CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PT Adaro Diduga Jadi Salah Satu Penyebab Banjir, Gus Umar: Erick Thohir Pura-pura
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6008230beaab250cfe3739d1/pt-adaro-diduga-jadi-salah-satu-penyebab-banjir-gus-umar-erick-thohir-pura-pura

PT Adaro Diduga Jadi Salah Satu Penyebab Banjir, Gus Umar: Erick Thohir Pura-pura

Di antara beberapa bencana alam yang terjadi di awal tahun 2021, banjir besar yang baru saja terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) kini menjadi sorotan berbagai pihak.

Salah satu pihak yang ikut berkomentar dalam menanggapi terjadinya bencana banjir ini adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar.

Dalam cuitan terbarunya, Gus Umar mengomentari tentang informasi yang menyebut bahwa perusahan batubara milik Menteri BUMN Erick Thohir diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Gus Umar menyebut, Erick Thohir pura-pura tidak membaca pemberitaan dan informasi yang beredar tentang nama perusahannya yang diduga turut berkontribusi membuat bencana banjir.

“Pak @erickthohir pura-pura nggak baca ini,” tulis Gus Umar sebagaimaan dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitternya, Selasa, 19 Januari 2021.

Pak @erickthohir pura2 gak baca ini. Wajarlah Kalsel banjirnya parah. Ini blm dibuka pegusaha lain. [url]https://t.co/UepcgqPmQv—[/url] Gus Umar Hasibuan (@UmarChelseaHsb) January 18, 2021
Lebih lanjut, ia juga menyebut bahwa sangat wajar bencana banjir besar itu terjadi karena banyaknya wilayah yang digunakan sebagai tempat industri tambang batubara seperti yang digunakan oleh keluarga Bakrie dan Erick Thohir.

“Wajarlah Kalsel banjirnya parah. Ini blm dibuka pegusaha lain,” imbuhnya.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Gus Umar menanggapi cuitan yang ditulis oleh akun Greenpeace Indonesia dalam akun Twitter @GreenpeaceID.

Dalam cuitan tersebut disebutkan bahwa PT Adaro milik keluarga Erick Thohir merupakan salah satu perusahaan tambang yang telah mendapat perpanjangan izin dan ‘kenikmatan’ UU Minerba.

“Lalu PT Adaro milik keluarga Erick Thohir (Menteri BUMN) yang memiliki konsesi tambang batubara 31.380 hektar di KalSel juga dapat perpanjangan izin.

"Tak hanya mengatur perpanjangan izin, UU Minerba juga mengatur fleksibilitas perluasan lahan hanya dengan persetujuan Menteri,” tulis akun @GreenpeaceID sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com, Selasa, 19 Januari 2021.

Tahun 2020, DPR & Pemerintah mengesahkan revisi UU Minerba di tengah Pandemi demi menyelamatkan industri tambang batubara. Bagaimana UU Minerba dan UU Cipta Kerja berkontribusi membuat bencana banjir seperti di Kalsel lebih parah dan lebih sering terjadi di masa depan? pic.twitter.com/IGbAmgekbP— Greenpeace Indonesia (@GreenpeaceID) January 18, 2021
Dalam cuitan sebelumnya, Greenpeace Indonesia juga menyebut bahwa UU Minerba dan UU Cipta Kerja telah memberikan kontribusi bagi terjadinya bencana banjir di Kalimantan Selatan yang diprediksi akan semakin parah dari waktu ke waktu.


“Tahun 2020, DPR & Pemerintah mengesahkan revisi UU Minerba di tengah Pandemi demi menyelamatkan industri tambang batubara.

"Bagaimana UU Minerba dan UU Cipta Kerja berkontribusi membuat bencana banjir seperti di Kalsel lebih parah dan lebih sering terjadi di masa depan?” tulisnya.

Selain nama Menteri Erick Thohir, akun Greenpeace Indonesia juga turut menyebut perusahaan milik keluarga Bakrie.

Perusahaan milik keluarga Bakrie tersebut adalah PT Arutmin, yang telah memperpanjang kontrak operasi dan memperluas lahan batu bara hingga 57.000 hektar.

“Salah satu perusahaan batubara yang baru saja merasakan ‘kenikmatan’ UU Minerba adalah PT Arutmin Indonesia, milik Bakrie Group, yang kontraknya diperpanjang untuk beroperasi dalam jangka waktu 2x10 tahun di lahan lebih dari 57.000 hektare di Kalimantan Selatan,” tulisnya lagi.

https://tasikmalaya.pikiran-rakyat.c...ak-baca?page=3

Masak sih gus umar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cengemerah dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Tukang batubara naek haji jg bnyak upssemoticon-Shutupemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nawuraha dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Benar itu, besok² ga usah nambang batubara karena itu dapat menyebabkan kerusakan lingkungan
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Banjir Kalsel, salah SBY
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kl ke Kalimantan plang PT. Adaro paling banyak
Adaro bukannya punya Uno?
profile-picture
profile-picture
qavir dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
PT Adaro Diduga Jadi Salah Satu Penyebab Banjir, Gus Umar: Erick Thohir Pura-pura
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PapayaPokpok dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Betjanda
Jamannya kebo apa mau dikate ya udah perbaiki lah.
Pantesan jaman kebo booming batubara dunia harga gila2 an pengusaha tambang pada kaya2 mendadak. Nyetor balik ke izin kehutanan sama izin gubernur. Kaya dah keboo diam2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogahruwet dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Gus Umar pura pura ga tau kalau ada wak haji juragan sawit di sana
Apakah karena ada gelar haji nya? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogahruwet dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
tinggal kumpulin bukti saja si gus umar, kasih ke pengadilan, dari pada cuma koar koar di twitter.

jangan jangan nih si gus ada "udang di balik bakwan" :-D

lagi pula kan di undang undang minerba ada klausul reklamasi lahan 100% dan harus setor uang jaminan pasca tambang.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogahruwet dan 2 lainnya memberi reputasi
Yang penting punya duit banyak, bener gak?

Katanya harus kaya dulu kalo mau jadi orang baik.... emoticon-Big Grin
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh kaiserwalzer
Yah, klo urusannya sama menteri bakal diam pasti. Bnr atau gak cuma Erick thohir yg bisa ngomong
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Pokoknya salah sby!!! emoticon-Mad
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sebentar, agak bingung sih... Gus Umar bukannya tokoh dari NU ya ? Kenapa komentarnya jadi ke arah batubara ? Dari tokoh agama, mengomentari tentang batubara rasanya tuh ada sesuatu yang aneh, seperti kode (maksud) tersembunyi....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogahruwet dan 2 lainnya memberi reputasi
Sukanya kok menduga-duga. emoticon-Big Grin

Yang gelar haji gak kesenggol, Gus? emoticon-Ngakak

Cari aman ya Gus?
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan jims.bon007 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Gw kalau asses wilayah kalimantan suka bingung..
Client bilangnya titik perusahaannya ini. Tapi liat di google earth yg tahun 2020 pun masih hutan belantara..
Apa secepat itu bangun2 tambang itu ya?
jangan lufa itu yang tukang buldozer banyak juga tambangnya
Adaro energi

Gali perut bumi sampai jebol.....emoticon-Hammer2
Tambang itu cm berapa persen dr luas hutan yg dibabat sih?

Gw ga yakin tambang jd penyebabnya..

Gw lebih yakin ke arah kebon sawit

Gila itu kebon sawit di kalimantan luas2 bgt.. tanahnya jg keras2.
profile-picture
gesermeja memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Busyet Erick baru masuk kena apesnya..
Awas Rick dijebak macem Pertamina sama PLN nih, dahlan tanda tangan terjebak, karen setuju merugi terjebak.
gus umar mah kadrun , temen 1 organisasi soalnya ama gw , dlu jadi staff ahli mendagri tpi di sosmed kerjaanya jelek2 in pemerintah .wkwkwkkw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anak manis dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di