CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f295d80facb951d7b6beacf/the-piece-of-cake

The Piece of Cake (Story About Comedy Love)

Tampilkan isi Thread
Halaman 15 dari 21
Alfatihah send...ikut berduka cita...

Jadi ini yg membuat ente ngak akan poligami?... Ato'o...emoticon-Peace

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan 3 lainnya memberi reputasi
Alfatihah send
Semoga amal ibadah dan kebaikan IBU om slamet di terima Allah swt. ( serius )

( mode : koplak )
Cuma khampret..kentangnya bikin susah ditelen.
Alhamdulillah ya om, banyak yg kirim al-fatihah buat nyokap ( kalo lebih spesifik lebih manteb lagi )

Lanjut lah......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan 3 lainnya memberi reputasi
nunggu apdetan... emoticon-Cendol Gan

#jum'at berkah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan 2 lainnya memberi reputasi
Part 31





Sepertinya tak perlu lagi gw tuliskan kesedihan tentamg kehilangan, semua orang pernah atau akan merasakan hal itu. Dan luka di hati gw malah semakin dalam, karena memang begini adanya.

Gw masih terdiam, pemakaman ibu tadi sore sangat menyayat hati gw. Kinara mulai berhenti menangis, gw memeluknya erat. Orang datang dan pergi, waktu terus berputar. Apa yg pergi akan terganti, jiwa yg lama segera pergi bersiaplah para pengganti.

Ponsel gw berdering, ada panggilan dari Australia. Gw gak tau siapa karena memang gw gak menyimpan nomor dari sana. Gw angkat telepon itu, terdengar suara Trisha.

" 'sup Will, you Ok?"

" yeah, im Ok"

" hey... Im really sorry 'bout mom"

" Thanks Sis, Thank You"

" and if you need something, you know where you have to go"

" thanks Trish"


Suara cukup berisik menganggu perbincangan gw dg Trisha, gw gak mendengar suara ponsel.

" hey Will" kali ini suara berbeda, gw tau ini Madeleine

" hi... What do you want now Maddy?" tanya gw

" first, im sorry about your mom, i think she was the coolest person wasn't she??"

" yes she was"

" and im so sorry William , i know i was wrong about you... Its all my fault, i owe you an apology"

" of course, i accept your apology... Now what?"
tanya gw

Madeleine terdiam, suara nafasnya terdengar lembut. Karena tak ada yg diperbincangkan, gw menutup telepon. Tapi tak lama kemudian ponsel gw kembali berdering dari nomor yg sama.

" what have you done to her? " tanya Trisha

" i hate Madeleine, she left before i had a chance to say and act like a nothing happened"

" i know your problem is, its about her, maddy is really sorry about what happen last time. Dont make it so complicated"

" im grieving my mom, im not in a mood Trish"

" a'ight, sorry... Just dont do something crazy"

" yeah whatever!"

" please listen to me, dont do something crazy"


Gw menutup panggilan



*****




Tahlilan 7 hari ibu sudah terlewati begitu cepat, Nerissa masih enggan berbicara dg gw ada ketakutan dalam dirinya. Gw pun juga bingung ada apa?

" ada apa Kak Ness??" tanya gw sewaktu ikut membereskan barang dirumah.

Ada perasaan takut dalam dirinya gw tau hal itu, tapi apa yg ditakutkannya?

" kenapa Kak Ness? Gw gak gigit, tolong cerita ya..." kata gw

Nerissa masih diam

" Kak Ness, jangan ngerasa bersalah ya... Semua itu emang takdir, jangan dengerin kata orang orang" kata gw, gw tau apa yg menimpanya

Semenjak kepergian ibu, Nerissa selalu menjadi kambing hitam. Bagaimana tidak, karena dia emak gw jatuh dan sakit lalu meninggal. Tapi tetap saja gw membela Nerissa, gw bela dia didepan keluarga besar. Dan hasilnya?? Gw yg makin dikucilkan. Keluarga besar gw gak mau berurusan lagi dg gw, semuanya menjauhi gw kecuali satu orang, Kinara. Walaupun dia juga tak akan pernah menyetujui hubungan gw dg Nerissa.

Dan Sikembar? Mereka sudah kembali menjadi pengacara karena memilih berkarier di kota kelahiran sekaligus mencari jodoh. Karena di Kaskus lah mereka kini percaya perkataan Maudy mengenai gw.

" hei, gw udah apdet lagi" kata Laura

Gw diam melihat ponsel itu

" banyak yg ngucapin bela sungkawa..."

" iya..."
Jawab gw singkat

Gw gak lagi memperdulikan hal itu, biarlah sikembar yg menghandle kaskus sampai mood gw kembali. Kini rumah terasa sepi, hanya ada gw dan Kinara disini. Terkadang orang tua sikembar yg sering kemari atau bahkan menginap dan meramaikan suasana kembali. Gw sangat amat berterima kasih. Tapi masalah gw bukan hanya disini, drama warisan akan gw lalui karena harta ibu bukan diwariskan ke gw atau sodara gw melainkan Kinara.

Gw gak mempermasalahkan jika bukan gw sebagai pewaris, tapi bakal amat mempermasalahkan jika sodara gw yg mewarisi ini semua. Beberapa aset dijual sebelum ibu meninggal, dan hasilnya?? Gw gak tau dan gak mau tau. Dan rumah ini satu satunya peninggalan. Dan nilai pasar rumah ini cukup fantastis jika bertanya kepada ahli.

Dan keributan dg Kinara terjadi karena gimana bisa orang asing dapat warisan emak gw? Sedangkan anak sendiri gak dapat apa apa?? Dan gw membela Kinara dg apa yg terjadi. Karena dia sedang ditekan, dia sendiri juga tak menginginkan hal ini karena bukan hak nya.

.....

Malam hari dia sedang termenung, dia terdiam.

" gw mau ke Batam, gw mau kerja lagi" kata Kinara

" trus siapa yg ngurusin orang orang??" tanya gw

*orang yg gw maksud adalah pekerja emak gw, mereka menggantungkan hidup dg mata pencaharian dari emak gw.

Kinara terdiam, dia lalu menceritakan hal terakhir bersama emak gw. Selepas gw pergi, emak gw memintanya untuk membuatkan sesuatu. Dan selesai membuatkan sesuatu dia kembali ke kamar dan saat itulah emak gw sudah berpulang. Gw jadi tau, emak gw ingin berpulang dg keadaan tenang dan damai. Emak gw tau kapan akan berpulang


*****


Semua tengah ribut dg perkara rumah ini, mereka ingin menjual dan bagi hasil. Tentu saja gw menolak, gw tau warisan itu amat dinantikan karena kemudahan mendapatkan. Dan itu pemikiran semua orang, gw gak ingin rumah ini dijual. Mereka masih kesal karena Kinara, bagaimana bisa orang asing mendapatkan warisan keluarga. Gw yg semakin puyeng langsung menelpon Nadya dan meminta uang. Nadya tau benar masalah yg gw hadapi, dia seperti dejavu melihat masalah gw.

" kenapa lu bisa punya sodara kek gitu??" tanya Nadya terkekeh

" entahlah Nad..." kata gw puyeng

Uang banyak sudah gw kantongi, Nadya tak mempermasalahkan uang kecil itu. Gw tau dia orang kaya yg selalu royal cuma ke gw aja, kalo yg lain diitung kek akuntan bank.

Keesokan gw membawa tas dan memberi mereka masing masing cash 2M, dg syarat mereka tak boleh menginjakkan kaki disini karena gw udah benar benar muak dg kelakuan mereka.

Dan jika masalah gw berhenti sampai disini, itu semua omong kosong. Masalah lebih besar menanti didepan, gw sedang bersiap untuk dihajar lalu melawan masalah selanjutnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thejoezh dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh slametfirmansy4
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
hyuuhhh,, masalah siji rung rampung wis masalah maneh, met.. emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
lem.beurit dan slametfirmansy4 memberi reputasi
keseruan segera dimulai
profile-picture
profile-picture
slametfirmansy4 dan lem.beurit memberi reputasi
Genderang perang berikutnya semakin pelik kayanya..
profile-picture
slametfirmansy4 memberi reputasi
Gara2 harta rebutan warisan dulur malah jafi batur dan batur malah jadi dulur.
Uang 2 M dianggap uang kecil emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kkaze22 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Bau-baunya istri kedua ini nadya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
kkaze22 dan slametfirmansy4 memberi reputasi
Diubah oleh ariid
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Part 32







Ada harga yg harus gw bayar mahal untuk demi bersama Nerissa. Dan setelah apa yg terjadi tentu saja keluarga besar gw menolak mentah mentah, apalagi melihat Nerissa. Gw tau benar dia sedang dalam keadaan terpuruk akibat menjadi kambing hitam.

Gw dg Nerissa kena kopi anget, atau lebih tepatnya kopi basi. Keluarga besar marah atas keputusan gw, meskipun restu ibu turun tetap saja keluarga besar tak menghiraukan.

" Om gak akan pernah setuju, apalagi dg wanita Kafir macam ini"

Gw tau benar mereka masih dalam keadaan berkabung, marah menjadi hal biasa. Tapi tidak dg gw, gw yg biasanya bisa berpikir jernih, kali ini pikiran jernih itu gak akan gw pakai kali ini.

" ingat, keluarga besar gak akan pernah memberi restu"

" aku gak butuh restu keluarga ini"
kata gw yg juga mulai marah, dg perkataan Kafir

Gw udah muak dg ini semua, gw ambil uang sekoper besar dan menaruh di meja. Gw menilai semua ini dg uang, atau hanya perasaan marah gw yg membuat ini. Tapi keluarga besar menolak uang itu dan menghina gw beserta Nerissa.

Semua keluarga diam tak ada yg ingin membela, gw tau posisi. Maka gw diminta memikirkan ulang hal ini. Tentu saja gw perpegang teguh pada pendirian.

" kami tetap gak mau dengar omongan om, kamu keluar dari rumah ini kamu bukan lagi anggota keluarga ini!!" ancamnya

" OK, makasih untuk semua yg pernah menjadi keluarga... Semoga kalian bahagia selalu" kata gw menggandeng Nerissa dan pergi beserta uang sekoper itu. Uang ini bukan hak mereka!

Dan inilah harga yg harus gw bayar mahal demi bersama Nerissa. Gw membuang apa yg menjadi hak gw, kini gw hanya sebatang kara. Gw gak butuh itu semua, gw benar-benar tak butuh. Karena yg gw butuhkan adalah Nerissa.

....

Gw fokus mengemudi, tangan gw menggenggam erat kemudi. Nerissa disamping gw diam membisu. Seseorang membuntuti gw dari belakang dg sebuah motor, dia berhasil menyalip dan menghentikan laju kendaraan. Dia adalah Agus sepupu gw

" hei, gw tau masalah lu itu besar... Gw juga selalu dukung lu, kalo lu ada apa apa jangan sungkan hubungin gw... Dan gw minta maaf soal keluarga" kata Agus

Gw diam, dia lalu menyalakan motor dan kembali. Dia akan mendapatkan introgasi karena ini. Tapi setidaknya ada yg masih menganggap gw.
Gw kembali menjalankan mobil, Nerissa masih diam membisu. Suara tape tak gw hiraukan.

" Kak Ness..." kata gw

Tiba tiba Nerissa membesarkan Volume tape, gw diam. Lalu kembali mengurangi suara tape

" Kak Ness, gw tau gimana perasaan lu" kata gw

Lagi lagi Nerissa membesarkan volume tape, ketika gw diam dia kembali menurunkan volume

" gw ngelakuin ini semua demi kita" kata gw

Masih saja Nerissa membesarkan Volume hingga berlebih dan tak mengurangi. Dia mengenakan in-ear dan menatap keluar.

....

Perjalanan kali ini terasa sepi, Nerissa hanya diam membisu. Tak ada perbincangan berarti semenjak kepergian ibu. Dia hanya akan berkata seperlunya saja. Akhirnya kami sampai di kediamannya, Nerissa menatap gw sejenak lalu menghela Nafas.

" jangan Hubungi gw lagi ya..."

Gw diam kaget dg apa yg diucapkannya

" jangan sampai keluarga lu pecah karena gw, maafin gw tapi hubungan kita cukup sampai disini aja"

" Kak Ness, gw gak mau kehilangan lu, gw udah kasih semua yg gw bisa"

" Maaf, jangan Hubungi gw lagi"
kata Nerissa keluar

Gw gak bisa apa apa, gw hanya bisa melihatnya masuk ke rumah. Gw langsung memutuskan untuk pulang dg ngebut. Gw melempar kunci BMW dan merebahkan diri di sofa. Kenapa harus jalan yg gw lalui begitu berat?

" Ra... Bikinin gw kopi ya..." kata gw

Tapi tak ada jawaban apapun, gw mencari dan tak menjumpainya. Mungkin sedang belanja untuk nanti makan malam. Gw tertidur dan dibangunkan seseorang, Kayla.

" kalo tidur pintu depan jangan lupa ditutup dong mas"

" Kan ada Ara..."
kata gw

" lho, kan udah berangkat ke Batam"

Gw langsung kaget

" jancok!! Yg bener lu!!" kata gw

" iya mas" kata Kayla

Gw langsung mencari kunci yg gw lempar sembarangan, tapi tak menjumpainya.

" makanya, jangan sembarangan lempar kunci mobilnya Ci Alice... Aku nemu di tempat sampah lo" kata Kayla menunjukan kunci

Gw ambil dan memakai sepatu untuk menyusul

" percuma mas, berangkat udah tadi pagi... Mungkin udah terbang ke batam"

Gw pasrah! Bisa bisanya Kinara pergi gitu aja...

" trus kamu ngapain kesini nduk??" tanya gw

" anterin makanan mas, suruh ibuk..."

Gw diam

" mas, pinjem ya..." katanya Udah memegang erat kunci itu

" ya... Sekalian cuciin, besok mas kembaliin ke ci Alice" kata vw


Dia segera hilang dari pandangan gw

....

Kinara pergi, begitu juga dg Nerissa. Gw merenungi apa yg terjadi, semua murni kebodohan gw. Kesalahan, dosa, kebodohan gw kini mengikuti ke kehidupan saat ini dan karma sedang menunjukkan eksistensinya. Sepertinya gw sedang di uji karena ini, gw terima sepenuhnya.

" lu kenapa sih kek gini??" tanya Nadya

" kenapa apanya Nad"

" lu kenapa bisa masih pertahanin si dokter itu? Udah tau dia itu katolik"


Gw diam

" kalo lu gak mikir beda agama, kenapa juga lu gak merjuangin Gw??" tanya Nadya

" gw tau lu cuma mau main main sama gw"

" Haa?? Main main??!" tanya Nadya mengarahkan teling
" lu kira gw main main?? Darimana lu bisa nyimpulin kalo gw main main? Gw kasih prawan, gw sampe mau rela lu madu dan lu kira gw main main?? Gw ngemis ke istrilu biar poligami buat apa?"
tanya Nadya

Gw kaget, jadi dia benar-benar soal poligami dulu?

" jadi lu sungguh sungguh soal dulu?? " tanya gw

" jancok!! " maki Nadya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
njek.leh dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh slametfirmansy4
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Janzuk emang babang slamet

Netizen yang budiman. Maki slanet emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lem.beurit dan 2 lainnya memberi reputasi
lah.........bobby langsung hormat nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lem.beurit dan 2 lainnya memberi reputasi
jancok!! emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan slametfirmansy4 memberi reputasi
Tuh kan, Nadya dah segitunya ama lu om @slametfirmansy4 .
Ampe minta sama almarhum istri supaya mau poligami. Kurang apasih Nadya.

Tapi apa daya jika akhirnya perjalanan nasib berbeda.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lem.beurit dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Arikempling78
Tambah puyeng lagi ini, nerrisa atau nadya??
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan slametfirmansy4 memberi reputasi
dua duanya aja lah...sing penting mau pada akur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Buset duit M an maen keluar gitu aja..
Ternyata rich people di Indonesia, meskipun ga terkenal kaya Nadya, ada juga yah?!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Met kentangnya seret met, kaga ada minum gw. Tega u......
Gw pikir kaga bakalan ada drama ama bu dokter...

Lanjut lah....
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan slametfirmansy4 memberi reputasi
Part 33







" udah... Kita jalani aja hidup masing-masing, terserah lu mau apa aja... Emang jalan kita bukan bersama" kata Nadya

Gw diam

" lu urus apa yg menurutlu benar dan perjuangin, dan sampein ke Firda maaf gw udah gabisa jagain lu lagi... Lu udah bisa jaga diri, lu udah dewasa buat bikin keputusan lu sendiri"

" Nad..."

" gw gak tau harus gimana, kejar apa yg lu mau... Buktikan kalo lu masih sama seperti dulu
" kata Nadya

Gw diam, rupanya dia memang sedang serius. Kebiasaannya yg bercanda membuat gw sulit membedakan antara serius atau tidak

" emang salah gw juga dulu, emang ini kemauan kita dulu... Kita gak punya hubungan serius seperti orang lain. Kita bebas ngelakuin apa aja, maafin gw" kata Nadya untuk pertama kalinya dia membuang gengsi untuk berkata Maaf

Gw kembali teringat apa yg Nadya inginkan dulu, dia lebih menginginkan kebebasan ini daripada terikat sebuah status. Dia bebas ingin melakukan apa saja, begitu juga dg gw.

.....

Gw sedang menjemput Rena di gereja, dia belum cukup gila untuk murtad dan menyembah tuhan lain. Dia ingin menjadi seperti ayahnya yaitu pengawas pembangunan alias mandor merangkap sebagai kontraktor. Kali ini yg dikerjakannya ialah sebuah gereja yg ingin mengecat ulang bagian luar. Dia menjadi pengawas dan melihat lihat para pekerja yg bersiap pulang di minggu sore ini. Dia juga mengecek beberapa peralatan masih utuh atau sudah hilang.

" udah tau hari minggu masih aja kerja"

" biar cepet selesai dong"
kata Rena

" itu orang kristen butuh ibadah kampret... Lu ganggu orang ibadah" kata gw

" Biarin!" kata Rena tal peduli

Dia mencari musik melalui streaming dan menyambungkan pada tape mobil.

" gimana hubungan lu sama Nerissa??" tanya Rena

Gw cukup kaget, dia bisa se santai ini. Bisa jadi dia udah ikhlas atau udah nemu cowo lain.

" gimana?? Gak usah sungkan gitu" kata Rena santai

" ya... Gitu deh, ijin udah turun dari emak gw... Eh Nerissa yg malah gak mau"

Rena malah ketawa, tak ada yg disembunyikan dari gw. Dia terlihat santai, atau dia juga sedang berbohong?Biarlah sudah.

" Tumben lu santai, biasanya juga sensi sama Nerissa"

" apa ya.... Gw emang gak peduli lagi sih..."
kata Rena

Yap! Sepertinya dia sudah dibuka hatinya untuk menerima kenyataan.

....

" eh... Tiba tiba kok gw pingin ke Mall ya" kata gigi jelek

" kita baru nyampe, capek gw ren"

" yaudah... Cari bakso yg enak yuk! Males gw makan bakso didepan mulu"
kata Rena

Karena gw lapar ya gw segera beranjak, Rena memberi kunci Zx636 itu. Ninja ini sudah ia ganti dg single seater, maka ya... Bisa dipastikan dia menikmati satu jok berdua dg gw.

" trus lu tetep mau kejar Nerissa??" tanya Rena kembali membuka obrolan, entah apa maksudnya

" menurut lu??"

Dan tak ada obrolan diantara kami, dia lebih memiloh menikmati bakso didepannya. Selesai makan ya tentu saja gw bayar, emang mau pergi gitu aja??

Sesampainya dirumah gw berdiam diri mencoba berpikir apapun yg bisa dipikirkan

....

" jangan nyerah ngejar apa yg lu mau" kata Nadya di stasiun

" iya Nad"

" oh ya... Ntar Hirose liburan, lu temenin jalan jalan ya"

" iya...
" jawab gw dg senyum sumringah

" soal Hirose aja lu semangat!!" kata Nadya menarik rambut gw
" awas, jangan lu apa apain!!" ancamnya

" ngelirik aja gw pukul, apalagi ngapa ngapain"

" gw kebiri lu macem macem!!"
kata Nadya

Dia segera pergi karena kareta segera berangkat, perjalanan menuju Jogjakarta akan dia tempuh. Gw segera pergi dari Stasiun, gw nyalakan Ninja 2T. Dan melaju menuju rumah sakit menjemput Nerissa.

Gw lihat Nerissa keluar, dia melihat gw dan berpaling menuju Mercedes biru. Dan melaju, gw membuntuti tapi laju mobil itu semakin cepat tentu saja motor gw gak kalah cepat. Gw berhasil menghentikannya di jalanan yg cukup sepi. Sawahan membentang luas dibelah jalan raya. Gw mengentuk kaca pintu

" keluar!" kata gw sedikit menekan karena tak dihiraukan

Karena masih tak dihiraukan, gw kembali menendamg grill dan mengembannglah airbag di kedua sisi. Nerissa juga kena airbag, kunci pintu otomatis terbuka dan gw segera menarik pengemudi dan tinju mendarat mulus diwajahnya.

" jangan deketin Nerissa!!" kata gw masih meninju mukanya

Gw masih meninju, darah keluar dari bibir dan hidungnya. Tiba tiba gw ditarik ke belakang, dan itu Nerissa.

" udah ok... Gw ikut lu pulang" katanya lembut

Gw melepas kawannya, gw nyalakan motor dan melaju santai. Gw ingin mendengar jelas apa yg dikatakannya

" mau lu apa sih?"

" Kenapa lu malah ninggalin gw, gw kurang apa? Gw korbanin semua demi lu"

" gw gak mau lu ribut dg keluarga cuma demi gw"

" ini resiko yg gw ambil, ibu udah ngerestuin..."

" gw tau, ibu lu udah bilang... Lu masih ada keluarga tolong jangan lupakan"

" gw udah gak dianggap, gw sendirian... Gw gak butuh restu dari siapapun"


Nerissa diam, cukup lama gw menunggu apa yg ingin diungkapkan dan karena tak adalagi perbincangan maka gw menarik gas agar cepat sampai rumahnya.

" gw yg paling bertanggung jawab atas kepergian ibu lu, gw yg bikin ini semua, ini semua salah gw"

" jangan ngerasa gitu, emang udah garisnya begitu... Gak ada yg bisa disalahin Kak Ness"
kata gw

" tolong ya... Jangan hubungi gw lagi, masih banyak wanita yg jauh lebih baik dari gw"

Nerissa berpaling dan masuk rumah.

....

Keesokan harinya gw masih gak nyerah gitu aja, Nerissa masih ikut temannya menaiki Mercedes biru. Tapi setelah melewati perlintasan kereta dia turun dan naik angkutan. Gw segera mengejar Mercedes biru dan menghentikannya. Gw kembali menendang grill tapi airbag tak terbuka, kemungkinan dia membuang airbag. Gw membawa palu dan menakutinya, dia segera menurunkan kaca pintu.

" gw udah bilang jangan bawa Nerissa" kata gw

" gw dibayar Rissa"

" dia bayar lu banyak??"

" gw tau masalah lu berdua..."


PLAKK!! " gak usah ikut campur" kata gw menampar
" besok, kalo lu masih mau dibayar buat nganterin... Kaki lu gw patahin"
kata gw

Gw diam sejenak, memang berat perjuangan ini. Dia keluar mobil berdiri dan menawari rokok. Gw ambil satu pack miliknya

" menurut gw kenapa gak salah satu aja pindah agama" kata nya

PLAKK!! "gak usah ikut campur!!"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan 24 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sajake agi darah tinggi kang Slamet .
Satu part isinya marah ama ngamuk ngamuk.

Akan tetapi bila liat pepatah lama,
usaha dan perjuangan akan setara dengan hasil yg akan di peroleh.

Masihkah kan ada kerikil kerikil menghadang dalam perjalan cinta TS.

Heemmmmm
Part berikutnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Arikempling78
Halaman 15 dari 21


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di