CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya,
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/600a2970facb954d3218e060/3-upaya-whatsapp-saat-mulai-ditinggal-penggunanya

3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya,

3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya,

Pada awal 2021, WhatsApp mengumumkan bahwa mereka akan memperbarui Ketentuan dan Kebijakan Privasi, yang berkaitan dengan pengelolaan data pengguna. Salah satu poin dari kebijakan baru tersebut adalah mengintegrasikan data pengguna WhatsApp dengan Facebook, yang merupakan induk perusahaan. Rencana pembaruan kebijakan ini menuai beragam reaksi dari pengguna aplikasi chat itu. Sebagian menilai, privasi mereka akan semakin berkurang dengan adanya kebijakan baru ini.

Eksodus pengguna WhatsApp
Imbas rencana kebijakan baru itu, banyak pengguna mulai melirik aplikasi chat dari pesaing-pesaing WhatsApp, seperti Telegram dan Signal, yang dirasa lebih serius menjamin keamanan privasi penggunanya. Tidak ingin ditinggalkan oleh jutaan penggunanya, WhatsApp kemudian menempuh sederet cara agar para pengguna masih mau bertahan menggunakan aplikasi berlogo hijau itu. Berikut upaya WhatsApp meyakinkan penggunanya:

1. Klarifikasi dari bos WhatsApp
Dalam sebuah wawancara dengan Campaign Asia, Senin (18/1/2021) Bos WhatsApp, Will Cathcart memastikan bahwa perusahaan menjamin privasi percakapan yang dilakukan para penggunanya. "Obrolan pribadi Anda dengan teman dan keluarga, termasuk grup, dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Kami tidak bisa melihat percakapan itu," kata Will. Dia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi perhatian dan masukan dari pengguna tentang privasi dan kemanan WhatsApp.

Namun, Will kembali menegaskan bahwa pembaruan kebijakan ini tidak akan memengaruhi percakapan pribadi yang dilakukan oleh pelanggan. "Sebagai gantinya, pembaruan ini mencakup perubahan yang terkait dengan pengiriman pesan bisnis di WhatsApp, yang bersifat opsional dan memberikan transparansi lebih lanjut tentang cara kami mengumpulkan dan menggunakan data," ujar dia. Will juga menjawab kekhawatiran pengguna, bahwa data pribadi mereka, seperti percakapan dan kontak, tidak akan dibagikan dengan Facebook, atau aplikasi lain dari Facebook.

Dia juga mengakui bahwa kalimat dalam notifikasi pembaruan kebijakan privasi yang diterima pengguna telah menyebabkan kebingungan dan kekhawatiran. "Kami menyadari pembaruan telah menyebabkan kebingungan dan kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk meyakinkan pengguna kami," kata Will. "Kami ingin menjelaskan kepada pengguna tentang komitmen mendalam kami terhadap privasi, dan kami tidak ingin bermaksud membuat orang-orang kebingungan," imbuhnya.



2. Tunda pemberlakuan kebijakan baru
Menyusul banyaknya sentimen negatif karena rencana pemberlakuan kebijakan privasi baru, WhatsApp memutuskan untuk menunda pemberlakuan kebijakan tersebut. Seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (17/1/2021) sebelumnya, WhatsApp menyatakan pengguna yang tidak mau menyetujui kebijakan privasi baru, tidak akan bisa menggunakan aplikasi itu mulai 8 Februari 2021. Pemberlakuan kebijakan itu akhirnya ditunda hingga 15 Mei 2021. WhatsApp juga mengatakan, tidak akan menangguhkan atau menghapus akun pengguna pada 8 Februari. Penundaan itu karena "kebingungan" dan "kesalahan informasi" seputar kebijakan baru tersebut, menurut keterangan di blog Whatsapp. Dikatakan pembaruan kebijakan baru hanya mencakup opsi baru bagi orang-orang untuk mengelola bisnis mereka di WhatsApp dan "tidak memperluas kemampuan kami (Whatsapp) untuk berbagi data dengan Facebook."



3. Pasang iklan di koran
3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya,

India adalah salah satu negara dengan populasi terbesar pengguna WhatsApp. Kontroversi tentang kebijakan baru ini pun juga terjadi di sana. Seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (20/1/2021) pengguna WhatsApp India dilaporkan banyak yang mulai menghapus aplikasi tersebut dari ponselnya dan pindah ke aplikasi pesan instan lain, seperti Signal dan Telegram. Melihat fenomena ini, WhatsApp tidak tinggal diam. Anak perusahaan Facebook itu mencoba meyakinkan penggunanya di India dengan memasang iklan di beberapa media cetak.

3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya,









profile-picture
Dsitumeang memberi reputasi
Di indiya koran masih laku ya emoticon-Amazed
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ane sih gak akan pindah dari whatsapp selama temen2 dan keluarga masih pake whatsapp.. kecuali klo mereka pindah ane ikutan dah.. emoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
orang tua yg udah pakai WA pasti akan sulit untuk pindah...
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
sekarang yg lagi rame BIP
iya pesan pribadi ga diliat sama mereka
tapi hal lain yg berbau pribadi tetap bisa mereka liat.

ayook la pindah
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Liat di playstore.. banjir bintang 1 sama bintang 3..
Kesempetan buat bbm mengembalikan kejaya an nya emoticon-Smilie
Diubah oleh direktur.muda


Point 3 dan 4 itu yang sangat bahaya (dari klarifikasi WA)

Ini pasti kedapan ada hubungannya dengan Perusahaan baru mereka yang bergerak di bidang Fintech, pinjaman uang tunai, dan atau belanja melalui WA bisnis korporasi yang dimana pengguna biasa non bisnis bisa meminjam sejumlah uang dari fintech Facebook

Sebaiknya memang pindah gan dari WA pelan-pelan, ga perlu buru-buru masih ada waktu 3 bulan. Bahaya ini perusahaannya si Mark

Jika memang itu terdampak untuk kepentingan WA bisnis, kenapa Terminnya juga ke pengguna biasa? seolah-olah ada agenda terselubung.

Gw bisa baca arahnya mau kemana ini WA. sebaiknya mulai ditinggalkan gan.

profile-picture
combustor memberi reputasi
Orang tua tahunya cuma whatsapp, kirimsms aja gk bs
akhirnya klarifikasi sana-sini wkwk
netisen maha kuasa bener
Padahal dulu orang tua pada susah payah belajar whatsapp ya sekarang malah udah mau pada pindah aja nih
Whatsapp kelabakan ternyata
WA menurut ane tuh aplikasi messenger overrated sih, cuma gara-gara grup kerjaan aja ane make WA, selama ini ane komunikasi make Tele doang bisa
Ikut arus ajah...


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di