KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Eddy Hiariej: Pidana untuk Penolak Vaksin Covid-19 Sifatnya Ultimum Remedium
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6002f88e4601cf22c85f91b5/eddy-hiariej-pidana-untuk-penolak-vaksin-covid-19-sifatnya-ultimum-remedium

Eddy Hiariej: Pidana untuk Penolak Vaksin Covid-19 Sifatnya Ultimum Remedium

Eddy Hiariej: Pidana untuk Penolak Vaksin Covid-19 Sifatnya Ultimum RemediumTEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy Hiariej mengatakan sanksi pidana dan denda yang bisa dijatuhkan kepada mereka yang tetap tolak vaksin Covid-19 bersifat ultimum remedium. Sanksi itu, kata dia, merupakan upaya paling akhir dalam menegakan hukum pidana, bila pranata hukum lainnya sudah tidak bisa berfungsi.

“Di situ berfungsi sebagai senjata pamungkas atau dalam doktrin hukum pidana disebut sebagai ultimum remedium,” kata Eddy dalam diskusi daring Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada, Sabtu, 16 Januari 2020.

Eddy mengatakan meski bisa dipidana, namun pemerintah sama sekali tidak berniat untuk memenjarakan orang yang tidak mau divaksin. Dia mengatakan terlepas ada tidaknya sanksi, tujuan vaksinasi Covid-19 adalah melindungi masyarakat secara keseluruhan.

Dia bilang bila ada masyarakat yang tidak mau divaksin, maka harus dilakukan secara persuasif. Dia mengatakan masyarakat harus diyakinkan bahwa vaksinasi penting untuk diri sendiri dan orang lain. “Karena harus diingat, ketika setiap orang melaksanakan haknya di situ timbul kewajiban untuk mengehormati hak orang lain,” kata dia.

Eddy mencontohkan rencana vaksinasi di Australia. Di negeri kanguru itu tidak mewajibkan masyarakatnya untuk menjalani vaksin Covid-19. Akan tetapi, pemerintah Australia membatasi sejumlah hak untuk orang yang tolak Vaksin Covid-19. Beberapa di antaranya, mereka dibatasi untuk naik pesawat dan transportasi publik lainnya atau bahkan dibatasi berada di tempat publik lainnya. “Jadi tetap ada pembatasan, karena ini dalam rangka menghormati orang lain yang berhak mendapatkan perlindungan kesehatan,” kata dia.

https://nasional.tempo.co/read/14238...m/full?view=ok

Jadi jelas yakkkk....

Semua berdasarkan term kondisi...

Bagi anti vaksin tentu ada resiko yg di tanggung nantinya dan paling terakhir di pidanakan.
Setelah melewati tahap2 sanksi sebelumnya dan melihat kondisi kegentingan saat itu.

Ah elah tak percuma ane sekolah tata boga ini mah emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr1 dan 10 lainnya memberi reputasi
Boleh milih merk vaksin disuntik gak yah.
atut ama merk merk yg efek sampingnya rada berbahaya
emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
selldomba dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Quote:


Silahkan pakai yang ini, gan..

profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan cPOP memberi reputasi
Beberapa di antaranya, mereka dibatasi untuk naik pesawat dan transportasi publik lainnya atau bahkan dibatasi berada di tempat publik lainnya. “Jadi tetap ada pembatasan, karena ini dalam rangka menghormati orang lain yang berhak mendapatkan perlindungan kesehatan,” kata dia.


Lah pake vaksin kan biar kebal, kl yg udah vaksin ngapain takut sama yg blm vaksin?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
selldomba dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Ntar digugat ke MK
~pengacara kadrun



emoticon-Ngacir
kalo menolak sinovac gimana?
apa bakal dibuldozer karna menolak barang cina??
profile-picture
selldomba memberi reputasi
ada asuransi khusus gak nih? vaksin baru, pasti bakal punya efek yg beda ke setiap orang

kalo ujung ujungnya disuruh pake bpjs, ya salam. met antri aja sambil meregang nyawa
profile-picture
profile-picture
selldomba dan Aparatkaskus memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Eddy mencontohkan rencana vaksinasi di Australia. Di negeri kanguru itu tidak mewajibkan masyarakatnya untuk menjalani vaksin Covid-19. Akan tetapi, pemerintah Australia membatasi sejumlah hak untuk orang yang tolak Vaksin Covid-19. Beberapa di antaranya, mereka dibatasi untuk naik pesawat dan transportasi publik lainnya atau bahkan dibatasi berada di tempat publik lainnya. “Jadi tetap ada pembatasan, karena ini dalam rangka menghormati orang lain yang berhak mendapatkan perlindungan kesehatan,” kata dia.





Kesimpulannya
Aussie = menyelesaikan masalah dengan cara win2 solution
Indo = bayar BuzzeRp buat goblog2in & ngadrun2in org yg ga mau vaksin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masfuad2015 dan 4 lainnya memberi reputasi
Eddy Hiariej: Pidana untuk Penolak Vaksin Covid-19 Sifatnya Ultimum Remedium
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan selldomba memberi reputasi
Antara MenkumHAM dan Wakil MenkumHAM bisa beda pendapat soal pemberian sanksi pidana bagi rakyat yang tidak mau divaksin. Duh...duh...

Tapi gini, ngak perlu ada sangsi, yang penting kasih edukasi yang baik tanpa henti kepada rakyat.

Sanksi pidana itu baiknya buat pihak atau orang yang sengaja kasih info hoax kepada rakyat terkait Vaksinasi.

profile-picture
selldomba memberi reputasi
Anak TK aja mau divaksin. lah udh dewasa gamau divaksin karena alasan kematian/keracunan ataupun mati konyol.

Mau tau kaga contoh mati konyol ky gimana?

Nyerang aparat cmn gegayaan bawa senpi
Gasebut merek contohnya pake gamis emoticon-Marahemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan Andirujak memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Conthol ah, hukum ditegakkan pandang bulu. Itu coba si ribka dihukum ga nanti?dia kan ga mau divaksin
profile-picture
selldomba memberi reputasi
Diubah oleh Aparatkaskus
Kalau rakyat biasa nolak vaksin, ngga perlu juga dipenjara. Mungkin kaya aussie aja.
Tapi kalau politisi, tokoh masyarakat dan publik figur koar2 nolak vaksin, perlu dibui. Karena mereka punya penharuh ke masyarakat. Jadi mestinya ribka langsung dikarungin, biar tidak memberi pengaruh buruk ke masyarakat
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
wooghhhh


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di