CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
3 Tersangka Pelaku Pembunuh ABG di Sunggal Diciduk, 1 Cewek, 1 Ditembak
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fac38c282d4955180544bbd/3-tersangka-pelaku-pembunuh-abg-di-sunggal-diciduk-1-cewek-1-ditembak

3 Tersangka Pelaku Pembunuh ABG di Sunggal Diciduk, 1 Cewek, 1 Ditembak


3 Tersangka Pelaku Pembunuh ABG di Sunggal Diciduk, 1 Cewek, 1 Ditembak

Medan, teritorial24.com-Personel Polsek Sunggal sudah meringkus sejumlah pelaku yang menghabisi ABG bernama, Reval Ardiansyah (18), yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Senin (2/11/2020) malam.

Satu di antara pelaku diketahui adalah wanita. Hingga saat ini belum diperoleh informasi terkait identitas para pelaku.

Pantauan di Mapolsek Sunggal, ketiga tersangka sedang dibawa untuk dipaparkan di Polrestabes Medan dengan penumpang mobil Toyota Avanza warna Silver.

Salah seorang di antaranya terlihat diperban pada kedua kaki, diduga akibat luka tembak.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi ketika dikonfirmasi, Kamis (5/11/2020) malam membenarkan hal itu.

“Masih dicari yang TSK lain,” jawabnya singkat melalui WhatsApp kepada wartawan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan, pelaku pembunuhan disebut-sebut diringkus di Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran.

“Lagi kerja. Mudah-mudahan (ditangkap). Doakan ya,” jawabnya singkat via WhatsApp.

Seperti diberitakn sebelumnya, warga Jalan Wakaf, Gang Pertanian, Dusun 4, Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang mendadak heboh. Pasalnya, seorang warga menemukan sesosok mayat yang belakangan diketahui bernama, Reval Ardiansyah (18) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Senin (2/11/2020) malam.

Reval Fahrudin ditemukan tewas terkapar bersimbah darah. Dari lokasi, polisi mengamankan sebilah pisau, obeng dan 4 buah sandal.

Remaja warga Jalan Kopi, Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat itu disebut tewas dengan 42 luka tusukan di sekujur tubuhnya, yaitu di bagian leher 15 tusukan, lengan kanan dan kiri masing-masing 2 tusukan, dada kiri 1, tangan kiri 2, kepala bagian belakang 5 dan punggung tepat di bawah leher sebanyak 15 tikaman. Selain itu, di bagian perut Reval juga terlihat luka bekas seretan.

Remaja tersebut datang ke Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Deliserdang dengan mengendarai Honda CBR. Namun, pada saat penemuan mayat tersebut, sepeda motor tersebut tidak terlihat di sekitar lokasi.

Remaja itu diduga dihabisi sejumlah orang dan merampoknya. Hal itu didasarkan pada keterangan salah seorang teman dekat Reval.

Reval, menurut teman wanitanya, sehari-hari memang bekerja jual beli handphone bekas. Remaja itu disebut gigih mencari uang saku.

“Dia baru tamat tahun ini bang. Jadi, dia masih menganggur, masih banyak nongkrong. Cuma untuk nambah uangnya, dia agen jual beli HP. Tiap hari selalu ada HP yang dijualnya di forum online facebook,” jelas Y kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Setiap kali sepakat bertemu dengan pembeli, Reval selalu datang mengendarai Honda CBR miliknya. Namun pasca kejadian penemuan jasad Reval, kereta tersebut tidak terlihat lagi.

“Katanya hilang pas pembegalan kemaren. Hp, dompet dan kereta,” kata gadis yang mengaku telah mengenal Reval selama 4 tahun.

Sebelum ditemukan tewas bersimbah darah, lanjut remaja berdarah Minang itu, Reval pamit untuk COD (Cash On Delivery) penjualan HP Samsung J1.

“Pamit terahir mau COD HP Samsung J1 Mini Prime, harganya Rp400 ribu. Mayatnya dijumpai jam setengah sembilan, dia OTW sekitaran habis azan Isya,” tuturnya.


Sejumlah saksi kini sudah dimintai keterangan oleh personel Polsek Sunggal. Salah satu saksi berinisial IS (55), mengaku melihat satu unit sepeda motor Honda Beat memasuki lokasi kejadian, sekira jam 19.00 WIB.

Menurut IS, sepeda motor terlihat ditunggangi 3 pria, dan salah satunya diduga adalah Repal. Tak lama setelah sepeda motor tersebut masuk, satu unit betor juga terlihat menyusuri Jalan Wakaf ke arah lokasi temuan jasad remaja itu.

Diduga korban dihabisi para pelaku saat berada di atas sepeda motor tersebut. Pasalnya, di lokasi terlihat banyak cipratan darah pada beberapa daun, pohon serta rerumputan di sana.

Setelah memastikan Reval tewas, pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu menyeret jasad remaja tersebut ke perladangan jambu.

Sementara itu, seorang warga lain mengatakan, ia sempat mendengar suara teriakan minta tolong dari arah lokasi. Namun karena suasana sepi dan gelap, wanita yang mengaku Boru Sinaga tersebut tak berani mendekat ke lokasi.

“Ada kami dengar, tapi nggak berani kami datangi. Gelap kali di sini kalau udah malam,” katanya saat ditemui wartawan di sekitar lokasi temuan mayat.

Dari lokasi, petugas disebut menemukan dua pasang sandal, sebilah pisau dan sebuah obeng. Kedua alat tersebut diduga alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Ada selop, ada obeng sama pisau semalam dapat di sini,” lanjut warga.

Kepala Desa Serbajadi, Rencana Ginting mengatakan, bahwa saat jasad pemuda itu ditemukan darah berceceran di sekitar lokasi. (mdc)

https://teritorial24.com/3-tersangka...ek-1-ditembak/
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

COD khas medan =======> KOD (Killed On Delivery) emoticon-Rate 5 Star


Testimony buyer:

Recommended seller, barang bagus, juga puas tikamnya, five stars emoticon-Rate 5 Star


~Tak-tak and gengs




emoticon-Ngacir


KOD
profile-picture
emol memberi reputasi
Pistolnya berat banget ya kenanya di kaki mulu emoticon-Hammer2
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Gue rasa emang perlu disensus berapa rata rata harapan hidup manusia disana?


Tahun pertama
5~10 taun youth academy
10~15 taun.. Ngompas anak sekolah
15~30 taun...tukang parkir/ikut OKP
30~45taun..entah udah mati didor silop, kena tikam kawan mabok, atau kalo beruntung jadi member elite OKP
45~60 taun.. Mestinya udah mokad, kalo beruntung mungkin pincang, gigi ompong,tapi masi sering nipu, minjem duid gak dibayar etc
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PandoraKnight dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pasti ada faktor dendam kesumat.... bukan sekedar perampokan
hukummmm seberat2nya.minimal penggal kepalaemoticon-Traveller
Ga ada keinginan jadi pemusik apa penyanyi?
Kriminal mulu
Jedor langsung aja ditempat
iman lemah
ekonomi susah
pendidikan rendah

itu akibatnya
Diubah oleh black.team8
Sadis2 ya disana,, tapi gak nampak di forum DP emoticon-Malu
Kurang ajar....hukum yg setimpal
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Gile bener
keknya ada motif dendam juga
kalo murni perampokan mungkin lukanya ga semengenaskan itu. Atau bisa jadi marah karena korbannya melawan.


Pembelajaran buat yg cod2an
kudu hati2
pakai motor c70 lebih aman dari rampok emoticon-Angkat Beer
itu pertanda bahwa polisi endonesah selalu menang akurasi tembakan. sasaran tak bisa lari kencang, tapi nggak kasus karena terduga tidak langsung mati. efektif dan efisien. hemat peluru. warga sekitar juga aman dari peluru nyasar. tidak menyulitkan dokter yang harus mengekstraksi pecahan peluru dari tempat sulit . terduga juga kemudian tidak terlalu merepotkan dengan lari lagi lari lagi. capek tauk ngejar ngejar. selebihnya terduga akan masuk kelas level pendidikan bandit yg lebih tinggi di lapas. kan harus ngikuti ham.
Quote:


Quote:


Negative, tidak ada faktor dendam, korban dan pelaku tidak saling kenal

murni perampokan dan pembunuhan, ini korban ke 5, geng tak2 yg ini sudah beraksi 4 kali dengan modus serupa

https://medan.tribunnews.com/2020/11/06/para-pelaku-pembunuhan-di-sunggal-ternyata-sudah-4-kali-beraksi-ini-kata-kapolrestabes-medan?page=all

Jangan pernah mengatakan sesuatu itu "tidak mungkin"/"tidak bakal" saat bicara perihal mukapetak sumut emoticon-Ngakak (S)

u dunno these ppl as well as I do emoticon-Blue Guy Peace
profile-picture
angga_nero memberi reputasi


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di