CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Utang PLN Capai Rp 649,2 Triliun, DPR Minta Pemerintah Segera Lunasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c03d9395326e01de2c3807/utang-pln-capai-rp-6492-triliun-dpr-minta-pemerintah-segera-lunasi

Utang PLN Capai Rp 649,2 Triliun, DPR Minta Pemerintah Segera Lunasi

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 5
Ini sih udah jelas lah manajemennya ga bener. Rombak semua! Beban negara ini mah
Jurus memeras rakyat belum keluar emoticon-Ngakak
Kasih diskon dong biar ngga ngutang.
Semakin males bayar pajak kalau buat bail out BUMN atau PNS yg kerjanya seolah" kita yg butuh mereka emoticon-DP emoticon-DP emoticon-DP emoticon-DP
Opung berjaya

Pln merana

profile-picture
rintikansenyap memberi reputasi
Gpp..gelap seindonesia ntar...
Akhir nya sama rata seluruh indonesia..gk pelosok aja yg gelap
profile-picture
ronny398 memberi reputasi
Ko bisa byk gitu ya utang nya
Setau ane itu gaji karyawannya aja gede2.. blm bonusnya.
Perusahaan monopoli pula...
Masa iya rugi
dikira utang sebanyak itu kaya ngutang ke warung apa.. bisa dilunasin kapan aja.. butuh waktu buat ngelunasinnya, anggota dpr jangan cuma nyuruh doang.. tp juga ikutan berkontribusi biar utangnya segera dicicil.. bisanya cuma nuntut fasilitas negara doang sih..
Yang ngutangkan perusahaannya
"Bonus, gaji dan segala fasilitas karyawan harus diatas perusahaan laen" by BUMN
Bro tohir piye setuju gak?emoticon-Traveller
Bismillah lunas....
Ini jeleknya BUMN-BUMN kita, terutama yang ngerasa dilindungi oleh pemerintah, yang namanya BUMN itu sejatinya adalah badan usaha/perusahaan. Tugas perusahaan untuk negara sebagai pemegang saham adalah memberikan keuntungan, kalau berkali-kali ga untung malah utang numpuk, berarti udah ga guna, harus segera dipailitkan sebenernya dari dulu, karena malah jadi beban. Jajaran komisaris dan direksi yang dari dahulu kala seolah tidak tersentuh, gaji dan tunjangan selangit tapi ga ada mekanisme check and balance, dimanjain luar biasa sama perusahaan tapi hasil kerja nihil bahkan negatif, seharusnya kalau sampai merugikan negara, ya bisa dituntut juga oleh negara dong.

Sifatnya udah monopoli, tanpa saingan, tapi masih merugi, ga masuk logika. Istilahnya satu Indonesia pasti langganan sama PLN, ga ada perusahaan saingan, masih rugi juga? Dengan alasan beban bahan baku makin naek, hey, tarif juga naek terus! Ga ada alesan! Kalau memang merugi, banyak hutang, rombak semua jajaran direksi dan manajemen, restruktur itu struktur gaji mereka, jangan berlindung kalau memikirkan karyawan levelan staff. Karyawan juga evaluasi semuanya, samain aja kayak perusahaan, yang perform dipertahankan, yang ga perform silahkan cari yang lain, mungkin memang tidak cocok.
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan seenoevil memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Bukanya hutang dalam perusahaan itu terkesan "biasa" ya.

PLN juga nggak maen hutang2an klo nggak terplanning, karena yg memberi hutang mau memberi hutang berarti menurut analisis mereka, nih perusahaan masih baik baik aja dan bisa melunasi.

Ya kayak klo lu hutang di bank kan disurvei dulu tuh, ya gila aja ada yg mau memberi hutang 500T ke perusahaan sakit. CMIIW

emoticon-Cool
profile-picture
dalamuka memberi reputasi
DPR minta Pemerintah segera lunasi
Rakyat minta DPR dan pejabat lainnya kerja yg bener dan gak korupsi.
semoga utang pln cepet lunas dan tidak ada kesalahpahaman antara dpr dan pemerintah
bismillah komisaris pt mencari cinta sejati
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bisnis monopoli tapi ngaku selalu rugi & utang segunung
Tolol apa goblok?
Duit sebanyak itu 😳
Memang tinggal cetak duit buat bayar?
Mungkin harus bersih bersih direksi juga tuh gan
tinggal nyairin yang 11000 triliun di saku
Ga kaget lah bang kalau BUMN, hihi

Mari evaluasi diri aja, apakah salary yang didapat berkah apa enggak.
Halaman 3 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di