CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ketua MPR: Terjadi Upaya Membenturkan Nasionalisme dengan Islam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c2b0f8555e672b2b4e54f0/ketua-mpr-terjadi-upaya-membenturkan-nasionalisme-dengan-islam

Ketua MPR: Terjadi Upaya Membenturkan Nasionalisme dengan Islam

Ketua MPR: Terjadi Upaya Membenturkan Nasionalisme dengan Islam
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa saat ini, bangsa Indonesia tengah merasakan ancaman yang luar biasa terhadap karakter serta jati diri bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan bahwa hari ini terjadi kekosongan nilai kebangsaan terhadap generasi muda di Indonesia, sehingga dibenturkan nasionalisme dengan agama.

"Ada kekosongan nilai kebangsaan bagi generasi muda kita, sehingga terjadilah upaya membenturkan antara nasionalisme dan Islam," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang Soesatyo kepada media usai mengisi materi sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.


Kata Bamsoet, kekosongan nilai kebangsaan bagi generasi muda tersebut mulai terlihat sejak reformasi, atau setelah dihapusnya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
Bamsoet menegaskan, kondisi seperti ini tidak boleh terus berlarut, karena pada dasarnya negara Indonesia didirikan oleh sekumpulan ulama bersama para orang-orang nasionalis.

"Ini yang tidak boleh terjadi karena negara ini didirikan oleh alim ulama yang berjuang bersama bung Karno dari nasionalis, dan terbentuk satu negara," ujarnya.

Piagam Jakarta

Menurut dia, para tokoh negara ini dulu sangat berjiwa besar dalam melakukan sesuatu, salah satunya mengubah rumusan awal Pancasila di sila pertama dalam Piagam Jakarta.


Dalam Piagam Jakarta, rumusan Pancasila pada sila pertama menyatakan, "Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya." Setelah melakukan dialog mendalam antar tokoh nasionalis dan ulama, akhirnya disepakati menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.
Hal ini, menurut dia menunjukkan jiwa besar para pendiri bangsa guna membangun bangsa yang merdeka.


link

Tanpa dari golongan nasionalis mana mungkin terbentuk negara yang plural ini, nantinya jika terbentuk konsep yang baku itu, dipastikan terjadi konflik internal di dalamnya karena tidak usah jauh-jauh umatnya sendiri aja doyan keributan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 4 lainnya memberi reputasi
Ini masalah dari sejak Republik Indonesia berdiri, mau jadi negara Islam atau negara nasionalis. Mestinya sudah ada kesepakatan awal bahwa negaranya nasionalis, tapi kelompok yang pengen negara Islam tidak pernah berhenti berharap dan terus berusaha mengejar cita-citanya. Cuma ya itu, kalau kesepakatan awal diubah, yang ikut kesepakatan bisa bubar.

Yang jelas, negara itu fiksi dan alat manusia sih. Sesuaikan saja dengan apa yang paling bermanfaat bagi manusianya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
madL99 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh InRealLife
Ya kalau Islamnya Islam IM ma HTI
Jelas jiwanya adalah Jiwa2 Pemberontak

Ketika dia berkuasa
Dia tutupin seribu kesalahan

Ketika dia tak berkuasa
Dia ributin meski hanya satu kesalahan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Kesekuler berbenturan, komunis juga, monarkinjuga kena emoticon-Big Grin

Yang satu itu memang berbenturan ke semua golongan emoticon-Big Grin

emoticon-Leh Uga emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
penista.agama dan raperinoa memberi reputasi
Menurut dia, para tokoh negara ini dulu sangat berjiwa besar dalam melakukan sesuatu, salah satunya mengubah rumusan awal Pancasila di sila pertama dalam Piagam Jakarta.

Itu kan sebelom kerajaan api menyerang....

emoticon-Cape d...
profile-picture
reid2 memberi reputasi
Aye gak peduli mau ISIS HTI FPI PDIP golkar PKI atau apapun

Yang penting bayar pajak











Bismillah komisaris kaskus
Benturan sudah ada sejak munculnya golongan pengusung kilafah yg pengen seluruh dunia dibawah 1 kilafah
jiwa besar?emoticon-Ngakak

bullcrap yang masih lestari diajarin entah demi apa.
itu bukan jiwa besar namanya, itu analoginya adalah kontrak membentuk kongsi/perusahaan, dirumuskan dan disepakati mau berbasis apa.
kalau pembentukan bukan basis agama ya jangan coba-coba dibawa ke sana terus, sampai-sampai draft kontrak (piagam jkt) yang nggak kepake itu masih dibawa-bawa terus entah sampai kapan. seolah negara ini bukan basis syariat iclam adalah suatu kebesaran jiwa.emoticon-Ngakak
kalau sudah tidak menghormati kontrak resmi yang sudah disepakati bersama, sekalian aja adain kongres, undang semua daerah yang dulunya ikut dalam kesepakatan, kasih opsi apakah berupa voting atau gimana gitu, tentuin masih lanjut atau bubar saja.
provinsi kafir jelas nggak mau hidup dalam negara agama iclam. masih kalian paksakan maka itu namanya melanggar kontrak.
mentang-mentang mayo.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kepala.Jenggot dan 4 lainnya memberi reputasi
ya begitulah rezim ini

yg berseberangan langsung dituduh anti pancasila dan kadrun
profile-picture
gmc.yukon memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
itu sebabnya MUI perlu lebih mendidik umatnya lagi supaya umatnya bisa lebih memahami nilai nilai Pancasila dan kebangsaan.
Kalau ngga mau terjadi benturan, segera sertifikasi pemuka agama
Dr dulu ini mah tong
Kmn aja lo?
Jgn malu malu bilang "oposisi di belakang semua ini", gimana mau selesaikan masalah. Orang beroposisi tujuannya apa kl bukan cari makan. Dari situ lah harus mulai merajut benang benang kusut penyebab gesekan.
Ada tuh, yg bilang nasionalisme gak ada dalilnya emoticon-Traveller
Garong besar tuh yg ngomong.
Tuhanya dia hedonisme


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di