan feodal, dan melakukan upaya untuk mendirikan pemerintahan pusat. Keunggulan baru politik tentang naik turunnya raja membingkai narasi untuk banyak drama Shakespeare, serta The Prince karya Machiavelli, sebuah risalah tentang praktik pemerintahan yang tepat yang semuanya cenderung bergantung pada aturan yang kejam.
Sebagian besar wanita pada era Renaisans masih tetap agak tertindas pada periode ini. Fakta bahwa penguasa baru Inggris Ratu Elizabeth I mengecewakan banyak orang. Banyak pria tampaknya menganggap kapasitas pemikiran rasional laki-laki lebih baik dari pada wanita. Di antara laki-laki kelas atas, keinginan untuk mendominasi orang lain masih diterima dan dan memang masih dikagumi.
Munculnya Era Renaisans dan Berakhirnya Abad Pertengahan Eropa
Lukisan Ratu Elizabeth I naik tahta
WikimediaCommons

Renaisans memang memiliki andil luar biasa untuk peradaban eropa, namun dari kegelapan menuju pencerahan atau pencahayaan kemudian padam lagi. Para ahli percaya bahwa runtuhnya Renaisans adalah hasil dari beberapa faktor. Pada akhir abad ke-15, banyak perang telah melanda semenanjung Italia. Penjajah Spanyol, Prancis dan Jerman yang berjuang untuk wilayah Italia menyebabkan gangguan dan ketidakstabilan di wilayah tersebut.
Perubahan rute perdagangan menyebabkan periode penurunan ekonomi dan membatasi jumlah uang yang dapat dihabiskan oleh kontributor kaya pada seni. Kemudian, dalam gerakan yang dikenal sebagai balasan-reformasi, Gereja Katolik menyensor seniman dan penulis dalam menanggapi reformasi Protestan. Banyak pemikir Renaissance takut dan menghambat kreativitas mereka. Selain itu, pada 1545, Dewan Trent (perkumpulan uskup) mendirikan Inkuisisi Romawi (pengadilan), yang membuat humanisme dan setiap pandangan yang menantang Gereja Katolik sebagai tindakan bidah yang dihukum mati. Pada awal abad ke-17, gerakan Renaissance telah mati.
Munculnya Era Renaisans dan Berakhirnya Abad Pertengahan Eropa
Lukisan Pembantaian St. Bartholomew Day, sebuah peristiwa dalam Perang Agama Prancis, oleh François Dubois
(public domain)

Renaisans memiliki waktu yang unik dan menarik dalam sejarah Eropa, Renaisans dan Abad Pertengahan tumpang tindih satu sama lain, sehingga dalam satu titik kedua berjalan di Eropa bersama-sama. Abad Pertengahan memiliki identitas budaya yang telah diremehkan sepanjang sejarah akibat bayang-bayang Renaisans.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fachri15 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh raeuki

Penutup

Jadi apa yang telah kita pelajari tentang sastra abad pertengahan?
Awalnya semua dalam bahasa Latin dan sebagian besar digunakan di biara dan gereja, sementara dongeng diceritakan dengan keras dan diedarkan oleh orang-orang biasa. Akhirnya, kisah roman, dongeng, dan puisi epik ditulis dalam bahasa daerah, dan salah satu yang paling terkenal dari kisah ini adalah Canterbury Tales karya Chaucer dengan bahasa Middle Inggris. Cerita melibatkan sihir, monster, pelajaran, dan cinta. Kedengarannya tidak jauh berbeda dari apa yang kita baca hari ini, ia kan?
Lalu apa yang telah kita pelajari dari abad renaisans?
Silahkan tinggalkan jejak ane pamit ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alfidanger dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh raeuki
Seniman dijaman itu bahkan cukup edan..... untuk dapat pemahaman anatomis michaelangelo n leonardo da vinci kalo malem2 kerjanya bongkar kuburan atau main ke kamar mayat....

Jurnal milik leonardo menggambarkan organ tubuh yg cukup representatip

Michaelangelo karya yg terbesar ya jd arsitek basilica st pietro....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jipop dan 3 lainnya memberi reputasi
pernah baca-baca tentang era renaisans, seru banget.. meskipun kadang rada pusing juga sih bacanya hehe 😅😅
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan pakisal212 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Mantaps
emoticon-2 Jempol
profile-picture
pakisal212 memberi reputasi
Renaissance kalo bagian sastra saya kurang tau....
Tapi seni lain justru cukup pesat....
Trit bagus
Tandain duluemoticon-Cendol Gan
Wahh.. Baru tau ane gan.. Nice info... emoticon-Salam Kenal
Indonesia juga menuju zaman kegelapan karena orangnya banyak yang mabok agama dan abai dengan ilmu pengetahuan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jipop dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Nama2 seniman italia yg legendaris d masa itu..... akhir nya, pd masa kini, mlh sempat jd nama 4 kura2 ninja yg populer, gan....... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Siege dan 2 lainnya memberi reputasi
Mamangtau
Awal2 Renaisans itu yang seru

para pembaharu mencoba menabrak dinding norma yang berlaku pada saat itu emoticon-exclamation


Spoiler for :
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nambah wawasan
profile-picture
roybgr memberi reputasi
Mantap nih bro.. tp gw lbh suka aliran kubisme & dadaisme.
Balik lagi ke Selera sih ya
profile-picture
raeuki memberi reputasi
Ane ingetnya ezio auditore
emoticon-Cool
profile-picture
jerrystreamer1 memberi reputasi
Post ini telah dihapus
Menarik perhatian
wah sejarah eropa, menarikemoticon-Ngacir
ane dulu punya penpal Poland, astaga dia cerita tentang sejarah, Poland dulu perang dan ga pernah di jajah, tentaranya gagah
profile-picture
raeuki memberi reputasi
Kalo di liat indo saat ini ada di jaman kegelapan kan
Saat ini org banyak mabok agama
Semoga setalah jaman ini lewat
Indo dapat lebih baik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jipop dan 3 lainnya memberi reputasi
Namanya kaya turtles


Apa inspirasi nya dari situ ya
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di