CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
RS Penuh, Tiap Hari 8 Nakes Gugur, LaporCovid: Bom Waktu di Depan Mata
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60052cf610d295492c5a2523/rs-penuh-tiap-hari-8-nakes-gugur-laporcovid-bom-waktu-di-depan-mata

RS Penuh, Tiap Hari 8 Nakes Gugur, LaporCovid: Bom Waktu di Depan Mata

RS Penuh, Tiap Hari 8 Nakes Gugur, LaporCovid: Bom Waktu di Depan Mata


LaporCovid-19 dan dan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menyebutkan jika kondisi pandemi Corona di Indonesia makin mengkhawatirkan. Bahkan, berdasarkan laporan mereka, seorang pasien yang terkonfimasi positi Corona di kawasan Depok, Jawa Barat meninggal dunia saat hendak menumpang taksi online lantaran sejumlah rumah sakit di sana penuh.

Fakta itu dipaparkan Dokter sekaligus sukarelawan LaporCovid-19, Tri Maharani, Senin (18/1/2021).

"Pada 3 Januari 2021, warga meninggal di taksi daring setelah ditolak di 10 RS di daerah Depok, Jawa Barat," kata dia.

Tri menjelaskan sejak akhir Desember hingga awal Januari 2021, LaporCovid19 mendapatkan total 23 laporan kasus pasien yang ditolak rumah sakit karena penuh, pasien yang meninggal di perjalanan, serta meninggal di rumah karena ditolak rumah sakit dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Antisipasi kolapsnya layanan Kesehatan dilakukan seadanya. Apalagi, sepanjang bulan Desember 2020, mobilitas penduduk cenderung meningkat dengan adanya libur panjang dan pelaksanaan Pilkada," jelasnya.

Kolapsnya rumah sakit ini dikhawatirkan juga membuat tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 semakin banyak atau bahkan sampai gugur.

Data LaporCovid-19 hingga Kamis (14/1/2021), jumlah tenaga kesehatan yang meninggal telah mencapai 618 orang.

Padahal, pada tanggal 5 Januari 2021, jumlah korban jiwa sebanyak 540 orang. Ini berarti terjadi penambahan 78 kematian nakes dalam 10 hari, atau rata-rata terdapat 7-8 tenaga kesehatan meninggal tiap harinya.

"Bom waktu di depan mata," ucap Tri Maharani.

LaporCovid-19 dan CISDI menyerukan situasi darurat layanan kesehatan agar masyarakat dan pemerintah memahami kondisi di rumah sakit yang penuh. Penambahan tempat tidur saja dirasa tidak cukup karena tenaga kesehatan jumlahnya terbatas.

Pemerintah juga harus menyediakan sistem layanan informasi yang real time mengenai ketersediaan ICU dan ruang isolasi Covid-19 di rumah sakit agar masyarakat yang membutuhkan perawatan tidak harus menghubungi rumah sakit satu per satu.


Sumber





Tenang Kapasitas Fasilitas Kesehatan di Indonesia TIDAK TERBATAS!

emoticon-Jempol emoticon-2 Jempol emoticon-Wagelaseh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pein666 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
MUKE GILE BRAY
profile-picture
lucid memberi reputasi
Innalillahi wa innailaihi roji'uun.
profile-picture
pilotugal2an541 memberi reputasi
OTG atau gejala ringan sebaiknya isolasi mandiri saja di rumah
Utamakan RS untuk pasien emergency
dah ampir setahun kesadaran tentang wabah ini masih minim
saudara gw tahun kemarin masih aman tahun ini dah ada yang meninggal kena covid
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
kalo kata pleciden kita bersukur ya
mati idup ditangan pleciden
profile-picture
odjay05 memberi reputasi
bersyukur tidak totdown emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
LaSeixas dan 2 lainnya memberi reputasi
halah.. yang penting TIDAK TOTDOWN emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
byakyo dan kaiserwalzer memberi reputasi
Coba si Ribka suruh baca berita ini
Semua bersalah baik pemerintah maupun warga

Jok, lokdon jok..
RS Penuh, Tiap Hari 8 Nakes Gugur, LaporCovid: Bom Waktu di Depan Mata



mini lockdown bijimane nih emoticon-Bingung


Quote:


RS Penuh, Tiap Hari 8 Nakes Gugur, LaporCovid: Bom Waktu di Depan Mata
Katanya Nakes diprioritaskan Vaksin, kok banyak yg gugur juga
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nih ada ahli epidemiolog ngasih saran..

RS Penuh, Tiap Hari 8 Nakes Gugur, LaporCovid: Bom Waktu di Depan Mata
Kemenkes yang sekarang peduli enggak tuh sama nakes.. insentif yg dijanjikan di periode menkes sebelumnya apakah akan dilanjutkan atau distop? Temen ane jd nakes lg sekolah.. katanya meski jam kerja 36 jam non stop, tidur kurang, dll dipekerjakan melayani pasien covid jadi garda terdepannya... yg nangani langsung, bukan yg instruksi2 via telp aja.. karena statusnya lg sekolah ga dapet gaji samsek cui.. statusnya sekolah tp boleh dibilang sekolahnya dalam bentuk pelayanan dan kerja...

Mendingnya kebijakan menkes sebelumnya ada ngasi sedikit insentif covid, meski masih ngeri2 jg karena ada teman yg seusia muda pada kena diintubasi, ada yg meninggal dll minimal terasa dihargai sedikit..

Entah kebijakan menkes yg baru ini bagaimana.. takutnya kalau bankir malah mikirnya cuma hemat biaya.. belum tau dia kalau nakes yg sekolah pada ngajuin cuti sekolah ini baru kolaps beneran.. garda terdepan selama ini ya yg usia2 muda kagak digaji samsek itu.. kalau situasi mulai horror pada meninggal satu2.. sementara pemerintah ngegaji aja kagak malah bayar uang sekolah, ya jangan nyalahin pada cuti sekolah dulu... nunggu situasi aman dulu setahun ke depan baru lanjut sekolah kan gak apa2..

Heran aja sama negara ini nakes yg sekolah tp diminta bekerja malah ga ada insentif samsek beda sama negara lain kayak malaysia, filipina apalagi di barat... disini udah rahasia umum kalau mampu sekolah malah diporotin duitnya..
mang kalo lokdon mao ngandelin ape loe drun
wong bangsos aje diembatemoticon-Leh Uga
+62. Kawasan yg aneh bin ajaib. Apalagi fauna2 nya.

emoticon-Ultah
Kapan hari ada yang bilang kalau nakes Indonesia jumlahnya cukup banyak ...
Entah apa maksudnya ...
emoticon-Ngacir
RS Penuh, Tiap Hari 8 Nakes Gugur, LaporCovid: Bom Waktu di Depan Mata
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di