CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Epidemiolog: Tak Ada Klaster Kerumunan di DKI, Tapi Klaster Liburan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fbc790328c991417227b202/epidemiolog-tak-ada-klaster-kerumunan-di-dki-tapi-klaster-liburan

Epidemiolog: Tak Ada Klaster Kerumunan di DKI, Tapi Klaster Liburan

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menegaskan bahwa belum ada temuan klaster baru Covid-19 akibat kerumunan di DKI Jakarta. Hal ini membantah adanya klaster kerumunan di Ibu Kota.

Pandu menjelaskan, Indikator Pantau Pandemi dipakai Pemprov DKI Jakarta dalam manajemen penanganan pandemi yang dibuat langsung Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Dari indikator tersebut, belum ditemukan adanya klaster kerumunan.

"Indikator Pantau Pandemi dipakai @DKIJakarta dalam manajemen penanganan pandemi yg dibuat bersama @fkmui. Ada tren & skoring capaian target yg terukur. Belum ada temuan klaster akibat kerumunan. Yg ada klaster-keluarga2 berlibur. @dinkesJKT bekerja, tanpa diskriminasi penduduk," kata Pandu melalui Twitter Selasa (24/11/2020).

Dari data yang disebarkannya, indikator pandemi di DKI Jakarta per 21 November 2020 tren jumlah suspek fluktuatif cenderung meningkat. Selain itu, tren nilai positivity rate fluktuatif cenderung tetap dengan rerata 5 persen - 10 persen. Tren jumlah kematian juga cenderung turun.

Indikator Pantau Pandemi dipakai @DKIJakarta dalam manajemen penanganan pandemi yg dibuat bersama @fkmui . Ada tren & skoring capaian target yg terukur. Belum ada temuan klaster akibat kerumunan. Yg ada klaster-keluarga2 berlibur. @dinkesJKT bekerja, tanpa diskriminasi penduduk. pic.twitter.com/PafkWEi90M— Juru Wabah (@drpriono1) November 24, 2020

Di sisi lain, tes jumlah PCR berdasarkan data itu cenderung meningkat. Rerata tes PCR per 1 juta penduduk perminggu capai 1.000 tes PCR atau lebih.

Sementara itu, tingkat perilaku pemakaian masker di tempat umum mencapai 50 - 74 persen, begitupun tingkat perilaku menjaga jarak minimal 1 meter. Adapun, tingkat perilaku mencuci tangan minimal 20 detik hingga 25 - 49 persen.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat melaporkan adanya kasus positif pada titik kerumunan massa pada pekan lalu.

Ketiganya di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Megamendung Jawa Barat, dan Petamburan Jakarta Pusat. Dari tiga lokasi itu, 77 orang dinyatakan positif Covid-19.

https://kabar24.bisnis.com/read/2020...laster-liburan

Kata epidemolog UI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Baca judul aja dah ketebak siapa yg berkicau emoticon-Embarrassment
Yg rajin jilatnya, pak emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arnoldarief dan 3 lainnya memberi reputasi
Kalo ga salah masa inkubasi kan 2 minggu...

Dilihat aja minggu depan...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Quadpixel dan 2 lainnya memberi reputasi
ya wajar kalau belum
long weekend kapan
acara bibib kapan
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Fakultas kesehatan masyarakat emoticon-Embarrassment

Ramai kadrun PKS mengisi kajian2 agama di kampus yg ga ada hubungannya ama program studinya emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arnoldarief dan 2 lainnya memberi reputasi
Iya
Klaster kerumunan pembuat onar baru keliatan nanti beberapa minggu lagi
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Kalo cluster car free day gimana?
Epidemiolog: Tak Ada Klaster Kerumunan di DKI, Tapi Klaster Liburan

sudah baca buku belum drun ?
profile-picture
profile-picture
harrydar88 dan simsol... memberi reputasi
Maaf pak Pandu, ini apa? emoticon-Embarrassment
Epidemiolog: Tak Ada Klaster Kerumunan di DKI, Tapi Klaster Liburan

Epidemiolog: Tak Ada Klaster Kerumunan di DKI, Tapi Klaster Liburan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Abc..Z dan 3 lainnya memberi reputasi
Langsung aja bilang semua yang ikut acaranya HRS ga ada yg kena COVID 19...

ga perlu statistik ga perlu retorika...

Gampangny itu dedengkot petamburan knp ga mau d swab pake fasilitas pemerintah...

emoticon-Big Grin
profile-picture
simsol... memberi reputasi
gelar phd nya abal - abal. @Pandu Riono : mari sini debat sama saya. saya SMA aja ga lulus. pakar Statistik, sorry lah saya tidak percaya survey stastitik. orang melihat baru percaya, bukan pakai data survery.karena data survery tidak akurat, dan berdasarkan kesimpulan sendiri.
intinya kegiatan ekonomi boleh, liburan ga boleh.
profile-picture
simsol... memberi reputasi
virus yang daya bunuhnya tanggung sih, nggak kelihatan taringnya.
makanya bebas dibikin jadi komoditas politik, bisa ditarik-ulur sesuai kepentingan masing-masing pihak.emoticon-Ngakak
coba kalau nih virus betul-betul kelihatan mautnya, ente mau cebong mau kadrun pasti sama-sama sudah terkencing-kencing sembunyi dalam rumah.emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tontop dan 2 lainnya memberi reputasi

profile-picture
profile-picture
conaga dan simsol... memberi reputasi
Diubah oleh Ribao
Disisi lain si pandu bicara jgn mempercayai statistik krn keterbatasan:


"Jangan percaya statistik yang testing-nya turun. Testing di Indonesia kan sangat terbatas, kalau spesimen yang dites dikurangi ya berkurang saja semuanya, belum tentu karena kasusnya menurun," kata Pandu saat dihubungi Republika, Senin (2/11).

Padahal, dia menambahkan, banyak peristiwa dan momen yang mungkin bisa meningkatkan kasus Covid-19 seperti aksi demonstrasi Undang-undang Ciptaker hingga cuti dan liburan panjang 28 Oktober-1 November 2020. Ia menganalisis, tidak mungkin liburan panjang membuat kasus Covid-19 stagnan.

https://republika.co.id/berita/qj880m409/pandu-jangan-percaya-statistik-covid-saat-emtesting-emturun



Banyak orang yg ikut berkerumun tdk mau test.
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Epidemolog kadroeeennnn
Oh, memang kagak ada klaster kerumunan yang ada bibibnya. Ane yakin itu, koronaknya langsung ngacir begitu dibaca2in ama bibib emoticon-Malu
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Wow miracle.

Patut dilaporkan ke WHO bahwa kerumunan jika dihadiri Rizieq tidak akan menyebarkan virus covid.

Layak mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran karena penemuan metode pencegahan covid, yang tidak diduga-duga oleh ilmuwan doktor, profesor, di seluruh dunia.
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Diubah oleh kampret.strez
Mudah2 an bener gak ada. tapi kalo ada gimana pertanggung jawaban nya ?

Apakah sudah cukup dengan maaf & dosa saja ?
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Epidemiolog: Tak Ada Klaster Kerumunan di DKI, Tapi Klaster Liburan

Umumnya 5 hari emoticon-Big Grin
untuk saat ini memang baru klaster liburan yg mencuat, tapi tunggu 2 minggu ke depan, apakah ada muncul klaster kerumunan ?

gimana yg demo buruh ya ? udah ada muncul klasternya belom
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di