CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Dendang Ilalang di Padang Lengang (Kumpulan Puisi Elegi)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db507b1facb954a8a4971cd/dendang-ilalang-di-padang-lengangkumpulan-puisi-elegi

Dendang Ilalang di Padang Lengang (Kumpulan Puisi Elegi)

Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 5
Quote:


Rindu akan sapamu
Rindu menyapa sahabatku emoticon-Jempolemoticon-Big Kiss
Quote:


Seperti beramai merubungi dan menyumbang membubuhkan bumbu ke hidangan bangkai.

Bagi penikmat ghibah.
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Waktu tak pernah peduli ratapan lantang
Keluhan kita agar tak berlari terlalu kencang
Tak melihat senyummu membekukan pandang
Selaksa hari pun terasa kurang

Satu dan lainnya tertawa bercengkerama
Hingga merasa muda dengan lebih lama
Jauh, tetapi tanpa bincang berteriak
Oleh sebab kita telah erat terikat jarak


15 Maret 2020
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Mentari Menghilang di Balik Singgalang

Ada wajahmu tersenyum mengambang
Di antara gemawan dan lembayung yang perlahan hilang
Dan aku yang tertegun akan kerlip gemintang

Dalam mangu dan rindu yang beriringan
Senja dan selendang bayu bergandengan tangan
Seraya mata nan sayu pejam perlahan
Merasakan hadirmu dalam pelukan

15 Maret 2020
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Aku dan Hujan

Adakah kaudengar suara hujan yang turun?
Aku mendengar tiap tetesnya yang meresonansikan kenangan, melagukan rindu, memanggil yang tersimpan dalam

Apakah kau seorang diri?
Aku menyendiri di sisi malam yang menggetarkan ini, daun yang basah melambai berat meneteskan air, menyapa jari kakiku, merasakan dingin yang mengundang sedih

Kau tertidur lelap di sana?
Aku sedang beristirahat dari hiruk pikuknya beban, melepas sejenak kesakitan, mendiamkan ketidaksetujuan

Kau melepas malam dengan mimpi
Aku menunggui malam hingga ke tepi

5 April 2020
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Menatap hampa udara suram
Daun kering yang gugur dan jatuh
Tanpa ada angin yang membawa arahnya
Akankah masih berguna nanti
Sebentar lagi atau suatu masa kelak?

Seperti diriku yang sendiri
Teronggok di sudut ruang tak tersapa
Tanpa ada mata yang menopang di bahuku
Akankah mampu berguna nanti
Sebentar lagi atau suatu masa kelak?

Aku tak hilangkan setia dengan sia
Walau menanti hingga mati rasa
Karena yakin semua akan terjawab
Sebentar lagi atau suatu masa kelak

2007
Diubah oleh elvici
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Aku termenung di bawah langit yang kasmaran
Terus memancarkan rona dan tak pernah kehilangan warna
Liuk bayangan menimpa
Menghapus jengah dan air mata yang tak jadi tumpah
Segala doa rekah dan khidmat
Tertegun pada pesona malam yang nirmala

18 April 2020
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Dalam penat yang tak berpeluh
Dan denyut yang terasa menyakitkan
Dibelai embusan napas alam
Dan binar yang pelan makin memudar

Rindu tak singgah malam ini
Ia mengetuk pintu rumah di seberang jalan

26 April 2020
romansa 😊
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Ombak

Hai, ombak, membawa aku datang dan pulang
Telapak berpasir menapaki bebatuan, berlindung di balik perannya, menantang perih dan tajam hunjam tak berperi
Aku menumpang tenang, menumpang damai dekatmu

Ketika gelap meragukan pandanganku
Matahari terbit di dasar samudra itu
Gelombang tak henti menari, melirik, tetapi seolah tak pedulikan nanar mataku
Bersahabat dengan angin, bercumbu dan berjalin tangan

Ia pongah sekaligus rendah hati
Aku mengagumi kelembutan tubuh, buih dan liukanmu
Menempaku belajar kukuh
Aku malu mengutarakan keluh
Ialah ombak
Serimala batu karang dan tepian

31 Juni 2020
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Hatiku kaku
Rindu sapaan kata dan diksi
Kala diramu

Bahwa
Kuingin jadi sahaja
Dalam dunia

Bahagia itu kurasa
Sederhana
Menyiram sukma
Hilang gulana


24 Juli 2020
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Aku telah lama diam
Sebisu pagi yang biru
Telah sulit aku meramu kata
Telah kelu aku memadu aksara
Pun hanya sekadar lemparkan sapa
Atau menjawab senyum ramah
Sekeras keinginan
Sekeras itu pula hambatannya


2007
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Noktah Rindu

Dengar, titik-titik hujan membentuk irama, membangunkanku
Setelah lelap dalam ninabobo dengkur dan napasnya
Lihatlah, sang hari menyapa lagi
Menguapkan mimpi buruk dan segala kekhawatiran akan esok nanti

Perhatikan, bulir-bulir embun menyimpan kecupan semalam
Masih terasa ranum pandangmu dalam tatapanku
Manis, semanis cinta pertama
Diabadikan oleh noktah-noktah sari bunga yang terlindung mahkota

Bangunlah, buka jendela kamarmu agar kedinginan pergi
Tataplah di sana, pada kuntum mawar kutitip senyum selamat pagi
Padamu, wahai engkau penghuni hati

~elvici~

Awal hari 10 November
05.02 WIB
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Di Akhir Bulan Itu

Pada lelah yang hinggap di penghujung hari
Selarik sapa berubah memendar pelangi
Menemani sepi di masing-masing sisi
Yang terasing di singgasananya sendiri

Diiring hujan di awal jatuh setelah lama pergi
Memberi nilai pada sunyi yang kian terisi
Meluruh jerih dan lelah oleh tarian jemari
Melebur nestapa yang mengungkung diri

Untaian kata melantunkan segala cerita
Kerap menyapa hingga rasa terbiasa
Saling merangkai irama napas di telinga
Mengantar tidur kepada terjaga saat pagi tiba

Takjub pada nyata yang hampir serupa
Melemah menyerah pada getar di dada
Menguatkan segala tentang suatu masa
Tegak menanti hal indah pada waktunya

~elvici~
Malam, 29 September 2020
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Jaga hatimu
Ia adalah pusat datang dan perginya rasa bahagia hingga nestapa
Apakah akan terus kau isi dengan tangis duka dan ratapan-ratapan lara?
Kau menua tanpa terasa
Hidup ini singkat
Teramat berharga
Ayo, cari dan teriakkan bahagiamu!

12 Januari 2021
Dendang Ilalang di Padang Lengang
(Kumpulan Puisi Elegi)

Resonansi Kenangan

Hujan memang menurunkan segala rindu dan rasa yang dahulunya menguap
Hujan mengembalikan apa yang dahulu telah kausangka lenyap
Hujan mengguyurmu tanpa ampun hingga kau terdiam senyap

Hujan adalah sesuatu yang romantis sekaligus mistis
Hujan dapat mengiris hatimu perlahan tipis dan menipis
Membangkitkan kenangan yang kau sangka telah terkikis

Hujan menuntunmu beringsut dan memeluk rapat
Dia yang kini memiliki hatimu dan mengikat erat
Tenggelamkanmu ke dalam dekapan cinta yang bukan sesaat

Hujan bukan sekadar titik air yang turun rintik
Ia mampu membunuhmu terjebak dalam lilitan kumparan cinta yang pelik
Pun membawa sukacita hingga dapat mengurai polemik

Aku menyukai aroma petrikor yang langka
Magis yang dibawanya merasuk kisi-kisi jiwa
Menggugah kenangan yang mati suri dalam dinding raga
Mendampingiku berkontemplasi melebur keluh pada jagad raya


22 Januari 2020
Halaman 5 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di