CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasihan! Tingkat Hunian Kamar Hotel di Bali Masih Rendah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/609007c5ee544d2f9667852d/kasihan-tingkat-hunian-kamar-hotel-di-bali-masih-rendah

Kasihan! Tingkat Hunian Kamar Hotel di Bali Masih Rendah

Kasihan! Tingkat Hunian Kamar Hotel di Bali Masih Rendah

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Maret 2021 mulai naik, baik secara bulanan atau tahunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto menjelaskan TPK hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2021 mencapai rata-rata 36,07% atau meningkat 3,83 poin jika dibandingkan TPK bulan yang sama tahun 2020, yang tercatat sebesar 32,24%.
"TPK hotel bintang naik tidak lepas dari perkembangan transportasi kita, baik itu domestik dan internasional," jelas Setianto dalam konferensi pers virtual, Senin (3/5/2021).

Persentase TPK tertinggi tercatat di Provinsi Gorontalo sebesar 49,67%, kemudian Provinsi Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara masing-masing 49,38% dan 48,86%. Sementara itu Provinsi Bali masih tercatat sebagai provinsi dengan persentase TPK terendah yaitu sebesar 10,24%.
Adapun TPK hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2021 terhadap Februari 2021 mengalami kenaikan sebesar 3,67 poin.

Secara bulanan atau dari Maret 2021 dibandingkan Februari 2021, hampir seluruh provinsi mengalami peningkatan TPK, kecuali di Provinsi Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Bengkulu, yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 6,72 poin, 0,98 poin, dan 0,92 poin.
"Kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 15,77 poin, diikuti oleh Provinsi DI Yogyakarta sebesar 13,55 poin, dan Sulawesi Barat sebesar 11,44 poin. Sementara itu, Provinsi Maluku dan Kalimantan Selatan mengalami kenaikan terendah masing-masing sebesar 0,30 poin dan 0,37 poin," ujar Setianto.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama bulan Maret 2021 sebesar 1,65 hari atau terjadi penurunan sebesar 0,18 poin jika dibandingkan dengan keadaan Maret 2020.
Berdasarkan klasifikasi hotel, TPK tertinggi bulan Maret 2021 tercatat pada hotel dengan klasifikasi bintang 2 dengan TPK sebesar 38,40%, diikuti oleh hotel bintang 3 sebesar 38,18%. Sementara itu, TPK terendah tercatat pada hotel dengan klasifikasi bintang 1 dengan TPK sebesar 24,46%.

Berikut TPK menurut klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2021:
- Bintang 1 sebesar 24,46% atau naik 5,02 poin jika dibandingkan Februari 2021
- Bintang 2 sebesar 38,4% atau naik 3,07 poin jika dibandingkan Februari 2021
- Bintang 3 sebesar 38,18% atau naik 4,09 poin jika dibandingkan Februari 2021
- Bintang 4 sebesar 36,52% atau naik 3,45 poin jika dibandingkan Februari 2021
- Bintang 5 sebesar 29,91% atau naik 3,54 poin jika dibandingkan Februari 2021

Adapun jika dibandingkan dengan kunjungan bulan Februari 2021, jumlah kunjungan wisman yang melalui pintu masuk udara bulan Maret 2021 mengalami kenaikan sebesar 80,76%.
Persentase kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau sebesar 166,67%, diikuti oleh Bandara Kualanamu, Sumatera Utara sebesar 164,71%. Sementara itu, Bandara Ngurah Rai, Bali justru mengalami penurunan 75%.
Berdasarkan pintu masuk laut, jika dibandingkan Februari 2021 naik sebesar 21,44%. Peningkatan tertinggi tercatat di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau sebesar 118,47%. Sementara di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau tercatat penurunan sebesar 100%.
Dari pintu masuk darat, jumlah kunjungan wisman bulan Maret 2021 mengalami peningkatan 5,17% jika dibandingkan dengan Februari 2021. Peningkatan yang signifikan sebesar 550% tercatat di pintu masuk Aruk, Kalimantan Barat, sedangkan pintu masuk Atambua, Nusa Tenggara Timur dan Jayapura, Papua mengalami penurunan sebesar 100%.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...i-masih-rendah
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan nomorelies memberi reputasi
ya muter2 aja gini terus...

begitu kasus turun, mulai wisata...

nanti wisata rame, ada yang kena... mulai ditutup lagi...



emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
vangoz dan Nevareth memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
bagaimana dgn hotel melati ?
makanya jangan cuma mendewa2kan wisman, sementara wisatawan lokal dipandang sinis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lontongpecell dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
Klo ginih pemerintah ndak ikud2 emoticon-Ngakak tapi masalah dapet duid banyak trus ngasik pajak nomor 1.
Diubah oleh mibmobz
Jadi solusinya apa ?
Pemerintah ?
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Kalo mau liburan ke Bali mending sekarang

Villa yang harganya 20 jutaan per malem bisa jatuh sampe 1-2 jutaan aja. Endingnya ya wisatawan dalem negeri yang nyelametin Bali.
kasihan tapi ya gimana lagi, belum sepenuhnya aman lhoh... entar kalo ada ledakan kasus malah lebih merana lagi emoticon-Sorry
Staycation ga diitung emoticon-Gila
Hotel bintang 4 yg biasa 1,8jt/mlm bisa 280-300rban

Ewita ewita dehh emoticon-Betty (S)
lagi bokek kok di suruh jalan-jalan sih
emoticon-Leh Uga
Wkwkwkwk . Gue tinggal di bali . Masih sepi gini . Temen temen gue masih banyak dirumahkan . Data darimana itu ???
profile-picture
profile-picture
gesermeja dan scorpiolama memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kasian sih ngapa juga orang pd dilarang pergi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Hotel bintang emang sepi.. Pada pindah ke private villa.. Termasuk wisdom juga keBali banyak yang nyari private villa..
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kasina ya? Ini tidak terlepas dari wisatawan domestik yang belum bisa berkunjung kesana..
Biasanya wisata domestik sekolah dinas dll


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di