CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ketum PBNU Said Aqil soal Investasi Miras: Qath'i, Teler, dan Sembrono
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/604204bfa04a1d2522443639/ketum-pbnu-said-aqil-soal-investasi-miras-qathi-teler-dan-sembrono

Ketum PBNU Said Aqil soal Investasi Miras: Qath'i, Teler, dan Sembrono

 Ketum PBNU Said Aqil soal Investasi Miras: Qath'i, Teler, dan Sembrono



TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj telah menyampaikan penolakan dari organisasinya terhadap lampiran Peraturan Presiden nomor 10 Tahun 2021. Beleid yang diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini berisi daftar negatif investasi atau DNI minuman beralkohol (miras) di empat daerah yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.

Tak hanya PBNU, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah organisasi keagamaan, ada juga sebagian masyarakat Papua yang turut menentang izin pembukaan keran baru bagi bisnis miras. Belakangan Presiden Jokowi memutuskan mencabut lampiran beleid tersebut setelah memperhatikan banyak masukan dari sejumlah pihak.

Tempo merangkum kembali 3 ucapan penting yang disampaikan Said saat menolak lampiran aturan tersebut. Berikut di antaranya:

1. Bersifat Qath'i

Said mengatakan ketentuan mengenai haramnya khamar alias minumen keras bersifat qath'i. Artinya, status haram tersebut sudah diterangkan dalam ayat yang jelas di Al-Quran dan tidak mungkin dicari jalan supaya halal.

"Ini sudah jelas terang benderang ada dalam Al-Quran," kata Said dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.

Hukum yang sama juga berlaku untuk hal yang wajib seperti salat hingga puasa. Ini berbeda dengan hukum untuk bunga bank yang masih menimbulkan perbedaan di kalangan ulama, apakah haram, halal, atau syubhat alias tidak jelas.

2. Bangsa Teler

Dalam kaitan fiqh, kata Said Aqil, kalau menyetujui sesuatu, berarti menyetujui dampaknya. "Kalau kita menyetujui adanya industri khamar, berarti kita setuju kalau bangsa ini teler semua," kata dia.

Padahal tanpa ada pabrik miras saja, kata dia, sudah banyak dampak yang ditimbulkan.

"Apapun alasannya, PBNU menolak investasi untuk industri khamar ini," kata dia.

3. Kelihatan Sembrono

Belakangan Presiden Jokowi memutuskan mencabut lampiran beleid tersebut. Keputusan ini disampaikan setelah beleid ini menimbulkan polemik di masyarakat.

"Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata dia di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 2 Maret 2021.

Said pun bersyukur atas keputusan tersebut dan menilai Jokowi sosok yang arif dan bijak. Meski demikian, Said berharap polemik akibat aturan semacam ini tidak terulang kembali.

"Jadi tidak kelihatan sekali semborono, sembarangan, tidak ada pertimbangan yang bersifat agama, etika, dan kemasyarakatan," kata Said Aqil. Meskipun ia yakin, aturan yang mengatur soal investasi miras tersebut bukan datang dari Jokowi sendiri.

link


Said mengatakan ketentuan mengenai haramnya khamar alias minumen keras bersifat qath'i. Artinya, status haram tersebut sudah diterangkan dalam ayat yang jelas di Al-Quran dan tidak mungkin dicari jalan supaya halal.

"Ini sudah jelas terang benderang ada dalam Al-Quran," kata Said dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.

Hukum yang sama juga berlaku untuk hal yang wajib seperti salat hingga puasa. Ini berbeda dengan hukum untuk bunga bank yang masih menimbulkan perbedaan di kalangan ulama, apakah haram, halal, atau syubhat alias tidak jelas.
profile-picture
dungu_83rat memberi reputasi
ya uda umat lu ga usa minum
beres kan?


melakukan kejahatan saat mabuk = salah miras
menjadi teroris sambil teriak password = ̶s̶a̶l̶a̶h̶ ̶a̶g̶a̶m̶a̶ salah orangnya

luar biasa

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kmaren ada agan kaskuser bilang bahwa pencabutan ini justru jadi negatif ke Islam, soalnya peraturan bakal balik ke zaman SBY di mana semua daerah boleh industri miras, sedangkan di perpres yang baru gagal, industri cuma boleh di beberapa provinsi...


Bener gak penjelasan di atas?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reep1000 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Analogi yg aneh..padahal ad pabrik rokok bukan brarti masyarakat di daerah tsb perokok smua, owner nya saja mgkn ga ngerokok.
profile-picture
profile-picture
reep1000 dan extreme78 memberi reputasi
Kalian ga nanya apa pendapat masyarakat bali, sulut, NTT, dan papua. Investasinya kan di daerah mereka. Jangan merasa mewakili rumah orang lain.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
secer dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Terusin aja sampai nanti muncul negara agama
Pajak dari miras kan dari dulu sudah dinikmati bersama emoticon-Big Grin

Telat protesnya emoticon-Malu
Lucu sekali pak pendapatnya, sekali lagi ini bukan negara agama, dan disini berbeda2....

Harusnya bapak paham siapa yg akan minum minol...

Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer

 Ketum PBNU Said Aqil soal Investasi Miras: Qath'i, Teler, dan Sembrono
Diubah oleh dungu_83rat
sebelum bicara miras why pak said aqil no bicara soal rangkap jabatan jadi komisaris utama pt kai? pt kai perlu orang latar belakang perkeretaapian bukan pesantren


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di