CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat: Keputusan Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Buat Internal Polri Gusar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/600178b2c820847da5387680/pengamat-keputusan-jokowi-tunjuk-listyo-sigit-buat-internal-polri-gusar

Pengamat: Keputusan Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Buat Internal Polri Gusar

Pengamat: Keputusan Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Buat Internal Polri Gusar

Pengamat Kepolisian, Bambang Rukminto, menilai keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mengajukan nama Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri tunggal telah membuat gusar internal Polri.

Sebab, Jokowi telah mengambil keputusan dengan memotong generasi. Bahkan ini sudah kali kedua, setelah mengangkat Jenderal (Purn) Tito Karnavian terdahulu.

"Dua kali keputusan memotong generasi tentu saja membuat gusar internal Polri. Bahwa kultur yang baik, di mana hubungan senior dan junior itu tetap ada dan harus dijaga," kata Bambang saat dihubungi pada Jumat, 15 Januari 2021.

Selain itu, Bambang melihat tak ada yang istimewa dari rekam jejak Listyo Sigit. "Sudah menjadi rahasia umum jika ada hubungan spesial antara presiden dengan Listyo," ucap dia melanjutkan.

Tak hanya kegusaran, hal tersebut akan menimbulkan hambatan psikologis bagi pejabat lainnya untuk bersikap profesional. Bambang mengatakan, semangat membangun karir dengan prestasi akan menurun, dan justru tergantikan dengan berlomba-lomba merapat ke politisi.

"Mereka akan berpikir tak perlu lagi berprestasi. Cukup dekat dengan politisi saja toh karir dijamin akan sampai puncak. Ini sangat berbahaya bagi pembangunan SDM (sumber daya manusia) Polri yang kompeten dan berintegritas," ujar Bambang.

Jokowi menyerahkan nama calon Kapolri kepada DPR yaitu Listyo Sigit Prabowo sebagai pengganti Idham Azis yang bakal pensiun pada 1 Februari 2021. Listyo Sigit pun bakal menjalani uji kepatutan dan kelayakan pada pekan depan.

Nama Listyo merupakan bagian lima nama yang diusulkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden pada Kamis, 7 Januari lalu. Mereka di antaranya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Komisaris Jenderal Boy Rafly Amar, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, dan Komisaris Jenderal Agus Andrianto. Presiden kemudian memilih satu nama untuk dikirim ke DPR agar mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri. Ia akan menggantikan Jenderal Idham Azis sebagai calon Kapolri.

Sumber: https://www.google.com/amp/s/nasiona...al-polri-gusar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nirankara dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
emang ada manuver politik yang bisa menyenangkan semua pihak?

mo junior mo senior, kalo nyalon yang ga kepilih ya jelas dongkol

itu sudah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MWIMRSNAIL dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bambang Rukminto ini siapa? pernah jadi polisi?

Kok dia tau apa yg ada dipikiran internal polisi?

Tuhan?

Atau cuma opininya aja dibalut dgn kata2 "mereka akan berpikir".
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MWIMRSNAIL dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ada benarnya juga yang dibilang sama pengamat kepolisian tersebut, tapi ya suka² presiden aja
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 22 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 22 balasan
Ga cuma di Polri. Di BUMN pun demikian.
Semua org berlomba lomba dekat dengan pimpinan untuk memudahkan ngelobby untuk promosi tapi ga ada prestasinya.
Hasilnya apa? Dapet promosi walau Ga ada prestasinya. Bangsadd memang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalo gak boleh motong generasi, buat apa kompolnas ngusulin nama dia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Ini sebenernya menantang sel2 teroris buat keluar, tinggal dihabiskan!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 4 lainnya memberi reputasi
kubu - kubuan emang udah jadi lumrah...
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan gabener.edan memberi reputasi
Gaya lo bambangemoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
pengamat apa provokator
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan gabener.edan memberi reputasi
Karena Jokowi ini suka mereka yg berani
Background kabareskrim mah udah tanda2 calon
Apalagi ini tahun 2021
Tahun ketika pemerintah merasa cukup selama ini udah jd karung samsak doank
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan gabener.edan memberi reputasi
tito potong jalur
krn emng top dan jenius
semua mengakui itu
profesor pula

lah listyo, cuma ajudan kok, krn faktor oslo saja
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan gabener.edan memberi reputasi
siapa lagi nih pengamat ...

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
albi00 dan 3 lainnya memberi reputasi
Mosok sih
Wkwkwkkkk
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Mungkin maksudnya rotasi pengangkatan..ga cuma dari jalur tertentu saja. Ibarat di TNI itu maunya yg jadi Panglima gantian dari AD, AU dan AL.
Kapolri yg mungkin sering naik dari Kapolda DKI, atau Kabareskrim. mungkin maksudnya bisa coba opsi Kapolda lain atau Div Humas, Ditlantas, dsb.
Kl masalah angkatan ya susah..udah kebanyakan personil.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan gabener.edan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
biasalah itu. didalam internal organisasi manapun pasti ada kubu2an. tergantung siapa yg bisa menjilat licin atasan, bakal dapat jabatan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Pengamat baru keluar dari goa...

"Mereka akan berpikir tak perlu lagi berprestasi. Cukup dekat dengan politisi saja toh karir dijamin akan sampai puncak. Ini sangat berbahaya bagi pembangunan SDM (sumber daya manusia) Polri yang kompeten dan berintegritas," ujar Bambang.


kapolri itu jabatan politik dan semua perwira tinggi polisi tau itu sejak dulu.

Ini kasus paling membuat resah internal polisi di buat oleh rezim SBY.

Pengamat: Keputusan Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Buat Internal Polri Gusar

Di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pernah terjadi pangkat seorang jenderal melenting dua tingkat hanya dalam 18 hari. Kepentingan politik penguasa untuk menunjuk Kapolri jadi penyebab. Padahal, kepentingan politik justru merusak profesionalitas Polri. Menurut Bambang, proses politik dalam menentukan Kapolri telah menjadikan personel kepolisian tidak berkompetisi secara sehat di dalam karier melalui proses profesionalisme yang mereka bangun sendiri.

tirto.id - Jenderal (Pol) Timur Pradopo barangkali bisa disebut polisi paling beruntung di negeri ini. Bagaimana tidak, hanya dalam rentang 18 hari, bintang di pundaknya bertambah dua. Selepas naik menjadi Komjen atau bintang tiga pada 4 Oktober 2010, Timur Pradopo naik jadi bintang empat pada 22 Oktober. Kenaikan pangkat itu berbarengan dengan pelantikannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Loncatan karier seperti yang dialami Timur Pradopo, Kapolri periode 2010-2013 itu memang tidak mungkin terjadi jika tidak dilatarbelakangi kepentingan politik. Presiden SBY agaknya lebih memilih Timur Pradopo ketimbang kandidat lainnya. Kenaikan pangkat instan pun dilakukan agar Timur Pradopo bisa melenggang menjadi Kapolri.
Padahal, sebenarnya saat itu Kompolnas telah mengajukan dua nama Komjen kepada Presiden SBY sebagai kapolri pengganti Bambang Hendarso Danuri yang pensiun pada 10 Oktober 2010. Kedua calon itu adalah Komjen (Pol) Nanan Sukarna yang menjabat Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) dan Komjen (Pol) Imam Sudjarwo Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri.
“Dia (Timur Pradopo) dari bintang dua langsung naik ke bintang tiga dan bintang empat untuk menjadi Kapolri di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Langkah seperti itu harusnya tidak dibenarkan," kata Bambang Widodo Umar, pengajar Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian, Universitas Indonesia, kepada Tirto.id.

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan andika.1stravel memberi reputasi
Diubah oleh gabener.edan
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
As[[i][/]tajim yg boneng nih pak bambang emoticon-Kagets


Pengamat: Keputusan Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Buat Internal Polri Gusar
Diubah oleh MahoImperator
Suka2 yg jadi Presiden.
Ga terima? Silahkan mewek berjemaah. Diijinkan dan halal.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan andika.1stravel memberi reputasi
Pak Boy Rafly Amar masuk rekomendasi tapi yang gak terpilih pak presiden ya, dulu sering lihat wara-wiri jadi narasumber di tipi deh 😬
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Bener juga sih.. tp ya presiden punya pertimbangan lah
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di