CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fb8ec7dc0cad7729632458c/panglima-tni-sebut-medsos-dimanfaatkan-jadi-alat-propaganda

Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda

Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda
Ancaman Separatisme dengan menggunakan media sosial bertujuan propaganda untuk memisahkan diri dari NKRI juga marak dilakukan. Aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, tetapi sudah berkembang melalui kampanye internasional dengan memanfaatkan media sosial di dunia maya. Hal ini disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.IP, ketika menjadi Keynote Speaker dalam acara Webinar Pelatihan Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara Dari Aksi Separatisme di Dunia Maya, bertempat di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, media sosial memiliki peranan penting dalam menciptakan propaganda sebuah bangsa.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus akui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda," kata Hadi dalam Webinar bertajuk "Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara Dari Aksi Separatisme di Dunia Maya" Sabtu (21/11/2020).

"Dengan penggunaan dan jangkauan yang luas, medsos bisa digunakan efektif untuk perang informasi dan perang ideologi," tambahnya.

Dalam pemaparannya, ia mengatakan, beberapa fitur di medsos seperti hastag atau tagar dan trending topic mampu membuat informasi lebih cepat diterima masyarakat.

Namun, ia mengkhawatirkan jika informasi yang disebar dengan cepat itu merupakan isu sensitif. Menurutnya, hal tersebut bisa menimbulkan provokasi di masyarakat.

"Bahasa yang digunakan biasanya bahasa provokatif, semua ditujukan untuk membangkitkan emosi masyarakat," terang dia.

Hadi melanjutkan, isu sensitif yang diangkat dengan bahasa provokatif tersebut mampu membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak hingga dibenturkan satu sama lainnya.

Menurutnya, jika hal ini terus terjadi maka masyarakat akan terpolarisasi. Meski demikian, ia mengakui ada elemen masyarakat yang tidak mudah termakan informasi propaganda.

Di sisi lain, ia juga mengatakan, ada banyak masyarakat yang terhasut dan akan mereplikasi pesan, bahkan ikut membuat pesan propaganda semakin besar.

Jika hal ini terus dilakukan, kata dia, mampu menimbulkan politik identitas yang sempat digunakan penjajah kepada bangsa.

"Politik identitas kembali marak digunakan, sejak beberapa tahun belakangan karena dinilai mudah menggerus masyarakat dan mudah meraih dukungan," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa aksi propaganda lewat media sosial bahkan lebih efektif daripada perlawanan bersenjata yang dilakukan terhadap pemerintah.

"Contoh berita bohong (hoax) sudutkan pemerintah, sasaran utamanya adalah masyarakat awam dan generasi muda," pungkas Hadi.

Mengenal proganda di era digital

Propaganda atau memengaruhi cara pandang orang lain agar sesuai dengan keinginan suatu pihak merupakan salah satu jenis komunikasi yang sudah dijalankan sejak dulu.

Akan tetapi, memainkan propaganda di era digital seperti sekarang ini tentu praktiknya berbeda.

Meskipun, tujuannya tetap sama, memengaruhi persepsi publik terhadap suatu isu.

Penelitian Oxford Internet Institute berjudul “The Global Disinformation Order” mengungkapkan beberapa hal yang berbeda dari praktik propaganda di era digital.

Perbedaan itu terlihat dari sisi strategi, peralatan, dan teknik yang digunakan.

Misalnya, dengan memperhitungkan algoritma komputer, automasi, dan data besar yang disediakan oleh sistem.

Unsur-unsur itu penting diperhitungkan karena skala massa yang besar harus dijangkau dalam waktu sesingkat mungkin.

Salah satu medium yang paling efektif untuk dijadikan alat propaganda di era digital sekarang adalah media sosial.

Jenis akun

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Samantha Bradshaw dan Philip N. Howard ini, ada beberapa jenis akun media sosial yang kerap digunakan oleh pasukan siber pemerintah atau partai politik dalam menggaungkan propaganda.

Jenis-jenis akun tersebut antara lain:

Akun asli milik orang tertentu

Akun robot (bot)

Akun cyborg

Akun curian

Dari sejumlah negara yang diteliti, paling banyak akun media sosial yang digunakan untuk kepentingan propaganda adalah akun milik perorangan yakni sebanyak 87 persen.

Selanjutnya, akun bot dengan 80 persen penggunaan.

Target propaganda

Ada beberapa tujuan yang menjadi misi dari sebuah upaya propaganda.

Dari penelitian yang sama, setidaknya ada 3 jenis misi propaganda yaitu

Membuat khalayak menjadi pro terhadap pemerintah atau partai politik

Menjatuhkan lawan politik atau oposisi

Memecah belah masyarakat untuk menimbulkan kekacauan.

Di antara ketiganya, misi menjatuhkan lawan politik merupakan tujuan yang paling banyak digunakan dalam upaya propaganda pesan, yakni sebanyak 89 persen.

Strategi komunikasi

Untuk membuat tujuannya tercapai, pihak yang melakukan propaganda harus mengaplikasikan jenis komunikasi tertentu yang dinilai paling sesuai dan efektif.

Beberapa gaya komunikasi untuk membentuk opini orang lain misalnya menyampaikan informasi yang tidak sepenuhnya tepat sehingga orang akan salah memahaminya.

Jenis kedua, memberi hadiah tertentu untuk target. Target misalnya adalah lawan politik, oposisi, atau jurnalis.

Cara komunikasi yang ketiga adalah dengan menggelontorkan konten pesan menggunakan tagar di media sosial.

Bisa juga propaganda dilakukan dengan cara penyampaian suatu isu secara massal. Lebih parah, propaganda bahkan mungkin dilakukan dengan cara kekerasan.

Cek kesiapan pasukan elite

Baru-baru ini, Marsekal Hadi juga memeriksa kesiapan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Korps Marinir, dan Korps Pasukan Khas (Paskhas) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke markas mereka masing-masing.

Dalam inspeksi pasukan tersebut Hadi ingin melihat seberapa cepat pasukan khusus tersebut siap melakukan pertempuran.

Selain ingin melihat seberapa cepat mereka menyiapkan diri, Hadi juga berdialog dengan sejumlah prajurit untuk mengetahui kemampuan dan pola latihan mereka.

Hadi juga memeriksa sejumlah alutsista yang mereka miliki dan meminta mereka untuk terus merawatnya.

Dalam amanatnya kepada prajurit TNI dari tiga satuan tempur tersebut, pada pokoknya Hadi menekankan mereka harus tetap menjaga profesionalitas dan siap untuk menghadapi musuh-musuh yang ingin mencabik-cabik persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Panglima TNI Dialog Dengan Sniper Korps Paskhas yang Mampu Bidik Kepala dari Jarak 1.200 Meter

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad membenarkan ketika ditanya wartawan tentang alasan Hadi melakukan sidak adalah indikasi adanya kelompok yang coba memecah-belah persatuan dan kesatuan.

"Tentunya kita semua harus waspada ya. Jadi TNI ini kita waspada. Jadi jangan kita juga lengah. Kalau kita lengah dan itu ternyata terjadi, kita semua sudah terlambat. Oleh karena itu, inilah bentuk dari pengabdian kita, salah satunya mengecek kesiapsiagaan," kata Achmad di Wing 1 Paskhas Halim Perdanakusuma Jakarta Timur Kamis (19/11/2020).

Achmad mengatakan tujuan Hadi selain itu adalah agae jangan ada orang-orang atau sekelompok orang yang mencoba merusak persatuan dan kesatuan di Indonesia.

"Bertujuan untuk jangan ada, ya, jangan ada di Indonesia yang kita cintai ini, ada orang-orang, ada sekelompok, ada siapapun juga, yang mencoba merusak persatuan dan kesatuan. Kita TNI siap berdiri menegakkan itu semua, demi bangsa dan negara. Jadi itu mungkin," kata Achmad.

Diberitskan sebelumnya Hadi mengingatkan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat tidak membiarkan persatuan dan kesatuan hilang.

"Untuk itu, jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang, atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas," tegas Hadi di Subden Denma Mabes TNI, Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11/2020).

Ia menegaskan seluruh prajurit TNI adalah alat utama pertahanan negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Untuk itu, Hadi menegaskan tidak ada satu pun musuh yang akan dibiarkan dan mengancam cita-cita luhur bangsa dan negara.

"Tidak satupun, tidak satupun musuh yang dibiarkan, apalagi melakukan upaya-upaya berupa ancaman dan gangguan, terhadap cita-cita luhur bangsa dan negara Indonesia," kata Hadi.

Ketika memberikan pernyataan tersebut Hadi didampingi Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono, Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard TH Tampubolon, Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan Komandan Korpaskhas Marsda TNI Eris Widodo Y.

https://m.tribunnews.com/nasional/20...intah?page=all

Betul ndan.

Pertama. Seperti halnya IS1S yg menebarkan propaganda melalui medsos, untuk tujuan menarik member, dana atau simpati dengan memanfaatkan kedekatan keyakinan.

Kedua. Kesuksesan propagandi IS1S terbantu dengan kelompok Isl4am Phobia yang turut handil memanaskan suhu ketegangan.

Nah seperti di tempat kita. Ada kelompok Radikal yg mulai mempropagandakan gerakan politik identitas nya.

Disamping itu, beberapa kelompok buzzerp, mulai bergerak liar dengan memprovokasi identitas ke4gamaan, mereka merasa lebih mampu dibanding pemerintah itu sendiri. Jadilah gayung bersambut.

2 kelompok tersebut wajib dirapikan untuk persatuan dan kesatuan bangsa. emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
sorken dan nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh LordFaries3.0
dajjal bokek cem rizieq apalagi yg dipunya selain

baliho gratisan
medsos gratisan
massa gratisan

baliho -> dirubuhin tni
massa -> kejegal prokes pandemi tentara Alloh
tinggal sisa koar2 di medsos aja dah kek ontak ompong


emoticon-Betty
profile-picture
reep1000 memberi reputasi
Diubah oleh HabibMuso
Dengerin tuh, bong!
Buzzer laknad tukang tipu penjilat penguasa. emoticon-fuck2
Take emoticon-Angkat Beer
Demi keutuhan bangsa, basmi bot kaskus emoticon-Ngacir

Diubah oleh Ribao
Alay lu ya emoticon-Leh Uga

Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda

Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda
profile-picture
Chikashi.Masuda memberi reputasi
Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda

profile-picture
37sanchi memberi reputasi
Mas Adam suaminya mbak Inul Daratista ya
profile-picture
caerbannogrbbt memberi reputasi
Mau propaganda pake media tapir...

Ga modal amat drun...

emoticon-Ngakak
Seaword, katakita, abu jendes, desi siregar, salah satu penyebar propaganda
Pak jendral...
Gampang, blok aja semua tuh kampret2 dari twiterr facebook. Kan produk kafeer
Media buatan onta hanya al jazeera..
Lainnya milik kapir laknatullah...
emoticon-Leh Uga
Propaganda..???

medsos itu menyuarakan HOAX...

tapi juga KEBENARAN..

emoticon-Shakehand2
Post ini telah dihapus oleh KS06
Quote:


emoticon-Cool
"Makanya cari duid yg halal monyet!"

Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda
Memang dah dr dulu jd propaganda
NKRI harga damai Jenderal...
Klo basmi ormas radikal aja enggak bisa...
Ente liat syria dan iraq...
Salah penanganan di awal...
Buat ente minoritas... Siap2 belajar bahasa ngarap ama syahadat... Klo mau masih slamet di indonestan
Atau bayar pajak jizyah sama islamist jihadist...
Atau anak perempuan ente jadi budak sex... Dan anak lelaki ente harus masuk islamist jadi tentara jihadist...
Simple akhi ukthi...
Ente murtad kepala ente enggak ditempatnya lagi... Olloh barbar...
Take beer 🍻
Pilih agama atau nyawa...
Diubah oleh ricky_julius
Buzzer jasmev jokowi ahok tuh yg make medsos buat propaganda
Panglima TNI Sebut Medsos Dimanfaatkan Jadi Alat Propaganda


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di