CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Berkhayal kehidupan yang baik, kenyataannya sebaliknya. Pendapat ente ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fdc67e6e83c721325516eac/berkhayal-kehidupan-yang-baik-kenyataannya-sebaliknya-pendapat-ente

Berkhayal kehidupan yang baik, kenyataannya sebaliknya. Pendapat ente ?



Saya benar-benar tidak paham lagi dengan hidup saya. Saya bukannya bersyukur, saya malah berusaha termotivasi setiap hari. Namun,lama kelamaan saya merasakan bahwa semua itu hanyalah khayalan dan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Saya akan menjelaskan sedikit kronologi singkat kehidupan saya. 

Masa SD
Saya merupakan anak yang pendiam sehingga tidak punya teman. Saya seringkali iri melihat teman SD saya yang bisa disukai cewe2 karena dia anak basket. Karena itulah, saya mulai hobi basket. Namun, karena saya tidak punya teman. Akhirnya, saya main sendiri di lapangan basket seperti bocah malang. Saya bersabar karena menganggap masa SMP bakalan lebih cerah karena sudah remaja.

Masa SMP
Karena saya tidak mau lagi jadi pendiam karena sangat kesepian, maka saya berusaha untuk melucu. Membuat teman sekelas saya tertawa. Dan, hasilnya pun berhasil, namun saya justru dibully karena dianggap aneh. Saya pun akhirnya bersabar berharap masa SMA dimana masa dewasa itu masa paling enak, katanya. 

Masa SMA
Akhirnya, saya mulai berubah sikap menjadi sosok yang gentle. Saya mulai bicara seadanya, menjaga penampilan, sikap, dll. Namun, hal itu tidak mengubah hidup saya ke arah yang lebih baik. Saya malah sekelas dengan geng preman di sekolah. Setiap hari saya malah dibully, saya pernah mencoba melawan 7 orang. Namun, sudah bisa ditebak saya kalah. Lebih parah lagi, guru tidak mau membela saya. AKhirnya, saya bersama 7 murid lainnya itu mendapatkan hukuman. 
Saya mulai depresi, saya akhirnya belajar beladiri dan bercita-cita menjadi seorang aktor laga seperti Jackie Chan sehingga saya bisa dipandang tinggi dan tidak dibully lagi. Saya ingin merantau ke Jakarta agar mengubah hidup 100%. Meninggalkan semua jejak-jejak sakit itu. 

Masa Kuliah
AKhirnya, saya berhasil merantau ke Jakarta untuk kuliah. Saya pun mencoba casting sana sini. Mengikuti sekolah akting dan beladiri. Namun, hasil yang saya dapat sbb : 
- Semester awal saya kena penyakit TB, saya muntah darah hingga harus berobat selama setahun. Ini memperlambat kelulusan kuliah saya. 
- Sudah casting ratusan kali, tidak pernah lolos. Karena ingin menutupi malu saya, akhirnya saya jadi figuran ( figuran memang tidak perlu casting ). Dan, hasil tsb saya besar-besarkan kepada teman dan keluarga seolah-olah saya dapat peran dengan penghasilan 2,5 juta per episode. Namun, kenyataannya saya hanya dibayar 180 ribu saja. Itu pun sekali syuting. 
- Saya kembali dibully namun kali ini lebih parah lagi, hampir sekelas membully saya, bukan 7 orang saja. 
- Sekarang, saya sudah semester 9, saya masih belum lulus. 
- Sudah mencoba usaha seperti jualan online casing, baju, donut, hingga catering. Namun, tidak ada yang berhasil sampai saat ini, meskipun sedang berusaha. 
- Tiba-tiba, bokap memiliki hutang puluhan juta karena judi dan saya juga dikejar debt collector setiap harinya.
- Saya tidak pernah senang satu hari pun di Jakarta. Saya sudah lelah terus berimajinasi bahwa saya akan hebat suatu saat nanti. 
- Setiap hari, demi untuk menghilangkan kebosanan saya, saya jalan-jalan ke mall sendirian, nonton sendirian, makan sendirian. 
- Di insta story saya, saya berusaha menutupi kelemahan saya dengan screenshot story teman saya yang makan enak, punya mobil bmw, sehingga teman dan keluarga saya mengira bahwa saya sukses dan hidup baik di Jakarta. 
- DI feed IG saya, saya berusaha untuk mengedit muka saya agar terlihat ganteng. Saya berusaha untuk terlihat sempurna, Namun, ketika mereka bertemu saya langsung, mereka akan menyesal karena beda dengan yang asli. 
* Saya lakukan itu semua bukan karena saya ingin pamer, hanya saja saya tidak ingin dibully, direndahkan sama orang lain lagi. Namun, hal tersebut hanya bisa terjadi apabila mereka tidak pernah ketemu saya secara langsung. 
- Sudah konsul ke psikolog puluhan kali, namun semua jawaban itu sama. Tetap semangat dan jangan menyerah. Itu tidak pernah membawa saya ke perbaikan hidup yang lebih baik. 

Saya TIDAK PERNAH ingin hidup layaknya orang sempurna, bisa kaya, bisa disukai banyak orang, bisa menikmati indahnya pacaran, dan sukses. Saya hanya ingin menjadi seperti orang biasa pada umumnya. Saya berani bersumpah 100% semua cerita itu berdasarkan pengalaman nyata saya. 

Jika kalian pernah mengalami hal serupa, saya minta tolong pendapat ente. Tolong berikan saran yang lebih dari tetap semangat, jangan menyerah. Dan tolong jangan bandingkan dengan orang yang cacat fisik, tidak punya orangtua, dll. Karena itu bukan berarti bahwa mereka tidak bahagia. 

profile-picture
tien212700 memberi reputasi
kurang motivasi kek nya ente
saran ane, coba baca buku cara menjadi kaya dengan cara cerdas atau sebangsa itu
isinya sangat inspiratif biasanya
gegara ane baca buku kek gitu, ane malah dapat ide ide bisnis yang gak lazim, dan sekarang ane udah bisa menikmati jerih payah ane selama 40 tahun terakhir ini.
ide ide kek gitu gak bakalan ane dapat di bangku kuliah
kalo boleh jujur, 90% ilmu yg ane pelajari di kampus, gak kepake sebenarnya
yg kepake justru ilmu2 yg ane dapatkan dari hasil coba coba sendiri (ilmu anak jalanan)
ane baru dapat ide setelah baca buku2 seperti itu
bukan berarti kampus itu gak penting, tetap penting bagi ane, memberi perspektif pola pikir baru soalnya, mulai dari cara bicara, cara berpikir sistematis, problem solving (dapat ilmu ini kala mau selesaikan skripsi), dll.
pasti beda kalo ngobrol sama lulusan kampus vs lulusan SMA atau SMP, pasti beda kosa kata dan topik nya. nah itu juga bekal buat bersaing di dunia nyata yg keras di luaran sana.
kenapa ane sarankan buku soal cara jadi kaya? karena biar gimana juga, ujung2nya semua itu duit gan, jadi ente jangan sampai meninggal dalam keadaan miskin, nyesek tuh

Berkhayal kehidupan yang baik, kenyataannya sebaliknya. Pendapat ente ?
profile-picture
adhelf memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bodo amat.....
Masa sma gw malah udah gw hapus dari memori saking ga bermutu nya.

Gw juga seharusnya, dg seluruh usaha dalam hidup gw, berhak mendapat reward yg luar biasa, kenyataan nya engga.

Bukan nya hidup nyantai setelah dewasa, gw malah harus hidup menanggung dosa2 keluarga (meski bukan hasil perbuatan gw).

Ah sekarang gw anggap aja, hidup ini tantangan. Kalo pengen enteng, masih ada rel kereta & jurang pegunungan.
profile-picture
adhelf memberi reputasi
namanya jg hidup, terkadang perjalanan hidup ga sesuai dgn yg kita harapkan emoticon-Matabelo
cari lingkungan yg bikin ente nyaman dan termotivasi lebih lagi.
kalo saran ane gan, lebih banyak baca mengenai self improvement atau artiket untuk mengembangkan diri. gimana cara membangun relas dan tinggal nerapin. semangat gan!emoticon-Salam Kenal
Try to find the love, bro ...

Walau itu mungkin juga sulit ... Karena tanpanya dunia ini juga terasa dingin dan kelam banget. Tapi jangan terjebak "cinta" kayak kelompok yang lagi rame dibicarakan sekarang itu, ya ...
Karena cinta yang sejati, membawa penerangan dan kehangatan ..., bukan petaka.

Kalau tidak bisa menemukannya ...
emoticon-Kaskus Radio
Just like they told ...
As we grow old ...
We're losing .. our bold ...
also .. feel that icy cold ...


Menualah seiring dengan waktu ..., menjadilah arif dan bijaksana dengannya. Dan ketika kita merasakan dinginnya keadaan tanpa cinta saat itu, mungkin kemudian bisa tersadar dan dapat memahami arti dan makna dari cinta yang sejati.
===> Asal kita melangkah dengan arah yang benar, ... ada banyak jalan menuju Roma. emoticon-Smilie

...
Kalau bingung dengan yang saya kemukakan terakhir ..
Ibaratkan bahwa "true love" adalah angka lima.
Bagi yang telah mendapatkannya, dapatlah dikatakan bahwa yang bersangkutan telah mendapat plus lima. Karena anggapan yang timbul kemudian di masyarakat, itu dianggap merupakan suatu kelaziman. Dan kemudian karenanya, orang yang tidak mendapatkannya dianggap telah mendapat minus lima.

Lha, yang patut jadi obyek perhatian adalah angka limanya itu. Plus dan minus yang menyertai, hanyalah atribut semata.
Dan ketika kita sudah mendapat pemahaman mengenainya, kita kemudian bisa lebih mudah untuk menggunakannya (untuk tujuan positif) di kehidupan kita sehari-hari.

Diubah oleh bingsunyata

Yaudah jangan lagi berhayal

Jangan lagi berusaha terlihat bagus di mata orang lain, berusaha terlihat hebat, kaya, ganteng, dsb. Tidak perlu berusaha membuat orang lain terkesan dengan diri kita. Kalau TS mau berubah, lakukan itu untuk diri sendiri, bukan untuk terlihat seperti ini itu di mata orang lain. Lakukan untuk kepuasan diri sendiri. Jadilah orang yang jujur tanpa ada kepalsuan, proses untuk berubah itu gak mudah tapi berprinsiplah setiap kali aku jatuh maka aku akan bangkit lebih tinggi lagi.
Belajarlah untuk bahagia dengan hal-hal yang kecil dan sederhana.
Lakukan olahraga rutin seperti joging di pagi atau malam hari. Hormon endorfin yang dilepaskan setelah olahraga itu sangat membantu untuk melawan stress dan depresi. Ingatlah TS, dunia artis/infotainment itu punya sisi gelap, orang2 Yg di media sosial terlihat bahagia juga kenyataannya belum tentu bahagia. Tidak perlu membohongi diri sendiri dan orang lain demi ketenaran.
Untuk masalah di bully, Jangan lagi berusaha melucu di depan orang. TS gak bakat melucu, Jangan dipaksakan. Melucu dengan menjadikan diri sendiri badut dan terlihat konyol di depan orang, mungkin orang akan tertawa tetapi orang sekaligus menganggap abang dan ujung2nya membully. Tetap jaga kontak atau interaksi dengan orang lain tapi seperlunya saja. Jaga image atau wibawa. Menjadi pendiam itu bukan sesuatu yg salah. Punya sedikit teman itu lebih baik daripada punya teman banyak tapi fake. Dan lebih baik gak punya teman kalau harus menderita. Di usia yang sudah deawasa seperti agan ini udah bukan waktunya cari teman teman. Lakukan kegiatan yg disukai dan berinteraksilah dengan orang orang yang memiliki hobi serupa, maka TS bakal masih akan dapat teman atau kenalan. Ikutlah kegiatan sosial atau gabung di klub olahraga seperti klub lari misalnya.
Yang penting jangan pernah berhenti untuk terus melangkah.
Tetap semangat gan, buktikan kepada mereka yang membully ente kalo ente itu bisa sukses juga


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di