CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ketika Mata Batin Terbuka ...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f73096cc0cad77f125ae633/ketika-mata-batin-terbuka

Ketika Mata Batin Terbuka [Ep #79]

Tampilkan isi Thread
Halaman 21 dari 29
Apaa itu kenang kenanganyaaaa
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kasih kenang2an kok lewat mimpi? Nanti basah hehehehehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ecieee mau dikasih kenang2an dalam mimpi,emoticon-Betty (S)
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
makasih udh update gan, di tunggu cerita2 lainya ya om, emoticon-Ultah emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
baru selesai maraton
semoga segera update untuk TS
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Episode 60 - Selamat Tinggal ?

Ketika Mata Batin Terbuka ...

Tak terasa, sudah sampai pada episode ke 60 dan angka view nya mencapai 41K. Terima kasih banyak untuk yang bersedia meluangkan waktunya membaca sedikit coretan tentang kisah kisah absurd ku ini hahaha.

Pagi itu, saat masih waktu subuh, seperti yang sebelumnya Fadly bilang bahwa dia akan menemui ku di dalam mimpi, ternyata benar. Subuh itu aku mimpi ketemu Fadly dipinggir jalan dan dia ngucapin salam perpisahan dan semoga suatu saat bisa bertemu lagi dan aku bilang kalo aku ke Amuntai, aku gak bakalan lupa untuk berkunjung kerumah nya.

Bukan hanya ngucapin salam perpisahan, dia juga bener bener ngasih sesuatu sebagai kenang kenangan, aku kira dia mau ngasih apaan, eh ternyata aku sebuah kalung. Dia bilang kalung itu bisa membuat wajah bercahaya. Aku ya suka aja make nya, krna yang ada dalam pikiran ku saat itu bisa bikin wajah ku nyala dan terang saat dalam gelap. Kan ada tu, kalung yang glowing in the dark, dia bisa menyimpan energi dari matahari dan saat malam dia bakalan nyala kalo di tempat gelap, dan ini emang ada bahan nya, bukan benda mistis.

Setelah dia pamit, aku terbangung dari tidurku. Dan kalung tadi sudah ada di genggaman ku. Aku simpan kalung tadi di tas dan lanjut mandi karena mau siap siap ke masjid. Pulang dari masjid, aku lanjut berkemas pakaian. O iya, kali ini aku pulang sendirian ke kampung, bukan bersama keluarga ku. Soalnya mereka dan keluarga Zoya sudah pulang di hari ke dua setelah acara nikahan. Hanya sisa aku dan Zoya yang masih tinggal dan beberapa keluarga lain nya.

Pagi itu, aku di antar oleh Alfian untuk ke kota Amuntai untuk dicarikan mobil taksi menuju kota Banjarmasin. Di jalan, aku tanya tanya sama dia soal Zoya dan Alfian cerita lumayan banyak tentang Zoya. Aku juga dikasih tau alamat rumahnya dan dia nyuruh aku untuk menyempatkan singgah di Banjarbaru untuk bertamu ke rumah Zoya.

Sesampainya di kota, aku ikut masuk ke sebuah bis dan karena masih terlalu pagi, orang yang ada didalam masih sedikit. Aku ambil bangku paling belakang karena aku suka tempat yang dibelakang. Aku ambil kalung yang di kasih sama Fadly tadi dan aku pakai. Kalung nya ini bisa terbilang unik sih, kalung nya ini seperti tasbih karena berbiji biji dan bijian nya ini ukiran dari batu, jadi saat di pakai itu ada sesasi dingin dan sedikit berat di leher.

Lumayan lama nunggu untuk terkumpul penumpang nya, belum lagi nunggu jam keberangkatan nya. Dan anehnya, orang orang yang masuk saat itu mereka sekalu menandangi ku agak lama baru duduk, bahkan ada aja yang sudah duduk tapi curi curi pandang ke arah ku, cowok dan cewek sama tingkah mereka.

Aku jadi malu sendiri, apa aku terlihat sangat udik kali ya wkwk.. Bahkan ada yang berbisik bisik ke teman sebelah nya sambil memandang ke arah ku. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya bis pun jalan. Akupun tak lupa untuk mengirim sms kepada Fadly bahwa aku sudah mulai berangkat menuju pulang dan dia bilang hati hati. Tak lupa juga, aku smsan sama Zoya dan dia sangat mengharapkan agar aku bisa singgah ketempat nya walau cuma nginap satu atau dua hari, aku setuju dan bilang tunggu aja dirumah.

Sepanjang jalan, aku asik smsan aja sama Zoya, hingga suatu ketika, entah itu sudah sampai dimana perjalanan kami, aku mengalami suatu kejadian aneh. Aku gak tau entah itu aku sudah mimpi atau menghayal, aku melihat ada sebuah kecelakaan yang mengakibatkan ada korban yang meninggal, tak lama, aku juga melihat sekilas bahwa bis kami di cegat polisi, ketika polisi itu menghampiri kami, aku kaget dan tersadar karena bunyi sms masuk, ternyata Zoya, isi sms nya gk usah diceritain juga ya, terlalu rahasia hehe.

Setelah jalan lama, tib tiba kami berhenti. Aku lihat didepan sana sudah banyak mobil dan motor juga berhenti, ternyata sedang ada pemeriksaan oleh polisi, wah, kok bisa kebetulan gini pikir ku dalam hati. Pak supir nya turun dan menyerahkan surat surat untuk diperiksa, kemudian naik salah satu polisi yang muda dan berkata "maaf ya, mengganggu perjalanan nya.." dan dia memeriksa kami satu persatu. Dan dia juga nenatapku dengan tatapan yang sama seperti para penumpang lain nya, aku jadi malu sendiri. Tapi satu hal yang membuat aku juga menatapnya agak lama, dia yang ada dihadapan ku sekarang ini persis dengan polisi yang sebelumnya aku lihat dalam bayangan (entah hayalan atau mimpi) pada beberapa waktu lalu. Aneh kan ?

Dan anehnya lagi, kata polisi tadi bilang bahwa di hambawang (kalo gk salah ingat, dan itu tempat yang sudah kami lewati) terjadi kecelakaan yang menewaskan pengendara dan pelaku tabrak lari nya kabur dengan mobil, itu sebabnya dilakukan pemeriksaan. Aku makin merasa aneh lagi, jangan jangan itu kecelakaan yang juga ku lihat dalam bayangan. Setelah pemeriksaan selesai, kami lanjut perjalanan.

Dijalan, Aku ceritain ke Fadly, dia bilang bahwa itu efek dari kalung yang dia kasih itu adalah kalung pembuka aura. Bisa bikin diri kita jadi enak dipandang orang dan bikin ketagihan memandang, anjay.. dia juga bilang kalo aura kita positif, salah satu efeknya bisa mempertajam mata batin dan bisa melihat sesuatu yang akan terjadi. Eh, buset.. pantes aja tadi para penumpang liatin aku agak beda tatapan nya. Yang parahnya lagi, abang polisi tadi juga gitu respon nya hahaa, kalo tau gitu, aku gk bakalan menatap dia lama untuk mencoba mengenali dia apakah polisi yg ada didalam bahayang itu.

Tak lupa juga aku cerita sama Zoya, dia mah gak nyambung respon nya, dia bilang untung dia sudah gak ada, andai aku dikasih kalung itu saat dia ada, bisa bisa dia sudah lama bilang cinta ke aku, kan g0blok sekali jawaban nya, mana ada teman macam itu, orang lagi kebingungan malah di becandaain.

Setelah lama perjalanan, tiba tiba ada ibu hamil yang teriak berhenti ke supir di bundaran Ketupat (Kota Kandangan). Katanya mau foto disitu, aneh aneh aja ini ibu haha, ngidam kok minta foto di bundaran, iya kalo di taman masih mending, ini di bundaran, mau parkir dimana ni bis hahaha.. Awalnya menolak, tapi karena suami nya memohon mohon agar berhenti, akhirnya berhenti di sebuah pohon yang agak jauh melewati bundaran karena kasian dgn ibu hamil itu.

Ditemani suaminya, mereka berjalan balik arah menuju bundaran dan turun juga beberapa penumpang. Aku juga ikutan turun dan berjalan ke bundaran. Sampai disana, mereka foto foto, sebagian penumpang juga ikut foto foto. Aku sih cuma duduk aja, sambil mikir keanehan yang barusan aku alami. Setelah berpikir panjang, akhirnya aku memutuskan untuk mengubur kalung pemberian Fadly itu di salah satu pohon kecil (mngkin skrg sdh besar pohon nya). Karena aku berpikir bahwa aku masih kurang cocok menggunakan benda semacam itu. Aku takut nanti malah jadi tukang ramal, lagipula, gak asik kalo bisa liat hal hal yang akan datang, hidup jadi gak seru lagi. Layaknya nonton bola, kalo kita nonton siaran ulang yang live nya sudah nonton, kita tau berapa gol yang didapat dan pelanggaran2 yang terjadi, akhirnya nonton gak semangat lagi. Terlebih lagi, efek samping yang bikin ngeri itu ditaksir cewe dan cowo hahaha..

Buat kalian yang ada di daerah dekat situ, kali aja kan ada yang baca thread ini, kalo mau ambil, ambil aja kalung nya, itupun kalo masih blm ada yang ambil.

Setelah puas foto foto, ibu hamil tadi ngajak suami nya untuk balik ke bis dan kami juga ngikutin mereka untuk kembali, perjalanan pun di lanjutkan. Entah sampai dimana, aku ngantuk dan tertidur. Pas aku bangun, ternyata sudah sampai di Banjarmasin, dengan kata lain, aku kelewatan sudah Banjarbaru, akhirnya aku hari itu gak bisa ketemu sama Zoya. Salah aku juga sih sebelum nya gak bilang ke paman supir nya untuk berhenti di Banjarbaru, padahal kan kalo bisa ke tempat Zoya, lumayan bisa nginap beberapa hari dan yang pasti enak kalo suatu saat mau berkunjung.

Aku sms dia dan bilang maaf gak bisa mampir ditempatnya karena ketiduran. Diapun bilang gpp dan memaklumi, dia cma berharap suatu saat bisa ketemu lagi dan masih saling kenal.

Oke.. dengan berakhirnya perjalanan ini, maka kisah inipun berakhir sama disini. Sampai bertemu lagi di akhir tahun...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 30 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
Kira2 kapan lagi bakal apdet gan?
Pasti masi bnyak kan Kismisnya,blom lagi soal cerita Saga yang pembuka cerita
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sipuputt dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Msh penasaran lanjutan cerita zoya sama putri kerajaan buaya nih masbro emoticon-Big Grin..btw thx bgt udh berbagi cerita emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zhiyan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Terima kasih gan tulisannya lucu dan menarik untuk dibaca.. ditunggu kisah2 selanjutnya emoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zhiyan dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Buka aura itu maksudnya gimanaa huu?


Makasih updatenyaa maaf telat baca kwwkwkw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zhiyan dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Makasih bre Hiburanya.. bagus ceritanya.. boleh lh mintaa kalungnya sebagai kenang2an.. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
emangon dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan

Episode 61 - Kos Tanpa Jendela #1

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Aku bingung mau kasih judul apa untuk part ini, terserah aja deh, yang penting kisah nya gak terlalu menyimpang haha.

- Part #1

Aku kasih judul ini karena di bulan desember, setelah acara natalan, temen ku ngajak aku untuk tahun baruan, di kota Banjarmasin.

Gak usah protes kalau cerita sebelumnya masih pertengahan tahun, tiba tiba sambungan nya akhir tahun, ya karena kan aku cerita kisah mistis, bukan kisah hidup sehari hari, gak mungkin kan tiap hari ada kisah mistis, jadi ya lompat lompat aja ke waktu yang ada kisah mistis nya haha..

Kali ini aku gak sendiri, aku bawa temen dari kampung, namanya Tomi. Aku dan dia di ajak oleh Gundri (Gugun Andrian) untuk merayakan tahun baru di kota Banjarmasin. Meskipun, sebenernya kami gak ada ikut perayaan waktu itu, karena kami cuma di kos haha.

Kisah ini menceritakan tentang hal hal yang terjadi di kos, bukan mau cerita tahun baruan. Karena kos dia ini penuh hal mistis, dan mungkin kali ini akan berbeda dari kisah sebelum nya. Bisa dibilang, kalau sebelum nya itu genre fantasy karena banyak mengisahkan ttg pertarungan astral, maka kali ini genre nya jadi horor, karena aku gak punya teman yang bisa kelahi melawan hantu lagi.

O iya, perkenalkan dulu, Gundri ini dia aslinya orang dari suku dayak, ngomong nya kalo sama aku itu kadang bahasa dayak, kadang bahasa banjar, tapi di cerita ini tetap akan aku tulisan dalam bahasa indonesia kok, tenang aja..

Tanggal 24 Desember 2013, dia ada sms aku bilang mau ajak aku untuk ikut acara natal di sana, karena katanya di kompek dekat dia ngekos itu ada gereja besar dan acara nya sangat meriah kalo natalan, sekalian langsung tahun baruan disana. Tapi, aku bilang aja aku gak bisa ikutan, karena kan acara natal itu termasuk acara ritual keagamaan, jadi aku gak mau ganggu. Dan dia bilang "yah, sayang banget kamu gak ikut, padahal disini sangat meriah tiap acara natalan. yaudah deh, kapan bisa aja berangkat kesini nya, jangan lupa kasih kabar".

Aku kadang heran ya, kan sering tu di berita ada sebagian kelompok pemuka agama yang menyerukan larangan untuk ikut merayakan natal bagi umat islam. Dan rata rata disitu yang nyinyir adalah orang islam sendiri yang menanggapi nya negatif, aneh kan ? kok kayanya mereka ini lebih sok pintar daripada yang punya agama. Entah mereka mau cari muka atau gimana, mengatakan gak toleran lah, sara lah, pemecah antar agama lah, padahal temen ku sendiri seperti Gundri itu dia gak pernah protes kalo aku gak ikutan acara keagamaan dia.

Padahal aku sangat berteman akrab sama dia, kalo dia keberatan tentunya dia gak segan segan untuk ngomong "kamu kok gitu sama temen, membeda bedakan latar belakang agama" tapi nyatanya gak pernah tuh. Aku yakin, mereka yang suka nyinyir gitu pasti mereka gak punya teman orang kristen, kalo mereka punya teman orang kristen, mereka pasti tau bagaimana sikap nya. Atau bisa juga ingin disebut "sahabat sejati" oleh teman kristen nya. Padahal, mereka yang beragama kristen sebenernya gak pernah sekalipun mempermasalahkan kita ikut apa gak ke acara mereka.

Gundri ini, dia juga sering ku ajak ikutan Lebaran, dan dia selalu ikut kok. Tapi dia gak pernah sekalipun bilang "kamu gak adil ya, aku selalu ikut acara hari raya mu tapi kamu gak mau ikut hari raya ku", gak pernah terucap dari mulutnya. Karena, aku pernah bilang ke dia kalo pertemanan itu tidak memebedakan agama, tapi harus tau batasan antar agama, dan dia juga setuju. Contohnya, dia selalu ikut perayaan hari raya islam, karena dalam hari raya idul fitri itu cuma acara silaturahmi, gak ada acara ritual keagamaan. Sedangkan perayaan Maulid, dia gak aku ajak karena perayaan ini ada acara ritual keagamaan nya, seperti baca solawat, zikir, doa bersama, baca ayat suci.

Karena acara yang mengandung ritual keagamaan bisa merusak keimanan seseorang. Contohnya seperti maulid tadi, kan disitu sangat kental akan pendekatan kepada Nabi Muhammad. Sedangkan dalam agama Kristen, bagi mereka tidak mengenal Nabi Muhammad sebab beliau lahir setelah Yesus atau Isa. Begitupula dengan acara natal, acara ini sangat kental akan kepercayaan pengangkatan Yesus menjadi Tuhan sedangkan dalam Islam, Nabi Isa itu bukan Tuhan. Itu sebabnya, dia tidak pernah mempermasalahkan aku jika gak ikut ke acara dia natalan. Sebab, kami sepakat bahwa toleransi agama itu yang benar ya seperti ini, berteman tanpa memandang agama, tapi masih dalam batasan agama masing masing, dan ini bukan sara, justru makna toleransi sebenarnya, yaitu tidak saling menganggu dan merusak kepercayaan masing masing.

Sebagai contoh begini, ada empat orang mau mancing pakai perahu, lalu kamu ikut, jadi total lima orang dalam perahu. Empat orang lain ini mancing dengan tenang menunggu ikan memakan umpan, sedangkan kamu, kamu ini gak mancing, cuma ikut2an aja. Kerjanya disana cuma main air doank diperahu, malah bikin ikan lari aja, kamu menganggu. Begitulah gambaran orang yang ikut dalam ritual keagamaan orang lain, kamu itu impostor. Mereka ritual agama, sedangkan kamu disana ngapain ? cuma pengen main main, makan makan, atau dapat amplop doank. Merusak kesucian ibadah orang. Para hadirin disana hatinya murni untuk tuhan mereka sedangkan kamu sendiri hadir dengan hati kepada tuhan yang berbeda, apa gk merusak kesucian tempa mereka? meskipun mereka gak keberatan dan gak terganggu akan hal ini, tapi kita nya yang harus sadar diri.

Sorry jdi kepanjangan curhat wkwk, soalnya rada risih aja sama orang yg sok cari muka dan sok toleran gitu, padahal justru jadi merusak batasan masing masing agama.

Tanggal 26, aku dan Tomi berangkat dari pagi dan sampai di kost nya Gundri tengah hari, walaupun sebenernya jarak dari berangkat dan tujuan itu gak jauh, tapi driver nya aja yang belagu, gak mau berangkat kalo gk full penumpang, akhirnya lama nunggu.

Sesampainya di kost Gundri, keadaan disana agak beda. Bukan karena di area sana mayoritas umat kristen sehingga nuansa natal nya cetar membahana dan masih terasa, tapi yang aku maksud ini adalah keadaan kost Gundri. Itu adalah sebuah rumah yang besar yang punya jalan sisi kiri dan kanan nya. Ruang tengah itu ruangan pemilik rumah sedangkan kiri dan kanan itu semua nya kamar yang disewakan. Jadi, posisi nya itu setiap kamar kost berada disamping rumah dan menghadap keluar. Rumah nya masih ornamen jaman dulu yang membuat nya agak seram kalau dilihat. Di sekitaran rumah itu juga banyak pohon pohon tinggi seperti pinus dan kapuk.

Gundri langsung menyambut kami ketika mendengar suara mobil singgah. Dia menghampiri kami dan menuntun kami untuk menuju kamar kost nya. Dan ternyata, posisi kamar dia itu tepat di paling akhir, dekat dengan kamar mandi. Kalo dilihat dari posisinya, aku suka yang kaya begini karena aku kadang kalo tengah malam suka ke wc, entah itu untuk buang air kecil, atau "buang" yang lain.

Kami masuk ke dalam nya dan tercium bau parfum yang bisa dibilang wangi nya unik. Gundri bilang, itu wangi ambergris dan merupakan wangi khas nuansa natal di daerah situ katanya. Ruangan nya itu cukup besar, dan anehnya dengan ruangan yang sebesar itu, cuma ada pintu, tanpa jendela. Aku jadi heran, aku coba tanya ke dia kok bisa ruang yang besar gini gak ada jendela nya, sedangkan ruangan kost lain ada aja tuh. Dia cuma bilang bahwa memang sudah dari dulu begitu semenjak dia pertama masuk.

Karena agak kelelahan, kami akhirnya tidur siang dulu saat itu dan tempat tidur nya juga lebar, muat untuk orang empat, padahal cuma dia sendiri yang mendiami. Sekitar jam satu, kami dibangunin sama Gundri karena ngajak kami untuk makan siang. Dia juga bilang kalo mau solat, ada ruangan kecil yang khusus untuk sholat, karena disini meskipun pemilik kost nya nonmuslim, tapi ada beberapa penghuni yang islam jadi dibuatkan satu ruangan khusus. Sedangkan untuk mereka yang kristen, mereka ibadah nya di gereja karena dekat dari situ, cuma berjarak 3 rumah aja.

Pas aku sama Tomi wudhu di kamar mandi, tiba tiba Tomi menepuk belakang ku dan menunjuk ke arah pojokan atap. Saat aku lihat ke sana, ada seperti cacing hitam bergerak gerak menjulur dan banyak jumlah nya. Aku jadi geli sendiri, dan kami langsung keluar (tentunya selesai wudhu donk). Setelah itu, kami di tunjukan jalan oleh Gundri ke ruangan untuk sholat, dan ternyata pemilik Kost itu cukup baik, mereka bahkan menghias ruangan itu dengan beberapa kaligrafi ayat kursi di dinding nya serta ada foto gambar Kabah dan masjid Nabawi, bahkan juga ada 4 buah Al-Qur'an diruangan itu.

Setelah selesai, kami lanjut makan. Makan nya ada ruang khusus, anggap aja dapur. Diruangan ini segala macam alat memasak lengkap, karena Gundri bilang ibu Kost nya itu termasuk suka memasak dan sangat hobi beli peralatan memasak di tv. Munkin, dia itu bisa dibilang pecinta tayangan memasak di Lejel TV yang suka ngadain promo produk memasak wkwkw. Dan baiknya lagi, ini adalah ruangan khusus anak anak kost, jadi tiap dia beli alat memasak, dia beli dua set, satu untuk dia dan satu untuk anak anak kost. Bahkan dia juga menyediakan beberapa dus mie yang tiap bulan nya selalu di isi, tak lupa juga sayuran yg berumur panjang didalam kulkas seperti kacang panjang, kol, wortel, terong, dan lain lain yang mana tiap minggu selalu dibelikan. Bener bener dermawan pokoknya keluarga ini.

Dan kata Gundri, disini gak perlu khawatir soal makanan. Sebab bagi mereka yang mau masak masakan non-halal seperti daging babi, mereka masak nya di dapur ibu kost, sedangkan di dapur anak kost ini cuma dibolehkan masak masakan halal aja demi menghargai para anak kost yang muslim. Dan ternyata, semua kebaikan pemilik ibu kost ini bukan tanpa alasan, tapi karena beliau punya satu anak wanita yang mualaf, dia beragama islam di usia ke 18 tahun sekitar dua tahun yang lalu. Itu sebabnya, selain sangat dermawan, beliau juga sangat toleransi dan menghargai orang yang beragama islam.

Begitulah sekilas keadaan kost nya, sekarang kita balik cerita soal mistis nya. Setelah selesai makan, kami di ajak jalan jalan di sekitaran komplek perumahan itu. Gundri cerita bahwa dia semenjak kost disitu, merasa seperti punya keluarga baru, karena keadaan yang sangat tidak biasa itu. Setelah cerita cerita banyak soal keadaan kost nya, aku kemudian teringat apa yang kami temukan saat wudhu tadi.

Aku: "gun, di kost mu itu dekat sama genangan air berlumut ya.."
Gundri: "gak kok, emang kenapa.."
Aku: "kami pas wudhu, liat ada cacing banyak di dinding."
Tomi: "bener.. hitam hitam pula.."
Gundri: "beneran kalian liat itu?"
Aku: "iya.. aku jadi geli. gimana kalo pas mandi tiba tiba ada di air. pas disiram ke kepada jadi lengket di rambut.."
Gundri: "itu sebenernya bukan cacing.." kata dia agak pelan suaranya
Tomi: "apaan.... ?" dengan muka tegang penasaran
Gundri: "itu rambut.."
Aku: "hah...."
Tomi: "rambu apa.. cacing rambut?"
Gundri: "bukan.. itu rambut, rambut dikepala."
Aku: "jangan bikin teka teki gini lah.. ayo cba jelasin yg sebenernya sama kami"
Gundri: "rumah itu, dulu pernah ada kejadian mencekam. salah satu penghuni kost ditemukan gantung diri karena setelah dinodai pacarnya, langsung diputusin. dia tau bahwa cowoknya sebenernya cuma pura pura cinta sama dia, sebernya cuma ngincar perawannya aja. itu yang bikin dia sakit hati."
Aku: "tau dari mana dia kalo cowoknya cma ngincar perawannya."
Gundri: "kami tau dari surat yang ada di meja nya, surat itu dia tulis atas kekecewaan nya sama cowoknya yang ternyata sudah punya pacar dan hanya ingin mencari pelampiasan kepada cewe lain karena pacarnya itu gak pernah mau di ajak berhubungan."
Aku: "oh.. kasian juga ya.."
Gundri: "ngapain kasian, justru menakutkan. aku pernah sekali liat dia waktu tengah malam mau mandi karena gerah. dia duduk di bawah pohon pinus."
Aku: "yang lain pernah didatangin selain kamu?"
Gundri: "pernah..."
Aku: "siapa aja..."


***** BERSAMBUNG *****
Semoga yang ngasih cendol jadi orang kaya, Yang ngasih komen jadi orang sukses.

:goyang :goyang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 30 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
Mantap apdetnya,besar dan panjangemoticon-Betty (S)
Besar dngan tambahan ilmu dan panjang akan wawasan,halah emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
sudahkah update
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Mw cerita tentang kos2 an koq za muter2 dulu.... Ribet amat emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi

Episode 62 - Kost Tanpa Jendela #2

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Aku: "yang lain pernah didatangin selain kamu?"
Gundri: "pernah..."
Aku: "siapa aja..."


- Part #2

Gundri: "para anak kost lain nya.. bahkan anak ibu kost juga sering liat."
Aku: "serem juga ya.."
Gundri: "bisa dibilang serem, bisa dibilang gak juga. soalnya dia cma kadang kadang aja muncul."
Aku: "oh.. tapi kok kami kemaren ditemuin ya.."
Gundri: "ya mungkin dia mau kenalan sama anak baru..."
Tomi: "wey, jangan gitu lah.."
Aku: "tau ni.. suka ngomong sembarangan."
Gundri: "ya udah lah, gak usah di pikirin."

Siang itu, gak ada kejadian apa apa lagi, hingga sampai kepada malam hari.

Malam hari itu, Gundri bikin makan malam dan memasak sedikit sayur yang ada di kulkas. Kalo gak salah, dia pakai sayur bayam dan kacang buncis dan ada sedikit udang kecil kecil. Dia masak tumis sayur dan udang tadi dan juga dengan campuran 8 biji cabe rawit. Gundri ini dia bisa dibilang bisa masak, karena sudah lama hidup mandiri di kost.

Kamipun makan dengan sayur yang di masak Gundri pada malam itu. Setelah selesai makan, kami beres beres dengan mencuci piring dan membersihkan alat masak kemudian kembali ke kamar. Malam itu, kami cuma berada di kamar Gundri aja sambil nonton video online, karena wifi disitu gratis. Tidak ada kejadian macam macam kok, jadi skip aja.

Sekitar jam 11 malam, aku terbangun dari tidur karena sakit perut. Mules nya ini terasa gak wajar. Kayanya kebanyakan makan lombok, atau mungkin yang jual udang itu nangkap nya dengan cara di obat. Dan sampai sekarang, aku kalo makan udang kecil kecil, pasti sakit perut, kayanya emang gara gara keracunan obat udang makanya jdi alergi sama udang.

Aku bangun sendirian dan berjalan menuju wc, karena letak nya gak terlalu jadi santai aja. Di dalam wc, aku awalnya mau anu tapi tiba tiba teringat cerita hantu yang dikisahkan sama Gundri, aku jadi merinding. Aku mau balik ke kamar dan membuka pintu wc, tiba tiba gak bisa dibuka seolah olah ada yang narik dari luar. Anjay, sepertinya beneran hantu cewe itu mau kenalan sama orang baru. Malam pertama sudah dijahilin sama hantu.

Karena tidak jauh dari kamar nya Gundri, aku teriak beberapa kali manggil Tomi "toom.. toooommmm..." dan tiba tiba pintu nya terbuka. Eh, ternyata ada Tomi diluar, dia yang ngerjain aku.

Tomi: "oy, biasa aja donk.."
Aku: "kamu tom. kurang aja banget sama teman.."
Tomi: "sory becanda. lagian takut amat kamu."
Aku: "ya takutlah. aku ingat sama cerita gundri."
Tomi: "haha.. tunggu aku ya.. aku mau e'e bentar."
Aku: "oke.. jangan lama lama ya.."

Tomi kemudian masuk wc dan menyerahkan obat nyamuk yang dibawa nya ke aku. Sekitar bbrpa menit aku nunggu, tiba tiba ada terlihat melintas bayangan wanita berbaju putih dibawah pohon pinus. Namun hanya sekedar bayangan sekejap saja dan hilang. Aku langsung kaget dan merinding melihatnya. Aku mau lari tapi kasian Tomi masih didalam, akhirnya aku nunggu..

Sudah lebih 10 menitan aku nunggu, Tomi masih tak kunjung keluar juga dari wc. Awalnya aku kira karena dia juga mules kaya aku efek makan udang atau kebanyakan makam lombok, tapi tiba tiba aku teringat, jangan jangan Tomi diperkosa hantu, soalnya pernah kejadian waktu di Meratus, si Samuel ngeue sama hantu.

Aku coba dekati wc dan bener aja terdengar suara seperti orang mendesah "ahhmmm.. ahh.... oooohhh.. ahhh.." namun suara nya terdengar lirih dan pelan. Aku penasaran jangan jangan beneran dia lagi bercinta dengan setan. Aku coba intip di lubang kunci dan ternyata dia lagi ngocok.. ahh.. goblok.. Di tungguin diluar sampe merinding dia malah enak sendiri didalam wc. Aku akhirnya balik sendiri ke kamar.

Aku: "woy tom, ditungguin lama diluar. tau nya malah main semprotan di dalam."
Tomi: "hehe.. kok tau.. wah jangan jangan kamu ngintip.."
Aku: "gak sengaja, abisnya suara mu terdengan sampe luar."
Tomi: "iya kah.."
Aku: "ya iya lah.. aku duluan ke kamar ya.."
Tomi: "oke.. duluan aja.. masih tanggung ini bentar lagi."

Aku balik ke kamar dan lanjut tidur, tiba tiba Tomi masuk dan langsung rebahan di kasur.

Aku: "dah selesai ?"
Tomi: "sudah... tidur yuk.. cape.."

Karena dia gak nutup pintu, akhirnya terpaksa aku bangun lagi dan nutup pintu. Aku rebahan di tempatku. Gak lama, tiba tiba Tomi peluk aku dari samping, karena posisi nya dia ditengah dan aku dipinggir, ada apa ini, perasaan dia gak pernah gini deh sebelum nya selama ini. Aku jadi curiga jangan jangan dia masih sange dan coba cari pelampiasan. Aku singkirin tangan nya, tak lama dia peluk aku lagi. Aku singkirin lagi dan aku berbalik kesamping dan pakai selimut. Dia masih kembali memeluk aku dari belakang. Karena aku sudah ngantuk, aku biarin aja dia, toh ku pikir gk mungkin juga bisa tembus di selimut.

Tiba tiba, ada suara yang ketuk pintu dari luar. Aku jadi takut, jangan jangan si hantu. Gak mungkin penghuni kost lain ngetok pintu tengah malam gini. Pintu terus terdengar suara ketukan dan tidak lama terdengan suara "oy.. bukain oy..". Lho.. itu kan suaranya Tomi. Aku langsung bangun dan ku lihat disebelah ku gak ada orang ditengah, cuma ada aku dan Gundri. Jadi, yang tadi peluk aku siapa? masa iya Gundri.

Gundri bangun dan bingung melihat aku yang keheranan..

Gundri: "malah bengong, bukan nya bukain pintu."
Aku: "anu.. masih ngantuk aku.."

Gundri bangun dan buka pintu.

Tomi: "kok lama sih, lagian ini kenapa dikunci. kan aku masih diluar."
Gundri: "aku kan tidur. mana ku tau. tanya sama sebelah ku."
Aku: "sengaja aja, lagian tadi kamu ditungguin diluar wc, malah enak2 didalam."
Tomi: "wah, sengaja rupanya dia.."
Aku: "haha.. udahlah.. ayo tidur.. ngantuk."
Gundri: "ada apa ni, cerita donk. abis ngapain aja kalian di wc kok malah main kunci2an pintu."
Aku: "tanya tomi.."
Gundri: "apa tom..."
Tomi: "tanya sama wc. aku mau tidur dulu.."
Gundri: "hhmmmm.. mencurigakan kalian berdua ini."

Aku sengaja gak cerita ke mereka tentang keanehan yang baru ku alami, karena aku juga masih belum bisa yakin apa tadi itu benar terjadi, atau itu cuma mimpi. Karena ngantuk berat, akupun lanjut tidur dan akhirnya cerita ini pun bersambung..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 26 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Seuprit banget ceritanya gan.... Wkwkw
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dan pertanyaannya ketika dikentangin adalah, jadi siapa itu yang "ngasah keris" ????
emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Blm ada lanjutan nih.....emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Episode 63 - Kost Tanpa Jendela #3

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Aku sengaja gak cerita ke mereka tentang keanehan yang baru ku alami, karena aku juga masih belum bisa yakin apa tadi itu benar terjadi, atau itu cuma mimpi. Karena ngantuk berat, akupun lanjut tidur.


- Part #3


Pagi nya, pas waktu subuh aku bangun dan masih teringat kejadian tadi malam, akhirnya aku bangunin Tomi untuk minta temenin wudhu dan sholat. Ternyata, di kamar mandi sudah ada beberapa anak kost yang bangun untuk wudhu, jadi perasaan takut dah gak ada lagi. 


Kami sholat berjamaah dan ada salah satu dari kami yang lulusan pesantren yang jadi imam nya. Selesai sholat, kami balik ke tempat masing masing dan sebagian ada yang ke dapur untuk masak. O iya, ini mereka kalo masak nasi nya masing masing, jadi, di dapur itu ada banyak magicom bersusun karena masing masing masak nasi sendiri. 


Sedangkan kami, karena Gundri masih tidur ya aku juga balik lagi ke kamar bersama Tomi. Sekitar jam setengah delapan kami baru masak sayur dan kebetulan jam 7 lebih itu ada paman sayur yang jual sayuran dan ayam. Banyak anak kost yang beli dan kami juga beli, aku ikut Gundri melihat lihat apa yang dia beli. Pas pulang nya, aku lihat di atas atap ada wanita sedang duduk santai, sepertinya itu si hantu. 


Kami ke dapur untuk masak sayur, aku cuma bantu potong potong wortel dan kentang yang baru dibeli tadi dan juga dicampur sedikit buncis yang masih ada di kulkas serta ayam yang baru di beli. Buncis nya itu didalam sebuah wadah, jadi aku keluarin dari kulkas, setelah selesai potong potong, sisa nya aku masukin lagi ke kulkas, pas buka kulkas.... "astagfirullah.." ada tangan didalam kulkas. Aku spontan nutup kulkas. Gundri yang melihat aku kaget kemudian nanya ke aku.


Gundri: "eiii.. kenapa.."

Aku: "ada tangan.."

Gundri: "tangan apaan.."

Aku: "tangan manusia.. coba liat sendiri.."

Gundri: "macam macam aja kamu ini.."


Gundri membuka kulkas dan kaget dan bilang "kurang ajar ini..".. Hah ? kok Gundri marah, bukan nya takut.. 


Aku: "kok marah.."

Gundri: "ya marah.. ibu kost sudah pernah bilang gak boleh nyampur makanan. nanti bisa kena denda semua ini."

Aku: "maksud mu apaan."

Gundri: "ibu kost bilang, kalo nyimpan daging babi, simpan di kulkas daging ibu kost. jangan disimpan disini, disini khusus yang halal aja, demi menghormati anak kost yang beragama islam. dulu pernah kejadian gini, karena ada yang lupa. akhirnya kami semua di denda bayar kost 2x lipat."


Aku langsung heran, aku buka kulkas dan aneh nya, kok tangan babi, eh gak tau sih itu tangan babi apa tangan kambing, tapi karena dia bilang tangan babi, ya berarti tangan babi. 


Aku: "kok tangan babi.."

Gundri: "ya tangan apa lagi. masa tangan ayam."

Aku: "bukan gitu.. yang ku lihat tadi bukan tangan babi tapi tangan manusia.."

Gundri: "waduh, pagi pagi masih ngelantur. sudah sana ngopi sama tomi di teras biar gak ngantuk..."


Aku keheranan, kok bisa tangan manusia jadi tangan babi. Ya udah lah, aku gak mau ambil pusing, mungkin aku yang salah liat. Aku berjalan keluar mau nyamperin Tomi, sedangkan Gundri lanjut masak. Ketika aku melewati salah satu ruangan yang terbuka pintu nya, aku lihat ada wanita berbaju putih bergantung di dalam ruangan itu, anjay.. pagi pagi ternyata dia masih nekat mau nakutin orang. Aku biasa aja sih dan berlalu begitu saja keluar, karena suasana nya emang pagi jadi gak ada rasa takut. Diluar, ternyata beberapa anak kost yang sedang nyantai di teras ngobrol ngobrol, termasuk Tomi. 


Tadinya, aku mau ikut gabung nongkrong sekalian mau kenalan, tiba tiba Gundri manggil dan aku pergi ke dapur. Ternyata dia mau ke wc dan minta jagain masakan. 


Dia bilang, jangan lupa dikasih garam. Eh, aku ini mana tau cara masukin garam. Siapa tau ke asinan, atau kurang asin. Tapi daripada gak ada rasa, ya udah lah akhirnya aku coba coba aja. Ternyata, disitu ada satu bungkus Royco, ya udah deh ku masukin aja royco karena sudah pas rasanya. Pas aku cicipi, malah gak berasa, karena royco nya cuma sedikit, royco sisa. Akhirnya terpaksa aku tambah garam, pas aku masukin sedikit, tiba tiba ada suara "tambah lagi.." aku kaget dan nengok ke belakang. 


Ternyata ada jin cewe, dia bilang "kok bengong.. nanti gosong...". Aku masukin lagi sedikit garam dan dia bilang "tambah piksin sedikit.." (piksin=micin=ajinomoto) dan aku masukin sedikit. Dia bilang lagi "coba cicipi.." dan aku cicipi, ehhhmmm... enak juga rasanya, gak asin. Aku bilang makasih dan dia cuma tersenyum kemudian hilang. 


Tidak lama setelah itu, Gundri kembali dari kesibukan nya dan memeriksa sayur masakan ku. "emmm, enak.. hebat juga ya masakan ku".. buset, dia malah muji diri dia sendiri, gak ada inisiatif nya banget bikin temen seneng. 


Aku manggil Tomi keluar untuk makan bareng. Ketika kami makan, aku lihat di belakang Tomi ada perempuan yang bantuin masak tadi, dia posisi nya berdiri memakai baju putih dengan rambut pendek se bahu. Dia cuma tersenyum ke arah ku dan aku juga tersenyum ke arahnya dan makan tanpa menghiraukan keberadaan nya. 


Setelah makan, aku kedepan dan duduk di kursi yang ada di halaman rumah dibawah pohon. Sedangkan Gundri, dia katanya mau berangkat kerja, aku gak pernah tanya juga dia kerja dimana, tapi dia itu masih kuliah dan kebetulan masuk nya setelah tengah hari yang dia ambil. Aku dan Tomi awalnya duduk didepan, tapi dia kemudian masuk ke kamar dalam untuk nonton tv karena ada salah satu anak kost yang ngajakin dia nonton tv. 


Aku cuma melihat lihat disekitar dan tiba tiba ada terdengar suara anak kecil "buaya.. buaya.." dipinggir jalan. Aku awalnya gak merespon, karena kan mana mungkin ada buaya di perkotaan yang jauh dari sungai. Biasa lah anak anak suka ngasal. Tapi, dia terus teriak dan setelah aku lihat, beneran ada buaya yang berjalan ke arah dia dan anak kecil tadi cuma diam di pinggir jalan. Aku langsung lari ke arah anak kecil tadi dan menggendong dia. Aku lari ke depan kost lagi dan orang orang di dalam pada lari keluar nyamperin. 


Mereka bertanya tanya ada apa kok bikin heboh, udah gitu bawa lari anak orang. Aku bilang aja tadi liat buaya dan langsung bawa anak itu. Mereka kebingungan, karena mana mungkin ada buaya. Mereka berjalan ke arah jalan tadi dan melihat lihat keadaan sekitar tapi gak ada terlihat buaya satupun. Tidak lama, ada datang seorang ibu yang menjembut anak nya. 


Ibu: "adek kenapa.."

Anak: "ada buaya tadi bu.."

Ibu: "kamu ini..."

Aku: "beneran bu, tadi ada buaya..."

Ibu: "kamu ini, omongan anak kecil jangan dipercaya. dia emang sering teriak ada buaya, padahal gak ada apa apa.."

Aku: "beneran bu, saya melihat sendiri."

Ibu: "saya bawa anak saya pulang dulu ya.."


Ekspresi ibu tadi langsung berubah ketika aku bilang bahwa aku juga melihat buaya itu. Sungguh menyimpan sebuah teka teki.


O iya, hari itu hari jumat, jadi tengah hari nya kami berangkat ke mesjid jalan kaki, lumayan jauh sih jarak nya. Kami berangkat bareng anak anak kost lain dan akhirnya diperjalanan kami bisa saling kenal dan akrab, mereka bahkan menakut nakuti kami bahwa katanya kalau anak baru emang suka di ganggu sama penunggu disitu. 


Siang itu, gak ada lagi kejadian aneh.. jadi kita skip aja ke malam hari...


Saat malam hari, eh bukan sih, masih sore.. sekitar setelah magrib aku mandi sore, karena siang nya ketiduran jadi gak sempet sore mandi, akhirnya habis magrib baru mandi. Di dalam kamar mandi sih awalnya biasa aja meskipun agak was was kalo ingat rambut waktu itu. Aku mandi nya biasa aja, gak sambil mainan sabun. Hanya saja, ketika aku membasuh muka, aku kaget bukan main saat membuka mata ada kepala cewe muncul di bak air. Aku kaget dan langsung mundur, kepala tadi hilang. Aku maju lagi dan lihat lihat ke air, kali aja aku salah lihat, dan kepala tadi sudah gak ada lagi.


Karena masih banyak buih sabun, aku lanjut lagi siram dengan air. Ketika aku pakai handuk, tiba tiba aku melihat lagi ada perempuan berambut panjang yang menggantung terbalik menempel di dinding. Aku takut dan langsung lari keluar.


Didalam kamar, Gundri dan Tomi heran karena aku lari lari dari kamar mandi. Aku ceritain ke mereka apa yang barusan aku alami, Gundri cuma tersenyum dan bilang bahwa kejadian itu sudah biasa di alami bagi mereka yang baru masuk kost ini. [Bersambung]

profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 20 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Halaman 21 dari 29


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di