CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fcccc5d9775136d010ee39b/kasus-yang-paling-memialukan-nilep-bantuan-orang-susah-di-era-pandemi-gini

Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini


Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini

Lagi enak-enakan makan kue pisang buatan nenek saya sambil seruput teh, tangan setia sama gawai yang sedari tadi baca-baca berita, sampai mata saya temuin judul gini ”KPK Tetapkan Menteri Sosial Juliari Tersangka Bansos Covid 19”, untung TS tidak sampai tersedak karena beritanya waw banget, ada menteri sosial nilep duit bantuan Covid hemmnn..

Jadi intinya, pemerintah menggelontorkan dana sebesar 5,9 triliun dengan total ada 272 kontrak untuk 2 periode, 1 paket sembako bernilai  Rp300.000 rupiah, menteri Juliari mengambil fee Rp10.000 untuk tiap paket sembako tersebut. Periode pertama sekitar Rp. 8,2 miliar dan untuk periode kedua sekitar 8,8 miliar yang ia terima.
Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini

Dalam konferensi pers Ketua KPK menduga menteri Juliari menerima 17 miliar rupiah dari hasil korupsi bantuan sosial sembako yang ditargetkan bantuan tersebut untuk keluarga miskin yang terdampak akibat Covid 19. Yang lebih membuat hati TS panas adalah saat diketahui dana tersebut digunakan untuk membayar berbagai keperluan pribadi sang menteri.

Beberapa bulan lalu, TS juga sempat baca berita tentang seorang Plt Kades di NTT yang dilaporkan polisi oleh warga karena tega-teganya nyunat dana bantuan sosial yang diperuntukkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Kemudian ada juga Bendahara Desa di Serang nilep uang kas desa sebanyak Rp570 Juta, yang di dalamnya terdapat dana bantuan untuk warga yang terdampak Covid sebanyakk 42 juta.

Sebenarnya untuk kasus kepala daerah yang nilep duit bansos Covid 19 kasusnya lebih dari hitungan jari, hanya saja TS tidak rinci satu persatu. Selain perangkat desa yang harus berurusan dengan polisi akibat menggelapkan uang untuk rakyat tersebut, ada pula seorang Honorer yang justeru mencuri perangkat Handphone yang akan di pakai murid-muridnya belajar daring.

Di sebuah SD negeri di kabupaten Sambas terjadi pencurian tablet sebanyak 51 buah. Ternyata yang nilep orang dalam juga,yang merupakan seorang guru honorer beriniasl SN.

Puluhan tablet-tablet itu akan dipakai siswamu belajar daring pak, duh.. sementara sekolah tempat ia mengabdi diikabarkan rugi hingga 100 juta. Tablet-tablet tersebut dibeli pakai dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Pihak sekolah mencurigai SN yang nilep karena ia tiba-tiba ngundurin diri di hari tablet-tablet tersebut raib. Bapak polisi Kasat Reskrim Polresta Sambas menambahkan, bahwa pihaknya tengah melakukan pengumpulan barang bukti yang oleh pelaku ternyata di jual secara acak.

Pak guru, siswa-siswamu kini jadi gak dapat belajar secara daring lagi tuh..
Memang tidak ada orang yang sempurna di dunia, hanya saja pada profesi guru harus dituntut bisa berkelakuan terpuji, sebab ia akan digugu dan tiru oleh siswa-siswanya.. 

Nah kembali lagi soal si pak menteri di atas, kasusnya sangat ngeri mengingat ia adalah bos dari kementerian yang tugasnya merumukan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin. 
Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini
Menilep dana yang diperuntukkan kepada masyarakat yang sudah tidak mampu, kini harus bertambah kepayahannya akibat wabah Covid, di PHK, susah pembeli, orderan kurang, makan susah ahh rasa-rasanya semua itu sudah menjadi teman akrab bagi para masyarakat bawah.

Sangat-sangat sulit untuk diterima tetapi ini adalah kenyataan, sungguh memalukan melihat hal demikian harus terjadi, apalagi dana yang masuk ke kantongnya tersebut hanya dipakai untuk keperluan pribadinya hemmn..

Entah bagaimana pertimbangannya, bahkan ketika para rakyat kecil berupaya sekuat tenaga untuk menyambung hidup setiap harinya dengan makan seadanya, di tengah pandemi Covid 19 yang entah kapan akan berakhir ini, eh tega-teganya pak 17 M loh itu..
Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini

Yang 17 M kalau dibeliin mie instan buat di bagiin ke anak kost yang kena dampak Covid bisa dapet 6,8 juta bungkus, kalau dibeliin minyak goreng 1 liter buat para emak-emak bisa dapet 1,2 juta bungkus, atau kalau di beliin sepaket skincare 5in1 untuk ciwi-ciwi bisa dapet berapa banyak tuh?? Pak?

Tak ayal, beberapa tagar yang lagi trending di Twitter muncul hanya untuk beliau seorang seperti #17M, #DzalimnyaKebangetan #GusDur, #Mensos, #JPB

Ini ada beberapa curahan hati bernada kesal dan kecewa para netijen, curahan hati lainnya masih disimpan rapi dalam hati..  


Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini

(dokpri)

Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini
(dokpri)

Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini
(dokpri)

Kasus yang Paling Mem(i)alukan: Nilep Bantuan Orang Susah di Era Pandemi Gini
(dokpri)





Spoiler for Sumber:




profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 36 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
Mialukan
profile-picture
rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
sumbangan dana sosial berhadiah, disingkat SDSB
emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
gagan23 dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
korupsi keknya udh biasa bangat dimarih
profile-picture
profile-picture
keisuke10 dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Nuraninya itulho. Masyarakat lagi kesusahan malah bantuannya dikorupsi emoticon-Sorry
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
tak kerenlah korupsi dana bantuan emoticon-No Hope
profile-picture
rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kapan hukum matinya ini emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Sang Pembantai dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Biadab, kapan ya koruptor dilarung ke sungai yg penuh buaya.
profile-picture
profile-picture
falin182 dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Bakal kecatat di sejarah enggak ini ya?
profile-picture
profile-picture
z77nd dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tenang aja....

Ntar2 juga KPK jatuhin tuh bajingan hukuman Mati...

emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
iskrim dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Cuma 17m??
Yakin tuh..??
Halah, udh gk prcaya hukum dinegara ini.. Paling menguap gtu aje.. (Baca kuenya udh dibagi2)
Iris kuping ane dimonas klo ni manusia dimatiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
teeblackswit dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Koruptor yg ga ketauan = bahagia di dunia sependek umur, tersiksa abadi di neraka jahanam.

Hidup cuma sebentar, ga usa pake acara nambah dosa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iskrim dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tinggal dilaksanakan saja itu hukuman kemarin yang diancamkan kalau memang konsisten. Karena memang bantuan yang diberikan itu buat orang susah, malah cari fee nilainya fantastis. Maka sudah tidak ada lagi kepercayaan kebanyakan rakyat dengan demikian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iskrim dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Betul, memalukan banget, hina....
Dan oknum serupa buanyak... Di semua lini.

Kalah sama negara2 yg katanya ga beragama.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iskrim dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Wkwk dari atas sampe bawah dipotong terus, pantesan dapetnya kecil
profile-picture
rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
dari partai mana nih? emoticon-Leh Uga:
profile-picture
profile-picture
AMARTAZ dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
wahhh dana Bantuan, bantuan untuk bapak pribadi
mantab lahh
profile-picture
profile-picture
iskrim dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Sungguh pejabat yang tak memikirkan kondisi masyarakat. Masyarakat sudah melarat, kelaparan, masih juga dipalak dana bantuannya. Harus Hukum mati!
profile-picture
profile-picture
seojoon dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Pantesan aja berasnya kwalitas rendah...kutuan...dimasaknya gak enak.
Sardennya juga yg murahan punya....gak enak banget.
Bisa jadi kalau ditotal gak sampai 300rb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iskrim dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
cashback emang gurih bener, asli sumpah
profile-picture
profile-picture
iskrim dan rukminiirawan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Nyok si pakde berani gak hukum mati gak yah sesuai pernyataan dia sebelumnya koruptor yang korupsi bansos baru dihukum mati apalgi ini orang mentri 10rbuan dari partai banteng...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
letsrainagain dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di